My Sweet Wife OB (Cinta Tiada Tara 1)

My Sweet Wife OB (Cinta Tiada Tara 1)
MSW OB 181


__ADS_3

Meskipun saat ini Tiara sedang bertengkar dengan Ardy hingga harus berpisah rumah . Tiara tetap menjaga jarak dengan laki laki lain .


"Ya sudah kalau itu maumu , aku hargai privasimu , biar aku bantu kamu cari angkot dulu ." ucap Dimas dan pergi mencarikan angkot untuk Tiara .saat telah mendapatkan angkot , Dimas juga membantunya untuk mengankat barang barang Tiara lagi dan ingin juga membayar angkot Tiara .


"Mang tolong antar teman saya ini sampai ke rumahnya , tolong jaga dia , kalau sudah sampai di rumah nya , tolong juga angkat kan barang barangnya . Ini saya tambahi ongkosnya ." ucap Dimas .


"tidak usah Dim biar aku saja yang bayar , terimakasih banyak atas bantuan kamu ." potong Tiara saat melihat Dimas mengeluarkan dompetnya dari saku celananya . Tiara segera naik ke dalam angkot .


"Sama sama , hati hati di jalan ." ucap Dimas tersenyum .


Angkot yang di naiki oleh Tiara pun melaju ke arah rumah Tiara .Ia merasa lega karena masih bisa membantu sahabatnya itu , di saat ia kesusahan .


"Ardy kamu benar benar kurang ajar . Laki laki bodoh sudah dapat istri cantik , sabar dan solehah masih juga kamu sia siakan . Aku ingin sebenarnya beri kamu pelajaran , kalau tidak ingat pesan Tiara .kalau Tiara tidak berpesan kamu dah ku hajar babak belur .karena kamu telah mengabaikan janji suci pernikahan kamu ,dan tanggung jawab kamu ." gerutu Dimas dalam hati .dengan geram .


Untung Ardy tidak ada di depan nya kalau ada mungkin ia dah lupa dengan larangan Tiara agar tidak macam macam kepada Ardy


...----------------...


"Dimas segera pulang dan mengirim pesan kepada Rio untuk ketemuan .di suatu tempat membuat Rio sangat penasaran .


"Ada apa kamu begitu memaksa untuk aku keluar menemui kamu di sini . Ada hal penting apa . Tadi siang aku mencarimu di kantor kamunya yang ngilang . Rindu banget ya ." ucap Rio kesal istirahatnya di ganggu .


Rio duduk di samping Dimas sambil mengaduk kopinya . Dimas menyumpalkan kentang goreng ke mulut Rio , Rio tidak menolak atau mengumpat tapi malah memakan nya .Rio sudah lama menunggu Dimas yang mancet di perjalanan .sehingga Rio memesan kentang goreng untuk mengisi perutnya .


"Yang kamu khawatirkan telah terjadi ." ucap Dimas membuat sendok di tangan jatuh ke meja .


"Khawatir , memangnya aku mengkhawatirkan apa ." Tanya Rio yang tidak nyambung dengan ucapan Dimas . Sambil minum kopi .

__ADS_1


"Telan dulu kopimu , taruh baik baik cangkirmu ." ucap Dimas ketus . Kalau ia tidak ingat siapa Rio dan hubungan sepupu dengan nya ia sudah akan mengguyur mukanya dengan kopi di mejanya . Tapi Rio selain teman baik sekaligus sepupunya .Rio juga teman curhatnya yang paling sabar .


"Tiara ribut dengan suaminya ." jawab Dimas datar .


Rio yang tadi nya tidak nyambung dengan ucapan Dimas .kini mematung seketika di tempat duduknya .


"Sekarang bagaimana kabar dia ." tanya Rio yang mendadak cemas .


"Dia baik baik saja . Tapi dia kesulitan dalam keuangan , Ardy membiarkan dia peegi dari rumahnya tanpa membawa uang sepeserpun ." ucap Dimas yang membuat kerongkonggan Rio kering seketika .


"Lalu , apa kamu ada membantu dia ? , atau biar aku saja yang membantunya . Tapi aku takut dengan kemunculan aku kembali ,akan semakin menambah masalah semakin runyam ." ucap Rio sedikit putus asa .


