My Sweet Wife OB (Cinta Tiada Tara 1)

My Sweet Wife OB (Cinta Tiada Tara 1)
MSW OB 205


__ADS_3

Hubungan rumah tangga Ardy dan Tiara semakin membaik .malam itu Tiara terbangun karena Nisa menangis dan terbangun ingin minum susu dan popoknya juga basah . Ardy dengan telaten membantu Tiara merawat putrinya ..karena jam dinding menunjuk kan pukul satu malam .


"Bagaimana sudah tidur lagi ."tanya Ardy pada istrinya dengan suara pelan takut menganggu dan membangunkan Nisa kembali .


"Sudah mas . Biar aku pindahin ke box dulu tolong mas pindahin selimutnya sebentar ," ucap Tiara yang matanya udah berat ingin cepat segera tidur lagi .


Mendengar permintaan Tiara ia segera memindahkan selimut Nisa .walau sebenarnya Nisa hanya bertahan 3 menit pakai selimut , setelah itu akan di tendang oleh Nisa dan jatuh lagi ke bawah kakinya .


Detelah memperhatikan di box anaknya tidak ada spa apa ,Tiara segera membaringkan tubuh putrinya .


"hah akhirnya bisa bobok lagi ." ucap tiara yang melihat Nisa kembali tertidur dengan nyenyak .tidak menangis lagi . Ardy merengkuh bahu istrinya kedalam pelukan nya . Ardy mencium ke dua pipi Tiara .


"Terimakasih ya sayang . Kamu telah menjaga anak kita dengan baik dan telaten ."bisik Ardy di telinga Tiara .


"sama sama mas , mas Ardy cepat tidur lagi saja besok kan harus kerja ."ucap Tiara sambil menyandarkan kepalanya di bahu Ardy karena rasa kantuk sudah menyerangnya lagi .


"kita tidur sama sama dong masak cuma mas saja yang tidur ." ucap Ardy .


"iya mas ,"jawab Tiara dan segera melangkah naik ke tempat tidur . Tiara membaringkan badannya menghadap ke arah Ardy , ,Ardy juga menghadap ke Tiara yang telah menutup mata karena rasa kantuknya . Ardy menyibak anak rambut Tiara yang menutupi wajah istrinya .


" Tidur lagi mas ." ucap Tiara yang tau sifat suaminya kalau mau tidur pasti memandangi wajahnya lebih dulu .

__ADS_1


"Nisa minta adik sayang ." ucap Ardy membuat mata Tiara yang sudah lengket tiba tiba terbuka lebar kembali .


"Jangan ngada ngada mas ,Nisa belum bisa ngomong dia baru berumur 3 bulan bukan 3 tahun ." ucap Tiara sambil pejamkan mata kembali .


"Tapi mas mau ," ucap Ardy setengah merengek .Tiara kembali membuka matanya .


"Sebentar , ini mas Ardy yang minta adik untuk Nisa atau .." Tiara belum selesai bicara Arsy telah dulu mencium bibir istrinya . Yang sudah menggodanya sejak tadi .


"Minta jatah sayang .? Kamu masih kuat bergadang tidak ." ucap Ardy cenggegesan setelah melepaskan kecupan nya .


"Ya ampun nas , gitu aja minta ijin , perasaan dulu mas Ardy langsung nyosor saja ngak pernah minta ijin dulu an ." ucap Tiara sambil tertawa tapi ia tahan suara tawanya takut membangun kan Nisa .


"Ya beda sayang , sekarangkan kita sudah punya anak , kamu juga capek mengurus anak , dan malam juga sering bergadang , mas ngak tega kalau paksa kamu ngelayani mas secara paksa ." ucap Ardy yang sangat menghargai pengorbanan Istrinya .


"Haha...seperti iya biar mas tidak merasa segan ." ucap Ardy .


"Ok ." Tiara langsung memulai bergerilya di atas tubuh suaminya , saat keduanya baru menikmati kenikmatan yang baru membakar , terdengar lagi Nisa kembali menangis di dalam boxnya .membuat aktifitas mereka berdua terhenti.


