My Sweet Wife OB (Cinta Tiada Tara 1)

My Sweet Wife OB (Cinta Tiada Tara 1)
MSW OB 211


__ADS_3

"tapi tetap saja aku malu mas ." kekeh putri .


"Sudah , kamu tetap cantik di mata mas . Cepat kamu pakai baju nanti kita telat datang ke pesta Nisa ." ucap Dimas sambil merangkul bahu putri dan mengelusnya dengan lembut .


"Apa mas tidak malu bawa aku datang ke tempat mbak Tiara ." tanya putri kembali .


"Kenapa harus malu , bahkan mas tambah senang dan bangga , tunjukkan pada semua orang kalau istri mas sedang hamil , dan pasti akan dapat do'a juga dari para tamu dan ucapan selamat . Itu menandakan kalau mas bisa ." bisik Dimas si telinga putri .


"Bisa apa ." tanya putri .


"Bisa buat kamu tidak berdaya dalam pelukan aku ."sahut Dimas yang membuat rona merah di wajah putri .


Putri mencubit pinggang Dimas ,Dimas mempererat pelukan nya dan mencium puncak kepala Putri .penuh kasih sayang .


"ya sudah , cepat ganti baju sana .nanti kita telat ." ucap Dimas lagi .


"Iya mas ." akhirnya putri menganti bajunya . Keduanya sama sama keluar menuju mobilnya bersama Dimas .


"Silahkan masuk tuan putriku yang cantik dan sayang ." ucap Dimas sambil membukakan pintu mobil untuk putri .


"Makasih suami ku sayang ." jawab putri . Sambil tersenyum bahagia dengan kekocakan suaminya itu .


"sama sama sayang ." ucap Dimas .


"mas ." panggil putri


"Iya ada apa sayang ." tanya Dimas kembali mendekati istrinya takut , istrinya butuh bantuan .


"Di pipi mas itu apa ." tanya putri .


"apa ," tanya Dimas sambil mengaca di kaca spion .


"Ngak ada apa apa kok ." jawab Dimas .


"Coba sini , aku lihat ." ucap putri dagu Dimas agar mendekat padanya .


" Eemmuuach . sudah tidak ada ,"jawab putri sambil cengegesan .Dimas menatap istrinya yang senyum senyum sendiri .

__ADS_1


"Ini baby yang mau , pengen cium papanya katanya ." ucap putri .Dimas menunduk dan mencium perut putri dan mengelus nya .


"terimakasih ya baby , sering sering ya pengen cium papa ." ucap Dimas .dan melihat ket!k duduk putri , merasa sudah aman Dimas pergi menutup pintu mobil putri .dan berlari masuk ke mobil .


"Sudah siap kita berangkat ya ." ucap Dimas yang di angguki oleh Putri . Mereka berdua segera meluncur menuju rumah Tiara dan Ardy .


Putri dan Dimas telah tiba di rumah Tiara dan Ardy . Mereka di sambut dengan baik oleh Tiara dan Ardy . Tiara tampil sangat cantik dengan balutan dress , Di mana tetap membuat putri tetap insecure dengan penampilan Tiara .padahal diri nya masih tetap cantik seperti dulu .


"Hai Dim , putri selamat datang . Bagaimana kabar kalian .Terimakasih lo sudah meluangkan waktu untuk datang ."ucap Tiara dwngan ramah kepada Dimas dan putri .


"Baik mbak , sama sama ." jawab Putri .


Mereka saling bersalaman ,putri dan Tiara saling cipika cipiki .


"Bagaimana keadaan kandungan kamu , sepertinya bentar lagi aku akan punya keponakan ." ucap Tiara sambil mengelus perut Putri .


Putri hanya tersenyum kaku , tidak tau harus jawab apa selain kata " Baik "


Tiara yang mengobrol dengan putri merasakan kalau obrolan nya dengan putri tidak di tanggapi dengan semangat oleh putri . Tiara merasa aneh dengan sikap putri .


"Iya mbak sedikit kurang sehat , maaf mbak kalau kami tidak bisa lama lama di sini ."ucap putri .


