
Pak Abraham datang bersama beberapa bodygardnya , dengan tergesa gesa juga .
"Maaf pak Ardy , saya datang terlambat . Di jalan kena macet ."ucap Pak Abraham . Sambil menyalami mutiara dan Ardy .
"Tidak apa apa pak Abraham , kita juga baru tiba ."jawab Ardy dengan sopan dan santai .
" jadi begini pak Ardy , saya juga tidak bisa lama lama di sini . Karena saya juga harus bertemu dengan klien yang lain . Jadi saya langsung saja . Bicara pada intinya saja ." ucapan pak Abraham membuat Ardy sedikit gugup .ia takut telah melakukan kesalahan pada proyek yang sedang ia tangani .
"Silahkan ,pak ."ucap Ardy .
"ini ada cek , isinya sesuai dengan perjanjian yang telah kita sepakati , cukup untuk membiayai sampai proyek selesai ." ucap pak Abraham menyerahkan cek ke pada Ardy .
" seluruh biaya telah saya bayar lunas . Saya tinggal menunggu hasil proyek dari pak Ardy . Saya berharap proyek ini selesai di tangan pak Ardy sesuai dengan mutu dan kualitas yang pernah kita sepakati ." ucap pak Abraham .
Ardy menerima cek dari pak Abraham ,dengan tangan bergetar . Ardy melihat nominal jumlah yang tertulis di atas kertas cek itu . Karena Ardy sudah tidak tahan ingin menebus rumah lamanya .
"ini pak Abraham yakin ."tanya Ardy kembali .
"Tentu yakin pak , dan ini buat sekretaris pak Ardy ." pak Abraham juga menyodorkan selembar cek berisi 10 juta untuk mutiara .
Ardy sedikit kaget melihat nominal uang itu. Pak Abraman menghadiahi cek sebesar itu padahal mutiara bukan karyawan nya .
"Tidak usah pak . Saya kan sudah di gaji sendiri oleh pak Ardy . Dengan gaji yang sesuai . Jadi saya tidak pantas terima cek ini ."tolak mutiara dengan lembut . Sesuai dengan yang di inginkan oleh Ardy di dalam hatinya .
"Loh tidak apa apa , ambil lah . Saya ikhlas , karena saya juga melihat kamu sangat tekun dalam bekerja . Jadi apa salah nta saya mengapresiasi kerja kamu , dengan sedikit hadiah . Lagian uang segini tidak afa apa apanya untuk saya ."ucap pak Abraham sedikit menunjuk kan kehebatan nya di depan Ardy dan mutiara .
" Tapi maaf pak , sejali lagi saya tidak bisa terima uang ini ."ucap mutisra sambil menyatukan kedua tangan nya di depan dada .
" Eemm begini pak Abraham , bapak tidak usah memberi kan uang ini pada Tiara , sebagai hadiah kerja keras Tiara , biar saya saja nanti yang membayar dia . Karena dia juga karyawan saya . Jadi saya merasa tak ada gunanya , kalau apresiasi kerja keras Tiara di bayar sama pak Abraham ." jawab Ardy dengan sopan dan suara sedikit pelan , Agar tidak menyinggung pak Abraham .
__ADS_1
"Baiklah kalau begitu , jadi uang ini saya ambil lagi . Tapi kalau lain kali saya mau beri kamu hadiah , jangan kamu tolak lagi ya ."ucap pak Abraham pada mutiara , yang bersiap siap untuk pergi lagi .
Mutiara hanya tersenyum dengan kecut , ia merasa aneh dengan sikap pak Abraham yang memaksa akan memberinya hadiah .
Pak Abraham telah pergi meninggalkan mutiara dan Ardy berdua di restoran itu .
"kamu mau pesan makanan tidak , pesan aja ."ucap Ardy yang hanya pesan minuman untuk mereka berdua tadi .
"Tidak usah pak , saya masih kenyang . Kalau sudah selesai sebaiknya kita segera pulang ke kantor saja ." ucap mutiara .
