
Dimas menepuk jidatnya mendengar Rio menyinggung tentang pernikahan nya , ia segera mengeluarkan kartu undangan pernikahan nya dengan putri untuk Ardy dan Tiara .
"Oh iya aku hampir lupa untuk memberikan ini , untuk kalian sekeluarga ." ucap Dimas .
"Apa ini ." ucap Ardy menerima kartu undangan itu dan membukanya .
"kartu undangan pernikahan aku dan putri , aku harap kalian datang semua ." ucap Dimas .
"Kamu dan putri jadi menikah , Bukan nya waktu itu putri sangat kecewa , mendengar ucapan kamu saat ada di ruangan kerja aku ." kali ini Ardy yang mengejek Dimas , Tiara dan Rio yang tidak tau apa apa hanya melonggo mendengar ucapan Ardy .
"Tentu jadi , aku kan paling bisa , bagaimana menaklukan hati perempuan kecuali satu laki laki ini ." ucap Dimas sambil menepuk nepuk bahu Rio , Rio hanya melirik ke arah Dimas , yang membuat Rio semakin bingung .Ardy dan Dimas hanya tertawa sebagai jawaban kebingungan Rio .
"Ajarkan sedikit ilmu kamu itu kepada dia , agar dia tidak melajang seumur hidup , kasihan kalau harus terus menerus jagain istri orang ." sindir Ardy yang membuat Rio dan Tiara menatap Ardy seketika.
Kalian berdua sedang mengejek aku ." ucap Rio yang tidak paham dengan ucapan Ardy dan Dimas , yang tiba tiba tertuju pada dirinya .
"Jangan cemas .aku pasti ajarkan ."ucap Dimas pada Ardy , sambil menoyor kepala Rio .
"maka nya kalau mencintai seseorang , cepat katakan ,terima atau tidak urusan belakang , kalau dia di ambil orang apa namanya itu kalau bukan jagain istri orang, malah melotot ." jelas Dimas , Ardy tersenyum meraih bahu Tiara yang hampir salah paham dengan Ardy .
"Cepat cari istri , biar kamu tidak linglung tiap hari ." lanjut Dimas sambil menepuk pundak Rio kembali membuat Ardy tertawa .
"Kalian semua ada di sini .asyik ngobrol , masuk kedalam cicipin dulu makanan nya ." ucap bu andini yang menemui mereka .
"Iya tante sebentar lagi ." jawab Rio sambil meraih tangan bu andini dan ia salami .
"Tante apa kabar , Tante sudah sehat kan ."ucap Dimas yang gantian menyalami tangan bu andini .
__ADS_1
"Sukhur alkhamdulillah tante sudah baik baik saja , bagaimana rencana pernikahan kamu ." tanya bu andini .
"Do'akan semoga lancar tante ." ucap Dimas .
" iya bu ini , Dimas sudah memberi kita kartu undangan nya . Untuk kita sekeluarga , agar datang ke acara pernikahan nya ." ucap Tiara sambil menunjuk kan kartu undangan dari Dimas pada ibunya .
"Iya tante , nanti tante harus datang ya , Dimas dah siapkan bangku terdepan untuk tante ." ucap Dimas .Bu andini tersenyum .
"Insyalloh tante usahin untuk datang . Tapi di sini tante ucapkan selamat ya semoga jadi keluarga yang sakinah mawadah warohmah ."
"Aminnn ." jawab mereka bersama .
"Ya sudah , tante temui tamu yang di sana dulu , kalian jangan lupa untuk makan ." ucap bu andini pamitan pada mereka .
"baik tante ." jawab Dimas dan Rio .setelah bu andini pergi Rio bertanya pada Tiara .
"Oh iya senja , bagaimana keadaan kamu sekarang , apa masih sering mual dan pingsan ." tanya Rio tidak perduli pada Dimas dan Ardy lagi .
"sama sama , yang penting calon anak dan ibu sehat wal afiat ." jawab Rio
Ardy dan Tiara tersenyum mendengar jawaban dari Rio . ternyata laki laki di hadapan nya berjiwa penolong tanpa pamrih . Ardy sedikit menyesal telah menuduh nya yang bukan bukan .
