My Sweet Wife OB (Cinta Tiada Tara 1)

My Sweet Wife OB (Cinta Tiada Tara 1)
MSW OB 201


__ADS_3

Dimas tersenyum melihat perubahan wajah Ardy .ia tersenyum sambil menepuk tangan Ardy .


"jangan salah paham , saya berharap ini akan berlanjut di anak cucu kita , biar silaturahmi kekeluargaan kita dan persahabatan kita tetap terjalin ." ucap Dimas .membuat Ardy membuang mukanya .


"ya kalau anak saya lahir cowok , anakmu cewek ngak papa . Ehh kamu jangan ngadi ngadi anak mu aja belum kecetak ..."Dimas tertawa mendengar ucapan Ardy .


"Baiklah semua itu tidak lepas dari Alloh , kita hanya bisa berencana . Alloh yang mengabulkan nya . "ucap Dimas .


"Ya sudah , kita lihat ada takdir tidak untuk anak anak kita nanti , kita serahkan saja pada Alloh . saya sudah janji pada Tiara untuk membayar hutang hutangnya padamu . Tolong nanti totalnya berapa kirim ke ponsel saya , biar nanti saya tranfer ." ucap Ardy .


"Ya sudah kalau pak Ardy memaksa , sebenarnya pengeluaran ini tidak seberapa bagi aku , mungkin bisa aku jadi DP buat calon menantu aku ." ucap Dimas dengan cegegesan .


"jangan mendahului takdir , ini saya anggap candaan , sungguh aku tidak ingin menjodoh jodohkan anak anak saya sebenarnya , kecuali kalau ada sesuatu yang menyimpang terhadap anak anak saya . Saya terpaksa akan menjodohkan mereka ." ucap Ardy bersungguh sungguh .ia tak ingin kejadian nya dwngan nagita terulang pada anak anak nya .


"Iya ..iya jangan di ambil hati , kamu lihat pengeluaran Tiara ,sudah saya kirim ke ponsel kamu ." ucap Dimas yang bicara kadang bercanda kadang formal .


Ardy benar benar tercenggang dengan nominal pengeluaran Tiara tidak seperti apa yang ia pikirkan .


"Pak Ardy terkejutkan , itulah yang saya katakan pengeluaran tidak seberapa ."ucap Dimas .


Ardy mengusap kasar wajahnya , pengeluaran istrinya tak sampai angka dua digit , Tiara hanya menghabiskan uang 6 juta itu sudah termasuk merehab atap rumah nya yang bocor .


Sungguh pengeluaran yang tidak sebanding dengan pengeluaran nya tiap bulan , saat ia memanjakan nya saat dia ada di sisinya .


...----------------...


Tak terasa usia kandungan Tiara sudah memasuki.usia 9 bulan .Ardy yang sangat antusias di sini dan waspada menanti kelahiran anak nya


"Sayang apa semua keperluan mamu melahirkan sudah di siapkan semua."tanya Ardy .


"Sudah sayang ."jawab Tiara dengan tenang sambil menunjuk koper besar di pojokan kamarnya .

__ADS_1


"Tisue basah , popok, sampo sabun udah semua ,coba kamu ingat ingat apa yang kurang ,nanti kita bisa beli ." Ardy memastikan kembali .


"Sudah semua sayang , kita tinggal menunggu HPL nya saja ."jawab Tiara sampil memainkan ponselnya di atas tempat tidur ,ia sangat tenang karena semua kebutuhan sudah di siapkan dan di bantu oleh kedua orang tuanya .


Tiara bangun dari duduk ingin ke toilet.


"eh sayang mau kemana ."tanya Ardy melihat Tiara yang perutnya sudah membesar dan kadang membuatnya susah berjalan . Ardy yang selalu membantunya jalan .


"mau buang Air kecil mas ."ucap Tiara pada Ardy yang sudah berdiri di sampingnya sambil memegangi nya berdiri .


" Mas ikut masuk ya ." ucap Ardy yang dapat pelototan dari Tiara .walau bagaimana ia malu membiarkan suaminya menungguinya di dalam buang air kecil .


"Tidak usah mas , aku masih bisa sendiri ." ucap Taiara . Terpaksa ardy hanya menunggu nya di depan pintu kamar mandi .


