
"Nanti malam saja mas Tiara masih kangen sama mama dan ibu . Ingin melepas rindu dulu sambil ngobrol ." ucap Tiara .
"Baiklah ,cjawab Ardy dan pergi mengambil handuk menuju ke kamar mandi . Tiara membereskan dan menyimpan kembali barang barangnya .
Setelah makan malam sholat magrib Tiara dan Ardy pergi ke rumah sakit . Keduanya saling menggenggam tangan , untuk saling menguatkan . Untuk mendengarkan hasil dari pemeriksaan satu minggu yang lalu . Apapun yang mereka dengar nantinya .
Ardy dan Tiara telah sampai ke ruangan Dokter . Mereka duduk di depan Dokter yang sekarang mengeluarkan kertas dari dalam amplop putih .
"Berdasarkan pemeriksaan kemarin , kesuburan bu Tiara baik tidak ada gangguan apa apa ." ucap Dokter sambil membaca hasil cek di kertas .
"Dengarkan sayang , kamu baik baik saja . Mungkin saja Alloh memang belum memberikan kita bayi saja ." ucap Ardy kepada Tiara sambil mengelus punggung tangan Tiara . Yang ada di genggaman nya .
Tiara tersenyum simpul sambil membalas genggaman suaminya dengan penuh kasih sayang .
Dokter mengambil amplop hasil cek kesehatan Ardy .
"Untuk pak Ardy , kesehatan bapak cukup baik ." Ardy tersenyum menatap Tiara yang juga tersenyum padanya .
"tapi kesuburan bapak ada sedikit gangguan ." ucap Dokter yang langsung membuat dunia Ardy seakan terbalik seketika , seperti ada sesuatu yang menghantam ulu hatinya . Tiara menatap wajah Ardy yang pucat pasi .ia genggam tangan Ardy untuk menyalurkan ketenangan untuk Ardy .
"Tapi masih bisa di obati kan dok ." tanya Tiara tanpa melepas genggaman tangan nya .
"Bisa asalkan pak Ardy rutin konsultasi kepada dokter , Insyaallah bisa , karena gangguan nya juga tidak terlalu parah , mungkin dalam beberapa kali konsultasi , dan beberapa kali pengobatan juga sudah akan normal kembali ." ucap Dokter .
"Insyaallah semua akan baik baik saja kok sayang ,"ucap Tiara sambil tersenyum pada Ardy , tapi Ardy tidak merespon apa apa . Ia masih shock dengan kabar yang dia dengar , penganggan nya pada Tiarapun merenggang tidak sekuat dia memberi Tiara semangat tadi .
Ardy dan Tiara segera pamit dari hadapan Dokter .sepanjang jalan ke parkiran Tiara terus menggenggam tangan Ardy , sambil memberikan semangat untuk Ardy . Ardy tetap tiada semangat atau tenaga untuk menggenggam tangan Tiara lagi . Hanya sesekali Ardy memberi senyuman simpul dan jawaban beberapa kata serta anggukan kepala kepada Tiara .
__ADS_1
Kedua nya telah masuk ke dalam mobil , dengan gerakan berlahan Ardy memasang sabuk pengaman dan kedua tangan nya sudah siap di setir mobil .
"Mas ," panggil Tiara sambil memegang lengan Ardy . Ingin dia mengenggam telapak tangan Ardy lagi . Tapi karena sudah sama sama memakai sabuk pengaman Tiara sedikit kesusahan .Ardy menoleh dan memberikan senyuman terpaksa pada Tiara .
"Mas kenapa , sejak dengar penjelasan dari dokter mas Ardy hanya diam seperti ini , mas kenapa ." tanya Tiara yang menjadi khawatir dengan sikap suaminya yang jadi pendiam .
"Mas tidak kenapa napa kok ." jawab Ardy dengan swnyum palsunya yang masih bisa Tiara rasakan .
"Kita mau langsung pulang atau kamu masih ada tempat ingin kamu datangi ." tanya Ardy
"Langsung pulang saja mas ." ucap Tiara .
"Baik ." tanpa bicara lagi Ardy segera menjalan kan mobil nya dengan kecepatan standar .
