
"Lebih baik kalian tidak usah berdekat dekatan, seperti tadi . Apalagi ini tempat umum kan , kalian juga bukan muhrim . Tidak pantas kalian berdekat dekatan seperti tadi ."ucap Ardy menatap tajam pada Dimas .
"Yuk pulang ."ajak Ardy pada mutiara .dengan tegas .
Mutiara menatap Dimas dengan perasaan tidak enak , meninggal Dimas begitu saja . Tapi ia juga harus mendengarkan Ardy karena dia Bosnya .
Mutiara terpaksa meninggalkan Dimas , berlari di belakang Ardy mengejarnya hingga sampai ke mobil .
"Awas kamu Ardy , sepertinya kamu sedang mengibarkan bendera perang dengan aku ." desis Dimas sambil mengepalkan tangan nya dengan di kuasai amarah . Hingga sopan santun nya hilang .
Mutiara masuk ke dalam mobil dengan perasaan takut , kalau kalau Ardy akan memecat dirinya . Ardy tau mutiara takut berbicara pada dirinya , tapi Ardy tetap mendiamkan . Ia ingin memberi pelajaran pada mutiara agar tidak berani macam macam lagi di belakang nya .
Ardy melajukan mobilnya meninggalkan kampus Dimas . Menuju ke rumah lama Ardy yang sangat besar dan megah . Mutiara yang belum pernah datang merasa kagum melihat kemegahan dan kemewahan rumah itu .mutiara terkagum kagum di buatnya .
"Wah , ini rumah pak Ardy ."tanya mutiara sambil menatap ke sekeliling pekarangan Ardy . Yang ia kira sebsar tiga kali lipat dengan gubuknya .
Ada sebuah taman di samping sana . Bunga bunga bergantungan indah berjajar rapi . Bentangan rumput korea yang empuk menghijau di bawah pohon mangga yang telah menjulang tinggi , tapi dahan nya sangat rimbun .sangat nyaman untuk duduk bersantai sejenak , udaranya juga terasa sangat sejuk .
"hemm .... Ayo masuk ." jawab Ardy cuek . Ardy mengajak mutiara masuk setelah memarkirkan mobilnya di depan teras rumahnya . Ardy membuka pintu rumahnya yang tidak terkunci karena masih di jaga oleh satpam .
" Rumah pak Ardy sangat besar sekali ya ." tanya mutiara terkagum kagum dengan bentuk ukiran hiasan yang ada di dinding luar rumah Ardy .
" Kenapa kamu suka ya ."tanya Ardy tanpa menoleh , menatap wajah mutiara . Ia sibuk memeriksa semua perabotan rumah nya .
"suka lihat saja , tapi tak suka dengan harganya ." jawab mutiara sambil cengegesan , karena ia tahu seberapa banyak harga rumah itu di banding dengan harga rumahnya .sangat sangat tak seberapa jengkal rumah nya .
__ADS_1
"Nanti kamu juga yang akan jadi penghuninya ."ucap Ardy tanpa sadar .
"Maksud pak Ardy ." pertanyaan mutiara menyadarkan Ardy . Dari kesalahan yang ia baru saja ia ucapkan . Mutiara menatap Ardy yang membuang wajahnya .
"pak ,"sapa mutiara lagi .
"Ya maksudnya kamu kan sekretaris saya , kamu pasti akan sering menemui saya di rumah ini ," ucap Ardy tiba tiba dengan gugup
."oh gitu , tapi saya segan pak masuk ke rumah semewah ini . Kalau bahas pekerjaan kantor sebaiknya di kantor saja , atau di tempat lain misalnya . jangan di rumah pak Ardy ." jawab mutiara mersa canggung beneran .
" Memangnya kenapa di rumah saya , saya juga tidak pungut biaya untuk kamu datang ke rumah saya ." ucap Ardy heran dengan jawaban Mutiara
"Bukan ... Bukan itu pak . Tapi saya takut kedatangan saya akan menganggu kenyaman ibunya pak Ardy ."jawab Mutiara .
"Kalau masalah itu kamu tidak usah pikirkan itu , kamu cukup turuti apa yang saya perintahkan ."ucap Ardy dengan tegas . dan hanya di balas hem oleh mutiara .