Di dalam kamar mandi Tiara terkejut di celananya ada bercak darah , dalam hati ia bertanya mungkin kah ia dah waktunya untuk lahiran .Tiara segera keluar memberi tau Ardy .


"Mas seperti nya aku dah mau lahiran tapi aku tidak merasakan kontraksi ." ucap Tiara .


"Ada bercak darah ." ucap Tiara .


"ok , kita segera ke rumah sakit saja . Ayo mas bantu kamu ganti baju dulu ." Ardy membantu Tiara menganti baju tidurnya dengan baju hamil yang lain nya .


"ayo kita keluar dulu ya ." Ardy menuntun Tiara keluar dari kamar menuju ke ruang tamu .


"Ibu mama , kita mau ke rumah sakit ." ucap Ardy .


"Apa Tiara sudah ada tanda tanda untuk melahirkan ." tanya Bu andini dengan cepat .


"Ya bu , Tiara ada pendarahan kecil ." jawab Ardy .


"Tolong Bu peganggi.Tiara , Ardy mau Ambil oerlengkapan kelahiran Tiara dulu." ucap Ardy yang langsung melangkah ke kamar lagi .

__ADS_1


Tiara hanya menatap ibu dan mama mertuanya sambil menarik nafas berat . Swbenaranya ia masih bisa berdiri dan berjalan sendiri , tapi ia tak mau berdebat dengan suaminya itu , yang ada telinganya yang akan gatal katena di ceramahi oleh suaminya .


Mama khanza dan bu andini menuntun Tiara untuk duduk dulu.sambil menunggu Ardy .


"Aduh ma ,ibu perutku tiara terasa mulas sekali ." ucap Tiara sambil memegangi perutnya .


"Ardy .., Ardy cepat sedikit . Perut Tiara sudah mules ." teriak mama khanza . Ardy terlihat setengah berlari menghampiri mereka . 0ara pembantu juga tidak berani sembarang membantu , karena takut salah kerja kena pecat Ardy .


"Ia ma , gimana sayang kamu kuat untuk jalan . Kita ke mobil sekarang . Bibik masuk kan koper nya ke dalam mobil besar ya ." ucap Ardy sambil menuntun Tiara pelan pelan masuk ke dalam mobil .


Mobil lexus Ardy mempunyai kursi 6 untuk bepergian satu keluarga . Ardy sengaja membeli itu biar tetap bisa pergi dengan keluarganya sama sama .


"aduh mas , sakit ." ucap Tiara .


"Istifar sayang , jangan mengeluh .minta pada Alloh ya . Sabar ya sayang kita segera sampai ke rumah sakit menyambut kelahiran kamu ." ucap Ardy yang mengelus perut Tiara . Dan bicara pada anak dalam kandungan istrinya .


Bu andini tersenyum bahagia , menantunya benar benar seorang imam dan suami yang baik., sesungguhnya .


Ardy mengeluarkan ponselnya dan segera menghubungi Dokter kandungan Tiara .


"Dok ini saya Ardy nugroho , kami sedang menuju ke rumah sakit , istri saya Mutiara Senja akan segera melahirkan ." ucap Ardy di ponselnya . Ardy segera mematikan sambungan telepon nya dan kembali menenangkan Tiara yang terus merintih , ia elus elus perut istrinya .


" mang cepat sedikit ." ucap Ardy pada sopirnya .


"Baik pak ." jawab sopir Ardy yang langsung menambah kecepatan mobilnya , tapi tetap hati hati .


Tak lama kemudian mereka tiba di rumah sakit dan telah di sambut oleh Tim bidan yang sudah di pilih oleh Ardy .


Tiara segera di turunkan dari mobil dan di baringkan ke ranjang rumah sakit dan menuju ke ruang bersalin . Ardy terus mengikuti.dan ikut masuk ke dalam ruang bersalin . Ia ingin menemani Tiara dalam berjuang melahirkan anaknya .


Bidan memeriksa pembukaan di jalan kelahiran .ternyata sudah buka sepuluh .

__ADS_1


"Baik bu Tiara karena sudah bukaan 10 makanya sudah waktu untuk lahifan . Dengar aba aba dari kami ya bu . Tarik nafas dari hidung dan buang lewat mulut sambil ngejan ya bu ." pesan dari bedan .


__ADS_2