
"sudah sudah jangan marah marah nanti cepat tua ."ucap Dimas sambil menyalakan motornya .
" yuk pulang ."tepuk mutiara di bahu Dimas .
"siap sayang ."jawab Dimas sambil menengok ke belakang menatap wajah mutiara dengan senyum termanisnya .
"ngak lucu ."jawab mutiara sambil ngambek .
"ih itu kain pitanya di pakai lagi .,tadi pagi katanya gerah ."tanya Dimas .
Mutiara yang lupa akan pita yang telah di ikatkan kembali oleh Ardy , membuatnya lupa akan rasa gerah pun baru sadar . Hanya karena ia tak mau lihat Ardy marah marah lagi .
"oh ..itu ."Mutiara tak tau harus menjawab apa .
"aku tau kamu pasti kangen dengan ibumu . Makanya kamu pakai lagi kain pita itu . Jangan takut bentar lagi kita juga sampai rumah ."ucap Dimas asal tebak .
Mutiara pun lega Dimas tidak menuntut jawaban . Malah cari jawaban sendiri .
"syukur dia tanya , dia jawab sendiri . Kalau aku jawab di pakaikan lagi oleh pak Ardy . Apa yang ada di pikiran Dimas , apakah dia akan cemburu atau malah menjauhi aku ."gumam mutiara dalam hati .
Dimas segera melajukan motornya .dalam pikiran Dimas mutiara telah merindukan ibunya . Tak lama kemudian , Mereka pun telah sampai di rumah mutiara . Mutiara segera turun dari motor Dimas .
" Sepertinya besok aku harus bawa mobil saja , biar kamu tidak susah naik motor ,karena pakai rok ."ucap Dimas .
"ngak usah gaya gayaan kamu , aok bawa bawa mobil . Memang kamu punya uang buat rental mobil ."cibir mutiara .
Dimas tersentak , ia lupa kalau mutiara mengenalnya sebagai orang miskin . Hampir saja ia keceplosan . Mutiara sendiri juga kaget dengan perubahan sikap Dimas yang tiba tiba kaku .
"maaf kata kata aku menyakiti kamu ya .aku tidak bermaksud apa apa , aku hanya tak ingin kamu boros pada hal hal yang tidak penting .mending uang kamu , kamu simpan untuk kelulusan kamu .biar kamu bisa senang senang saat kelulusan kuliah nanti ."ucap mutiara ,pada dimas .
"eehh bukan bukan itukok .maksud aku , aku punya teman yang kerja di shworoom mobil bekas . Dan dia juga sewa mobil bekas . Kalau kita mau sewa bisa di sana , harganya juga murah murah ."ucap Dimas .
__ADS_1
"oh ,tidak usah dim . Aku masih bisa naik motor atau angkutan umum ." ucap mutiara .
"eehhh jangan naik angkutan umum , itu berbahaya buat kamu ."ucap Dimas dengan cepat .
"ya sudah kita pikirkan itu lain hari , sekarang kamu pulang sana , aku juga lelah mau istirahat ,"ucap mutiara sambil mengembalikan helm Dimas .
"ya sudah, aku pulang dulu .selamat istirahat."ucap Dimas.
"heum ."jawab mutiara dengan wajah malas .
"smail ,"ucap Dimas dengan menarik kedua sudut bibirnya . Membentuk senyuman . Mutiarapun ikut tersenyum .
Dimas segera melajukan motornya dengan pelan ia tak ingin segera sampai rumah , ia tak ingin ribut kembali dengan mamanya .yang tidak ada gunanya .
"Apakah aku harus minta mobil yang paling jelek kepada mama , yang ada di rumah itu juga tidak apa apa .yang penting aku bisa antar jemput Tiara ."gumam Dimas .
"ya aku harus minta mobil , untuk mengantar Tiara ke kantor biar aman dan tidak dapat debu ."lanjut Dimas .
Dulu ia sering menolak mamanya untuk bawa mobil karena ia ingin bergaya hidup sederhana . Yang sebenarnya , Dimas cuma ingin menyetarakan kehidupan nya , yang sederhana dengan mutiara .
