
Pagi itu Nagita juga berencana untuk menemui mama khanza . Untuk membuat drama agar Ardy bisa kembali kepada nya lagi .
" Heeum , hari ini tante khanza pasti sudah kembali ke rumah itu . Ini mungkin waktu yang tepat untuk ku membuat drama di depan perempuan tua itu ." ucap Nagita dengan senyum licik , sambil berdandan ala ala orang yang baru pulang dari luar negri .
Ardy dan mama khanza masih sibuk menata rumah dan letak ruangan . Tiba tiba mereka di kejut kan oleh suara seseorang . Orang itu tiada lain adalah Nagita .
"Selamat siang ." ucap Nagita . Berdiri tepat di depan pintu . Tentu saja Ardy terkejut dengan kemunculan Nagita yang begitu tiba tiba .
"Ardy ." pekik Nagita yang langsung menubruk tubuh Ardy , dan memeluknya dengan erat .
" Aku sangat rindu padamu , kamu apa kabar ."tanya Nagita yang masih memeluk erat tubuh Ardy .
"Aku ...aku baik baik saja ." jawab Ardy sambil mendorong tubuh Nagita agar sedikit menjauh dari tubuhnya .
"Tabte ...Nagita sangat merindukan tante khanza , tante apa kabar ."ucap Nagita sambil memeluk mama khanza .
"Tante juga rindu padamu , maafkan Ardy ya , karena Ardy sibuk kerja , sehingga tidak bisa temani kamu jalan jalan keluar negri ." ucap mama khanza sambil mengelus rambut Nagita dengan lembut .
"Tidak tante jangan salah kan Ardy , Aku tau tugas Ardy sebagai seorang CEO PT . NUGROHO GROUP . Nagita tidak menuntut Ardy agar banyak meluangkan waktu untuk Nagita . Lagian Nagita keluar negri bukan murni untuk jalan jalan tante . Nagita ada sedikit kerjaan , dan sekarang kerjaan itu dah selesai , makanya aku cepat cepat kembali , menemui kalian ."papar Nagita .
" kamu memang benar benar wanita yang cerdas dan setia ." puji mama khanza .
"Aku masuk dulu ke kamar ma ," ucap Ardy yang tidak bisa terima dengan kembalinya Nagita , dalam hidupnya . Yang datang dengan tiba tiba , tanpa kabar berita sebelumnya . Nagita dengan cepat menyusul Ardy dari belakang , ikut masuk ke kamar Ardy .
__ADS_1
"Aku minta maaf sayang ." ucap Nagita , aku tau kamu marah , aku sudah buat kamu kecewa , tapi aku lakukan semua ini , ada alasan nya sayang ."lanjut Nagita yang tidak di respon oleh Ardy sama sekali .
"Alasan , kamu pergi dengan tinggalkan aku dengan tiba tiba ,bahkan tiada kabar dan beritanya . Sekarang kamu juga datang dengan tiba tiba kembali dalan kehidupan aku . Apa aku juga harus ada alasan , untuk menerima kamu kembali dalam kehidupan ku ." ucap Ardy tegas penuh emosi .
"Aku minta maaf sayang , tapi aku selama ini selalu setia padamu , di sana aku hanya bekerja tidak lebih ."ucap Nagita sambil memeluk lengan Ardy dalam pelukan nya .
"Lebih baik kamu sekarang keluar dari kamar aku ." ucap Ardy tanpa menoleh menatap Nagita .
"Kamu mengusir aku , sayang .? Aku minta maaf . aku mohon kamu jangan begini , aku tau aku salah , tapi jangan usir aku , aku masih sangat mencintaimu , sayang ." pinta Nagita dengan memelas . Pura pura sangat terpukul dengan perlakuan Ardy .
"Berapa lama kamu pergi ." tanya Ardy dengan penekanan . Tak ada jawaban dari Nagita . Dan Ardy melanjutkan ucapan nya dengan menatap tajam ke arah Nagita .
"Selama kamu pergi kamu tau apa yang terjadi padaku , Aku butuh seorang wanita yang , yang bisa menemani aku , dalam suka maupun duka . Dan wanita itu bukan kamu ." Ardy menunjuk tepat ke muka Nagita .
