
Pagi telah tiba , Tiara bangun dan segera ke kamar mandi dan mandi . Ia telah melupakan pertengkaran kecil semalam dengan Ardy .
"Mas sudah pagi , ayo bangun ." ucap Tiara sambil menggoyangkan bahu suaminya . Tiara membangun kan Ardy dalam keadaan yang sudah segar .
Ardy membuka matanya menatap istrinya . Ardy merasa akhir akhir ini Istrinya semakin hari semakin cantik di matanya . Semakin membuat Ardy takut kehilangan Tiara , wanita yang sangat ia cintai itu .
Tiara memberikan handuknya kepada Ardy , Ardy menerimanya dan langsung masuk ke kamar mandi .Tiara pergi menyiapkan baju kerja suaminya . Dan pergi ke dapur untuk menyiapkan bekal untuk Ardy ke kantor .
Setelah selesai mandi dan memakai bajunya Ardy segera keluar kamar menuju ke meja makan . Ia melihat Tiara datang membawa kopi untuknya .
"Kamu bangun jam berapa , sudah masak sebanyak ini ." tanya Ardy yang kagum pada istrinya , karena dia sudah sibuk kuliah tapi masih sempat masak sarapan dan bekal untuknya di kantor .
"Jam setengah lima pagi , apa mas suka dengan masakan nya ." tanya Tiara .
"Suka , mas suka sekali , apa lagi kamu selalu masak masakan kesukaan mas dan kedua orang tua kita . Makasih ya sayang ." jawab Ardy
"Sama sama sayang ." jawab Tiara .
Selesai sarapan pagi Ardy dan Tiara segera berangkat . Sebelum pergi ke kantor Ardy mengantar Tiara ke kampus nya .
"Hati hati di jalan ya mas ." ucap Tiara sebwlum keluar dari mobil dan mencium tangan Ardy . Ardy mengangguk dan mengusap kepala Tiara .Setelah Tiara turun dan masuk ke kampus Ardy segera ke kantor .
Tiara melangkah kan kakinya dengan santai masuk ke dalam kampus . Hingga sampai di depan Rio yang juga sedang duduk santai di depan kelas dengan teman teman nya .
"Hai ." sapa Rio seperti biasa terhadap Tiara .
"Hai ." jawab Tiara balik sambil tersenyum dan meninggalkan Rio begitu saja .
Rio hanya diam menatap punggung Tiara hingga lenyap di balik tembok .
__ADS_1
"Ada apa ,? Kamu naksir sama istri orang ." ledek Doni teman kampus Rio . Yang juga tau kalau Tiara sudah menikah .
"Menurut mu ." tanya balik Rio sambil memicingkan matanya kepada teman nya itu . Hingga teman teman nya yang lain juga ikut tertawa .
"Kalau kamu benar menyukai istri orang lain , karena dia ingin buat persamaan denganmu biar bisa 50:50 , ada teman seprofesi ." ledek teman yang lain nya . Yang tau kalau Doni sedang menjalin hubungan dengan istri seorang pejabat .
"Bukan aku yang menyukainya , dia yang menawarkan diri , aku tidak masalah tinggal menjalaninya saja ." ucap Doni sambil membusungkan dada merasa tidak bersalah menjalani hubungan itu .
"Itu sama saja , bodoh . Kalau kamu tidak mau maka hubungan itu tidak akan terjalin ." ucap Rio sambil menoyor kepala Doni.
...----------------...
Ardy yang baru saja sampai di kantornya dan menduduk kan pantatnya di kursi kebesaran nya ,langsung meraih ponselnya dan menghubungi istrinya .
Tiara yang sudah masuk ke dalam kelas tapi dosen nya yang belum masuk melihat ada panggilan vidio dari Ardy segera mengangkatnya .
"Hai sayang , apa dosen nya belum masuk ." tanya Ardy , pada Tiara lewat vidio col .
"Belum sayang , mungkin sebentar lagi ." ucap Tiara .