"mama ."panggil Dimas . Ia melihat mamanya duduk di teras sambil meminum jusnya , sambil brousing berita berita di ponselnya . Dimas telah memarkirkan motornya di dekat mobil mamanya yang telah ia pilih .
"mama ."panggil Dimas lagi sambil mencium tangan mamanya ,dan langsung duduk di samping mama denada .mama denada merasa tumben melihat sikap Dimas .
"mama aku mau minta mobil yang paling tua dan jelek untuk Dimas ."ucap Dimas .
Mama denada semakin melongo mendengar permintaan Dimas .beberapa detik kemudian baru merespon .
"mobil yang paling tua , untuk apa ."tanya mama denada , sambil menautkan kedua alisnya
""Buat Dimas , Dimas mau pakai ."jawab Dimas .
__ADS_1
Mama denada mengerlingkan sudut matanya .ia koreksi raut wajah Dimas , mencari jawaban dari gerak gerik Dimas .
"Apa ini semua demi gadis kampungan itu ."tanya mama denada dari sorot mata dimas .
"mama tinggal jawab ,boleh atau tidak . Tidak perlu mama menghina orang lain ."ucap Dimas penuh kecewa pada mamanya .
"kalau kamu minta mobil mama hanya untuk antar jemput gadis kampungan itu .lebih baik kamu tidak usah sentuh mobil mama . Biarpun mobil itu paling tua sekalipun .."ucap mama denada ketus membuat Dimas kesal
Dimas kesal dan bangkit berdiri menuju kamarnya , meninggalkan mamanya di teras seorang diri dengan rasa kecewanya .
"sudah berulang kali aku menyuruhnya , merubah teman bergaulnya , biar ada kemajuan . Tapi dia tidak pernah mendengarkan aku . Dan sekarang dia mau mefasilitasi dia dengan mobil aku ,? Tidak , tidak akan aku ijinkan .meskipun yang ia minta mobil tua sekalipun . Setelah minta mobil tua , dia mau minta apa lagi coba . Pasti dia mau menguras anak ku habis habisan . Dasar perempuan matre , tidak akan aku biarkan anaku kamu jadikan bahan pemasukan untukmu ." ucap mama denada geram dengan asumsi dirinya sendiri .untuk menilai kemiskinan mutiara .
Dimas melempar kasar tas punggungnya ke atas tempat tidur .Rencana yang sudah di buat matang matang , harus pupus seketika oleh bantahan mamanya sendiri .
"mama itu tidak pernah berubah , Dari semenjak aku sekolah hingga aku kuliah .mama selalu saja mengatur dan melarang keinginanku ."ucap Dimas sambil mengusap lasar wajahnya .
Dimas kesal mamanya selalu menghina mutiara , padahal mutiara gadis yang baik , di bandung dengan gadis gadis yang di kenalkan oleh mamanya padanya .
Sementara Ardy di rumah sedang sibuk menyiapkan materi untuk merebut tender besar , yang akan mereka rebutkan besok dengan perusahaan lain .
Ardy dan mutiara sama sama sedang terhubung lewat chat online , untuk mengirim file yang sudah di buat oleh Ardy untuk mutiara hafalkan .setelah semua selesai mereka segera mengakhiri chatnya , mutiara masih kesal dengan Ardy ,. Sehingga mutiara tak banyak bertanya , Ardy juga canggung untuk memulai percakapan pribadi dengan mutiara .
Drrrt....Drrrrt..
Ponsel Ardy bergetar yang ia taruh di atas nakas . Ardy melihat ada nomer tak di kenal menelpon masuk ke dalam ponselnya , Ardy merijeck begitu saja . Tapi nomer itu terus menelpon berulang kali . Ardy pun merasa terganggu dan mencoba menganggkatnya , panggilan tersebut .
"Hallo dengan pak Ardy ." suara seorang perempuan dari sebrang telepon .
"iya dengan saya sendiri ada ya , malam malam menelpon .....
Maaf ya kemarin tidak bisa uap , biasa pahlawan devisa sibuk .
__ADS_1