"Nisa menangis sayang , sebentar ya ."ucap Tiara dan menjauhkan tubuhnya dari tubuh suaminya .Dan peegi mendekati box Nisa .Ardy menggaruk kepalanya yang tidak gatal , kenikmatan yang telah berada di puncak terpaksa harus tertunda beberapa saat , bisa bisa beberapa jam .


"Nisa kenapa sayang ." Tanya Ardy yang ikut bangun dan menghampiri anak dan istrinya .

__ADS_1


"popoknya masih kering , mungkin dia kehausan mas , mas gendong Nisa dulu , biar aku buatkan susu dulu ." ucap Tiara sambil menyodorkan Nisa ke gendongan Ardy .yang masih menangis .


Ardy menimang nimang putrinya sambil berdendang kecil .tapi bukannya membuat Nisa diam tapi malah menangis dengan kencang .


"Aduh mana nih botol susunya , yah botol susunya sudah kotor semua , bentar ya mas Aku ke dapur dulu cuci botol susu Nisa , botol nya sudah kotor semua ." ucap Tiara yang segera pergi menuju ke dapur dengan buru buru sampai Tiara lupa menutup pintu kamarnya . Hingga suara tangisan Nisa sampai ke kamar bu andini ,


Bu andini sedang menjalankan sholat sunah . Saat baru mulai sholat bu andini mendengar suara tangisan Nisa .bu andini segera meneruskan sholatnya dan ingin membantu menjaga Nisa yang terbangun tengah malam .


Tiara dengan cepat mencuci botol susu Nisa agar cepat bisa membuatkan susu untuk bayi mungilnya itu . Tiara segera menyeduh susu dan kembali ke kamar .dan memberikan nya pada putrinya .


Tiara segera meraih Nisa dari gendongan Ardy .Nisa terdiam setelah menerima susu botol dari Bundanya . dia menyusu dengan kuat .sampai sampai botol susu masih ada di dalam mulutnya ,tapi Nisa telah tidur kembali .


"ohh Anak Ayah benar benar kehausan ya ."ucap Ardy sambil mengelus pipi putrinya yang masih ada di pangkuan istrinya .


Tiara yang ingat dengan pergulatan nya dengan suaminya tadi , ia sangat kasihan melihat suaminya yang sedang ada di puncak tiba tiba putrinya menangis . Tiara menatap wajah suaminya yang begitu dekat dengan wajahnya memberinya sebuah kecupan di bibir suaminya .


Ardy juga membalas kecupan istrinya dengan ******* kecil ,ia ingin membuat malamnya kembali bergairah .tepat saat itu pintu kamarnya yang lupa di kunci terbuka dengan tiba tiba . Ardy dan Tiara segera melepaskan pagutan nya .Di depan pintu telah berdiri mematung bu andini , yang melihat anak dan menantunya Sedang bermesraan . Ternyata ia datang di waktu yang salah . Sehingga ke tiganya sama sama mematung .


"Ma...maaf ibu ..lupa ketuk pintu .ibu kira Nisa masih menangis . Tadi saat ibu sholat ibu mendengar suara Nisa sedang menangis kencang sekali sampai kekamar ibu . Ibu kira Nisa sedang rewel kalian pasti capek ,dan ibu datang hanya ingin membantu . Ibu takut kalian belum istirahat sedang hari sudah sangat larut ." ucap bu andini yang merasa bersalah karena masuk tanpa mengetuk pintu .


"Maaf kalau begitu ibu pergi dulu , jangan lupa kunci pintu , dan lanjutkan...... apa yang ingin kalian lakukan . Anggap saja ibu tadi tidak melihat nya ." ucap bu andini sambil menutup pintu . Tapi bu andini ingat dengan Tiara dan Arsy yang kaget karena kepergok olehnya . Bu andini kembali membuka pintu kamar Tiara .

__ADS_1


"sebaiknya kalian lakukan itu jangan sambil mengendong Nisa , takutnya Nisa bangun dan melihat itu semua , tidak baik untuk anak kecil .dan jangan lupa kunci pintunya , ibu peemisi dulu ." ucap bu andini .


Para readerku yang setia .bentar lagi ini akan tamat . Kisah Nisa di lanjut di sini atau buat halaman baru dengan judul yang baru . Komen ya outhir tunggu .


__ADS_2