My Sweet Wife OB (Cinta Tiada Tara 1)

My Sweet Wife OB (Cinta Tiada Tara 1)
MSW OB 195


__ADS_3

"Mama di rumah saja ya ,jangan lupa jaga kesehatan , mudah mudahan ibu bisa berkumpul lagi bersama kita ." ucap Tiara pada mertuanya dengan deraian air mata .


"Iya sayang , kalian berdua juga jaga kesehatan ya juga calon cucu mama ,jangan sampai kenapa napa juga ." ucap mama khanza sambil mengelus perut Tiara .


"Iya ma Tiara akan lebih berhati hati dengan kandungan Tiara ." jawab Tiara pada mama mertuanya .


"Ardy jaga dan perhatikan makan Tiara juga susu hamilnya jangan lupa minum , jaga juga calon cucu mama." pesan mama khanza pada Ardy .


"Iya ma kalau begitu kita berangkat dulu ."ucap Ardy dan segera pergi buru buru untuk segera ke bandara .


Rio dan Dimas yang baru sampai di lobby rumah sakit , terkejut melihat Tiara dan Ardy masuk ke dalam sebuah ambulan . Saat mereka akan teriak tidak keburu karena ambulan telah berangkat .


"Sini itu mertua Tiara ." ajak Dimas menarik tangan Rio mendekati mama khanza .


"Maaf nyonya khanza ." sapa Dimas .


"Iya ,kalian ..."tanya mama khanza .


"Saya Dimas sahabat karib Tiara , dan ini sepupu sekaligus teman kuliah Tiara Rio ." ucap Dimas .mama khanza menatap Rio .ia pernah dengar Ardy menyinggung nama Rio sebagai selingkuhan Tiara .


"Oh maafkan Tante nak Rio . Atas perlakuan anak saya . Maklum anak tante di butakan oleh cemburu , karena besarnya cintanya pada Tiara ." ucap mama khanza .


"Tidak apa apa Tante , kalau pak Ardy menyintai Tiara . O iya bagaimana keadaan Tiara setelah pingsan tadi . Kenapa mereka pergi naik ambulan ." tanya Rio .

__ADS_1


"pingsan ,siapa yang kamu maksud pingsan ." tanya Mama khanza yang tidak tau asal usul Tiara dan Ardy baikkan .


"Maaf tante , selama Tiara keluar dari rumah tante , Tiara jualan kue keliling dan pinjam modal dari saya .Tapi pak Ardy tidak mengijinkan akhirnya Tiara kelelahan ,dan tadi pagi dia pingsan hampir saja anak dalam kandungan nya tidak tertolong , kalau kami tidak segera mengantarnya ke rumah sakit ." jelas Dimas .


"hahhh kasihan menantu dan calon cucu tante ."ucap mama khanza .


"Iya tante dan hari ini untuk membuka mata Pak Ardy , terpaksa saya menghajarnya ." tambah Dimas .


"oh jadi muka dia lebam karena kamu . Tidak apa apa sekali kali anak tante memang perlu di beri pelajaran ."ucap mama khanza yang lama menatap Rio .


"eh tante jangan ikut ikutan pak Ardy mencurigai saya , selingkuh dengan Tiara ya tan . Kemarin itu saya hanya mengantar Tiara pulang karena dia pingsan di sekolahan ." ucap Rio .mama khanza mendesah panjang .


"kasihan menantu tante , baru saja dia baikan dengan Ardy . Cobakan datang lagi menghingapi nya ."ucap mama khanza .


"kalian kompak sekali , beruntung Tiara punya teman baik seperti kalian . Makasud saya , barusan ibu Tiara habis makan kena serangan jantung , sekarang Ardy dan Tiara harus membawanya ke singapura .semoga kandungan nya baik baik saja ." ucap mama khanza .Rio dan Dimas menutup mulut mendengar kabar itu .


...----------------...


Sementara di rumah sakit singapura tempat bu andini akan di operasi telah siap menunggu ke datangan bu andini di bandara bersama keluarga . Rumah sakit juga telah menyiapkan ambulan .sepanjang perjalan ke rumah sakit Tiara dan Ardy tak henti hentinya memanjatkan do'a .


