
Tiara tidak menyangka , yang selama ini dia anggap teman baiknya tega melakukan hal seoerti ini pada dirinya dan ibunya .
Dimas mematung dengan panik ,menunggu reaksi dari Tiara ia sudah pasrah , sepasrah pasrahnya jika harus menerima cacian dan makian dari Tiara .
Suasana menengang , Tiara memandang Dimas penuh kekecewaan .
"Mas serahin semuanya pada mu Tiara , mau kamu laporkan ke polisi atau bagaimana . Terserah padamu . " ucap Ardy .
"Tiadak Tiara , ku mohon jangan laporkan aku ke polisi ,ini semua ide nya Dimas . Aku hanya mengikuti apa mau dia ." ucap Nagita dengan cepat membuat Tiara langsung menatap kepada Dimas . Dengan hatinya yang remuk .
Dengan mata berkaca kaca Dimas membalas tatapan Tiara .
"Maafkan Aku , aku terlalu di butakan oleh cinta kamu , aku minta maaf ." ucap Dimas tapi Tiara bergeming , matanya menyilaukan sirat kekecewaan , yang mendalam .
Dimas menjatuhkan kedua lutut nya di depan Tiara dan berlutut pada Tiara .
"Selama ini aku sangat mencintaimu , tapi aku tak berani mengutarakan perasaan aku yang sebenarnya . Aku takut kamu marah dan menjauhi aku , aku cemburu melihat kamu bersama lelaki lain , kamu sudah tidak membutuhkan aku lagi . Aku sangat cemburu , aku ingin memiliki kamu seutuhnya ." ucap Dimas yang berhasil membuat air mata Tiara lolos dari pelupuk matanya .
Ardy yang mendengar pengakuan Dimas segera mengenggam tangan Tiara dengan erat .
"Mas tidak ingin kehilangan kamu ,mas sudah sangat mencintai kamu sayang ." bisik Ardy di telinga Tiara dengan cepat , ia tidak ingin pikiran Tiara di racuni oleh pengakuan cinta dari Dimas .
Tiara melepaskan genggaman tangan Ardy ,yang membuat Ardy kaget , saat dirinya akan mencegah Tiara agar tidak pergi , Tiara sudah memegang kedua bahu Dimas dan menuntun nya untuk bangun .
Dimas menatap tiara dengan seribu pertanyaan di hatinya .
"Dim , aku tau perasaanmu , aku juga sama , Dulu aku juga punya perasaan dan alibi yang sama padamu , ingin aku mengatakan cinta tapi aku takut kamu marah dan aku kehilangan dirimu . Akhirnya aku pelan pelan membunuh rasa itu sampai akhirnya ,terkuak jati dirimu yang sesungguhnya . Dan keputusan aku mencintai mas Ardy benar . Mas Ardy dan mamanya bisa menerima siapa aku . Tapi mamamu tidak bisa menerima siapa aku , aku tidak cukup dapat cinta darimu saja Dim . Aku juga butuh cinta dari mamamu ." ucap Tiara .
"Dim , aku tau kamu laki laki yang sangat baik . Yang aku kenal selama ini , tapi aku minta maaf Dim semua dah terlambat , juga karena kasta yang membedakan kita . Dan di sini Aku sudah sangat mencintai mas Ardy .Aku tidak bisa jauh darinya ." ucap Tiara sambil menautkan jari jari tangan nya dengan tangan Ardy .
__ADS_1
Perasaan hangat menjalari relung hati Ardy mendwngar pengakuan Tiara . Sampai jatuh sakit karena terpisah dengan nya , Ardy mengeratkan genggaman tangan Tiara sudut bibirnya melengkung bahagia .
Dimas memejamkan matanya .
" Semoga kamu bahagia dengan pilihan kamu Tiara ," jawab Dimas , terlihat jelas matanya sudah memerah menahan tangisnya .
Dimas sudah tidak perduli dengan jati dirinya , sebagai lelaki . Hatinya benar benar sedang hancur , dia tidak pernah mencintai wanita manapun . Tapi sekalinya dia tertarik kepada wanita ,dia harus menerima rasa sakit karena rasa pengecutnya . Yang tidak pernah berani mengungkapkan cintanya .
Tiba tiba Tiara merasakan dunianya berputar putar dan Brug ..Tiara tumbang dalam pelukan Ardy .
