My Sweet Wife OB (Cinta Tiada Tara 1)

My Sweet Wife OB (Cinta Tiada Tara 1)
MSW OB 25


__ADS_3

Di dalam setiap sujudku


Aku mengucap namamu


Di dalam setiap do'aku


Aku memohon ridhomu


Ijinkan aku meminjamku


untukku perbincangkan


Dengan robbku


Jika jodoh butuh perjuangan


Ini adalah bentuk perjuangan ku


Jika jodoh adalah takdirku


Ini adalah bentuk dari takdirku


Menyebut namamu


Di dalam do'aku


Adalah takdirku


...****************...


Mutiara geleng kepala karena Ardy masih bisa bisa nya bercanda dalam suasana seperti itu .Ardy tidak lagi meladeni mutiara ia menyuruh sopir untuk menjalankan taxsinya . Mutiara melihat air dalam botol aqua di tangan Ardy telah kosong .


"Bapak sudah makan ."tanya Mutiara , matanya tidak lepas dari botol di tangan Ardy .


" itu tidak penting ,kamu tidak usah tanyakan itu ."jawab Ardy cek .


"Sembarangan aja bapak kalau bicara . Makan itu lebih penting , untuk tambahan stamina . Kalau bapak tidak makan bagaimana bapak punya tenaga selesaikan masalah bapak . Saya hanya takut , karena mikirin masalah bapak tidak mikirkan kesehatan bapak sendiri ."ucap mutiara panjang lembar .


"Sudah lupakan itu , sekarang kamu fokus saja pada file yang aku simpan di sandisk ini , segera pelajari dengan baik baik ."ucap Ardy sambil melempar sandisk pada mutiara .


Mutiara segera mencolokan sandisk nya ke laptop yang di bawa Ardy dan dengan sungguh sungguh ia mempelajari data data yang telah di susun oleh Ardy . Dan mempelajari dana dana yang harus segera di capai setelah membayar semua kerugian perusahaan .

__ADS_1


"saya kirim saja semua ke email saya ya pak . Biar saya lebih leluasa mempelajari lebih lanjut . "ucap mutiara .


"memang kamu bisa mempelajari tanpa pembimbing ."tanya Ardy datar ,dan ragu .


"Insya alloh pak , saya akan berusaha untuk bisa , tanpa pembimbing ."jawab Mutiara penuh kepercayaan diri .


"ya sudah , kamu kirim saja kalau kamu bisa ." jawab Ardy kembali fokus pada lalu lintas di samping nya .


Mutiara segera mengirim semua ke alamat emailnya.dan segera menutup laptop dan mengembalikan nya pada Ardy .


"Kita sudah sampai pak , nona ."ucap sopir taxsi , kepada Ardy dan mutiara .


"Terimakasih pak ."jawab mutiara .Ardy membayar ongkos taxsi dan segera turun menuju ke kantor polisi .


"Bismillah ya pak , semogga semua lancar dan berhasil sesuai keinginan kita ." ucap mutiara dengan antusias , Ardy cuman mengaminkan ucapan Mutiara dalam hati .


Mutiara tersenyum tipis tidak mendapatkan jawaban dari Ardy tapi ia melihat bibir Ardy bergerak .


TOK ..TOK....TOK..


"Selamat siang pak ." sapa Ardy kepada seorang polisi jaga .


"siang pak , ada yang bisa kami bantu ." jawab polisi jaga .


"Oh mari silahkan ikut saya ."jawab polisi penjaga . Sampai ke dalam ruangan pimpinan polisi .Ardy menceritakan semua kepentingan nya . Dengan padat dan singkat .


Mutiara yang duduk di samping Ardy sesekali ikut menyahut , bila Ardy salah mengucapkan . Atau salah menyebut jumlah uang yang telah di gelapkan oleh sekretarisnya .


Hampir dua jam mereka berkutat di kantor polisi akhirnya semua laporan telah di setujui.dan di terima oleh pimpinan kepolisian setempat , untuk segera di tindak lanjuti.Ardy dan mutiara berpamitan untuk pulang .


Mutiara dengan sigap telah memesan taxsi .mereka segera masuk ke dalam taxsi .


"kita kembali ke supermarket tadi , ambil belanjaan kamu ." ucap Ardy pada mutiara .


