My Sweet Wife OB (Cinta Tiada Tara 1)

My Sweet Wife OB (Cinta Tiada Tara 1)
MSW OB 191


__ADS_3

Sementara Dimas dan putri masih kejar kejaran antara pengemudi mobil lain nya . Dimas berusaha mencegat Putri dari depan nya tapi putri selalu bisa menghindar . Akhirnya Dimas hanya mengikuti saja kemana mobil putri berjalan .


Akhirnya putri juga lelah mengemudi mobilnya , dan terus menghindar dari Dimas . Dimas melihat tempat yang di gunakan putri menghentikan mobilnya .


JEMBATAN .


Dimas segera keluar dari mobilnya . Jembatan itu adalah jembatan di mana ia pernah ingin bunuh diri karena patah hati . Kali ini Dimas tidak ingin putri juga melakukan hal yang koyol karena patah hati oleh perbuatan nya , cukup dirinya saja yang melakukan hal konyol itu , ingin menghilangkan nyawanya . Ia benar benar mencintai putri , ia tak mau kehilangan putri wanita yang sangat ia cintai .


"Putri buka pintunya , cepat dengarkan aku , dengarkan penjelasan aku .put buka pintu mobilnya ." Dimas mengetuk kaca mobil putri , tapi putri tidak mengubrisnya .


"putri kita perlu bicara . Kamu salah paham , tolong lah kamu keluar ." ucap Dimas terus mengetuk kaca mobil Putri ,tapi tetap tak ada tanggapan dari putri . Dimas tidak perduli.dengan penguna jalan , ia tetap mengetuk kaca mobil Putri . tidak perduli dengan tatapan mata penguna jalan karena dirinya terus mengetuk ngetuk kaca mobil kekasihnya .


Putri yang merasa terganggu oleh ketukan di kaca mobilnya oleh Dimas . akhirnya putri menurunkan kaca mobilnya .


"Kamu menagis ." tanya Dimas sambil meraih kedua pipi putri yang telah basah oleh air mata .


"Bukan urusan kamu ."ucap putri .yang berusaha menepis tangan Dimas dari wajahnya . Tapi percuma ,Tangan Dimas tetap tak lepas dari wajah nya .


Dimas membuka kunci pintu mobil putri dan ikut masuk ke dalam mobil putri .


"Geser dikit sayang ." ucap Dimas yang ingin duduk di kursi kemudi , dia tidak ingin membiarkan calon istrinya itu mengemudi sendiri sambil menangis seperti itu .


Dimas menggenggam erat tangan putri sambil menghubungi karyawan nya untuk mengambil mobilnya , karena ia ingin pulang dengan memakai mobil putri .

__ADS_1


"Kamu tidak perlu repot repot seperti ini, aku bisa pulang sendiri ." ucap putri sambil membuang wajahnya ke luar jendela .Berulang kali ia berusaha melepas tangan nya dari genggaman Dimas , tapi sia sia .


"Aku minta maaf , kalau perlakuan ku dan ucapan aku telah melukai hatimu ." ucap Dimas .sambil duduk menghadap ke arah putri dengan kedua tangan putri yang ada di dalam genggaman nya .


"Aku tau., kamu belum bisa melupakan mbak Tiara , terus buat apa kita teruskan pernikahan ini ." ucap putri yang masih belum mau menatap wajah Dimas .


"Tapi yang aku cintai kamu , bukan Tiara ." ucap Dimas dengan cepat .putri tersenyum sinis .


"Kamu mencintaiku cuma sebagai pelampiasan . Karena mbak tiara sudah menjadi istri laki laki lain ." ucap putri .


Dimas mengusap wajahnya sendiri ..ia bingung harus jawab apa . Ia takut salah ucap dan membuat putri kecewa dan meninggalkan dirinya .


