
Habis gelap terbitlah terang , itulah yang terjadi di hidup mutiara , kejadian kemarin bukan sebuah penghalang bagi mutiara . Ia sadar akan kerasnya hidup ini . Dalam mencari cinta dan harta , banyak pedang pedang yang tajam menghadang , banyak lidah lidah pedas yang mengosip dan mengibah .
Pagi itu mutiara males untuk mengaktifkan ponselnya . Ia enggan menerima sms atau telepon dari ke dua laki laki itu .
"Lebih baik aku naik angkutan saja , dari pada aku mengaktikan ponsel ." gumam mutiara sambil memasuk kan kembali ponselnya ke dalam tas .
" kamu mau 0ergi kerja Nak ." tanya bu andini yang melihat mutiara binggung mondar mandir di ambang pintu .
"Iya bu , tapi aku binggung , apa aku masih bisa kerja lagi di sana . Kalau Tiara sudah tidak nyaman , ibu tidak apa apa kan , kalau tiara keluar dari sana ."tanya mutiara sendu menatap wajah ibunya .
"Tidak apa apa Nak , ibu juga tidak memaksa kamu , ibu selalu mendukung semua keputusan kamu , sal itu baik untukmu nak ." ucap bu andini berusaha tersenyum untuk putrinya . Sebenarnya hatinya juga sedih . Tapi ini semua sudah takdir hidup mereka berdua . Dan kita semua harus bersyukur apa pun nasib yang kita alami .
"Terimakasih bu , Tiara berangkat dulu ,"pamit mutiara dan mencium tangan ibunya .
"ya hati hati nak ."ucap bu andini.
"maafkan ibu nak , ibu hanya bisa melahirkan kamu di keluarga seperti ini , tiap hari harus makan asam garam kehidupan , yang begitu kecut di hati , begitu asin untuk kita telan dan begitu pahit kalau terlalu banyak garam hidup yang kita terima ." rintih hati bu andini .
Mutiara segera mencegat angkutan . Ardy yang juga baru sampai di pelataran mutiara dan melihat mutiara naik angkot pun , diam diam Ardy mengikutinya dari belakang .
"Tiara tidak memesan taxsi , karena dia tidak mengaktifkan ponselnya , berati dia masih marah dengan ku ," gumam Ardy di dalam mobil .
Mutiara berhenti di sebuah toko , Ardy menatap apa yang di lakukan oleh mutiara tetap dari dalam mobilnya . Ternyata mutiara masuk ke sebuah toko sepatu . Dan memilah dan memilih sepatu yang ia suka .
"Bu saya pilih yang ini saja ya ."ucap mutiara menyerahkan sepatu pansus warna hitam kepada pemilik toko . Setelah melakukan pembayaran , mutiara pergi menuju ke sebuah kursi di pinggir jalan .
Mutiara melepas sepatu lamanya dan menganti dengan sepatu baru , yang baru saja dia beli .
"Maaf ya , gara gara kemarin aku buru buru , kamu jadi nyangkut di pintu angkot , kamu jadi rusak ." gumam mutiara pada sepatu lamanya . Dan mutiara membuangnya ke tong sampah .
__ADS_1
"Hai cantik ,! Lagi ngapain , sendirian saja ya ." tanya seorang laki laki yang datang tiba tiba , dengan tubuh tegap , wajahnya datar dan seram tersenyum menyeringai . Menatap mutiara dari atas sampai bawah . Mutiara langsung kaku .
"M a .....mas mau ngapain .? ," tanya mutiara pada laki laki itu dengan tubuh bergetar dan ketakutan .
"jangan takut aku cuma mau kenalan doang , sama kamu ."jawab laki laki itu terus berjalan mendekati mutiara .
Ardy yang melihat mutiara di gangguin oleh preman tidak tinggal diam . Ardy mrmukul preman itu dari belakang , hingga preman itu jatuh tersungkur .
" jangan coba coba ganggu dia , atau kamu ingin aku hajar lagi ," ucap Ardy dengan penuh emosi , membuat lelaki itu ketakutan dan pergi meninggalkan mereka berdua .
"kamu tidak apa apa kan .? Tanya Ardy khawatir .
