My Sweet Wife OB (Cinta Tiada Tara 1)

My Sweet Wife OB (Cinta Tiada Tara 1)
MSW OB 91


__ADS_3

" Maaf saya naik angkot bu Nagita , tidak barengan dengan pak ardy ."jawab Mutiara dengan badan sedijit membungkuk kepada Nagita .


"Mutiara senja , berdiri tegak , jangan pernah membungkuk pada nya ." panggil Ardy dengan suara yang tidak main main . Mutiara segera menegakkan badan nya , tapi wajah tetap di tekuk .


" kamu cepat masuk ke ruangan mu , sekarang juga ."perintah Ardy . Mutiara segera melangkah cepat . Meninggalkan mereka berdua , yang kelihatan nya akan berseteru .


" Sayang kamu kenapa sih , masih ijinkan dia bekerja di kantormu ." rengek Nagita manja di lengan Ardy . Mengunakan trik seperti dulu , saat ia tidak suka kepada karyawan Ardy atau karyawan Ardy yang tidak sopan dan suka membantah kepadanya . Agar Ardy mau memecat karyawan itu .


"Terserah aku , itu hak aku , mau memperkerjakan siapa saja di kantorku . Dan itu bukan hak kamu untuk mengatur aku dan karyawanku ."ucap ardy dengan tegas .


"Tapi sayang , keberadaan perempuan itu hanya akan membuat hubungan kita , semakin banyak masalah . Apa lagi mama kamu , kalau tau perempuan yang ingin merebut kamu dari aku , masih bekerja di kantor kamu . Mama kamu pasti akan marahi kamu ." ucap Nagita dengan percaya diri .


Ardy tersenyum miring mendengar ucapan Nagita .Ardy sangat menyesali kebodohan nya dulu memecat karyawan karyawan nya , hanya karena permintaan Nagita ., Di mana kesalahan mereka tidak masuk akal , kalau harus di pecat .


"Kamu ke sini mau apa , Uang , butuh berapa ."tanya Ardy langsung to the poin .


"Maksud kamu ." tanya Nagita mengerutkan keningnya .


"Tidak usah pura pura bodoh .! Saya tau kau selama ini anggap aku sebagai ATM berjalan kamu kan . Saya sudah tau semua akal dan pikiran busukmu , kamu cuma perlu hartaku kan . Saat aku bangkrut kamu pergi , saat aku jaya kamu ingin kembali ."jawab Ardy .tersenyum sinis dan melihat Nagita dengan sudut matanya .


"Siapa yang telah mempengaruhi kamu Ardy , memfitnah aku , Demi Tuhan aku mencintaimu dengan tulus . Aku tidak pernah berharap apapun sama kamu ." Nagita berusaha membantah semua tuduhan Ardy . Dan membuat Ardy kembali tersenyum dan mengayun kan kakinya melangkah ke arah kantor nya .

__ADS_1


Nagita langsung meraih telapak tangan Ardy . Ardy menghentikan langkahnya ,dan melihat tangan Nagita yang berada di tangan nya .


"Ardy , aku mencintaimu dengan tulus . Kalau memang kamu tidak percaya , a( mencintaimu dengan tulus . Aku bisa memberikan semua hartaku untuk perusahaan kamu . Agar kamu bisa menebus kembali , anak anak perusahaan kamu yang telah terjual . Aku rela tinggal di kontrak kan kecil asalkan aku bisa memiliki kamu seutuhnya ." ucap Nagita lepas control .


Lagi lagi Ardy tersenyum mendengar ucapan Nagita .Ardy membalik kan badan menatap Nagita .


"Bukan nya kamu selama ini di luar negri , Terus darimana kamu tau kalau anak anak perusahaan aku telah habis aku jual ."tanya Ardy yang membuat Nagita menelan ludah sendiri susah payah . Ia binggung harus jawab apa .


"Dan ...berapa sekarang semua hartamu di banding dengan yang pernah aku berikan dulu ."ungkit Ardy sambil terkekeh dan masuk ke dalam kantornya .


Nagita mengeratkan gigi giginya . Bisa bisanya Ardy menghina dirinya dengan penghinaan seperti itu .memang sudah tidak terhitung lagi , berapa uang yang sudah di keluarkan oleh Ardy untuknya . Bahkan rumah yang di tempatinya juga di bayar separuhnya oleh Ardy .


