My Sweet Wife OB (Cinta Tiada Tara 1)

My Sweet Wife OB (Cinta Tiada Tara 1)
MSW OB 71


__ADS_3

Pak Abraham datang bersama beberapa bodygardnya , dengan tergesa gesa juga .


"Maaf pak Ardy , saya datang terlambat . Di jalan kena macet ."ucap Pak Abraham . Sambil menyalami mutiara dan Ardy .


"Tidak apa apa pak Abraham , kita juga baru tiba ."jawab Ardy dengan sopan dan santai .


" jadi begini pak Ardy , saya juga tidak bisa lama lama di sini . Karena saya juga harus bertemu dengan klien yang lain . Jadi saya langsung saja . Bicara pada intinya saja ." ucapan pak Abraham membuat Ardy sedikit gugup .ia takut telah melakukan kesalahan pada proyek yang sedang ia tangani .


"Silahkan ,pak ."ucap Ardy .


"ini ada cek , isinya sesuai dengan perjanjian yang telah kita sepakati , cukup untuk membiayai sampai proyek selesai ." ucap pak Abraham menyerahkan cek ke pada Ardy .


" seluruh biaya telah saya bayar lunas . Saya tinggal menunggu hasil proyek dari pak Ardy . Saya berharap proyek ini selesai di tangan pak Ardy sesuai dengan mutu dan kualitas yang pernah kita sepakati ." ucap pak Abraham .


Ardy menerima cek dari pak Abraham ,dengan tangan bergetar . Ardy melihat nominal jumlah yang tertulis di atas kertas cek itu . Karena Ardy sudah tidak tahan ingin menebus rumah lamanya .


"ini pak Abraham yakin ."tanya Ardy kembali .


"Tentu yakin pak , dan ini buat sekretaris pak Ardy ." pak Abraham juga menyodorkan selembar cek berisi 10 juta untuk mutiara .


Ardy sedikit kaget melihat nominal uang itu. Pak Abraman menghadiahi cek sebesar itu padahal mutiara bukan karyawan nya .


"Tidak usah pak . Saya kan sudah di gaji sendiri oleh pak Ardy . Dengan gaji yang sesuai . Jadi saya tidak pantas terima cek ini ."tolak mutiara dengan lembut . Sesuai dengan yang di inginkan oleh Ardy di dalam hatinya .


"Loh tidak apa apa , ambil lah . Saya ikhlas , karena saya juga melihat kamu sangat tekun dalam bekerja . Jadi apa salah nta saya mengapresiasi kerja kamu , dengan sedikit hadiah . Lagian uang segini tidak afa apa apanya untuk saya ."ucap pak Abraham sedikit menunjuk kan kehebatan nya di depan Ardy dan mutiara .


" Tapi maaf pak , sejali lagi saya tidak bisa terima uang ini ."ucap mutisra sambil menyatukan kedua tangan nya di depan dada .


" Eemm begini pak Abraham , bapak tidak usah memberi kan uang ini pada Tiara , sebagai hadiah kerja keras Tiara , biar saya saja nanti yang membayar dia . Karena dia juga karyawan saya . Jadi saya merasa tak ada gunanya , kalau apresiasi kerja keras Tiara di bayar sama pak Abraham ." jawab Ardy dengan sopan dan suara sedikit pelan , Agar tidak menyinggung pak Abraham .

__ADS_1


"Baiklah kalau begitu , jadi uang ini saya ambil lagi . Tapi kalau lain kali saya mau beri kamu hadiah , jangan kamu tolak lagi ya ."ucap pak Abraham pada mutiara , yang bersiap siap untuk pergi lagi .


Mutiara hanya tersenyum dengan kecut , ia merasa aneh dengan sikap pak Abraham yang memaksa akan memberinya hadiah .


Pak Abraham telah pergi meninggalkan mutiara dan Ardy berdua di restoran itu .


"kamu mau pesan makanan tidak , pesan aja ."ucap Ardy yang hanya pesan minuman untuk mereka berdua tadi .


"Tidak usah pak , saya masih kenyang . Kalau sudah selesai sebaiknya kita segera pulang ke kantor saja ." ucap mutiara .