"Saya tidak apa apa , terimakasih atas bantuan nya ,saya harus pergi sekarang ." ucap mutiara buru buru untuk pergi , tapi dengan cepat Ardy meraih lengan nya .
"Saya tidak mau kamu kenapa napa . Ku mohon berangkatlah bersama saya ." pinta Ardy .
"maaf pak saya tidak bisa ." jawab mutiara .
"bapak memata matai saya , sejak dari rumah ."tanya mutiara .
"Saya akan tetap mengikuti kamu , sampai kamu mau memaafkan saya ." ucap Ardy .
"heh ! Tidak usah lebay pak Ardy , memangnya saya mau kemana . Ini saja mau ke kantor bapak ."jawab mutiara membalik kan badan nya memunggungi Ardy .
" ya sudah kalau begitu berangkat bersama saya ."ajak Ardy .
"Maaf pak , lebih baik pak Ardy pergi duluan . Saya tidak ingin bu Nagita melihat pak Ardy sedang bersama saya . Saya tidak ingin bu Nagita memarahi saya lagi ." jawab mutiara .
"Tiara tolong , Saya sudah tidak ada perasaan apa apa lagi dengan Nagita . Percayalah sama saya ." ucap Ardy .
__ADS_1
"Pak Ardy , Saya dan bu Nagita sama sama perempuan , jadi saya tau bagaimana sakit nya hati ini di khianati oleh pasangan kita . Jadi pak Ardy jangan dekati saya lagi . Karena itu tidak akan berefek apa apa dengan perasaan saya ."jelas mutiara .
Mutiara pergi meninggalkan Ardy seorang diri , yang sedang berdiri mematung mencerna apa yang telah di ucapkan oleh mutiara .
"Apa yang dia katakan tadi , apa dia mengatakan aku mirip seperti laki laki pengkhianat , yang mengkhianati pasangan nya sendiri , Nagita swndiri yang oergi tinggalkan aku di saat aku miskin ." gumam Ardy dalam hati . Sambil mengusap wajahnya dengan kecewa .
...----------------...
Mutiara telah sampai di kantor , semua mata menatap mutiara dengan tatapan tidak suka . Membuat mutiara agar cepat berlalu dan segera menuju ke ruagan kerjanya .
"masih berani kamu muncul lagi di sini . Perempuan kampungan . "tanya Nagita yang baru saja keluar dari ruangan kerja Ardy .
Mutiara tak menjawab atau berhenti , ia tetap berlalu menuju ruangan kerjanya . Nagita juga tidak mengejar atau teriaki mutiara . Ia kembali masuk ke ruangan kerja Atdy .menunggu kedatangan Ardy .
Ardy yang juga sampai di kantor , bukan langsung masuk ke ruangan kerja sendiri . Tapi malah masuk ke ruangan kerja mutiara .
"Tiara ."panggil Ardy .
"Pak Ardy , kenapa pak Ardy ke sini . Saya tidak mau bu Nagita marah lagi kepada saya ."ucap langsung mutiara tanpa tanya keperluan Ardy .
"Di sini tidak ada Nagita , kamu tenang saja . Saya ingin bicara penting denganmu ."ucap Ardy siap untuk duduk di kursi .
"bu Nagita menunggu pak Ardy di ruangan bapak ." ucap mutiara cepat . Membuat Ardy menahan pantatnya untuk tidak duduk .
"Apa ,!," tanya Ardy dengan mata melotot dan berdiri seketika .
"Ah perempuan ini benar benar ." Ardy mengadu giginya dengan rasa marah dan keluar dari ruangan mutiara .
BRAAKK ! Ardy membuka pintu ruangan nya dengan kasar .
__ADS_1
"Sayang kamu sudah sampai , aku sudah menunggu mu dari tadi lo .kamu ke mana saja .? Padahal tante khanza bilang .kamu pagi pagi srkali sudah pergi . Baru Kemana saja ." tanya Nagita dengan senyum sumrigah sambil manja di lengan Ardy seperti biasanya .
"Kamu sayang sama aku ." tanya Ardy tanpa ekspresi ataupun menatap Nagita .