My Sweet Wife OB (Cinta Tiada Tara 1)

My Sweet Wife OB (Cinta Tiada Tara 1)
MSW OB 107


__ADS_3

Pagi telah tiba , Tiara telah siap.siap untuk berangkat ke kantor . Semalam ia kurang tidur karena harus menyelesaikan kerjaan kantor yang ia bawa pulang kemarin . Dan harus ia serahkan ke Ardy pagi ini .


"Bu , Tiara pamit berangkat kerja dulu ya ." pamit Tiara sambil mencium tangan dan pipi ibunya .


" iya , sayang , hati hati di jalan ." ucap bu andini sambil mengelus pipi putrinya .Tiara keluar dari rumah dengan buru buru , karena hampir terlambat


"Tiara ." suara Dimas menghentikan langkah Tiara . Tiara menatap Dimas sudah rapi dengan pakaian kantornya .


"Dim , kenapa kamu ada di sini ."tanya Tiara .


"Aku minta maaf atas kejadian semalam ." ucap Dimas merasa tidak enak hati pada Tiara .


"Oh semalam . Aku sudah maafin kok ." ucap Tiara sambil tersenyum .


"Kamu mau berangkat ke kantor . pergi sama sama aku saja ya , biar aku antar ."pinta Dimas .


"Bukan aku tidak mau Dim . Lebih baik dengarkan dan turuti kemauan mamamu . Mamamu pasti tau mana yang baik untuk mu ."jawab Tiara .


TIN ....TIN suara klakson mobil Ardy mengagetkan Tiara dan Dimas . Ardy menurunkan kaca mobilnya .


"Oh kamu sudah di jemput sama Dimas ya , kalau begitu saya duluan ya ." ucap Ardy siap akan menaikan kaca mobilnya lagi .


" Eh ..tunggu pak , saya berangkat sama bapak saja ya ." jawab Tiara dengan cepat dan segera lari menuju ke mobil Ardy . Dan segera masuk ke mobil Ardy .


"Dim aku duluan ya , bye bye ..." ucap Tiara dengan riang sambil melambaikan tangan nya pada Dimas . Dimas telah mengepalkan tangan nya dengan kesal karena Ardy muncul dengan tiba tiba .


"Kenapa tidak jadi berangkat dengan Dimas ." tanya Ardy yang melajukan mobilnya menuju ke kantornya .


" Tidak juga ." jawab Tiara kecut .


"Apa kamu ada masalah dengan dia ." tanya Ardy lagi .


" Eemm Tidak , kami baik baik saja ."Jawab Tiara .


Ardy tidak bertanya lagi karena ia melihat wajah datar Tiara saat menjawab semua pertanyaan nya . Tak lama kemudian mereka pun sampai di kantor .


Ardy menghentikan mobilnya di parkiran , Tiara segera turun dari mobil .

__ADS_1


"Tiara ." panggil Ardy yang menurunkan kaca mobilnya .


"Iya pak , ada apa ." tanya Tiara sedikit membungkuk , untuk melihat wajah Ardy yang masih ada di dalam mobil .


"Makasih ya , hari ini sudah mau berangkat dengan saya ."ucap Ardy yang di angguki oleh Tiara sambil tersenyum .


" ya ....walaupun pelampiasan semata ." gumam Ardy sambil terkekeh .membuat Tiara memicingkan matanya tanda tidak suka dengan ucapan Ardy .


Tiara pergi dengan wajah cemberut , Ardy berlari mengejar Tiara untuk berjalan bersama masuk ke kantor .


"Nanti kamu segera siap siap kita mau akan keluar , pergi meeting dengan klien ." ucap Ardy yang hendak masuk ke dalam ruangan nya .begitu juga Tiara yang juga akan masuk ke ruangan nya . Tiara hanya mengangguk sambil tersenyum , membuat Ardy engan untuk masuk ke ruangan lebih dulu . Ia masih ingin melihat senyum nya Tiara.


"Pak Ardy ." panggil Tiara lagi


"Ya ." jawab Ardy yang menunggu jawaban dari panggilan Tiara . Keduanya sama sama berdiri di depan pintu ruang kerja masing masing .


"Saya mau jadi pacar pak Ardy ." ucap Tiara dengan satu tarikan nafas . Dan dengan cepat cepat ia segera masuk ke dalam ruangan kerjanya .


Ardy mematung di tempatnya berdiri , dengan senyum yang susah untuk di artikan .