"Tunggu , temani saya sebentar ke suatu tempat ya , temui seseorang ." pinta Ardy .
" Memangnya mau kemana lagi pak ." tanya Mutiara .
"Ngikut saja , jangan banyak tanya ."ucap Ardy dengan ketus . Membuat Mutiara diam tak bertanya lagi .
Semua menatap ke arah mutiara dan Ardy . Sebagai pasangan yang sangat serasi , satu cantik dan satunya tampan .
"selamat siang mbak , saya ingin bertemu dengan bu denada ,apa beliau ada di kantor ."tanya Ardy .
"Bu denada ada , beliau ada di kantor . Apa bapak sudah ada janji temu dengan Bu denada ."tanya resepsinis .yang berlipstik merah merona
"Belum mbak , Tapi ada hal penting yang ingin saya bicarakan . Jadi tolong tanya kepada bu denada , apa ada waktu untuk saya , Ardy dari PT NUGROHO GROUP ."ucap Ardy .
"Baik tunggu sebentar pak saya akan menghubungi bu denada ." mutiara menatap. Resepsinis itu yang melakukan oembicaraan lewat telepon.
Mutiara mengalihkan pandangan nya . Menyapu ke sekeliling perusahaan .enteriornya sangat mewah . Luas dan besar hampir sama dengan perusahaan Ardy .
"Baik buk , "ucap resepsinis menyudahi telepon nya .
__ADS_1
"Maaf pak Ardy , bu Denada menyuruh bapak lang saja menemui beliau di ruangan kerjanya ...mbak tolong antar pak Ardy ke ruangan bu denada ."ucap resepsionis pada karyawan yang kebetulan lewat .
Ardy dan mutiara mengikuti langkah karyawan itu menuju ke ruang kerja bu denada .
"Tok Tok Tok .permisi bu , ada yang ingin bertemu dengan anda ." ucap karyawan itu .
"suruh masuk saja ."ucap bu denada dari dalam ruang kerjanya .
"silahkan pak ,bu ."ucap karyawan itu mempersilahkan .
"terimakasih ."jawab mutiara . Ardy dan mutiara segera masuk ke dalam ruang kerja bu denada .
"Selamat siang bu denada , maaf menganggu waktu kerja anda ."ucap Ardy sambil menjabat tangan bu denada . Perempuan yang hampir berumur setengah abad , tapi tetap awat muda dengan riasan wajah yang sederhana .
"Selamat siang Pak Ardy , tidak perlu sungkan .silahkan duduk , o iya anda datang bersama siapa ."tanya bu denada sambil menata mutiara . Yang sedang mengagumi letak ruang an kerjanya .
" Bersama saya bu ." ucap mutiara yang terpesona dengan letak tata ruang an yang feminim dan nyaman .mutiara melangkah mendekati bu denada menampak kan wajahnya .
Mutiara mengulurkan tangan nya membuat bu denada tercengang . Melihat wajah mutiara , seakan wajah mutiara terasa tidak asing dengan wajah seseorang , tapi bu denada lupa siapa orang yang memiliki wajah seperti itu .
"Bu ," mutiara menyadarkan lamunan bu denada karena lama tak menyambut uluran tangan nya .
" ah iya , maaf saya sepertinya tidak asing dengan wajah kamu . Tapi siapa ya saya lupa ."ucap bu denada . Sambil menyambut uluran tangan mutiara dan berpikir keras , siapa orang yang mempunyai wajah mirip dengan orang yang ada di depan nya sekarang .
"Ahh biasa bu mungkin ini wajah pasaran . Jadi banyak yang mirip , lagian saya juga baru kali ini bertemu dan melihat bu denada ."ucap mutiara dengan sopan tak lupa juga senyuman nya .
"ah iya mungkin . Ya sudah silahkan duduk ."ucap bu denada dengan ramah pula .
Ardy dan mutiara duduk di sofa ruang kerja bu denada . Tak lama kemudian datang karyawan bu denada membawa minuman .
__ADS_1