
Tiara sambil berlari sambil memanggil manggil ibu nya di setiap sudut ruangan dan kamar .
"Ibu ...ibu kamu di mana ibu ." teriak Tiara .
"Tiara Tiara ibu di sini Nak ." suara teriakan Bu andini dari kamar yang belum Tiara geledah .
"Itu ...itu suara ibu Dim ." teriak Tiara sambil berlari ke kamar di mana ibunya di sekap . Tapi pintu kamar itu terkunci .
"Ibu ....ibu kamu di mana ." panggil Tiara sambil mencoba membuka pintu kamar , tapi tetap tidak bisa .
"Pintunya di kunci Dim ." ucap Tiara sambil meneteskan Air mata .
"Kamu tenang dulu ya , ibu , ibu jangan di belakang pintu . Ibu minggir dulu biar Dimas dobrak pintunya ."ucap Dimas sambil memberi aba aba pada bu andini .
"Tidak perlu kamu susah susah dobrak , kasihan ganteng ganteng nanti lecet , ini kuncinya ." ucap seorang preman yang tiba tiba dah ada di belakangnya mereka sambil menenteng kunci .
Tiara segera meraih kunci itu , tapi di tahan oleh preman itu .
"Jangan lupa dengan janjimu , untuk tetap tinggal di sini untuk selamanya . dan juga jangan coba coba cari cara untuk kabur dari sini . Karena nyawa ibumu yang jadi taruhan nya . Dan kita di sini juga akan memata mataimu ."bentak preman itu dan menjatuhkan kunci nya di lantai .
Tiara segera meraih kunci itu dan segera membuka kamar yang di gunakan untuk menyekap Ibunya .
"ibu ." Tiara segera menghambur ke dalam pelukan ibunya .
"ibu ,ibu di apakan oleh mereka .ibu ada yang luka , atau ada yang sakit ." tanya Tiara dengan panik dan meneliti badan ibunya ada yang luka atau tidak .
"Ibu baik baik saja Nak , mereka siapa , kenapa sejak tadi dia meminta kepada ibu agar kamu menjauhi nak Ardy , dan harus tetap tinggal di sini agar nak Ardy tidak bisa mencarimu . Dan bersama kamu lagi ." ucap Bu andini yang masih di peluk dengan erat oleh Tiara .
__ADS_1
"Tiara juga tidak tau ibu , pas Tiara pulang sampai rumah ,Tiara tidak menemukan ibu dan ada pesan yang masuk mengarah kan Tiara agar ke sini menemui Ibu , untung ada Dimas yang datang membantu Tiara ." ucap Tiara .yang masih saja meneteskan Air mata nya .
"Tante baik baik saja ," tanya Dimas pada bu andini .
"Alkhamdulillah tante baik baik saja , terimakasih banyak ya nak kamu dah bantuin kami ." ucap bu andini pada Dimas .dengan tulus .
" Sama sama , tante . Jadi sekarang kita bagaimana , apa kita langsung pulang ." tanya Dimas kepada dua wanita yang ada di hadapan nya , yang saling berpelukan si tepi ranjang yang empuk .
Tiara dan ibunya saling pandang .
"Kita di sini , keselamatan ibu yang utama , aku tidak mau ibu kenapa napa ." ucap Tiara dengan wajah pasrah .
"Tapi Nak , bagaimana dengan Nak Ardy dan pekerjaan mu ." tanya bu andini .
"Sudah bu , jangan ibu pikirkan hal itu dulu , aku tidak mau ibu di sakiti oleh mereka , lagian di sini kelihatan nya nyaman untuk kita bermalam .Di rumah ini , semoga mereka tidak macam macam dengan kita , mereka berani menculik kita dan bawa kita ke tempat seperti ini , Tiara percaya mereka tidak akan biarkan kita kelaparan ibu ." ucap Tiara .
"Baiklah kalau begitu , biar Dimas tidur di ruang depan saja . Untuk jaga jaga Dimas tidak mau tinggalin kalian di sini hanya berdua saja ." ucap Dimas .
"Terimakasih banyak ya Dim , dan aku juga minta maaf , karena ingin membantu aku , kamu harus kehilangan ponsel kamu , yang begitu penting untuk kamu ." ucap Tiara dengan sedih .
"Tidak apa apa , aku masih Dimas yang dulu . Dimas Yang selalu ada untuk kamu dan juga tante ." ucap Dimas sambil tersenyum .
"Sudah selamat istirahat ya , aku keluar dulu , kalau ada apa apa langsung teriak panggil aku ,"ucap Dimas yang di jawab anggukan oleh Tiara .
Dimas keluar dari kamar tiara dan ibunya sambil menutup pintu .
"kamu kunci saja pintunya dari dalam ,biar lebih aman ." pesan Dimas saat akan menutup pintu . Dengan cepat Tiara langsung menutupnya dari dalam
__ADS_1
Dimas menyandarkan badan nya di dinding kamar Tiara dan ibunya sambil mendongak ia tersenyum bahagia penuh kemenangan . Ia mengira apa yang ia lakukan adalah benar .ia segera pergi keluar menemui preman preman tadi .
"Kerja yang bagus , ini bayaran untuk kalian . Ingat , jangan sampai bocor kalau ini , rencana Saya dan juga Nagita . Dengar tidak ." bisik Dimas kepada mereka sambil menyerah kan amplop tebal kepada mereka berdua .
"Siap , aman Bos ." ucap mereka dengan , tawa mereka berdua yang juga ikut bahagia .
Dimas kembali ke dalam rumah yang ia rasa nyaman , ia membaringkan badan nya di sofa depan kamar Tiara dan ibunya .
Dimas sengaja memilih rumah yang bernuansa mewah dan bagus untuk Tiara tinggal , biar Tiara merasa nyaman dan betah di rumah tersebut . Dan juga bisa melupakan rumah lamanya juga memutuskan semua koneksi yang bisa terhubung dengan Ardy .
...****************...
Dimas ingat bagaimana ia menculik bu andini beberapa jam yang lalu . Saat melihat Ardy dan Tiara telah pergi meninggalkan rumah .
"Sudah aman , ayo cepat masuk ke rumah ." Dimas memberi aba aba pada dua preman suruhan nya .
Dua orang laki laki yang memakai penutup wajah segera mencongkel jendela rumah Tiara dan segera masuk ke dalam rumah .
Mereka segera masuk ke dalam kamar bu andini yang mulai terlelap .salah satu dari mereka menutup hidung bu andini pakai sapu tangan yang telah di baluri obat bius .untuk memudahkan membawa bu andini keluar dan pergi dari rumah itu .
"Ayo cepat kita bawa ke dalam mobil ." ucap salah satu dari preman itu . Mereka keluar lewat pintu belakang .dan membawanya masuk ke dalam mobil .
"Ingat , kalian jangan pernah sakiti dia . Dan kunci dia di dalam kamar utama yang sudah saya siap kan , dan jangan lupa sebelum kalian pergi tinggalkan makan dan minum di dalam kamar . Mengerti ." pesan Dimas kepada kedua preman suruhan nya .dan keduanya mengangguk paham .
Mereka sengaja memakai kain penutup wajah , karena berjaga jaga kalau ketahuan warga ia bisa berlari tanpa di kenali orang . Semua dah aman tak ada warga yang memergoki aksinya . Bu andini telah berada di dalam mobil dalam keadaan pingsan .
Bu andini segera di bawa pergi ke tempat yang sudah di siapkan oleh Dimas dan Nagita ke Desa yang terpencil di dalam hutan .
__ADS_1