" Apa tadi ." tanya Ardy sambil menutup mulutnya dengan perasaan bahagia .


"Berarti , dia sekarang dah jadi pacar aku kan ."Tanya Ardy lagi yang masih belum percaya dengan apa yang baru saja ia dengar .


Senyum indah terus terukir di wajahnya .Ardy membuka pintu ruangan kerjanya dan perlahan masuk ke dalam . Masih dengan senyum yang belum menghilang dari bibirnya .


Sementara Tiara sendiri juga tidak percaya dengan apa yang baru saja ia katakan . Jantung berdebar kencang , hatinya juga gelisah .


"Aduh aku tadi salah ngomong tidak ya .? "tanya Tiara pada diri sendiri . Setelah mengucapkan kalimat tersebut hatinya malah deg degan .takut ada kata kata atau kalimat yang salah atau kurang .


"Aduh nanti kalau ketemu dengan pak Ardy bagaimana ya ." tanya nya lagi dengan cemas . Karena malu dengan kata kata yang keluar dari mulutnya . Tiara menarik nafas dalam dalam .


"Fokus Tiara , Fokus sebentar lagi kamu akan harus ikut rapat sama klien ." ucapnya lagi yang masih sangat gugup di dalam ruangan nya .


"Huuff , fokus Tiara ." Tiara menghembuskan nafasnya ke udara .


"Tapi ....ya ampun , nanti satu mobil lagi dengan paka Ardy ." Tiara menutupi wajahnya dengan kedua telapak tangan nya .

__ADS_1


"Ya ampun aku harus bagaimana coba "Tiara masih bergelut dengan pikiran nya sendiri . Ia memegang kedua pipinya yang terasa panas dengan ujung jarinya . Tapi jari tangan Tiara malah dingin seperti es . Benar benar demam karena memikirkan akan berhadapan lagi dengan Ardy .


" Oke , aku akan bersikap biasa di depan pak Ardy . Seakan tidak terjadi apa apa , aku pasti bisa ." Ucap Tiara dan kembali fokus kepada berkas berkas yang harus ia bereskan , yang akan di pakai untuk meeting nanti .


TOK TOK TOK pintu ruangan Tiara di ketuk .


"Ya masuk ." jawab Tiara dari dalam.


krek pintu ruangan Tiara terbuka pelan pelan oleh Ardy .Deg jantung Tiara serasa berhenti menatap wajah yang muncul dari balik pintu .


"Yuk kita berangkat ." ajak Ardy dengan raut wajah seprofesional mungkin .


"Baik pak ." jawab Tiara sambil mengambil berkas berkas yang sudah ia siapkan tadi .


Ardy menunggu Tiara di ambang pintu . Dan berjalan keluar bersama sama dan saling diam .


Ardy membukakan pintu mobil untuk Tiara .


"Makasih pak ." ucap Tiara yang hanya di balas senyum kecil dan anggukan oleh Ardy .


Di dalam mobil sedari tadi Tiara hanya memain kan jari jari tangan nya sambil sesekali menatap ke depan . Tanpa berani menoleh ke samping .


"Eemm boleh saya minta sesuatu ." tanya Ardy membuka suara sambil senyum senyum sendiri . Sedangkan Tiara sibuk mengatur ritme jantungnya yang memompa terlalu cepat .


"Mi ....minta apa ." jawab Tiara gugup .


"Aduh napa lagi ini mulut bisa bisa gugup seperti ini ." gerutu Tiara dalam hati , merutuki mulutnya yang tidak bisa di ajak kompromi . Untuk terlihat santai .


"Saya mau kamu mengucapkan kalimat yang kamu ucapkan tadi , sekali lagi ." ucap Ardy sambil menatap wajah Tiara yang sudah berubah merah seperti tomat .


"Hehehe kita jalan saja pak , takut nanti telat ." ucap Tiara sambil cengegesan .


"Panggil apa tadi ."tanya Ardy menaikan alisnya menatap Tiara yang sudah tidak menatapnya .


"Pak .....Ardy ."jawab nya gugup .


"Ya ampun , selagi kita hanya berdua saja kamu masih panggil pak untuk saya ." ucap Ardy

__ADS_1


"Ja jadi harus panggil apa ." tanya Tiara menunduk malu .


"Panggil sayang , kamu bisa kan ." tanya Ardy yang masih menatap wajah Tiara yang masih kaku dengan nya . Baru kali ini ia pacaran dengan wanita seunik dan selucu Tiara .


__ADS_2