My Sweet Wife OB (Cinta Tiada Tara 1)

My Sweet Wife OB (Cinta Tiada Tara 1)
MSW OB 116


__ADS_3

Sampai di rumah , Nagita sangat merutuki kecerobohan nya orang orang suruhan nya . Ia suruh menghajar Ardy ,malah memukul Tiara perempuan yang ia benci .


"Sialan kenapa OB bodoh itu tidak mengabari aku , kalau perempuan sialan itu mengikuti Ardy . Dan lihat kepanikan Ardy saat melihat perempuan itu jatuh ." rutuk Nagita segera mengambil ponselnya dan menghubungi orang orang suruhan nya .


"Bodoh Bodoh Bodoh kalian semua bodoh . Percuma saya bayar kalian mahal mahal tapi kerja tidak pecus ,semua tidak berhasil ." umpat Nagita mengebu ngebu . Orang orang suruhan Nagita tak ada yang menjawab .memang benar mereka gagal menjalan kan misi dari Nagita .


"Maaf Bos kami juga tidak tau . Kalau tiba tiba perempuan itu datang untuk menyelamatkan target kita ." jawab dari salah satu dari mereka , mungkin preman yang memukul Tiara tadi .


"Kalian memang semua bodoh , sampah kalian semua ." maki Nagita sambil menutup ponselnya dan membuangnya ke sofa .


...----------------...


Sementara Ardy di kantor nya ia yerus kepikiran dengan ucapan Dimas .membuat konsentrasinya buyar .


"Apa benar Tiara bersamaku , selalu celaka ." batin Ardy bertanya tanya pada diri sendiri .


"Oh ya sebentar , aku mau hubungan klien yang akan aku temui tadi pagi , semoga dia tidak kecewa dengan aku . Yang tidak bisa datang menemuinya ." ucap Ardy sambil mencari ponselnya .


Sebelum menelpon Ardy mengecek daftar panggilan dan inbok .


"Aneh tidak ada panggilan yang masuk ataupun sms yang masuk , dari nomor telepon tadi pagi .biasanya para klien akan menelpon dan ngomel ngomel.bila ia tidak datang tepat waktu dan membatalkan untuk kerja sama ."gumam Ardy .


Ardy segera menghubungi nomer telepon tadi pagi tapi yang menjawab nomernya adalah operator ." nomer yang anda tuju sedang di luar jangkauan .".


"Nomornya ada di luar jakauan atau tidak aktif .aneh ." Ardy mencoba untuk menelpon lagi dan lagi , hasilnya tetap sama .membuat Ardy jadi bingung .


"Apa jangan jangan kejadian tadi pagi jebakan buat saya , terus siapa dalang di balik semua ini ." gumam Ardy pafa diri sendiri .


...----------------...


Dimas kembali ke kantor nya tidak jauh dari Ardy pikiran nya kacau .ia hapus wajahnya dengan kasar , ia jambak pula rambutnya .

__ADS_1


"Aku tidak boleh biarkan Ardy semakin menguasai Tiara .aku harus cari cara untuk memisahkan mereka ."gumam Dimas sambil tersenyum sinis


"kelihatan nya aku harus kerja sama dengan Nagita . Untuk mewujudkan keinginanku . Aku percaya Nagita pasti juga masih mengharapkan Ardy ."gumam Dimas .


Bu denada masuk ke ruangan Dimas , ia tatap penampilan Dimas yang kacau .


"kamu kemana saja dari tadi . Sebentar lagi kamu akan jadi bos di perusahaan ini .belajarlah disiplin , Jadilah contoh BOs yang baik ." ucap bu denada sedikit tinggi .


"Apa jangan jangan kamu pacaran lagi dengan perempuan kampungan itu . Bagaimana reaksinya dia setelah tau kamu kaya raya , Dia pasti menagung agungkan kamu , iya kan ."ucap bu denada dengan mengejek .


"Mama jangan pernah menghina Tiara di depan Dimas ." gerutu Dimas dan pergi menjauhi bu denada .


"Mama tidak akan ngelarang kamu dekat sama siapapun ,tapi dia harus selevel dengan keluarga kita , cam kan itu baik baik Dim ." gertak bu denada dan pergi meninggalkan ruangan Dimas . Lama lama bicara dengan Di.as membahas Tiara hanya bikin tensi bu denada tinggi .


