
Dimas tetap tinggal di sana untuk menunggu kepulangan Tiara .
Di tempat lain Dimas dan Nagita juga menyiapkan dua orang preman untuk mencelakai Ardy di tengah jalan . Dengan motip perampokan , tapi hanya ponsel Ardy yang mereka rampok .
Dari jauh Dimas melihat Ardy dan Tiara yang begitu mesra dan Ardy yang begitu perhatian kepada Tiara , hati Dimas terbakar api cemburu . Begitu Ardy pulang setelah mengantar Tiara ,Ardy di cegat oleh dua orang preman yang naik mobil dan mobilnya menghadang motor Ardy .
"Kalian mau apa .? Minggir ,saya mau lewat ." bentak Ardy dengan kesal .
"Berani membentak kita ya , hem ." ucap du aorang preman itu dengan murka . salah satu dari preman itu menarik Ardy dari motornya dan memukuli Ardy .
BUUG BUUG mereka memberi dua tonjokan di perut dan wajah Ardy hingga Ardy tersungkur ke aspal
Mereka langsung merampas ponsel Ardy dan pergi meninggalkan Ardy begitu saja . Dan tak lama kemudian muncul mobil Nagita yang kebetulan lewat , dan menghentikan mobilnya di dekat Ardy tersungkur , Nagita segera turun sebagai pahlawan .
"Loh , Ardy ada apa dengan mu , kamu terluka. Sebentar aku ambilkan obat ." ucap Nagita setelah menolong Ardy bangun dan memapah nya duduk bersandar di mobil Nagita . Nagita segera pergi mengambil obat P3K di dalam mobilnya .
Nagita membersihkan luka sobek di ujung bibir Ardy dengan kapas yang telah di beri alkohol .
"ish hati hati perih ." pekik Ardy sambil memegang tangan Nagita . Membuat mereka berdua saling pandang satu sama lain .
"Ardy , kenapa rasa ini sangat berbeda dengan saat aku bersamamu , rasa ini tidak pernah aku dapatkan dari lelaki lain . Aku salah Ardy , kalau aku mengatakan cinta pada kamu hanya karena harta kamu , aku benar benar sudah jatuh cinta dengan mu , maaf aku terlambat menyadari rasa cintaku ," batin Nagita dengan mata berkaca kaca menatap Ardy yang sudah bukan miliknya lagi , tapi sudah menjadi milik orang lain .
Ardy langsung melepaskan tangan Nagita , saat mendapati Nagita menatapnya dengan tatapan penuh Arti .
"Maaf , saya bisa sendiri ." ucap Ardy yang meraih kapas dari tangan Nagita dan mengobati lukanya sendiri .
"Aku tau kamu masih kecewa dengan aku , aku tau kamu masih marah kepada ku . Asal kamu tau saja , sampai sekarang aku masih mencintaimu , dan cintaku semakin dalam ."ucap Nagita dengan meneteskan air matanya . Mengatakan benar benar apa yang ia rasakan .
"Bullshit ." desis Ardy dan langsung memalingkan wajahnya membelakangi Nagita .
__ADS_1
"Hentikan omong kosong kamu itu , saya sudah muak mendengarnya ." Lanjut Ardy dengan ketus dan berdiri dari tempat duduk nya . Dan hendak pergi tapi Nagita dengan cepat meraih lengan Ardy . Nagita langsung memeluk Ardy dengan erat membuat Ardy berdiri kaku di tempat .
"Aku tau aku tak sebaik perempuan yang sedang kamu puja sekarang . Tapi aku punya rasa cinta yang sangat besar untuk kamu . Dari rasa yang di miliki oleh dia ." lirih Nagita sambil membenamkan wajahnya dalam dalam di dada bidang milik Ardy .
"Maaf saya harus pergi ." ucap Ardy sambil melepaskan pelukan Nagita dari tubuhnya dan langsung menaiki motornya untuk pulang ke rumah , meninggalkan Nagita dengan hati yang teriris akan perlakuan Ardy ..
