
Mutiara berjalan menuju ruangan Ardy .
"Ini pak kopinya ." ucap mutiara .
"Eemm terimakasih ." ucap Ardy sambil menyingkirkan berkas berkasnya yang berserak kan . Agar mutiara ada tempat untuk menaruh kopinya . Tapi tatapan mata Ardy malah melihat pemandangan yang lain . Ia melihat telunjuk mutiara memerah .
" Apa jarimu kena guyuran air panas ."tanya Ardy dengan pandangan panik .
"em tidak apa apa pak , cuma kena sedikit . Bentar lagi juga sembuh ."ucap mutiara sambil menyembunyikan tangan nya di belakang tubuhnya .
"kemarikan tangan kamu ." pinta Ardy sedikit memaksa .mutiarapun menurutinya dan mengulurkan jarinya dengan menunduk .pelan pelan ke depan Ardy , Mutiara terkejut saat Ardy meraih pergelangan tangan nya dan membawanya duduk di sofa . Ardy mengeluarkan alkohol dari kotak P3k yang ada di laci meja .
Dengan sabar dan telaten Ardy membersihkan luka tangan mutiara dengan kapas , yang ia basahi dengan alkohol , sebelum mengoleskan salep luka bakar .
"Kalau kerja hati hati , fokus . Apa kamu sedang ada masalah , saya lihat dari tadi wajah kamu mendung . Ku harap tidak akan ada hujan , takut ruangan kantor saya banjir ." ucap Ardy sambil bercanda .mau tidak mau Mutiara harus tertawa dengar candaan Ardy . Dan mutiara hanya geleng kepala .
"Lantas , kenapa kamu bisa begini . Apa kamu sedang berkhayal kan sesuatu ." tanya Ardy . sambil meniup niup luka di jari Mutiara , yang sudah ia olesi obat biar cepat kering .
"Tidak juga ." jawab mutiara dengan datar .
Pintu ruangan Ardy tak tertutup .Ardy dan mutiara duduk berdampingan di sofa kelihatan begitu jelas dari luar . Bertepatan dengan para OB sedang lewat .
"sssst ," desis Rani pada teman teman nya .Rani yang memang selalu mematai matai mutiara , ia ingin mencari suasana yang tepat untuk menjatuhkan mutiara akhirnya pagi itu juga ia mendapatkan kesempatan menciduknya berduaan dengan pak Ardy di depan teman nya .
"Ada apa sih ." tanya teman Rani yang telah jalan lebih dulu dan mendekati Rani .
"ssssttt . jangan keras keras , kamu lihat itu pak Ardy dan Tiara . Aku semakin percaya kalau mereka berdua , itu punya hubungan spesial ."ucap Rani .teman Rani pun ikut menoleh ke ruangan Ardy yang pintunya terbuka .
"Iya sih , kalau di lihat dari kedekatan mereka . Mereka berdua duduk sangat dekat , satu sofa lihat tangan pak Ardy pegang tangan Tiara . Apa ia mereka pacaran ya ."tanya teman Rani .
__ADS_1
"Makanya aku bilang juga apa ,Sepertinya Tiara bisa jadi sekretaris karena dia sudah menggoda pak Ardy . Kalau ngak , ngak mungkin kan pak Ardy begitu gampangnya menjadikan dia sebagai sekretarisnya . Apalagi Tiara hanya lulusan SMK , ngak masuk akal banget kan ."ucap Rani semakin mengompori teman temannya .
Teman temannya semakin percaya . Kalau Mutiara ternyata tak sepolos yang ia kenal .
"kasihan bu Nagita .pasti bu Nagita menghilang selama ini , karena tahu pak Ardy selingkuh dengan Tiara . Sudah jadi mereka juga sudah putus ."ucap Rani kembali .
"Dan putusnya mereka pasti gara gara Tiara . Ih Tiara benar benar seorang pelakor , perebut laki orang ."jawab teman Rani yang lain dengan geram .
"Ya sudah kalian kan sudah lihat buktinya , yuk kita pergi dari sini , sebelum ketahuan ." ajak Rani ,dan mereka segera membubarkan diri untuk memulai aktifitas mereka masing masing .