"kenapa pulang , kalau putri kurang sehat bisa kok istirahat sulu di kamar tamu . Memang ibu hamil bawaan nya lemes bawaan nya " sahut Tiara .


"Iya benar apa kata Tiara , dulu saat dia hamil malah lebih parah dari kamu , kamu istirahat saja sampai acara nya selesai , biar nanti kita bisa ngobrol sama sama ." jawab Ardy yang ikut menimpali obrolan Tiara dan putri dengan sopan .


"Iya sayang , kamu istirahat saja dulu ." sahut Dimas .


"Iya Dimas kamu antar putri istirahat dulu di kamar tamu .kalian pulang nanti saja , aku masih ingin ngobrol bersama kalian , sekarang kita sudah jarang ketemu lo ."ucap Tiara .


"Yuk sayang ." ajak Dimas sambil menuntun tangan putri pergi ke kamar tamu rumah Ardy, putri hanya menuruti permintaan suami dan sahabat suaminya itu .


Sepanjang jalan menuju kamar tamu ,putri hanya diam hingga sampai ke dalam kamar .


"Kamu istirahat saja dulu . Kalau kamu udah agak enak kan baru kita keluar ." ucap Dimas sambil menduduk kan putri di tepi ranjang , dirinya juga ikut duduk di samping putri .


"Mas ." panggil putri .

__ADS_1


"Iya sayang ." jawab Dimas .


"Benar mas tidak malu ajak putri datang ke sini ." tanya putri yang masih meragukan cinta nya Dimas .


"Kenapa harus malu sayang ." tanya Dimas mengerutkan kening nya .


" ya mas lihat saja badan putri di banding badan mbak Tiara tidak ada apa apa nya ." ucap putri sambil menunjuk kan lengan nya kepada Dimas yang telah di tumbuhi oleh lemak .


Dimas menarik nafas dalam . Swbwnarnya ia sangat kasihan dengan mental putri yang sangat insecure terhadap penampilan nya sendiri .


"Dek dah berapa kali mas bilang dan katakan padamu . Aku tidak perduli dengan penampilan orang lain . terutama dirimu , seperti apapun bentuk dan penampilan kamu mas tetap mencintaimu . Mas sudah sangat mencintaimu , ibu dari anak aku , jadi mas mohon mulai sekarang jangan banding bandingkan dirimu dengan orang lain , ya . Mas mohon kamu selalu begini mas sakit di sini ." ucap Dimas membawa tangan putri ke dadanya .


"Tapi dulu mas punya perasaan sama mbak Tiara , dan sekarang mbak Tiara masih saja lebih cantik dari aku ." ucap Putri sambil meilin bajunya .


"Itu dulu , dan sekarang mas tidak punya perasaan apa apa sama dia . Dia sekarang sudah mas anggap sebagai saudara kita sendiri , tidak ada yang lain . yang ada cinta mas hanya padamu seorang ." ucap Dimas dengan tegas sambil menatap manik mata putri .


"ya sudah mas keluar saja , Aku bisa sendiri di sini ."ucap Putri mengusir Dimas dengan nada lembut .


"Tidak mas tidak akan keluar mas akan tetap di sini ." ucap Dimas .


"Aku butuh waktu menyendiri mas ." ucap putri .


"tapi mas khawatir kamu kenapa napa ." ucap DImas .


"Aku tidak akan kenapa napa , aku hanya butuh waktu untuk istirahat sebentar , supaya pikiran putri tidak kacau seperti tadi ." ucap putri .


"ya sudah ,mas keluar dulu , tapi janji kalau ada apa apa cepat telepon mas ." ucap Dimas .yang akhirnya mengalah untuk keluar .


"ya mas ,pitri janji ."ucap putri .


Dimas mengulurkan jari kelingkingnya yang di sambut oleh putri dengan tersenyum .putri mengaitkan jari kelingkingnya ke jari kelingking Dimas .


"janji ." ucap mereka berdua bersamaan .


Dimas mengecup kening putri ." mas keluar dan tidak akan jauh jauh dari kamar ini . Kalau ada apa apa kamu bisa panggil mas ya ." ucap Dimas pada putri .


"iya sayang ." jawab putri .

__ADS_1


__ADS_2