"Baik pak ."ucap mutiara sambil melirik Ardy sebentar .mutiara melihat wajah Ardy sedikit pucat .


"Bapak sakit ." tanya Mutiara sambil menatap Ardy .


"Tidak ."jawab Ardy berbohong . Mutiara mencebik kan bibirnya .


"masak Pak Ardy tidak sakit , jelas jelas wajahnya pucat sekali ."gumam Mutiara dalam hati .

__ADS_1


"kita berhenti di klinik depan ya pak ."ucap mutiara yang melihat ada klinik di sebrang jalan .


"Klinik ..., siapa yang sakit ." tanya Ardy penasaran .


"Bapak ."jawab mutiara acuh .


"Kamu sok perhatian banget , juga tidak percaya an , saya Bos kamu . Saya bilang saya tidak sakit ." bantah Ardy .


"Nona benar pak , wajah bapak pucat sekali ."jawab sopir taxsi ikut menimpalinya .mutiara juga diam tak menjawab , karena sopir taxsi telah memarkir mobilnya di pelataran klinik ,yang buka dua puluh empat jam .


" yuk pak ,turun ." ucap mutiara yang tak mau menatap Ardy yang memandangnya aneh . Mutiara menatap Ardy yang menatapnya tak bergeming .ia juga tak perduli dengan kecanggungan saat itu . Yang ia pikirkan sekarang kesehatan Ardy .


Mutiara telah membawa Ardy ke ruang UGD dokter telah melihat detak jantung dan tekanan darah Ardy .


"Bagaimana dok , keadaan Bos saya ." tanya Mutiara dengan penuh kecemasan .


"tenang saja non semua normal , semua baik baik saja . Hanya Bos nona butuh istirahat yang banyak dan makan yang teratur .tidak ada yang perlu di cemaskan .karena tidak ada penyakit yang serius ." jawab dokter .


"Terima kasih banyak dok kalau begitu kami permisi dulu ." jawab mutiara . Sambil mengambil nota vitamin yang telah di resepkan oleh dokter .


Setelah mengambil vitamin .mutiara dan Ardy kembali ke dalam taxsi .lama mereka berdua diam .


"Benarkan aku tidak apa apa , jdi orang tidak percayaan banget ."ucap Ardy memecah keheningan .


"Tapi dokter juga bilang , bapak harus banyak istirahat dan makan yang teratur . Itu membuktikan kalau bapak tidak baik baik saja . Bapak jarang makan karena masalah kantor kan .dan seharian ini sudah kah bapak makan ."tanya mutiara .


"jangan kamu kadi cenayang , cepat kembali ke supermarket , ambil barang barangmu biar saya sekalian antarkan kamu pulang ."ucap Ardy .


"Tuh kan , kelihatan sekali , bapak selalu mengalihkan pembicaraan . Kita pergi makan dulu , di restoran ke sukaan bapak bagaimana , saya akan temani bapak ."ucap Mutiara .


"iya in dong pak , siapa tau ini kode dari nona .untuk kencan ."ucap sang sopir membuat Ardy dan mutiara menelan ludah bersamaan .


"Kamu bisa masak ." tanya Ardy yang tidak mau ambil pusing ucapan sopir taxsi yang sempat menyentil hatinya . Karena pengacuhan dari Nagita , dan perhatian Mutiara sebagai karyawan .


"Bisa , memang bapak mau makan masakan saya , bapak bisa menelan nya ."tanya mutiara penasaran .


" ya saya ingin lihat kamu hanya jago nebak , atau juga jago dalam masak ." ucap Ardy .


"Iya in aja non siapa tau , sebentar lagi dia tidak hanya memintamu mu masak , siapa tau dia.akan memintamu pada orang tuamu . Untuk menjadi ratu di hatinya ." lagi lagi Ardy dan mutiara menelan ludah dengan susah payah .keduanya melayang dengan pikiran masing masing .


"pak kita ke supermarket dulu , saya mau ambil belanjaan ."ucap mutiara .tak lama kemudian mutiara turun dari taxsi dan mengambil belanjaan nya .

__ADS_1


Mutiara berbelanja begitu banyak , jatah nya untuk satu bulan bersama ibunya . Dari bahan makan dan peralatan mandi dan nyuci .


"itu semua belanjaan kamu dari uang gaji kamu ." tanya Ardy yang keluar dari taxsi ingin membantu mutiara .


__ADS_2