"Semua masih lengkap , bu denada menepati janjinya . Tidak akan menyentuh atau memindahkan barang barang yang ada di sini ." gumam Ardy dalam hati .
Foto foto keluarga Ardy juga masih tergantung rapi di dinding ruang tamu .Mutiara menatap foto mama dan papa Ardy dalam sebuah bingkai yang sangat besar . Terpanjang di dinding ruang tamu .tak jauh dari situ ada foto Mama dan papa juga Ardy yang menginjak remaja .
"Itu foto pak Ardy saat masih kecil ya ."ucap mutiara sambil mendekati pigura foto keluarga Ardy .
"Memang kamu tidak bisa membandingkan anak kecil dan anak menginjak remaja ya . Itu foto saya saat telah menginjak remaja ." sahut Ardy sambil mengejek Mutiara karena tidak bisa membedakan anak kecil dan remaja .karena saat itu dirinya telah menginjak umur empat belas tahun .
" karena pak Ardy kelihatan imut dan lucu ." ucap mutiara sambil cengegesan tidak perdulikan ejekan Ardy . Ardy tersenyum dalam diam . Dia malah merasa gemas ,melihat Mutiara yang menatap lekat lekat foto keluarganya .
__ADS_1
" Apa itu almarhum papa pak Ardy . Dia sangat mirip dengan pak Ardy , bagai pinang di belah dua . Satu versi tua dan satu versi remaja ."ucap Mutiara seakan tak membutuhkan jawaban dari Ardy . Karena matanya masih lekat menatap foto foto itu .
Ardy jadi teringat dengan almarhum papanya . Papanya meninggal saat dirinya baru menginjak bangku SMA . Sejak saat itulah Ardy harus belajar menjalan kan bisnis kecil kecilan milik papa nya hingga sukses seperti saat ini .
Walau sebenarnya Ardy sendiri telah belajar bisnis dengan papanya sejak ia duduk di bangku smp .mamanya lah yang selalu menyemangatinya antara belajar dan bekerja tanpa lelah . Hingga Ardy mampu membeli motor kesukaan nya dari hasil bisnis yang di rintisnya sendiri .
Dari hasil kerja kerasnya memicu Ardy untuk tetap semangat untuk kerja keras .dan mengambil kuliah yang sejalan dengan apa yang sedang di tekuni . Sehingga nasib dan hidupnya semakin terarah .
Sementara Nagita mondar mandir di kamar nya yang memikirkan kekayaan dan kejayaan Ardy telah kembali lagi .
"Tidak ..tidak boleh Ardy pergi meninggalkan aku , lagian aku belum mutusin Ardy , begitu juga Ardy belum mutusin aku . Jadi aku masih sah jadi oacar Ardy dong ? . Iya benar aku masih pacar Ardy . Aku tidak mau Ardy jatuh cinta sama perempuan lain .c ucap Nagita masih tetap jalan mondar mandir . Sambil menekan nekan jidatnya . Mencari rencana selanjutnya untuk mendapat kan Ardy kembali .
"Aku harus pergi menemui Ardy kembali ." ucap Nagita langsung menyambar tas kecilnya dan kontak mobilnya . Nagita meluncurkan mobilnya menuju rumah lama Ardy
...----------------...
"Yuk kita pulang . Semua masih tetap pada tempatnya , tidak ada yang perlu kita ubah ." ucap Ardy pada mutiara .
"oh oke ," jawab mutiara kembali mengekor di belakang Ardy .
Nagita telah sampai di luar rumah Ardy tapi pak satpam tidak mengijinkannya .
"Permisi saya mau masuk ."ucap Nagita pada satpam .
" maaf bu , apa ibu sudah membuat perjanjian dengan bu denada ." tanya satpam yang masih bekerja di bawah kuasa bu denada .
__ADS_1
"lo kok bu denada . Berati Ardy belum membeli kembali rumah ini dong . Ahhh , untung saja aku tidak langsung menghubungi Ardy . Kalau tidak Aku harus berhubungan dengan laki laki kere lagi . Dan mama nya suruh aku cepat cepat nikah lagi no ! Big..