"Tumben otak kamu encer ." cebik Dimas .


"Aku lagi tidak mood untuk bercanda ." sahut Rio .


"kamu gila ,kamu tega memperkerjakan perempuan yang sedang hamil ,aku tidak perduli . Pokoknya aku harus bantuin Senja . Biar diantidak terima tawaran kamu . Aku masih punya cukup uang buat ngasih dia makan , jadi dia tidak perlu kerja sama kamu ." ucap Rio dengan cepat menahan emosi .


Dimas menatap iba kepada sepupunya itu , yang mengambil keputusan dengan gegabah sebelum ia mencari tahu siapa lawan nya .sikap dan sifat nya serta pendirian dalam hidupnya .


"Aku tidak menyuruh dia kerja sekarang . Aku kasih dia uang dan mengembalikan nya nanti kalau anak dia sudah lahir ,aku juga tidak setega itu kali ." ucap Dimas .


"Oh jadi , uang itu kamu pinjamkan , kejam ya kamu sama teman sendiri yang lagi kesusahan ." sahut Rio kembali .


"Kamu kira Mutiara senja itu seperti dirimu . Begitu mudah terima uang dari orang lain begitu saja . Harga diri dia tinggi , sesusah apapun dia , dia tidak mau orang lahin mengasihinya , mengerti . Dia bukan cewek matre , seberapa usaha kamu untuk memberinya uang dengan cuma cuma , dia tidak bakal terima . Jadi hanya ini jalan satu satunya , kita kasih uang terserah kapan dia mau mengembalikan dengan cara bekerja ." sahut Dimas .


Rio diam mendengarkan semua 0erkataan Dimas . Setidak nya ia bisa bernafas lega , karena Dimas telah membantu Tiara .

__ADS_1


"Aa......" pekik Rio setelah lama duduk di depan Dimas membuat Dimas terperanjat kaget . Rio ingat akan putri yang marah marah karena Dimas melupakan janjinya kepada putri .


"Kamu kenapa lagi ." tanya Dimas .


"Kamu sudah bertemu dengan putri belum ." tanya Rio .


"Belum , kenapa ." ucap Dimas dengan santainya .


"Ini laki laki benar benar ya , tidak Ardy tidak Dimas sama sama tidak bertanggung jawab ."cebik Rio .


"eh jangan sama kan aku sama laki laki itu ." sahut Dimas .


"heh apa bedanya kamu dan Ardy . Kamu terlalu asyik urusi istri orang lain berkedok sahabat , kamu lupakan janjimu sama calon istrimu sendiri ." ledek Rio membuat Dimas mengerutkan keningnya , karena ia tidak mengerti .


" Maksud kamu , Aku tidak melupakan putri , kamu jangan sembarangan kalau ngomong ,"jawab Dimas dengan tegas.


"O ya , terus kenapa tadi siang tuan putri mu itu datang ke kantor sambil ngomel ngomel . Dia bilang kamu ngelupakin janji untuk ketemuan sama dia tadi siang . Dia udah nungguin kamu selama satu jam lebih . Dan yang menyedihkan nya lagi kamu mematikan ponselmu , demi bisa jalan dengan istri orang lain ." ucap Rio dengan santai nya , sambil memasuk kan kentang goreng ke mulutnya .


Dia sengaja memancing emosi Dimas untuk berdebat dengan sepupunya itu .


"Aaa...." kini Ganti Rio yang terperanjat.


" Ya ampun aku lupa , kenapa kamu baru bilang sekarang ."pekik Dimas sambil memegang kepalanya sendiri karena benar benar lupa .tapi dia tidak terpancing sama sekali oleh ucapan Rio .


Karena dia dah tau dengan sifat Rio pasti hanya ingin cari masalah untuk saling lempar makanan satu sama lain .Dimas segera mengecek ponselnya .


"pantes saja tidak bisa di telpon , ponsel aku mati , mampus aku . Putri pasti kecewa banget dengan aku .sekarang aku harus bilang apa sama dia ." gumam Dimas dalam hati .

__ADS_1


__ADS_2