
"Aku bukan mas Dim , yang mudah mudah jatuh cinta pada semua orang ." jawab Putri yang kembali memasang wajah cemberutnya .
" hai hai hai , kalian malah asyik berdebat sendiri . Tidak kah kalian bertanya padaku , aku datang jauh jauh ke sink mencari kalian ." tanya Rio .
"Tidak ." jawab Dimas dan putri bersamaan .
"hemm ok lah kalau begitu . Kalau kalian tidak ingin tanya tujuan saya kemari , aku akan pergi sekarang . Dan pesan aku , tentang prewied kalian , kalian cari sendiri ." ucap Rio yang pura pura marah dan membalik kan badan siap untuk melangkah pergi .
"eeee tunggu dulu . Kalau yang satu itu aku butuh referensi kamu , ayuk masuk , kita kesana sekarang ," ucap Dimas dengan hati melunak dan menyuruh Rio masuk ke dalam mobil mereka .
"Tidak mau , aku bawa mobil sendiri . Aku tadi yang memberi tumpangan pada karyawan mu untuk mengambil mobilmu ,biar kamu bisa mesra mesraan dengan calon istrimu itu ." ucap Rio .
"Cara bicara kamu seperti mbak mbak cong tau , pantas aja ngak laku laku , jadi jomblo limid . Jangan jangan kamu ngak suka lagi sama perempuan ." ucap Dimas .
"Maaf saja aku laki laki yang tulen dan High guality , jadi tidak sembarang orang dapat kan mutiara yang berharga ." ucap Rio dan membuat Dimas pura pura mau muntah di depan Rio .membuat mereka bertiga tertawa lepas bersama .
Dalam perjalan pergi ke lokasi prewied Putri masih teringat dengan kata kata Dimas kepada Ardy tadi . Kata kata itu masih terngiang ngiang di telinga Putri.
"kalau kamu tidak bisa membahagiakan dia . Kenapa dulu kamu merebut dia dari tangan aku ."
"bagaimana aku bisa meneruskan pernikahan ini , yang sebentar lagi akan kita jalani , jika masih ada kata kata itu di dalam pikiran mas Dimas . Hatiku hancur , aku 0ergi meninggalkan kantor mas Ardy dengan linangan air mata . Aku tidak memperdulikan tatapan mata seluruh karyawan mas Ardy , aku lari dan masuk ke dalam mobilku .
Aku menyangka mas Dimas akan mengejarku berulang kali.mas Dimas menyalip mobil aku ,tapi kemahiran aku dalam berbalap mobil saat aku masih remaja masih aku kuasai .tidak tau mas Dimas mengalah padaku atau kewalahan mengejarku dan mengikuti aku dari belakang .
__ADS_1
Aku tetap mengemudi kan mobilku tanpa arah dan tujuan hingga aku sampai di jembatan di mana jembatan itu menjadi saksi patah hati mas dimas dan ingin bunuh diri .
Tak ku sangka mas Dimas mengikuti ku dan mengkhawatirkan aku .ia menyuruhku buka pintu mobil , ingin aku membentaknya , bila aku juga bisa patah hati , juga bisa untuk bunuh diri .tapi aku terharu mas selalu meminta maaf dalam keadaan salah atau tidak salah . Sehingga membuatku bisa luluh oleh nya .
Dan saat mas Dim bertanya apakah aku masih mencintai nya ,aku baru ingin menjawab tapi mas Dimas langsung menciumku . Itu adalah ciuman pertama aku . Aku percaya itu juga ciuman pertama mas Dimas . Karena mas Dimas tiada punya mantan . Dia hanya ada mbak Tiara yang juga menolak cinta mas Dim .
Aku sangat terharu dengan kata kata mas Dimas bila takut akan kehilangan aku ,di tambah saat itu juga mas Dim sudah menyuruh sepupunya menyiapkan tempat preweid kami .
Sementara bu andini telah sampai di rumah sakit seperti alamat yang di berikan oleh Rio .Bu andini menanyakan pada resepsionis tempat Tiara di rawat . Langkah bu andini terhenti saat ia membuka pintu ia melihat Ardy duduk di tepi ranjang Tiara .