Setelah selesai berbincang bincang mereka pergi menikmati hidangan yang telah di sediakan . Tiara sangat bahagia melihat keluarganya kembali bersama , suaminya juga bisa berdamai dengan masa lalu dan teman teman nya . Tiara tersenyum sambil menatap para tamu tamu Tiara mengelus perutnya yang sudah mulai membesar di balik baju hamilnya .
...----------------...
Hari pernikahan Dimas dan putri tiba .Tiba tiba Tiara merasa mual dan muntah pagi itu . Sehingga dia lemas tiada daya untuk bangun dari tempat tidurnya .
__ADS_1
"Mas Ardy , kelihatan nya aku tidak sanggup untuk hadir di pernikahan Dimas dan putri ,bagaimana ya ."ucap Tiara yang merasa tidak enak , karena tidak bisa menghadiri pernikahan mereka .
"Tidak apa apa sayang , kita bisa titipkan kadonya saja sama mama , seoertinya mama akan datang ke sana ." ucap Ardy yang duduk di samping Tiara sambil memijit kening istrinya .
"Loh kok di titipkan ke mama sih mas , memangnya mas Ardy tidak pergi ." tanya Tiara dengan nada kecewa .
"sayang , mana mungkin mas bisa pergi .tinggalkan kamu dalam keadaan seperti ini . Bolak balik kamar mandi dalam keadaan yang lemas . Mas ngak mau terjadi sesuatu pada kalian berdua ." ucap Ardy .
"Ya ampun mas , aku tidak akan kenapa napa , kan di rumah banyak bibik , mas pergi aja , tidak enak sama keluarga Dimas kalau kita berdua tidak hadir semua ." ucap Tiara membujuk suaminya itu .
"ahhh mas lebih khawatir sama kamu sayangg ." ucap Ardy mendesah .
"Sudah tidak apa apa mas pergi saja . Kalau mas tidak pergi ini Tiara siap siap ya biar kita bisa pergi bersama sama ke sana ."ucap Tiara
mengacam Ardy .
"Iya deh iya , demi Istriku yang semakin bawel minta ampun , aku siap siap sekarang ." ucap Ardy yang mulai bangkit dari samping Tiara dengan tidak semangat , ia siap siap untuk pergi ke pernikahan Dimas dan Putri .
"Mas pergi dulu ya sayang ." ucap Ardy , pada Tiara yang sejak tadi menatap suaminya bersiap siap tanpa bisa membantunya .
"Iya mas , jangan lupa bawa kadonya di ruang tamu untuk mereka . Bilang sama mereka kalau aku mual mual jadi aku ngak bisa datang ."pesan Tiara pada Ardy yang masih berbaring lemas di tempat tidur .
"Iya sayang , o ya aku suruh bibi masuk ke kamar untuk menemanimu ya . Dan bibi tak boleh pergi meninggalkan kamu sebelum mas kembali ."ucap Ardy dengan tegas karena Tiara tidak mau merepotkan pembantu nya selama ia masih bisa melakukan nya sendiri .
"iya sayang ." ucap Tiara sambil tersenyum .
Ardy melangkah pergi dengan berat hati .meninggalkan kamarnya , ia sangat tidak tega meninggalkan istrinya seorang diri di dalam kamar sendirian .
__ADS_1
"Bi , tolong masuk ke kamar saya , temani Ibu jangan pernah tinggalkan dia , saya mau pergi sebentar ke pesta pernikahan teman . ingat jangan pernah pergi dari kamar sebelum saya kembali , kalau tidak saya tidak akan segan segan memecat bibi .karena bibi meninggalkan ibu sendirian di dalam kamar ."ucap Ardy , membuat pembantunya bergidik ngeri mendengar ancaman pemecatan dari majikan nya .
"iya pak ." ucap pembantunya sambil berlari ke dalam kamar Tiara . Ardy tersenyum dan segera pergi menemui ke dua orang tuanya .