Sampai di rumah mama khanza dan bu andini masih duduk di ruang tamu menunggu kepulangan anak anak mereka . Melihat mereka berdua mama khanza langsung menanyakan penjelasan dari dokter .
Ardy dan Tiara saling memandang satu sama lain . Ardy juga masih diam membungkam tak tahu harus bilang apa . Begitu juga dengan Tiara , ia juga tidak tau harus beri jawaban apa pada mama mertuanya .
"Tiara , itu mama mertua mu tanya , kenapa tidak di jawab malah bengong kalian ." ucap bu andini menegur Tiara
"eemm itu ma , maaf mungkin Alloh belum kasih kita kepercayaan di waktu dekat ini , mama yang sabar dan do'akan Tiara dan mas Ardy cepat di kasih momongan ya ." ucap Tiara terpaksa untuk berbohong .
Tiara takut kalau bicara jujur akan menyakiti ibu mertua dan juga suaminya , yang kelihatan begitu sangat terpukul dengan hasil pemeriksaan dari Dokter .
"Oh syukurlah , kalau begitu kalian harus banyak banyak makan makanan yang bisa menyuburkan kandungan , juga banyak banyaklah bersedekah , biar Alloh juga segera memberi apa yang kalian harapkan ." ucap Mama khanza dengan tersenyum lembut .
"Iya ma ,"jawab Tiara yang juga membalas seyum mama mertuanya . Beda dengan Ardy yang masih engan bicara . Dan tidak betah untuk berlama lama dengan orang tuanya untuk membahas hal itu .
__ADS_1
"Ardy ke kamar dulu ma , bu ." ucap Ardy yang langsung melangkah menuju kamar tanpa menunggu balasan . Membuat kedua orang tua mereka merasakan keanehan dengan Ardy .
"apa ada masalah dengan suamimu ." tanya bu andini pada Tiara .
"Tidak kok bu . Tadi mas Ardy bilang lelah dan ngantuk , jadi dia ingin cepat tidur lebih awal ." ucap Tiara berbohong , ia tak mau kedua orang tuanya ikut khawatir . Iya juga tidak tau apa yang terjadi dengan Ardy .
"Oh ya sudah kamu cepat masuk sana , susul suamimu , mungkin dia butuh sesuatu ." ucap bu andini .
"Baik bu , kalau begitu Tiara pamit masuk dulu , ibu dan mama juga cepat lah tidur ." ucap Tiara . Sambil melangkah meninggalkan mama khanza dan ibunya .
Tiara masuk ke kamar dengan pelan pelan , ia tak mau menganggu ketenangan suaminya .
Tiara melihat melihat Ardy sedang melepas bajunya ,Tiara segera mengambil baju tidur yang akan di pakai Ardy dan membantunya untuk memakaikan nya .
"Kenapa kamu berbohong sama orang tua kita ." tanya Ardy dengan wajah datar sambil memasuk kan tangannya ke langan baju yang di pegang Tiara .
"Maaf kan Tiara . Tiara hanya tidak ingin mereka khawatir . Masalah ini cukup kita berdua yang selesaikan .Sementara dokter bilang dengan pengobatan rutin mas Ardy bisa kembali normal bukan ." jawab Tiara sambil mengancingkan baju Ardy .
"Bukan karena kamu malu atau kecewa ." jawab Ardy .
"Mas , Dari awal kita periksa Tiara dah kasih jawaban ini untuk mas Ardy bukan . Dan sekarang mas Ardy bicara apa ." ucap Tiara yang sebenarnya terkejut mendengar ucapan yang keluar dari bibir suaminya .
"Niat kita dari awal menikah kan tulus , kenapa Tiara harus malu dengan apa yang mas Ardy alami . Mas jangan seperti ini , Tiara sayang sama Ardy ." ucap Tiara sambil memeluk tubuh Ardy . Ia tidak mau Ardy salah paham dan merasa minder hanya karena hal sepele .
Tiba tiba Ardy mendorong tubuh Tiara dari tubuhnya dan sedikit menjauh .Tiara terkejut ini pertama kalinya Ardy menolak pelukan nya .
"Aku capek , aku mau tidur ." ucap Ardy dan langsung menuju ke tempat tidur dan membaring kan tubuhnya .
__ADS_1