Sampai di rumah sakit Tim dokter pilihan langsung melakukan operasi kedua untuk bu andini . Operasi berjalan dalam waktu kurang lebih lima jam .


"Bagaimana Dok keadaan ibu kami ." tanya Ardy kepada seorang dokter yang berada dalam tim yang bisa berbahasa indonesia .

__ADS_1


"alkhamdulillah operasi lancar . Mungkin juga bisa di bilang faktor usia , mungkin bisa mengakibatkan koma , yang terpenting jangan lupa berdo'a semua segala sesuatu di dunia tidak lepas dari Alloh SWT . Semoga ada mukjizat untuk bu andini ." ucap sang Dokter .


"Bagaimana tanda tanda kalau ibu kami koma Dok ."tanya Tiara .


"Bila dalam satu jam tidak sadar mungkin bu andini dalam keadaan koma." ucap dokter .


Satu minggu telah berlalu bu andini mengalami koma seperti apa yang di katakan oleh dokter .Tiara dan Ardy bergantian untuk menjenguk dan mengajak bu andini bicara , agar bisa merangsang otak nya untuk kembali sadar .mereka tidak bisa masuk bersama sama jadi harus masuk satu satu .


"Ibu , bangun dong bu , Tiara kangen sama ibu , juga calon cucu ibu dia juga kangen elusan tangan eyangnya .ibu harus kuat , ibu harus bangun demi Tiara dan calon anak Tiara ." ucap Tiara kepada bu andini .sambil mencium kedua pipi ibunya juga punggung tangan ibunya .


Air mata Tiara terus menetes membasahi kedua pipinya . Ia sudah tidak perduli dengan matanya yang sudah bengkak karena terus menerus menangis .ia bersyukur karena ibunya sakit tepat saat Suaminya telah kembali , kalau tidak Tiara juga tidak tau yang pasti ia pasti juga ikut terbaring di rumah sakit seperti ibunya .karena lupa makan dan menjaga kesehatan nya .


Ardy yang selalu sabar dan setia menjaga kesehatan nya . Menyuruhnya makan dan istirahat dengan teratur . Kini Tiara keluar meninggalkan ruang rawat ibunya . Yang sudah di sambut oleh kedua tangan Ardy yang telah merentang .


"Sudah sayang , jangan menangis terus .apa tidak kasihan sama anak kita , takutnya dia lahir jadi cenggeng karena saat dalam kandungan bundanya sering nangis . Ibu pasti juga sedih kalau tau ya . Sudah hapus dulu air matanya sini ." ucap Ardy .bukan nya di hapus dengan tisue tapi Ardy malah mengecup dengan bibir nya .


"Sudah kamu istirahat dulu biar mas yang panggil ibu , hari ini ibu harus bangun ." ucap Ardy .Ardy membantu Tiara duduk dan pergi masuk menemui ibu mertuanya yang masih setia memejamkan matanya .


"Ibu ,aku tau , aku menantu yang tak berbakti pada ibu .karena itu ibu jangan lama lama marah dengan Ardy .dah waktunya ibu bangun , tuntun Ardy bu , agar bisa jadi suami yang baik untuk Tiara dan Ayah yang baik untuk cucu ibu . Kita semua sayang sama ibu , terutama Tiara , sebentar lagi Tiara juga akan jadi seorang ibu , dia butuh bimbingan ibu . Kita semua menunggu ibu ." ucap Ardy sambil mencium punggung tangan bu andini sebelum keluar meninggalkan ruang rawat ibu mertuanya .


Ardy keluar dan mendapati.istrinya masih menangis .ia jalan mendekat dan mendekap istrinya agar lebih tenang .


"Ibu kuat , percayalah ibu pasti akan kembali bercengkrama kembali dengan kita .bukankah ibu sangat mengharap kehadiran cucunya , sekarang cucu ibu dah ada dalam kandungan kamu , kamu harus yakin dan teruslah berdo'a pada Aloh agar ibu kembali pada kita ." ucap Ardy menenangkan istrinya yang terus menerus menangis .

__ADS_1


__ADS_2