
"Jangan , aku mohon jangan cari keributan dengan mas Ardy . Memar di wajahmu belum hilang , aku takut kamu kenapa napa ." ucap Tiara menghalangi langkah Dimas untuk pergi menemui Suaminya .
"Tapi , Tiara suami.kamu itu sudah keterlaluan .dia biarkan kamu hidup luar tanpa mau bertanggung jawab .dan sekarang dia melarang aku untuk memberimu bantuan . Apa mau dia sebenarnya , apa dia ingin membunuhmu secara pelan pelan ."ucap Dimas menaikkan nada bicaranya karena merasa geram dengan Ardy .
"Bukan begitu Dim , kamu jangan emosi dulu . Dengarkan penjelasan aku ." jawab tiara dengan suara lemah .membuat perhatian Dimas dan Rio tertuju pada Tiara yang sekarang sedang memegangi kepalanya dan BRUG...
Tiara jatuh pingsan dan dengan cepat Rio dan Dimas menangkap badan Tiara .
"Tiara ." teriak Dimas dan Rio bersamaan .
"Cepat kita harus bawa dia ke rumah sakit ." ucap Dimas dengan panik kepada Rio .
Mereka segera membopong badan Tiara masuk ke dalam mobil . Rio mengemudikan mobilnya meluncur dengan cepat ke rumah sakit .
"Dok tolongbsahabat saya ." ucap Dimas setelah sampai di rumah sakit .beri dia perawatan yang terbaik ."ucap Dimas kepada dokter dengan wajah yang cemas .
Dokter dan tim nya segera menangani keadaan Tiara , Dimas dan Rio masih setia menunggu di koridor rumah sakit .kurang lebih satu jam Dokter keluar dari dalam ruangan UGD
"Bagaimana keadaan sahabat saya Dok ."tanya Dimas dan Rio yang sama sama telah panik campur penasaran .
"Syukur alkhamdulillah semua baik baik saja , untungnya kalian cepat bawa mereka ke sini . Kalau tidak mungkin dia akan kehilangan calon bayinya , dia terlalu lelah dan banyak nya beban pikiran yang dia alami ."jawab Dokter .
__ADS_1
"Terimakasih Dok ." ucap Dimas .Dokterpun pergi meninggalkan Dimas dan Rio .Dimas mengepalkan kedua tangan nya .
"Kamu tunggu Tiara di sini ya , aku harus pergi temui laki laki brengsek itu , aku akan beri dia pelajaran ." ucap Dimas pada Rio .
"Ehh , kamu jangan gegabah ." teriak Rio , tapi Dimas telah berjalan jauh , dengan muka merah menahan marah .
Rio berlari ingin mengejar Dimas , tapi ia ingat siapa yang akan menungu Tiara dinrumah sakit jika ia juga ikut pergi . Takut nabti ada apa apa dengan Tiara terpaksa Rio tetap tinggal di rumah sakit .
Dimas masuk ke mobilnya dan segera melaju dengan cepat menuju kantor Ardy .
Putri yang kebetulan juga berada di rumah sakit . Untuk mengurus prosedur data data untuk dirinya menikah dengan Dimas . Putri yang telah berada di dalam mobil , melihat mobil Dimas yang pergi meninggalkan parkiran rumah sakit .
"Bukankah itu mobil mas Dim ." putri Diam diam mengikuti mobil Dimas dari belakang hingga sampai ke kantor Ardy . Membuat kening putri berkerut .
"Di mana Ardy , mana Bos kalian . Suruh dia keluar ." teriak Dimas sambil masuk ke dalam kantor Ardy . Membuat kegaduhan di kantor Ardy .
Beberapa satpam memegangi Dimas agar tidak sembarangan masuk ke kantor . Tapi karena tekat kuat Dimas tidak mampu di kalah kan oleh satpam satpam Ardy .hingga Dimas bisa sampai ke ruangan kerja Ardy .
"Ada apa kalian ribut ribut di sini ." ucap Ardy . Setelah melihat kalau yang datang adalah Dimas Ardy memberi isyarat kepada satpam nya untuk pergi meninggalkan mereka berdua di dalam ruangan kerja Ardy .