Nagita pura pura terjatuh dan berlutut di depan Ardy meminta dan memohon maaf dan belas kasihan Ardy .
Mama khanza yang mendengar pertengkaran dari kamar Ardy segera datang dan masuk melihat apa yang terjadi .
"Nagita sayang , Nagita kenapa kamu sayang , kenapa kamu berlutut di kaki Ardy ."tanya mama khanza . Yang berusaha menarik tubuh Nagita agar berdiri . Tapi Nagita menolaknya uluran tangan mama khanza .
" bangunlah , kita bisa bicarakan baik baik ."ucap mama khanza.
"tidak tante , Nagita butuh maaf Ardy dan Ardy belum memaafkan Nagita . Jadi Nagita tidak akan berdiri ."ucap Nagita pura pura menangis semakin pilu .
__ADS_1
"Ardy ," panggil mama khanza dengan lembut , menatap wajah Ardy yang tidak peduli dengan Nagita .
"maafkanlah Nagita , bukankah dulu kalian akan menikah , Dan sampai sekarang Nagita juga masih setia sama kamu . Dan lagian dia pergi untuk bekarja , lalu apa yang masih membuat kamu marah ," tanya mama khanza masih tetap dengan kelembutan seorang ibu .
"Sudahlah ma , aku tidak butuh perempuan seperti dia , lebih baik mama bawa pergi saja dia , atau Ardy yang pergi dari kamar ini ." ucap Ardy .
Mama khanza menarik nafas berat , melihat pendirian Ardy yang keras . Mama khanza menarik tubuh Nagita agar bangun . Ia mengunakan tanda isyarat , agar memberi Ardy waktu untuk menenangkan diri . Nagitapun bangkit dan pergi meninggalkan kamar Ardy . Dengan cepat Ardy mengunci kamarnya.
"kamu tenang saja , tante akan bantu untuk membujuk Ardy . Kalau kamulah wanita yang baik untuknya ya ." ucap mama khanza sambil menepuk punggung tangan Nagita .
"terimakasih ya tante . Nagita tidak bisa bayangin , bagaimana hidup Nagita kalau harus berpisah dari Ardy . Nagita tidak kuat tante ." racau Nagita yang menangis sedih di bahu mama khanza . Mama khanza hanya bisa mengelus bahu Nagita . Ia benar benar menyayangi nagita seperti putrinya sendiri .
Sejak semalam Mutiara merasakan keanehan terhadap Ardy . Di tambah tadi pagi Ardy menyuruhnya pergi ke kantor naik taksi atau minta di antar oleh Dimas .
Mutiara semakin binggung di buat oleh sikap Ardy , yang kadang posesif padanya , terkadang membiarkan nya cuek begitu saja . Akhirnya mutiara putuskan untuk berangkat naik taxsi .
Semenjak wisuda Dimas menyibuk kan diri , mengurus perusahaan mamanya , ia juga sangat gigih bekerja sambil mencari titik lemah perusahaan Ardy . Hingga tidak ada waktu antar jemput Mutiara .
Pagi itu Ardy berangkat ke kantor dalam keadaan kacau sehingga ,ia menyuruh mutiara berangkat sendiri .
Mutiara yang akan pergi ke pantry tidak sengaja melihat pintu ruangan Ardy terbuka dan melihat Ardy sering mengacak acak rambut nya . Ardy sedang memikirkan tentang perasaan nya , saat ini sebenarnya masihkah dia mencintai Nagita , atau sudah berubah sebagai masa lalu .
Dan perasaan nya pada Mutiara . Cinta atau pelarian saja . Karena terbiasa tiap hari bersama .
__ADS_1
" ada apa dengan dia ." gumam mutiara dalam hati .
"Ada masalah berat apa lagi yang menimpanya , kenapa dia selalu mengacak acak rambutnya . Tapi kenapa tetap tampan walaupun acak adul , eh apa yang aku pikirkan ." mutiara menepis pikiran ngelanturnya .