
Ardy masih terduduk di lantai meresapi apa yang di katakan oleh Dimas .
"Apa iya aku laki laki brengsek yang telah menuduh istri sendiri macam macam di luaran sana . Terus bagaimana dengan apa yang aku lihat ." tanya Ardy pada diri sendiri .
"Apa kah aku terlalu cemburu yang berlebihan ." lanjut Ardy sambil menyugar rambutnya ke belakang .
Ardy segera bangkit dari tempat tersungkurnya .ia segera meraih jasnya yang ia sampirkan di kursi kerjanya . Dengan cepat Ardy memakainya dengan cepat dan melangkah pergi keluar .
"Bapak mau kemana ." tanya asisten Ardy yang melihat Ardy keluar dengan buru buru dari ruang kerjanya , ia merasa ngilu melihat keadaan Ardy , wajahnya penuh luka lebam . Ia juga tidak berani bertanya karena itu bukan ranahnya . Sebagai seorang karyawan ia tidak harus tau semua urusan tentang Bosnya .
"Batakan semua janji temu saya dengan klien hari ini , saya akan keluar sebentar ." ucap Ardy yang segera beranjak keluar meninggalkan ruangan nya .
Arsy segera pergi dan masuk ke dalam mobil .yang telah di bukakan pintunya oleh sang sopir .
"Kita mau kemana pak ." tanya sang sopir dengan hati hati , karena melihat wajah majikan nya yang kelihatan tidak baik baik saja .apa lagi di tambah memar di wajah Ardy . Ardy tampak berpikir sebentar .
"Ah sial kenapa aku tidak tanya sama bajingan itu , di rumah sakit mana Tiara di rawat ." gumam Ardy dengan raut wajah frustasi ,yang gumaman nya masih bisa di dengar oleh sopirnya . Ardy segera meraih ponselnya dan menghubungi anak buah nya .
"Cari tau di mana Tiara di rawat , sekarang juga ." ucap Ardy dengan tegas kelihatan sekali ia sangat khawatir dengan keadaan Tiara .Tidak berapa lama , anak buah Ardy telah memberi nya kabar . Tanpa membuang buang waktu Ardy segera menyuruh Sopirnya segera ke rumah sakit di mana Tiara di rawat .
Begitu sampai di rumah sakit langkah Ardy melambat , saat ia melihat Rio berada di koridor rumah sakit , di depan pintu kamar rawat Tiara .
"Apa kamu tidak ada kerjaan lain , selain mengurusi istri orang lain ." ucap Ardy yang masih menyimpan rasa cemburu . Dengan apa yang pernah Rio lakukan dengan Tiara .dengan tatapan tajam .
" Ada , saya ingin memberi tau ibunya Senja , kalau putri nya ada di rumah sakit biar ibunya tidak khawatir ." ucap Rio apa adanya .
__ADS_1
"Bagus , pergilah , setelah ini kamu tidak usah datang lagi ke sini ." ucap Ardy lagi .
" saya harus pastikan , anda tidak akan apa apakan senja selama dia dalam pemulihan ." ucap Rio lagi .
"Apa yang akan saya lakukan , dia istriku . Apa kamu mengira saya akan mencelakai istriku sendiri ." tanya Ardy dengan tatapan tajam kepada Rio yang sudah siap akan pergi sana .
"Tidak ada yang tau pemikiran orang gila , yang sudah menghamili istri sendiri , lalu menuduh istri hamil dengan laki laki lain . Dan istrinya hampir saja merengang nyawa karena kelelahan di luar sana ." ucap Rio dengan tatapan mata mendelik tak kalah tajam dari Ardy dan melangkah pergi meninggalkan Ardy .
"kurang ajar , berani beraninya dia mengatakan aku laki laki gila ." ucap Ardy , begitu Rio pergi .
Tapi setelah mendengar ucapan Rio barusan ,Ardy merasa sangat bersalah pada Tiara . Ia yang telah menjadi penyebab Tiara masuk rumah sakit . Dirinya benar benar tidak bisa jadi suami yang berguna . Rasa cemburunya hampir membuat melayang ,nyawa orang orang tercintanya .