Pagi harinya Ardy bangun dengan keadaan luka lebam di wajahnya . Semalam ia pulang mama nya sudah tidur , kemungkinan mamanya akan terkejut melihat keadaan nya sekarang .
Ardy segera bangun dan mebersihkan badan nya , ia ingin segera menemui Tiara untuk melihat keadaan Tiara dan Ibunya .
"Ardyyy ..."teriak mama khanza . Saat melihat Ardy keluar dari kamarnya .
"kenapa dengan wajahmu , lebam lebam seperti ini , apa yang terjadi ." tanya mama khanza panik .
"Semalam setelah mengantar Tiara pulang , Di tengah jalan saya di hadang oleh preman dan tiba tiba dia pukuli aku ma . Dan anehnya yang dia ambil hanya ponsel Ardy ." jelas Ardy .membuat mama khanza menutup mulutnya karena melonggo .
"Bukan nya kamu semalam pergi jalan jalan sama Tiara ." tanya mama khanza .
"Iya , tadi kan Ardy sudah bilang , setelah antar Tiara pulang baru Ardy di keroyok preman ." jelas Ardy .
"Bukan begitu , iya mama hanya curiga saja tapi entah itu apa , mama hanya merasa ini seperti ada konspirasi , sekarang bagaimana keadaan Tiara , cepat pergi jenguk Tiara dan ibunya , mama khawatir ." ucap mama khanza entah kenapa perasaan nya jadi tidak menentu .
"Apa mama mengira ini permaian dari beberapa orang ."tanya Ardy yang melihat kepanikan di wajah mamanya .
"Iya , tapi entahlah , cepat pergi lihat Tiara kamu pergi bawa sopir dan cari benerapa bodyguard untuk mu ." ucap mama khanza semakin panik .
"Iya tapi mama sendiri jangan panik , bagaimana Ardy pergi kalau mama sendiri panik ." ucap Ardy .
"mama tidak apa apa , mama akan di rumah saja , tidak akan keluar .cepat pergilah ." perintah mama khanza .
__ADS_1
"Baiklah , Ardy pergi dulu untuk melihat Tiara , mama baik baik saja di rumah ." ucap Ardy .
"Ya kamu hati hati di jalan ."pesan mama khanza .
Ardy segera pergi meninggalkan rumahnya menemui sopir pribadi yang sering mengantar mamanya jika bepergian .
"Kang ujang , tolong ikut aku , antar aku ke rumah Tiara kang ." panggil Ardy pada laki laki yang telah berumur 50an . Sopir Ardy yang pernah ia berhentikan dulu .
"Baik tuan ." kang ujang dengan cekatan menyiapkan mobilnya dan mempersilahkan Arsy untuk masuk ke mobil .
"Kang nanti kamu cari sopir lagi buat mama dan 4 orang bodyguard ya ." ucap Ardy kepada kang ujang .
"4 orang bodyguard tuan . Untuk siapa saja tuan ." tanya Kang ujang memastikan .
"Untuk calon istri dan ibu mertua saya ." jawab Ardy dengan cepat membuat kang ujang mengangguk angguk tanda paham .
" Kita ke rumahnya sekarang , kita mau lihat keadaan nya ." ucap Ardy sambil memberikan alamat rumah Tiara . Kang ujang segera meluncur ke alamat rumah Tiara .
Ardy turun dari mobil dan mendekati rumah Tiara . Pintu Rumah Tiara tampak terbuka tidak sempurna .
"Assalamu allaikum ," Ardy mengucapkan salam dari luar pintu , tapi tak ada jawaban .
" Mas , Apa mas cari Tiara dan ibunya ." tanya tetangga Tiara .
"Iya bu , Apa ibu melihat mereka ."tanya Ardy .
"Tidak mas , tadi habis subuh saya datang ke sini ingin menemui mereka , tapi mereka , Tiara dan ibunya tidak ada di rumah entah kemana mereka pergi ." jawab tetangga tiara .
" kalau begitu terimakasih bu , saya mau lihat ke dalam dulu ." ucap Ardy .
__ADS_1