"Apa kamu di dalam kelas sendirian ." Ardy baru saja tanya ia lihat Rio lewat di belakang Tiara yang juga sempat melirik sebentar ke arah Tiara . Lalu melanjutkan jalan nya menuju ke bangkunya sendiri .
" Ada beberapa yang sudah masuk , ya sudah ya sayang ,tidak enak di lihat sama yang lain nya . Kita teleponan pakai vidio coll ." ucap Tiara .
"Iya sayang ." jawab Ardy yang sebenarnya enggan mematikan sambungan vidio coll nya dengan Tiara . Tapi Tiara telah mematikan nya lebih dulu . Karena Tiara merasa risih jadi perhatian teman teman nya sedang vidio coll dengan Suaminya .
Ardy masih melanjutkan ngubungi Tiara via cat . Karena Tiara sibuk belajar jadi Tiara membalas di saat ia sedang ada waktu longgar baru membalas cat Ardy .
Saat jam pulang kuliah Tiara , hujan turun dengan deras , bila keluar mengendarai mobilpun pandangan mata juga akan terhalang .Ardy mondar mandir di lobby kantornya menunggu hujan sedikit reda dengan perasaan panik .
__ADS_1
"Ada apa pak ." sapa asisten Ardy , yang melihat Ardy begitu cemas ,jalan mondar mandir sambil sesekali menatap jam di tangan nya dengan wajah panik .
"Saya ingin menjemput istri saya , tapi di luar hujan sangat deras ." ucap Ardy .
"Iya benar pak , hujan sangat deras , akan sangat bahaya kalau kita menerobos hujan apa lagi.mengendarai mobil , angin juga sangat kencang . Sebaiknya bapak telepon ibu saja untuk menunggu , kalau tidak suruh ibu pesan taxsi untuk pulang , kalau tidak ingin menunggu lama , tapi saya kira kampus ibu juga hujan ." saran dari asisten Ardy .
"Kamu bilang benar , saya harus hubungi istriku sekarang juga ." ucap Ardy sambil mengeluarkan ponselnya dari saku celananya , untuk segera menghubungi Tiara .
Sementara Tiara yang melihat di luar sedang hujan deras , ia menunggu di dalam kelas bersama beberapa teman nya .
Drttt .....Drtttt..ponsel Tiara bergetar . Saat melihat bila suaminya yang menelpon nya Tiara segera menganggkat telepon dari Ardy .
"Hallo sayang ." sahut Tiara sambil menutup telinga nya yang sebelah , suara hujan sangat deras sekali . Membuat Tiara tidak bisa mendengar suara Ardy dengan jelas .
"Hllo sayang , Di kantor mas hujan nya sangat deras . Mas tidak bisa jemput kamu sekarang , tunggu nanti hujan reda baru mas jemput ya ." ucap Ardy dengan suara yang di keraskan sambil menutupi telinga sebelah nya .
"Iya sayang , sini juga hujan sangat deras ." jawab Tiara .
"Ya sudah , kamu tunggu mas di dalam kelas saja biar tidak kedinginan . Dan kamu hati hati ya , mas tutup dulu ya ." ucap Ardy kepada Tiara .
"Ya mas juga , hati hati ." jawab Tiara . Setelah Ardy memutuskan telepon nya , Tiara segera menyimpan ponselnya kembali ke dalam tas dan kembali fokus dengan buku yang ada di bangku nya .
Hari semakin sore dan gelap , Tiara merasa lapar karena sejak siang tadi ia belum makan sama sekali . Tiara pergi ke kantin untuk mencari makan ingin mengisi perutnya yang sudah keroncongan . Tapi di kantin sudah tidak ada nasi lagi .
"Nasinya habis mbak ." jawab tukang kantin .
"kalau begitu ada mie goreng tidak bu . Cuaca nya dingin , makan panas pasti enak ." ucap Tiara .
Tiara pergi ke tempat duduk yang kosong . Setelah mie goreng terhidang di depan nya . Tiara mulai menyuapkan mie goreng ke mulutnya , tapi baru saja Tiara menghirup uap mie goreng , tiba tiba perutnya merasa mual , dan Tiara tidak jadi melanjutkan makan mie goreng nya .
__ADS_1