"Tiara ." teriak Dimas langkahnya terhenti saat melihat Ardy telah mengendong Tiara masuk ke dalam monil di ikuti oleh bu andini .
"Tuan , bagaimana dengan mereka ." teriak salah satu dari bodyguardnya .yang menunjuk kepada Dimas dan Nagita . Ardy menarik nafas berat .
"Saya maafkan kalian dengan satu syarat , jangan pernah ganggu hidup kami lagi . Dan kamu Nagita , aku dah hubungi lelaki yang sering kamu ajak kencan kamu di hotel untuk datang ke sini menejemputmu . Sebentar lagi dia akan sampai di sini , jadi kamu bisa menikmati liburmu dengan dia di sini . Bukan dengan saya ." ucap Ardy yang langsung menutup pintu mobilnya . Dan meninggalkan Dimas dan Nagita yang masih mematung di sana .
Tak lama kemudian Dimas juga pergi meninggalkan Nagita sendirian
"Bukan urusanku ." ucap Dimas ketus dan pergi bersama mobilnya .
Setelah Dimas pergi datang sebuah mobil hitam yang di kenal oleh Nagita , ia menghela nafas kasar .
"Kamu ngajak have fun kok ke hutan sih sayang ." ucap laki laki bisa di sebut om om itu turun dari mobil menyapa Nagita .om gendut perut buncit .
"Siapa yang ngundang kamu ke sini ." tanya nagita kesal .
"Aku di undang sama pak Ardy , katanya atas permintakan kamu ." jawabnya santai sambil merangkul bahu Nagita .
"Jadi Ardy tau hubungan ku dengan lelaki tua bangka ini , Ahh memalukan ."gumam Nagita dalam hati dengan wajah merah padam .
__ADS_1
...----------------...
Ardy membawa Tiara ke rumah sakit . Karena menurut bu andini Tiara sakit sudah beberapa hari . Ardy juga menyuruh bu andini untuk pulang dan istirahat di rumah dengan penjagaan bodyguard yang di siapkan oleh Ardy .
"Sayang kamu sudah siuman ." sapa Ardy saat melihat Tiara membuka matanya .Ardy mengelus rambut Tiara dengan sayang .
"Aku sudah baikan sayang ," ucap Tiara sambil tersenyum dan duduk di tempat tidur .
"Ibu mana ."lanjut Tiara .
"Ibu di rumah , di sana ada pengawal kamu jangan khawatir ."ycap Ardy menenangkan Tiara .
"Terimakasih ya Yang ." ucap Tiara .
"Terimakasih untuk apa ,ini memang sudah tugas aku . Untuk selalu ada buat kalian ."ucap Ardy dengan mengecup punggung telapak tangan Tiara .
"Pokoknya ibu dan kamu harus selalu ada pengawalnya ." lanjut Ardy lagi .
"Bagaimana dengan Dimas dan bu Nagita , mas bebasin mereka kan ." tanya Tiara . Ardy tersenyum sambil mengangguk .
"Kamu tidak akan berubah pendirian , untuk terus mencintai aku kan ." tanya Ardy yang masih menyimpan sisa sisa cemburu di hatinya atas pengakuan cinta Dimas .
"Apa ada tanda tanda , aku akan berpaling dari mas Ardy ." Tanya Tiara balik . Ardy mengeleng dengan senyum manisnya .
"Jangan pernah tinggalin aku , aku ingin kamu jadi milik ku selamanya ." ucap Ardy lagi sambil mendaratkan kecupan di puncak kepala Tiara .dan membenamkan kepala Tiara di dada bidang miliknya .
Nyaman dan yenang itulah yang di rasakan oleh Tiara . Apa lagi degupan jantung Ardy seakan menghipnotis Tiara agar tudak melepaskan pelukan Ardy ..
"Aku sudah sangat mencintai mas Ardy , Aku malah berpikir mas Ardy yang akan melupakan dan meninggalkan aku . Karena aku sudah jauh terpisah dari mas Ardy kemarin kemarin ." ucap Tiara .
__ADS_1
"Tidak mungkin sayang , tidak mungkin aku bisa melupakan kamu ." ucap Ardy sambil mempererat pelukan nya .
"Lalu kenapa malam kejadian kemarin , mas Ardy meriject telepon dariku ." ucap Tiara .