
"Sama sama pak , alkhamdulillah kalau sudah ketemu , kalau begitu saya permisi dulu ." ucap Ardy sambil berdiri dari duduk nya .Baru saja Ardy menatap mutiara untuk mengajak nya pergi bersamanya tapi Mutiara telah bicara lebih dulu dengan sopir taxsinya .
" Maaf pak sopir , terimakasih sebelum nya . Kenalkan ini Bos saya pak Ardy nugroho , jadi saya ikut Bos saya saja , saya tidak tenang Bos saya nyetir sendirian dalam keadaan seperti ini ." ucap mutiara .
Hati Ardy menghangat .tak iya sangka mutiara akan ikut bersamanya tanpa ia minta . Dan Ardy juga melihat kegugupan mutiara yang suka memilin ujung bajunya kalau tidak baju dia akan memain kan jari jari tangan nya .
"Oh benarkah Bos mbak , wahh mbak Pak Bos begitu baik dan perhatian . Jangan sia sia kan kesempatan baik , pak Bos masih singel kan ."tanya pak sopir sambil menyengir , Ardy juga tidak menjawab hanya tersenyum sambil mengaruk tengkuknya yang tiba tiba gatal .
Apa lagi mutiara ia semakin gugup , mukanya telah berubah merah , Ardy menatap gemas pemandangan di depan nya .
"Tiara ingin ikut dengan ku ,! Tentu saja boleh dengan senang hati , aku juga rela hari hari begini ."gumam Ardy dalam hati .
"Ayuk ." ucap Ardy membukakan pintu mobil untuk mutiara . Dan berjalan ke arah kemudi sambil menekan perutnya yang terasa sakit saat di bawa untuk jalan .
Ardy masuk ke dalam mobil , memang badan Ardy sedang sakit semua , tapi tidak dengan hatinya . Hatinya sedang berbunga bunga melihat ia bisa duduk nerdua satu mobil lagi dengan mutiara .membuat rasa sakit itu sirna seketika .
"Pak Ardy masih sanggup untuk nyetir ."tanya mutiara sedikit ragu .
"Tentu sanggup , karena ada bidadari cantik di samping ku ." ucap Ardy sambil tersenyum dan mulai melajukan mobilnya dengan kecepatan standar .
Mutiara yang mendengar ucapan Ardy hanya tersenyum getir , tuduhan Nagita mengecap dirinya sebagai pelakor tergiang kembali di telinganya . Ardy terus melajukan mobilnya hingga sampai ke butik langganan keluarga Ardy .
"Kamu turun belikan saya jas ya ." ucap Ardy sambil menyidirkan kartu kredit kepada mutiara .
"Bapak mau warna apa ." tanya mutiara sambil menrima kartu kredit dari Ardy .
" Terserah , yang penting cocok menurutmu kalau saya pakai ."jawab Ardy .
Mutiara segera turun dari mobil Ardy dan melangkah masuk ke dalam butik . Mutiara terperangah melihat bandrol harga baju baju di dalam butik itu . Rata rata harga paling rendah lima juta .
__ADS_1
Mutiara mengambil jas warna hitam dengan harga lima juta . Ia takut Ardy akan kehabisan uang bila ia ambil harga yang tinggi .
Mutiara segera masuk ke mobil dan menyodorkan jas dan kartu kredit kepada Ardy .
"ini pak jasnya dan kartu kreditnya ." ucap mutiara .
"Tolong pakaikan tangan saya masih sakit ." ucap Ardy beralasan .lagi lagi ucapan Ardy membuat mutiara panas dingin .tapi mutiara tak ingin berdebat dengan Ardy saat ini keadaan Ardy sangat memprihatin kan juga karena dirinya .
Mutiara membuka jas Ardy berlahan lahan dan mengantinya dengan jas yang baru , Ardy juga tidak mengoda mutiara seperti dulu , jam kerja mereka sudah terlambat .
" Terimakasih ya ." ucap Ardy , setelah mutiara selesai mengantikan jasnya dengan jas yang baru . Mutiara masih menjaga jarak dengan Ardy ia tak ingin terlalu dekat saat mengantikan jas Ardy .kejadian yang dulu tak ingin terulang lagi .