Ardy masuk ke dalam ruang rawat di mana Tiara terbaring lemah di tempat tidur rumah sakit , atas ijin dari dokter . Ia tatap wajah tiara dan merapikan anak rambut Tiara yang berantakan di wajahnya . Kemudian menatap perut istrinya yang sudah mulai buncit .
"Maafkan aku , maafkan aku karena sudah bersikap koyol dan bodoh selama ini ." ucap Ardy sambil mengecup dahi istrinya . Kemudian ia mengelus perut buncit istrinya .
Ardy benar benar merasa bersalah dan menyesal karena sudah menuduh istrinya yang tidak tidak . Ardy merutuki kebodohan nya sendiri yang tidak percaya dengan istrinya sendiri .sementara orang orang di luar sangat mempercayai kesetian istrinya pada dirinya .
Ardy mengenggam tangan istrinya yang lemah dan menciumnya sangat dalam .tak terasa air matanya jatuh menetes .
" Sekali lagi , Maafin mas , mas janji akan membahagiakan kamu dan anak kita ." ucap Ardy sambil menyeka air matanya yang membasahi pipinya .
Sementara Rio telah sampai di rumah Tiara . Ia segera mengetuk pintu rumah Tiara untuk menemui Ibunya Tiara .
Tok...Tok...Tok
__ADS_1
"Assalamuallaikum ." salam Rio dari luar pintu .
"Waallaikum salam ." jawab bu andini sambil membukakan pintu .
"Ibunya Tiara ." tanya Rio . Hati hati agar tidak membuat ibu Tiara jantungan karena kehadiran nya sebagai orang asing .
"Iya , saya sendiri . Tapi Tiara sudah pergi sejak tadi pagi jualan kue , mungkin jualan nya belum habis jadi sampai sekarang dia belum pulang . Ada apa ya ." tanya Bu andini yang belum kenal siapa Rio .
"Oh kenal kan bu , saya Rio teman Tiara , ibu tenang saja , saya datang kemari untuk menjemput ibu ."ucap Rio .
"Menjeput , memangnya mau kemana , maksudnya apa , dan apa yang terjadi pada anak aku ." tanya bu andini yang mendadak panik dan khawatir pada tiara .
"Tidak bu , ibu jangan panik , ibu tenang saja . Tadi dokter bilang dia hanya kelelahan , jadi dokter menyuruhnya untuk di rawat di rumah sakit ."ucap Rio .
"Bawa saya untuk menemui putriku ."ucap bu andini dengan cepat .
"Baik mari bu , ikut dengan saya ."ucap Rio membuat langkah bu andini terhenti seketika .
"Kenapa bu ." tanya Rio yang bingung melihat bu andini menghentikan langkah nya dengan mendadak .
"oh tidak , berikan alamat rumah sakit di mana anak saya di rawat , biar saya naik angkot ke sana , saya masih ada uang ." ucap Bu andini .
Terpaksa Rio mengikuti permintaan Bu andini . Bu andini segera mencari angkot , setelah mendapat alamat di mana Tiara di rawat . Padahal rio sudah bela belain bawa mobil agar bisa membawa ibu Tiara bersamanya untuk pergi ke rumah sakit . Tapi bu andini memilih pergi sendiri dengan naik angkot .
"Apa ini karena dia masih trauma karena pernah di culik oleh Dimas .? Sungguh kejam kau Dim . Sehingga membuat ibu tua itu mengalami trauma yang begitu mendalam . Hingga minim kepercayaan pada orang lain ." gumam Rio pada diri sendiri sambil geleng geleng kepala .tak habis pikir dengan ulah sepupunya di masa lalu .
__ADS_1
Tanpa pikir panjang Rio segera pulang kerumah . Ia tak ingin kembali ke rumah sakit , di mana di sana telah ada Ardy , laki laki yang oernah menghajarnya tanpa babibu .