Akhirnya Nagita pulang dengan perasaan kesal karena merasa telah di permalukan oleh Ardy . Di depan para karyawan nya yang baru tiba di kantor .Nagita pergi dengan membawa sakit di hati .


"Lihat saja Ardy , aku akan suruh orang untuk memberimu pelajaran , sesekali kamu babak belur , tidak apa apa dan bukan masalah untuk aku . karena aku akan datang sebagai dewi fortuna untukmu,demi mengembalikan hinaan yang telah kau berikan padaku . ." ucap Nagita dengan percaya diri . Sambil tersenyum sinis penuh kelicikan .


Sementara Ardy melangkahkan kakinya menuju ke ruangan kerja Mutiara , mutiara sedang berkutat dengan laptopnya . Kelihatan nya mutiara sangat fokus , tidak tau benar benar fokus atau hanya tidak ingin berinteraksi dengan Ardy .


"Ada yang ingin aku bicarakan dengan mu ."ucap Ardy pelan . Mutiara hanya mengerak kan bola matanya untuk melihat keberadaan Ardy ada di mana . Karena suara Ardy ia dengar begitu dekat . Benar saja Ardy berdiri tepat ada di depan nya .


"Ada apa ." sahut mutiara tanpa melihat wajah Ardy .

__ADS_1


"Saya tidak ada hubungan Apa apa dengan Nagita . Selama ini dia telah menipu saya , sebenarnya selama ini Nagita tidak pernah keluar negri .Dia bohong , Dia hanya ingin memanfaatkan saya . Tau aku bangkrut dia pergi setelah saya bangkit lagi dia kembali ."jelas Ardy .


Mutiara sedikit kaget mendengar ucapan Ardy . Tapi ia tak mau percaya begitu saja . Ia masih trauma dengan tamparan keras Nagita di wajahnya . mutiara merasa benar benar kehilangan harga diri . Tapi semua ini karena kebutuhan yang mendesak , sehingga ia harus tetap bertahan di kantor Ardy .


"Lalu apa hubungan nya dengan saya . Kenapa pak Ardy harus menjelaskan semua nya pada saya ." jawab Mutiara ketus .


"Aku hanya tidak ingin kamu salah paham , dan menebak nebak tentang hubungan saya dan dia ."jawab Ardy .


Mutiara tersenyum sinis dan geleng kepala mendengar jawaban Ardy .


"Pak Ardy yang terhormat ." ucap mutiara sambil berdiri dari kursinya menghadap Ardy , sambil sedikit membungkuk an badan nya kepada Ardy .


"mulai detik ini , saya ingin bekerja dengan profesional , tanpa melibatkan urusan pribadi ke dalam urusan pekerjaan kita . Kalau pak Ardy menyanggupinya , saya akan tetap bertahan di sini . Kalau bapak keberatan sekarang juga saya , akan buat surat pengunduran diri , dan hari ini juga saya akan mengundurkan diri dan kantor bapak ." ucap Mutiara .


Ardy terkejut dengan jawaban dan keputusan mutiara yang begitu lantang , jauh dari pemikiran nya , kalau mutiara mempunyai keputusan itu .


" kalau memang itu kemauan mu , saya juga tidak bisa berbuat apa apa . Karena perusahaan masih membutuhkan tenaga kamu , kalau begitu aku keluar dulu ." pamit Ardy pergi keluar meninggalkan ruangan mutiara .


Mutiara kembali duduk di kursinya , dengan hampa . Ia merasa sudah kelah dengan permasalahan ini . Setetes air mata begitu saja jatuh membasahi pipinya , mutiara menutup wajahnya dengan kedua telapak tangan nya .


Mutiara sudah tidak peduli lagi dengan penampilan nya . Pagi ini pun ia tak bermaek uap lipstik glos saja tidak menyapu bibirnya yang kelihatan pucat . Ia selalu merutuki nasib sialnya yang selalu jadi bulan bulanan orang lain . Seperti tadi pagi saat ia memasuki kantor ,semua mata memandang nya tidak suka .

__ADS_1


__ADS_2