
Dimas keluar dari kamar meninggalkan putri seorang diri . Dimas juga menepati janjinya duduk di kursi yang dekat dengan kamar tamu. Ia benar benar tidak mau jauh jauh dari Putri .
Ardy dan Tiara datang menghampiri Dimas yang duduk di kursi dekat kamar tamu itu .
"Bagaimana keadaan putri , apa putri sedang istirahat ." tanya Tiara pada Dimas .
"Iya putri sedang istirahat ." jawab Dimas dengan muka yang di tekuk .
"Sepertinya kamu sedang ada sesuatu yang membebani pikiran kamu , ada apa ." tanya Arsy pada Dimas . Yang melihat expresi wajah Dimas yang tidak bergairah .
Dimas menarik nafas dalam dan semakin menekuk wajahnya ke arah lututnya .
" selama hamil , putri semakin insecure dengan perubahan penampilan nya , kadang aku kewalahan menghadapi sikapnya , yang tiba tiba merajuk tidak jelas gara gara berat badan nya naik dengan dratis ." ucap Dimas
Ardy dan Tiara saling pandang , mereka bisa merasakan apa yang sedang di rasakan oleh Dimas saat ini . Dan putri bersikap.seoerti tadi bukan karena tidak enak badan , tapi karena dia merasa minder dengan penampilan nya .
"Apa boleh aku pergi menemui putri ." tanya Tiara pada Dimas .
"Boleh tapi dia tadi bilang ingin sendiri dulu ." jawab Dimas .
"tidak apa apa , putri hanya butuh teman untuk curhat yang benar benar bisa mengerti dia dengan baik . Aku akan coba memberi dia pengertian semoga bisa membantu dia mengakhiri rasa tidak percaya diri nya putri pada dirinya sendiri ." ucap Tiara .
"Aminn ." sahut Dimas dan Ardy bersamaan .Tiara melangkah mendekati pintu kamar yang di tempati oleh putri .
Tok ...tok...tok
"Putri apa aku boleh masuk .ini aku mbak Tiara ." ucap Tiara dari luar pintu dengan suara lembut .
"Boleh mbak masuk saja ." jawab Putri dari dalam kamar .
__ADS_1
Tiara dengan pelan membuka pintu kamar yang di tempati putri dan juga menutup dengan lembut juga . Tiara mendekati putri yang duduk di tepi ranjang dengan tersenyum manis menyambutnya .
Tiara duduk di samping putri dan menatap penampilan putri dari atas hingga bawah . Membuat putri merasa di interograsi dengan tatapan Tiara .
"Kamu cantik ."puji Tiara sambil memberi seyum yang tulus dan manis pada Putri .
"Ah mbak Tiara bisa saja . Kalau bercanda ." jawab putri .
"Tidak bercanda , memang kamu cantik kok ." ucap Tiara .
"Mas Dim ngadu ya sama mbak Tiara." tanya putri yang merasa kedatangan Tiara dengan tiba tiba dan memuji dirinya .
"Ngak ngadu sih . Cuma aku dan mas Ardy melihat , wajah Dimas seperti banyak beban . Dan mbak juga lihat dari sikap kamu merespon pertanyaan demi 0ertanyaan mbak tadi . Dan aku juga mas Ardy bertanya pada Dimas , apa sebenarnya yang terjadi . Dimas bilang kamu dalam fase tidak percaya diri dengan penampilan kamu sendiri ." putri menunduk malu melihat Tiara .
Tiara meraih dagu putri agar menatap nya .
"Kamu tidak perlu insecure dengan penampilan kamu , semua wanita cantik , yang utama bagaimana suami menilai , kamu merasa tidak cantik mungkin juga bisa karena bawaan bayi . Kamu tau jenis kelamin anakmu ."tanya Tiara . Putri geleng kepala .
"Tapi badan aku semakin melar mbak , aku takut mas Dim tidak akan suka pada aku lagi ." jujur putri .
