
Dimas tidak tau harus bilang apa pada putri , ia takut putri akan marah padanya .
!mp
"Jangan berbohong , katakan saja sejujurnya , atau aku akan bilang jujur pada putri . Bila kamu meninggalkan calon istrimu demi wanita lain , biar kamu kapok ." ucap.Rio yang dapat toyoran di kepalanya oleh Dimas karena geram .
"Ini semua juga gara gara kamu . Kalau bukan kamu Tiara dan Ardy tidak begini kan , dan aku tidak lupa dengan janjiku pada putri ." ucap Dimas bangkit dan meninggalkan Rio .
"Uhuk uhuk ." Rio terbatuk mendengar ucapan Dimas , memang benar karena rasa penasaran nya pada Tiara berujung petaka . Ia tatap kepergian Dimas ,meninggalkan dirinya sendirian . Iya dia sendirian karena jomblo. Karena nyalinya yang kecil , tidak punya keberanian untuk mengatakan perasaan nya .sehingga wanita yang ia sukai pun pergi satu persatu .
Sementara Dimas diperjalan menuju rumah ia ingat dengan telepon dari Tiara yang membuatnya lupa kepada janjinya dengan putri .
"Hallo Dim ." suara Tiara di balik telepon dengan suara yang serak , karena habis menangis bukan minta di kasihani oleh Dimas . Di dalam kamar Tiara sambil kerja sambil menangis . Memikirkan nasib kandungan nya dan ibunya kedepan nya tanpa dirinya punya pemasukan .
"Hallo Tiara kamu kenapa ." tanya Dimas yang pikiran nya mulai panik , mendengar suara Tiara .
"Maaf Dim , maaf sekali aku selalu ngerepotin . Aku mau minta tolong sama kamu , pikiran aku benar benar sudah buntu .kepada siapa lagi aku minta tolong selain pada diri mu , hanya kamu teman dan orang yang aku kenal selama ini ." jawab tiara sambil menahan isak tangisnya .
Walau ia mengatakan pada Ibunya kalau semua akan baik baik saja . Tapi sebenarnya uang tabungan nya tidak seberapa , mungkin tidak sampai satu atau dua bulan uang nya sudah akan habis .
"Ok kamu sekarang di mana , aku akan pergi menemui mu ." ucap Dimas tidak perduli bantuan apa yang di butuhkan oleh istri pengusaha kaya raya itu . Dimas hanya takut Tiara dalam masalah besar atau di lukai oleh lawan bisnis Ardy .
"Aku sekarang ada di taman , tempat kita dulu sering bersantai , sebaik nya kamu datang sendirian saja ."ucap Tiara .
Dimas segera pergi menemui Tiara , benar saja Dimas menemukan Tiara dalam keadaan tidak baik baik saja . Ia sebagai seorang sahabat harus menolong dan melindunginya .sehingga ia lupa dengan janjinya pada putri .
"Maafkan aku put , bukan maksudku melupakan kamu dan mementingkan Tiara . Tiara sahabat karibku sedangkan kamu belahan jiwaku , maaf maaf ." gumam Dimas dalam hati .
__ADS_1
Dimas pergi ke toko bunga sebelum pergi ke rumah Putri , ia akan membeli sebuket bunga yang indah untuk putri dan juga makanan favoritnya .untuk membujuk kekasihnya yang sedang mode ngambek .
Dimas searching di googel tentang cara mengembalikan mood seseorang . Awal awal nya ia tidak percaya dengan hal hal seperti itu . Tapi kenyataan nya memang begitu . Itu tidak hanya berlaku pada perempuan perempuan yang lagi kasmaran . Tapi juga berlaku pada emak emak .
Suatu hari Dimas luoakan meeting besar dengan klien karena tidur kesiangan . Mamanya marah dan ngambek . Ia belikan mamanya tas branded yang limited edition langsung mood mamanya kembali dengan senyuman seperti biasa .