Sementara Arsy mengambil kopi susu buatan mutiara , dan kembali duduk di samping mutiara . Ia menyesap kopinya dengan menikmati cita rasa kopi buatan wanita yang ia cintai dalam diam .
" Kalau kita meeting hari ini , apa kamu sanggup ."tanya Ardy .
"sanggup kok pak ," jawab mutiara bersemangat .
Ardy menopang jepala nya di ujung sandaran sofa . Ia tatap mutiara .
Mutiara belum keluar dari ruangan Ardy . Ia masih menunggu kalau kalau masih ada intruksi dari Ardy tentang meeting nanti . Sebelum mutiara keluar dari ruangan Ardy .
"Baiklah kamu bisa keluar, kembali ke ruanganmu . Lima menit lagi kita keluar untuk meeting , kamu bersiap siaplah ,berkas berkas untuk meeting ,saya sudah kirim ke emailmu laptop kamu , sekalian kamu bisa pelajari sebentar ."ucap Ardy pada mutiara .
"Baik pak Terimakasih , saya pamit dulu ." ucap mutiara sambil mengulurkan jari telunjuknya .tidak lupa mutiara juga sedikit membungkuk .Ardy mengangguk kecil dan mutiara segera pergi meninggalkan ruangan Ardy menuju ruangan nya sendiri .
Saat Mutiara keluar dari ruangan Ardy , Mutiara melihat Rani sedang membersihkan kaca . Seperti biasa mutiara melemparkan senyum nya pada Rani . Tapi Rani membalas dengan cibiran . Membuat Mutiara bingung dan segera masuk ke ruangan nya sendiri .
Mutiara tak mau ambil pusing denga sikap Rani .ia segera membuka email di laptopnya sebentar dan menyiapkan semua berkas berkas yang di butuhkan oleh Ardy .
Ddrrrt drrt drrt
__ADS_1
ponsel mutiara bergetar .sms dari Ardy . Untuk segera berangkat meeting .
"Kita berangkat sekarang , saya tunggu di dalam mobil ."pesan dari Ardy .saat mutiara berjalan keluar , teman OBnya telah menghadangnya .
"Kamu mau kemana Tiara ." tanya teman OB mutiara yang telah kemakan komporan dari Rani .
"mau keluar meeting ."jawab Mutiara .
"Oh enak ya punya wajah yang GLOWING GOOD LOOKING , bisa dapatin semua dengan cara yang mudah , walaupun caranya salah ." sindir teman Mutiara .
"Maksudmu apa ." tanya mutiara yang tidak paham dengan ucapan teman nya .
TIN..... TIN suara klakson mobil Ardy membuyarkan kebinggungan mutiara .
"Maaf saya harus pergi , pak Ardy sudah menunggu saya di mobil . Saya permisi dulu ya mbak ." ucap mutiara pada teman nya . Mutiara segera berlari dengan cepat menuju mobil Ardy . Dan langsung masuk ke dalam mobil .
"Di ajak meeting , malah ngerumpi lagi ."ucap Ardy dengan wajah kesal .
"Maaf pak , tadi mereka tanya saya mau kemana ." jawab mitiara tanpa merasa bersalah .
Ardy diam tak menyahut , ia segera melajukan mobilnya menuju ke sebuah restoran tempat mereka akan meeting . Mutiara mensejajarkan langkahnya dengan Ardy , karena Ardy berjalan begitu tergesa gesa .
"ah untung saja mereka belum sampai lebih dulu ." ucap Ardy dengan perasaan lega .
Mutiara mengikuti Ardy di sebuah meja kosong . Mereka diam duduk sambil membuka kembali berkas berkas yang akan di gunakan untuk meeting nanti . Setelah selesai pembahasan mutiara memberanikan diri untuk bertanya .
"Bapak , ada apa kelihatan terburu buru sekali , apa ada masalah dengan proyek ."tanya mutiara .
"Tidak tau , tadi pak Abraham ,mengabari saya agar datang ke tempat ini . Ada hal yang sangat penting , yang akan dia bicarakan . Dan meminta kita agar tidak terlambat ." ucap Ardy .
__ADS_1
"oh ."jawab mutiara sambil mengangguk .