My Sweet Wife OB (Cinta Tiada Tara 1)

My Sweet Wife OB (Cinta Tiada Tara 1)
MSW OB 132


__ADS_3

" Kapan ." Ardy mengerutkan keningnya .


"Malam saat kita habis pulang jalan jalan .sampai rumah aku tidak menemukan ibu . Aku coba hubungi Mas Ardy , tapi telepon nya mas riject ." jelas Tiara .


"Ya ampun sayang , aku malam itu habis antar kamu , di tengah jalan aku di keroyok sama preman preman , aku percaya preman itu suruhan Nagita dan Dimas , karena mereka cuma mengambil ponsel aku . Tidak mengambil yang lain nya ." ucap Ardy .


"Jadi mas Ardy di rampok , tapi masArdy tidak apa apa kan ." tanya Tiara panik memeriksa Ardy dari kepala dan wajahnya Ardy .


"Sayang ." ucap Ardy sambil meraih tangan Tiara yang panik meraba wajahnya .


"Aku tidak apa apa , jangan khawatir ." ucap Ardy sambil mengecup kening Tiara .


"Syukurlah , aku khawatir mas Ardy kenapa napa ." ucap Tiara kembali membenamkan wajahnya di dada Ardy .


"Selamat siang ." salam dari seorang dokter keluarga dari Ardy datang memeriksa keadaan Tiara . Tiara segera melepaskan pelukan nya , membuat Dokter keluarga Ardy tersenyum .


"Tidak usah sungkan sungkan , saya Dokter andri , Dokter pribadi calon suamimu . Mama nya Ardy sudah banyak bercerita tentang kamu , Ardy tidak bisa bernafas kalau jauh dari kamu ." ucap Dokter andri .dengan terkekeh membuat Ardy tersipu malu .


"Bagaimana keadaan calon istri saya dok ." ucap Ardy mengalihkan pembicaraan karena Dokter


andri terus mengodanya .


"Sudah baik baik saja kok , dia sudah boleh pulang ,kapan kalian akan menikah .? Biar kamu Ardy ,bisa menjaga terus calon istrimu ini . Banyak penikung di belakang kamu , kalau kamu terus menunda pernikahan kalian ." ucap Dokter andri .kembali terkekeh .


"Jangan begitu Dokter , do'a kan kami langgeng terus . Saya akan menikahi dia secepatnya ." jawab Ardy sambil menatap Tiara , ia benar benar takut kehilangan Tiara .


Hari itu juga Tiara di bawa Ardy untuk pulang . Ardy memapahnya turun dari mobil .ia sangat hati hati memperlakukan Tiara .


"Aku sudah sehat Yang ." ucap Tiara melihat Ardy begitu hati hati menjaganya .


"Tidak apa apa , yang penting aku ingin tetap menjagamu biar kamu tidak kenapa napa ."jawab Ardy terus melangkah beriringan dengan Tiara .


"Buka pintunya ." ucap Ardy kepada pengawalnya saat mereka sudah sampai di depan pintu rumah Tiara . Tak mau menunggu perintah yang ke dua kalinya ,pengawal itu langsung membuka pintu dan Ardy juga Tiara langsung masuk ke dalam rumah dan duduk di kursi ruang tamu .


"Malam ini aku di sini ya Yang , aku mau jaga in kamu dan Ibu ." ucap Ardy membuat mata Tiara terbelalak .

__ADS_1


"Jangan ngaco mas , apa kata tetangga kalau tau mas tidur di sini ." jawab Tiara dengan cepat .


"Kalau gitu mas tidur di dalam mobil ." ucap Ardy dengan cepat .


"Kan sudah ada bodyguard , jadi mas Ardy tidak peelu cemas dan tidur di sini juga ." ucap Tiara


"Ya mas kan cuma takut kamu di apa apain sama penjahat ." ucap Ardy betek karena Tiara melarangnya untuk tidur di sana .


" Tidak ada yang mau ngejahatin kita mas , mas Ardy kan sudah kasih peringatan kepada mereka berdua . Agar tidak menganggu kita lagi ."ucap Tiara .


Ardy diam tidak menjawab lagi tapi bibirnya mencebik karena tidak di izinin tidur di sana oleh Tiara .