Dimas telah sampai di rumah orang tua putri .ia tersenyum menatap barang di kedua tangan nya .
"Tolong bantu aku kembalikan mood tuan putri aku ." gumam Dimas sambil mencium bunga mawar.di tangan nya .
"Permisi ," ucap Dimas dari luar pintu pagar . Seorang Art berlari membukakan pintu untuk Dimas .
"Eh mas Dimas , mau ketemu non putri ya ." tanya pembantu putri .
"Iya dong bik .masak aku dah ganteng ganteng kayak gini bukan cari non kamu , terus mau siapa . Ngak mungkin kan saya cari bibik ." ucap Dimas yang sudah biasa bercanda dengan pembantu putri itu .
" semoga saja dia mau bertemu dengan ku ." gumam Dimas dalam hati . Sambil duduk di sofa ruang tamu .
Tok ...Tok...
"Non di luar ada mas Dimas ." ucap pembantu putri dari luar pintu .
"Suruh saja dia pulang bik , bilang aku lagi tidak enak badan ." jawab putri dari dalam kamar yang membuat pembantunya merasa bingung .
"he perasaan tadi non putri baik baik saja , apa mereka berdua sedang bertengkar , ah sudah lah itu urusan mereka aku tinggal jalan kan tugas ." ucap pembantu Putri di dalam hati .
Dimas menatap pembantu Putri yang kembali sambil geleng geleng kepala.
__ADS_1
"loh bik mana putri ,ngak keluar bareng ." tanya Dimas .
"Itu mas Dim .katanya non putri lagi tidak enak badan . Perasaan tadi baik baik saja ," ucap pembantu putri jujur .
"hemm ...ternyata marah nya masih berkelanjutan ." gumam Dimas dalam hati .ia cari cara bagaimana agar dia bisa bertemu dengan putri hari itu juga .
"Bik , ijinkan saya masuk ke kamarnya putri ya ." ucap Dimas yang membuat pembantu putri kaget .
"jangan mas , tidak boleh . Mas Dimas kan cuma tunangan non putri . Nanti bibik kena marah nyonya kalau tau ada laki laki yang masuk ke dalam kamar non putri ." ucap pembantu Putri , yang melarang Dimas agar tidak sembarangan masuk ke dalam kamar putri .
"Begini saja deh bik . Kamu juga ikut masuk , jadi bibik juga bisa mengawasi kami berdua di dalam kamar , saya takut putri kenapa napa di dalam kamar bik ." Dimas mencari alasan agar bisa masuk menemui putri .
" Saya takut di marahi nyonya mas ." ucap pembantu putri yang masih kekeh .
"Satu menit saja bik , tidak akan lama . Saya janji , Setelah itu saya akan langsung keluar ." ucap Dimas yang tidak mau kalah sama pembantu putri .
"Ya sudah deh kalau mas Dimas memaksa , tapi janji ya cuma satu menit ." ucap pembantu Putri yang juga kasihan sama Dimas .Hati Dimas bersorak girang .Mereka berdua berjalan menuju ke kamar putri .
"Bibik bilang ke putri , kalau bibik datang bawa cemilan ." bisik Dimas di telinga pembantu putri .
"Siap , mas ." jawab pembantu putri laksanakan perintah Dimas . Sambil mengacungkan cempol nya .
"Non , bibik bawakan non putri cemilan , buka pintunya non ." ucap pembantu putri .
"Iya bik , masuk saja ." jawab putri dari dalam kamar .
Dimas dan pembantunya putri masuk ke dalam kamar bersama sama .Putri sedang sibuk dengan laptopnya tidak memperdulikan kehadiran pembantunya .pembantu putri meletak kan cemilan kesukaan putri dari Dimas di meja putri .sedangkan Dimas berdiri di belakangnya putri .
__ADS_1
"Katanya tidak enak badan , kok masih sibuk kerja di depan laptop .ini bunga dan martabak manis rasa coklat buat orang sakit ." ucap Dimas menyodorkan bunganya kepada putri .