...----------------...


Ardy pulang ke rumah dengan wzjah lelah .mama khanza yang menunggu nya di teras rumah merasa kan keanehan di wajah putra semata wayang nya .


"Tiara tadi kena pukulan dari anggota geng motor , karena melindungi Ardy ma ." ucap Ardy dengan suara berat .


"Astaqfirulloh aladzim , " mama khanza terkejut sambil menutup mulutnya


"Terus bagaimana keadaan dia sekarang ." cecar mama khanza dengan panik .


"Tadi pagi Tiara pingsan ,Ardy sudah bawa Tiara ke rumah sakit ,setelah sadar dia minta pulang , sekarang Ardy tidak tau keadaan nya ,karena ponselnya tidak aktif ." ucap Ardy sedih .


"Ya sudah sekarang kamu bersih bersih . Mama juga juga mau siap siap .kita jenguk Tiara ke rumahnya ya ." ucap mama khanza sambil tersenyum .hatinya imut pedih melihat kesedihan putranya .


"Uya ma ."jawab Ardy yang berubah semangat lagi untuk menemui kekasihnya kembali . Setelah semua selesai Ardy dan mama khanza segera meluncur ke rumah Tiara .


"Ini rumah Tiara ." tanya mama khanza yang melihat sekeliling rumah Tiara , yang jauh dari kata mewah .

__ADS_1


" Iya ma , kenapa ma , apa mama tidak suka ."tanya Ardy.


" Tidak , mama suka suka saja . Tapi apa kamu sudah yakin , Tiara tidak seperti Nagita yang hanya akan memanfaatkan kamu saja "tanya mama khanza ,


Ardy tersenyum mendengar ungkapan mamanya .


"semoga pilihan Ardy tidak salah ma , karena sampai detik ini , Tiara bekum pernah minta sesuatu kepada Ardy ma , untuk makan di restoran saja belum pernah , makan jalanan bagi dia sangat istimewa ."ucap Ardy kepada mamanya . Sambil memarkirkan mobil di halaman rumah Tiara .


"Syukurlah , mama berharap Tiara benar benar gadis yang baik . Yang mencintaimu dengan tulus dan ikhlas ,Mama sudah takut pilih pilih jodoh untuk kamu . Takut kejadian sama seperti Nagita terulang kembali ."ucap mama khanza dengan ekspresi cemas .


" Insyalloh ma , Tiara gadis yang baik mama do'akan ya , ini semua berjalan sesuai keinginan kita . Ya sudah ayok kita masuk ." ajak Ardy kepada mamanya . Keduanya turun dari mobil . Dan berjalan menuju ke pintu rumah Tiara .


"Assalamualaikum ."ucap salam mama khanza


Bu andini yang baru saja akan menyuapi Tiara mengurungkan niatnya karena mendengar orang mengucap salam


"Sepertinya di luar ada tamu , ibu pergi lihat dulu ya ."ucap bu andini beranjak pergi membuka pintu . Setelah dapat persetujuan dari Tiara .


"Wa allaikum salam . Oh nak Ardy silahkan masuk ."ucap bu andini .


"Terimakasih bu . Dan kenalkan ini mamanya Ardy ." ucap Ardy yang memperkenalkan mamanya pada bu andini .


" khanza , mamanya Ardy ." sahut mama khanza menyambut uluran tangan bu andini .


"Andini ibunya Tiara ."jawab bu andini sambil mempersilahkan tamunya untuk duduk.


"Oh terimakasih bu andini . Tiaranya mana .kami ingin menjeguknya ."ucap mama khanza .


"Oh Tiaranya ada di kamar bu .mari ikut saya , saya antar ke kamarnya ." ucap bu andini . Dan berjalan menuju kamar Tiara .


Ardy dan mamanya berjalan di belakang bu andini menunu kamar Tiara yang tidak jauh dari ruang tamu . Ardy tersenyum bahagia saat memasuki kamar kecil yang tersusun rapi dengan cat berwarna pink . Seolah kamar Tiara terbuat dari dinding beton sebenarnya hanyalah triplek .

__ADS_1


__ADS_2