"Begini sayang , jadi kenapa aku marah dengan Ardy ,Tiara sedang hamil , tapi Ardy menuduhnya selingkuh dengan Rio dan hamil anaknya Rio . Sehingga Ardy membiarkan Tiara peegi meninggalkan rumahnya . Di luar sana Tiara jualan kue keliling karena kecapekan sehingga Tiara hari ini masuk rumah sakit . Jadi mas hanya ingin membuka mata Ardy agar terbuka , supaya di sadar kalau istrinya itu tidak selingkuh . Tiara perempuan baik baik., tidak mungkin dia melakukan hal hina sejauh itu ." ucap Dimas menjelaskan panjang lebar kepada putri . Agar putri bisa berpikir dengan jernih dan tidak mengambil kesimpulan yang salah .


"Kamu bilang apa sih sayang , kamu meragukan ketulusan cintaku ." tanya Dimas .


"Bukan itu yang aku tanyakan , aku tanya benarkan aku ini hanya pelampiasan kekecewaan hatimu . Karena tidak bisa memiliki mbak Tiara ."Tanya putri yang kembali mengulangi pertanyaan nya .


"Tidak ."jawab Dimas singkat tapi tegas . Putri tersenyum sarkastis .


"Hehh aku tadi dengar apa yang kamu katakan saat kamu memukul mas Ardy . Jadi beehentilah mengibul ."ucap Putri .


"Putri , putri sayang , tolong kamu jangan salah paham .aku mencintaimu sepenuh hati , tolong kamu percayalah padaku ."ucap Dimas sambil memegang kedua pipi putri dengan kedua tangan nya . Agar putri mau menatap .

__ADS_1


Putri menatap wajah Dimas dengan tatapan sayu .Dimas tau mungkin putri sudah lelah menghadapi sikapnya yang masih selalu perduli terhadap Tiara .tapi mau bagaimana lagi , Tiara meminta bantuan padanya .Tiara tidak punya teman dekat selain dirinya , haruskah ia menolak untuk membantu nya , tidak . Sehancur apapun dulu dirinya , karena Tiara pernah menolak cintanya . Tapi ia juga tidak bisa menolak dia datang untuk minta tolong .


"aku mencintaimu , sangat sangat mencintai mu , aku ingin kamu jadi ibu untuk anak anak aku kelak . Perjalanan menuju pernikahan kita tinggal selangkah lagi , aku tidak mau itu gagal begitu saja , terserah kalau kamu masih meragukan rasa cinta aku . Satu yang ku pinta darimu , menikahlah lah denganku ...


Aku akan buat kamu bahagia bersamaku . Bersama anak anak kita , kamu maukan kan ." tanya Dimas pada putri . Dimas menatap lekat ke arah mata putri , sampai putri tak mampu membalas tatapan mata Dimas . Putri tak tau mau menjawab apa .


" kamu masih mencintaiku kan ." tanya Dimas yang membuat putri , yang enggan menatapnya kini menatap nya sekilas .


"jawab sayang , kalau memang kamu tidak mencintai aku , aku ingin mendengar dari mulutmu sambil menatap mataku .aku ingin lihat kejujuran kamu ." ucap Dimas lagi pada putri untuk menjawab pertanyaan nya lagi .


"Aku tidak ." baru saja putri membuka mulutnya ingin menjawab pertanyaan nya , Dimas langsung mencium dan ******* bibir putri ,hingga putri tak bisa bernafas . Dimas tak ingin mendengar ucapan yang tak ingin dia dengar keluar dari mulut orang yang dia cintai .


Tok....tok....tok..


Dimas melepaskan ciuman nya pada putri ,saat mendengar seseorang datang mengetuk kaca mobil putri .


"Sial , siapa sih yang datang menganggu orang yang lagi enak enakan saja ." gerutu Dimas dalam hati .sambil menoleh ke jendela mobil melihat siapa yang datang .ternyata Rio yang datang .


"Ada apa ." tanya Dimas , pada Rio yang datang bersama karyawan nya .


" Bushet , aku telepon kamu tidak kamu angkat angkat , ternyata lagi mesra mesraan saja sama calon istri . Udah ah ngak di sana , ngak di sini aku cuma jadi obat nyamuk ." ucap Rio yang membuat putri menarik sudut bibir nya tersenyum tipis .


"Ya ampun sayang , aku dari tadi ngelawak panjang lebar sama kamu , kamu tidak ada senyum . giliran dia yang bicara kamu mau senyum , aku cemburu ...

__ADS_1


__ADS_2