"Tidak akan . Itu tidak akan terjadi , Dimas bukan tipe lelaki seperti itu . Aku tau dia orang nya baik . Kalau sudah punya komitmen dengan seseorang , dia tetap akan pertahan kan orang itu ."jelas Tiara panjang lebar .
"Tapi aku merasa tidak pantas untuk mas Dim ." ucap putri sambil menunduk .
"Kamu bilang apa sih , itu cuma ketakutan kamu yang tidak mungkin sanggup kehilangan Dimas . Dan siapa yang tidak pantas untuk Dimas .? Kamu masih pantas untuk Dimas . Tolong kamu jangan berpikiran yang macam macam , kembalikan semua ini pada dirimu . Bila hari ini kamu adalah Dimas , dan kamu sebagai Dimas melihat sikap kamu setiap hari seperti ini , bagaimana perasaan kamu , biarpun kamu mengucapkan kata cinta sehari 100x tapi kamu tetap tidak percaya diri , kamu sedih tidak ." tanya Tiara .
Putri mengangguk sambil tetap menunduk .
"Begitu juga yang di alami Dimas saat ini , Dia sedih dan khawatir melihatmu seperti ini ." ucap Tiara .
__ADS_1
"Aku tidak mau lihat mas Dimas sedih mbak ."ucap Putri yang membuat Tiara terswnyum .
"Makanya swkaran^ kamu enjoy saja dengan penampilan kamu , kasihan juga sama bayi dalam kandungan kamu , dia pasti juga ikut sedih karena merasa bersalah , bersalah karena kehadiran nya membuat kamu seperti ini , dengan kehadiran nya membuat mamanya jadi insecure . Jangan sampai anakmu lahir menjadi anak pendiam ya ." ucap Tiara .
Putri menatap perutnya dan mengelusnya dengan penuh kasih sayang
"Maafkan mama ya sayang ." ucap putri . Dengan mata berkaca kaca .
"ya sudah , ayo kita keluar , kamu harus bersenang senang , jangan kebanyakan diam hanya bikin kamu setress . Kamu harus berpikiran positif terus ."ucap Tiara .
"iya mbak , terimakasih banyak ."ucap Tiara .
"iya sama sama put ," ucap Tiara .
Akhirnya keduanya keluar dari dalam kamar nya . Dimas tersenyum bahagia melihat bias bahagia di wajah istrinya . Keduanya bergandengan tangan unyuk bergabung merayakan acara ulang tahun Nisa yang akan segera di mulai .
...----------------...
Malam sudah semakin larut putri tidak segera tidur ia memandangi kalender yang telah ia lingkari dengan tinta merah .
"ada apa sayang ." tanya Dimas mendekati Putri . Yang duduk termenung di depan meja riasnya , tidak segera tidur padahal sudah larut malam .
"Lihat ini mas ." ucap Putri sambil menunjuk kan tanggalan yang telah ia lingkari dengan tinta merah .
"Oh hari pernikahan kita , ada apa ." tanya Dimas .
"Aku ingin merayakan nya dengan jalan jalan , tapi tidak perlu ke luar negri . Karena dokter bilang perut aku yang sudah besar tidak boleh pergi jauh jauh , sebelum melahirkan , apa lagi mengunakan pesawat terbang ." ucap putri .
"Baiklah nanti biar mas yang pikirkan . Sekarang sudah larut malam , kasihan adek bayinya kalau di ajak bergadang , ayuk sekarang kamu tidur dulu ." ucap Dimas yang di angguki oleh putri,
__ADS_1
Putri segera beranjak dari duduknya dan naik ke tempat tidur untuk segera membaringkan badan nya . Dimas juga ikut berbaring dan mengecup kening serta bibir putri . Dan mengelus kepala putri agar cepat tidur . Setelah putri tertidur lelap Dimas bangkit dari tempat tidurnya . Ia membuka tas kerjanya dan mengeluarkan dua lembar tiket untuk nonton , sebagai suprise aniversari pernikahan nya dengan putri . tapi sepertinya putri tidak tertarik untuk nonton tapi dia lebih tertarik untuk jalan jalan .