" Sama sama pak ." jawab mutiara sambil sedikit tersenyum . "Semoga pak Ardy tidak mendengar degupan jantung ini ." gumam mutiara dalam hati
"HUUFF ."tanpa sadar mutiara menghembuskan nafas nya dengan kasar , pertanda kelegaan hatinya telah selesai membantu Ardy menganti jas nya .
"Kamu kenapa ,"tanya Ardy penasaran
"Saya Bosnya , takut apa ."ucap Ardy .
"Karena bapak Bosnya , jadi harus beri karyawan contoh yang baik ."ucap mutiara lupa dengan siapa ia bicara .
"Mutiara senjaaaa ." panggil Ardy
"Iya iya maaf , "jawab mutiara sambil bergumam "aku yang selalu salah ". Lirih mutiara membuang mukanya .
"kok kaya judul lagu ." sahut Ardy yang langsung dapat tatapan dari mutiara .
"Iya lagunya Betran peto puntra unsu ."jawab mutiara .
__ADS_1
"Bisa nyayikan tidak seperti tadi pagi ."ucap Ardy membuat mutiara membola mata dan mulutnya . Mutiara segera menoleh ke jalanan .secara refleks Ardy mengacak rambut mutiara .
"Semangat ya , pasti indah pada waktunya ."ucap Ardy , mutiara tersentak mendapat perlakuan itu dari Ardy . Keduanya diam , Ardy segera melajukan mobilnya kembali , menuju ke kantor Ardy .
Seperti Biasa Nagita telah sampai di kantor Ardy . pagi pagi mobil Nagita sudah terparkir di halaman kantor Ardy.
"Ardy ke manasih , di telepon tidak di angkat angkat . telepon mamanya juga sama tidak mau angkat telepon juga , apa sih mau mereka ." gumam Nagita sambil mondar mandir di dalam ruangan Ardy .
Mobil Ardy telah sampai di kantor , Nagita yang mendengar suara deru mobil Ardy segera lari keluar dengan bahagia , ia ingin keluar menyambut Ardy .
"Pak Ardy , sanggup jalan tidak ." tanya mutiara saat ia akan turun , mutiara melihat Ardy diam sambil memegangi perutnya .
"Tidak ."jawab Ardy sambil merentang kan sebelah tangan nya untuk meraih bahu mutiara,.minta agar mutiara memapahnya .
"Apa maksud bapak ."tanya mutiara heran .mereka masih di dalam mobil . Tapi reaksi Ardy begitu .
"mau kan kamu papah saya masuk ke dalam kantor ."ucap Ardy dengan percaya diri.
"Bukan , bukan saya yang akan bantu bapak , tapi saya akan cari bantuan karyawan cowok untuk membantu bak masuk ke dalam ."ucap mutiara .
"Ngak perlu biar akujalan sendiri ." ucap Ardy sambil mencebik kan bibir nya ke arah mutiara .melihat Ardy begitu sebenarnya hati mutiara getir .ia berjalan di belakang Ardy . Tiba tiba Ardy pura pura sakit perutnya dan hampir jatuh.
Mutiara dengan sigap menangkap dan memeluk tubuh Ardy .
" Bapak tidak kenapa kenapa kan ."tanya mutiara khawatir . Ia segera meraih tangan Ardy dan mengalugkan di bahu mutiara . Mutiara mutiara sendiri melingkarkan tangan nya di pinggang Ardy . Dan melangkah berlahan bersama Ardy masuk ke dalam kantor .
Ardy bisa mencium bahu harum rambut mutiara yang tingginya hanya sebahu Ardy . Begitu juga dengan mutiara , yang bisa menghirup bau maskulin dari tubuhnya Ardy .
Dada bidang Ardy telah membuat detak jantung mutiara tak beraturan , tak dapat di kontrol lagi. Tapi mutiara sudah tak perdulikan detak jantungnya sendiri . Kesehatan Ardy yang lebih penting .
__ADS_1
"Bagus sekali ya ." langkah Ardy dan mutiara terhenti seketika .mendengar teriakan Nagita yang tiba tiba muncul di hadapan Ardy dan mutiara .
Membuat mutiara segera melepaskan tangan nya dari pinggang Ardy . Tapi Ardy tetap merangkul bahu mutiara dengan erat , semakin erat agar mutiara tidak pergi meninggalkan dirinya .