"untuk apa kamu ada di sini ." ucap bu andini tak seramah dulu lagi .
"Ibu , maafkan Ardy yang telah membuat ibu dan Tiara kecewa . Maafkan kebodohan Ardy ."ucap Ardy yang datang mendekati bu andini dan ingin menjabat tangan ibu mertuanya tapi di tolak .
"Ibu , Ardy minta maaf karena tidak percaya dan sudah menuduh macam macam pada Tiara . Ardy benar benar minta maaf bu ." ucap Ardy yang ingin menjabat tangan bu andini kembali . Tapi bu andini tetap tak menerima dan membalik kan badan nya .
"Sudah terlambat Ardy , anak ku sudah tersakiti oleh kata kata yang keluar dari mulut kamu yang setajam belati . Lebih baik kamu pergi dari sini ." ucap bu andini .
"Tidak ibu .Ardy harus menunggu Tiara sadatmr dulu , Ardy harus minta maaf kepada Tiara ." ucap Ardy kekeh .
"Pergi Ardy , jangan keras kepala ." ucap bu andini .
" Tolong ibu Jangan pisah kan Ardy dan Tiara . Kalau memang ibu belum bisa memaafkan Ardy , Ardy bisa berlutut di kaki ibu sampai Ibu bisa memaafkan Ardy . Maafkan atas kekhilafan Ardy . Tolong bu jangan pisah kan Ardy dengan Tiara dan bayi kita ." ucap Ardy sambil berlutut di hadapan bu andini .
__ADS_1
"Mas Ardy ." bu andini belum sempat menjawab permintakan Ardy Tiara sudah sadarkan Diri dan memanggil Ardy .
"Tiara ," panggil bu andini dan melangkah mendekati Tiara .
" Kamu sudah sadar nak , ibu sudah bilang . Kamu tidak usah keliling untuk jualan , kamu tidak mendengarkan ucapan ibu .kamu keras kepala., lihat sekarang apa yang terjadi padamu . Hampir saja kamu kehilangan nyawa dan bayi dalam kandungan kamu sendiri ." ucap Bu andini sambil mengelus kepala Tiara .
Ardy berdiri dari berlututnya dan berjalan mendekati tempat tidur Tiara dengan berlahan .
"Mas sangat senang ,melihat kamu sudah sadar ." ucap Ardy pelan . Terlihat mata Ardy berkaca kaca melihat Tiara sudah sadar dari pingsan nya .
"mau apa lagi kamu ke sini , jangan buat anak aku semakin terpukul melihat kehadiran kamu di sini ." ucap bu andini dengan cepat , ia tak mau Ardy berbuat kasar kembali pada putrinya .
"Bu saya tidak akan menyakiti Tiara , Aku hanya ingin memperbaiki hubungan kami . Tolong bu beri aku satu kesempatan saja , untuk kami berbicara sebentar saja ." ucap Ardy penuh permohonan pada ibu mertuanya .
"Bu , tidak apa apa , biarkan mas Ardy bicara ." ucap Tiara ikut memohon pada ibunya .
"Tapi Tiara , ibu takut dia akan bicara dan mengatai kamu dengan kata kata yang lebih keji lagi . Ibu tidak bisa melihat kamu di tuduh seperti itu lagi ,hati ibu sakit sekali ."ucap bu andini .
"Bu Ardy berjanji . Ardy tidak akan menyakiti Tiara dan ibu lagi .tolong beri Ardy kesempatan sekali saja ." ucap Ardy dengan kekeh ingin mengambil kembali hati ibu mertuanya untuk memperjuangkan keluarga kecilnya .
Bu andini akhirnya mengalah dan mundur memberi jalan untuk Ardy bicara bersama Tiara .
"Aku izinkan kamu mendekati Tiara , itu karena permintaan anak ku , ingat ini kesempatan terakhirmu .kalau bukan karena permintaan Tiara aku tidak akan ijinkan kamu ."ucap bu andini .
__ADS_1