"Pas di rumah sana kamu dan Dimas sering berdua duaan tidak ." tanya Ardy membuat tawa tiara pecah .tapi dengan cepat dia menutup mulutnya . Takut ibunya yang sedang beristirahat jadi terganggu .


"Mas Ardy cemburu ." ejek Tiara membuat Ardy mengusap wajahnya yang kelihatan cemburu oleh Tiara .


"Tidak , aku cuma ingin tau saja ." tanya Ardy tanpa ekspresi .


"Hayo ..Pasti cemburu ngaku tidak , " Tiara mengelitik pinggang Ardy .tapi Ardy tak bergeming .


"Iya deh iya , aku cemburu makanya tanya ngapain aja kalian di sana ." ucap Ardy membuat Tiara tertawa bahagia .


"mau dengar cerita dari aku , atau dari ibu saja ." tanya Tiara .


"Dari kamu saja , aku percaya kok sama apa yang kamu katakan ." ucap Ardy . Sambil mengelus pipi mulus Tiara .


"Aku fokus jagain ibu sayang , dan di hari kedua aku mulai jatuh sakit . Dan ibu juga yang jagain aku ." ucap Tiara .


"Gitu saja ." tanya Ardy .


"Mas tidak percaya sama aku ." tanya Tiara .


"Bukan , Bukan , Aku senang dan bahagia kalian tidak berdua duaan terus ." jawab Ardy yang sukses mendapat cubitan dari Tiara .


"Permisi mama gangguin kalian ya ." ucap mama khanza yang tiba tiba datang . Dan sudah ada di antara mereka , tanpa mereka sadari karena asyik bercanda .

__ADS_1


"Tante , silahkan masuk ." ucap Tiara dan bangkit untuk menyalami Mama khanza .


"Jangan banyak jalan dulu ,kamu kan lagi sakit , ayo duduk lagi ." ucap mama khaza . Sambil membawa Tiara ke kursi untuk duduk kembali .


"Sudah sehat kok tante ." ucap Tiara .


"Syukurlah , tapi kamu tetap harus banyak istirahat , ibumu ke mana ." tanya mama khanza .


" ibu ada di kamar tante ,biar Tiara panggilkan dulu ."ucap Tiara


"Tidak perlu ,biarkan ibumu juga istirahat , tante ke sini mau jenguk kalian . Ardy bilang kalian sudah pulang , makanya tante langsung ke sini .tante khawatir sama kalian ."ucap mama khanza


"Terimakasih tante karena sudah nyempatin jenguk Tiara dan Ibu ." ucap Tiara .


"Sama sama sayang ," jawab mama khanza . Mereka mengobrol banyak , karena hari semakin larut Akhirnya Ardy dan mamanya pun pamit untuk pulang .


...----------------...


Hidup Dimas terasa hancur dan tiada harapan dan tiada tujuan lagi . Tanpa Tiara bagai kehilangan arah . Dimas duduk menyendiri di jembatan ia tidak perduli dengan lalu lalang kendaraan yang melintas di belakangnya .


Ia belum berminat kembali ke kota . Penolakkan Tiara engan menginjakkan kakinya untuk pulang .karena di sana terlalu banyak kenangan indah bersama Tiara .


Drrrt Drrrt


ponsel Dimas bergetar . Ada panggilan masuk dari mamanya . Ia engan menerima telepon dari wanita yang telah melahirkan nya . karena dia juga yang menghancurkan hubungan nya dengan Tiara . Akhirnya Dimar menerima telepon dari mamanya .


"Hallo ,"jawab Dimas dengan lemah .


"Hallo Dim , kamu kemana saja , mama telepon ponsel kamu tidak pernah aktif ."ucap bu denada dengan marah marah .


"Dimas lagi ada urusan di luar kota ." ucap Dimas dengan nada emah .


"Kamu selalu begitu , kapan kamu bisa dewasa , kalau kamu begitu terus ?, pergi tidak ijin mama , ponsel di matiin , alasan ada urusan penting , memangnya apasih urusan kamu yang lebih penting daripada urusan kerjakan di kantor ." ucap bu denada dengan emosi tinggi .membuat Dimas mematikan ponselnya begitu saja .dan memasukkan ke dalam saku celananya .


Dimas segera masuk ke dalam mobilnya dan melajukan mobilnya membelah keramaian jalanan kota dan berhenti di atas jembatan yang air nya mengalir dengan deras .

__ADS_1


__ADS_2