"Ada apa kamu datang kemari ." tanya Ardy yang menatap Dimas dengan tatapan tajam .ia masih ingat kejadian di kafe kemarin .
__ADS_1
BUG...BUG...BUG..
Tanpa menjawab pertanyaan Ardy . Dimas langsung melayangkan pukulan nya ke arah wajah Ardy ,dan menghajar Ardy wajah Ardy bertubi tubi .Ardy yang tidak siap ,dan tidak menyangka Dimas akan melakukan itu , dan membuatnya langsung jatuh tersungkur .
"Bajingan kamu Ardy , percuma kamu jadi laki laki yang sukses dan kaya raya . Tapi kamu biarkan istrimu di luar sana membanting tulang di bawah terik matahari , bersama anak dalam kandungan nya . Apa kamu tidak takut kelak anak mu sendiri akan membencimu . Karena kamu telah menyia nyiakan bundanya , saat dirinya hadir di rahim nya .kamu tau dia pingsan di jalanan dan hampir saja kehilangan nyawa dan bayinya ." ucap Dimas dengan emosi .
"Kamu pikir Tiara wanita macam apa , perempuan murahan yang menjajakan dirinya di luar sana yang mungkin bisa dengan mudah kamu beli .Tidak , Tiara sangat menghargai pasangan nya , dia tidak mungkin begitu mudah tidur dengan laki laki lain yang bukan suaminya .? Dan apa , kamu malah menuduh Tiara selingkuh dengan Rio . Asal Kamu tau , Rio itu adalah orang yang telah menolongnya , saat Tiara di kampus jatuh pingsan dan mengantarkannya pulang sampai rumahmu .".
Itu Karena Rio kasihan sama Tiara , dan kamu tau apa , Bahkan kamu sendiri tidak perduli apa pun yang terjadi sama Tiara . Kamu yang suaminya saja bahkan tidak peka , kalau istrimu sedang mengandung .kau benar benar tidak pantas jadi suaminya Tiara ." lanjut Dimas dengan marah .
"Dulu aku mengira kau laki laki yang pinter . Hahh...setelah hari ini aku melihat apa yang terjadi pada Tiara . Tanpa rasa hirmat dan berdosa aku katakan .kamu adalah laki laki yang paling bodoh .telah membiarkan istri sendiri keluar dari rumah dengan keadaan mengandung darah dagingnya sendiri . " ucap Dimas dengan senyum sarkastis .
"Aku tidak menyuruh dia keluar dari rumah ."ucap Ardy dengan tegas , yang masih duduk di lantai . Dimas kembali tertawa .
"hahaha ."Dimas berjongkok sambil menarik kerah baju Ardy sambil bertumpu dengan lututnya sendiri dan menatap wajah Ardy dengan tajam .
"kalau memang kamu tidak bisa membahagiakan dia ,tidak seharusnya kamu merebut dia dari tangan aku ." ucap Dimas sambil mendorong Ardy ke belakang .
"mas Dimas ." panggil putri yang terkejut mendengar ucapan Dimas .
"Putri , bagaimana kamu bisa ada di sini . Aku tidak bermaksud ...putri .." Dimas ingin menjelaskan maksud ucapan nya barusan , tapi belum selesai berbicara ,putri telah berlari pergi lebih dulu , meninggalkan ruangan Ardy .
__ADS_1
"Ahh , sial .. Ini semua gara gara laki laki brengsek sepertimu . Coba kalau kamu tidak melarang Tiara menerima bantuan dari aku . hari ini dia pasti tidak akan masuk rumah sakit karena kelelahan . Dan aku juga tidak perlu memberimu pelajaran seperti ini . Dan aku tidak perlu ada masalah dwngan calon istri aku ." ucap Dimas sambil melemparkan Berkas berkas Ardy yang ada di mejanya , dan segera berlari pergi mengejar putri .
Ardy meringis mendengar ucapan Dimas , antara kesal karena di hajar Dimas dan kasihan melihat Dimas yang harus mengejar putri , untuk menjelaskan kesalah pahaman yang terjadi . Karena ingin menyadarkan Ardy dari kesalahan nya .