"Tunggu , temani saya sebentar ke suatu tempat ya , temui seseorang ." pinta Ardy .


" Memangnya mau kemana lagi pak ." tanya Mutiara .


"Ngikut saja , jangan banyak tanya ."ucap Ardy dengan ketus . Membuat Mutiara diam tak bertanya lagi .


Semua menatap ke arah mutiara dan Ardy . Sebagai pasangan yang sangat serasi , satu cantik dan satunya tampan .


"selamat siang mbak , saya ingin bertemu dengan bu denada ,apa beliau ada di kantor ."tanya Ardy .


"Bu denada ada , beliau ada di kantor . Apa bapak sudah ada janji temu dengan Bu denada ."tanya resepsinis .yang berlipstik merah merona


"Belum mbak , Tapi ada hal penting yang ingin saya bicarakan . Jadi tolong tanya kepada bu denada , apa ada waktu untuk saya , Ardy dari PT NUGROHO GROUP ."ucap Ardy .


"Baik tunggu sebentar pak saya akan menghubungi bu denada ." mutiara menatap. Resepsinis itu yang melakukan oembicaraan lewat telepon.


Mutiara mengalihkan pandangan nya . Menyapu ke sekeliling perusahaan .enteriornya sangat mewah . Luas dan besar hampir sama dengan perusahaan Ardy .


"Baik buk , "ucap resepsinis menyudahi telepon nya .

__ADS_1


"Maaf pak Ardy , bu Denada menyuruh bapak lang saja menemui beliau di ruangan kerjanya ...mbak tolong antar pak Ardy ke ruangan bu denada ."ucap resepsionis pada karyawan yang kebetulan lewat .


Ardy dan mutiara mengikuti langkah karyawan itu menuju ke ruang kerja bu denada .


"Tok Tok Tok .permisi bu , ada yang ingin bertemu dengan anda ." ucap karyawan itu .


"suruh masuk saja ."ucap bu denada dari dalam ruang kerjanya .


"silahkan pak ,bu ."ucap karyawan itu mempersilahkan .


"terimakasih ."jawab mutiara . Ardy dan mutiara segera masuk ke dalam ruang kerja bu denada .


"Selamat siang bu denada , maaf menganggu waktu kerja anda ."ucap Ardy sambil menjabat tangan bu denada . Perempuan yang hampir berumur setengah abad , tapi tetap awat muda dengan riasan wajah yang sederhana .


"Selamat siang Pak Ardy , tidak perlu sungkan .silahkan duduk , o iya anda datang bersama siapa ."tanya bu denada sambil menata mutiara . Yang sedang mengagumi letak ruang an kerjanya .


" Bersama saya bu ." ucap mutiara yang terpesona dengan letak tata ruang an yang feminim dan nyaman .mutiara melangkah mendekati bu denada menampak kan wajahnya .


Mutiara mengulurkan tangan nya membuat bu denada tercengang . Melihat wajah mutiara , seakan wajah mutiara terasa tidak asing dengan wajah seseorang , tapi bu denada lupa siapa orang yang memiliki wajah seperti itu .


"Bu ," mutiara menyadarkan lamunan bu denada karena lama tak menyambut uluran tangan nya .


" ah iya , maaf saya sepertinya tidak asing dengan wajah kamu . Tapi siapa ya saya lupa ."ucap bu denada . Sambil menyambut uluran tangan mutiara dan berpikir keras , siapa orang yang mempunyai wajah mirip dengan orang yang ada di depan nya sekarang .


"Ahh biasa bu mungkin ini wajah pasaran . Jadi banyak yang mirip , lagian saya juga baru kali ini bertemu dan melihat bu denada ."ucap mutiara dengan sopan tak lupa juga senyuman nya .


"ah iya mungkin . Ya sudah silahkan duduk ."ucap bu denada dengan ramah pula .


Ardy dan mutiara duduk di sofa ruang kerja bu denada . Tak lama kemudian datang karyawan bu denada membawa minuman .

__ADS_1


__ADS_2