
Jam pulang mutiara telah tiba . Dimas telah menunggu mutiara di pintu gerbang dengan mobil mewah nya sejak tadi . Semua mata menatap Dimas yang kali ini datang dengan penampilan yang berbeda . Bertampah tampan dan mempesona .
Semua karyawan perempuan yang lewat terpana , merasa kagum seakan tersihir oleh ketampanan Dimas . Tapi Dimas tidak mengacuhkan itu semua demi mutiara . Karena Dimas yakin mereka bukan menatap kagum pada dirinya . Tapi hanya kagum dengan mobil yang ia sandari sekarang .
"Hai , kamu Dimas teman nya mutiara mantan OB itu kan ." sapa gadis cantik pegawai administrasi di kantor Ardy .
"Ya , ada apa ." tanya balik Dimas . Karena Dimas sudah sangat hafal dengan sifat perempuan itu . Dia tidak segan segan membentak karyawan lain , kalau mereka melakukan kesalahan . Bahkan Dimas sendiri juga pernah di bentak karena menanyakan gaji nya yang lambat terkirim .
" Oh tidak apa apa , aku cuma mau bilang kamu keren ." jawabnya sambil tersenyum percaya diri.
"terimakasih ." jawab Dimas acuh . Sambil memasang kembali kaca mata keren nya yang dia lepas saat perempuan itu menyapanya tadi . Karena di acuhkan oleh Dimas perempuan itupun pergi dengan rasa kecewa .
Dimas melihat mutiara keluar dari kantor Ardy seorang diri . Dari belakang Ardy berjalan cepat ingin mengejar mutiara , tapi tiba tiba Ardy menghentikan langkahnya .
"Ah lebih baik aku tidak menganggu nya dulu , dari pada dia nanti mengundurkan diri kantor ini . Aku malah rugi tidak akan bisa melihatnya lagi ." ucap Ardy yang mengurung kan niatnya untuk mengajak Mutiara pulang bersama .
Mutiara terus berjalan menunduk hingga berhenti , karena di deoan nya ada sepasang sepatu yang menghadang jalan nya .pelan pelan mutiara mengangkat wajahnya .
"Kita pulang sama sama ya ." ucap Dimas dengan suara lembut .
Semua mata menatap cemburu pada mutiara karena di jemput oleh cowok keren seperti Dimas , mungkin bukan wajah Dimas yang keren , tapi mobilnya yang keren dan keren karena dia kaya raya . Karena saat Dimas datang menjemput mutiara pakai motor butut . Tak ada orang menatap mutiara sinis dan cemburu .
"Maaf , aku bisa pulang sendiri ."ucap mutiara masih dengan nada bicara yang ketus dan pergi meninggalkan Dimas .
__ADS_1
Sambil menunggu Angkot , mutiara berjalan pelan dulu . Dimas tetap mengikuti mutiara dari belakang . Ardy juga menyaksikan itu semua , tapi Ardy juga tidak mau ikut campur . Karena masalahnya sendiri juga belum ada titik terang .
Mutiara tak ingin naik Taksi terus terusan , ia juga berjaga jaga , untuk kedepan nya . kalau kalau suatu saat ia benar benar keluar dari kantor Ardy , 15 menit sudah mutiara menunggu angkot sambil jalan kaki , tapi tidak ada tanda tanda angkot akan lewat , keringat juga telah membasahi keningnya .
"Kenapa hari ini Angkot juga tak mau berkompromi dengan ku . Perutku dah lapar sekali ." ucap mutiara sambil mengusap keringatnya . Ia enggan beli nasi saat makan siang untuk menganjal perut . Baginya dari pada untuk beli nasi di warung ,uangnya bisa ia belikan sayuran kenyang ia buat makan berdua dengan ibunya .
Mutiara terus berjalan dan berjalan , hingga tiba tiba kepala pusing pandangan nya gelap dan jatuh pingsan .
"BRUKKK.." mutiara jatuh pingsan di tepian jalan .
"Tiara .."teriak Dimas dari dalam mobil .Dimas segera keluar dari mobil dan menolong mutiara .
"Tiara , kamu kenapa ."panggil Dimas sambil mengoyang goyang tubuh mutiara
"Dokter ,tolong sahabat saya ."teriak Dimas pergi mencari dokter . Suster dan dokter datang membawa brankas untuk membawa mutiara masuk ke ruang ugd .
"Dok bagaimana keadaan sahabat saya ."tanya Dimas saat melihat Dokter keluar dari ugd . Ia sangat cemas dan khawatir dengan keadaan mutiara .
"Sepertinya sahabat kamu dehidrasi dan kelelahan saja tidak ada hal yang serius , mungkin dia juga lupa makan ." jelas dokter . Membuat Dimas lega .
"Apa Artinya dia tidak perlu menginap di rumah sakit ." tanya Dimas . Padahal mutiara baru saja sadar .
"boleh , tidak apa apa , dia hanya butuh istirahat , dan makan yang teratur juga jangan lupa untuk minum vitamin ."pesan dokter .
__ADS_1
" Baik Dokter .terimakasih ."ucap Dimas lega . Dimas segera masuk ke dalam ugd menemui mutiara . Mutiara telah bangun dan duduk di ujung ranjang rumah sakit .
"Aku mau pulang ." ucap Mutiara sambil menggeser kakinya menuruni ranjang , dengan hati hati .Dimas meletakan tangan nya di bahu mutiara ingin membantunya bangun .tapi di tolak oleh Mutiara .
"Aku bisa sendiri ." ucap mutiara ketus sambil menyingkirkan tangan Dimas dari bahunya , Agar tidak menyentuh dirinya . Tapi Dimas tetap keras kepala ingin memapah nya keluar dari ugd menuju mobil .
"Kamu tidak dengar apa kata aku ." pekik mutiara dengan suara yang serak menahan tangisnya .
"Bukan aku tidak mendengar kata kata kamu , aku hanya ingin membantumu , aku tak mau kamu jatuh lagi seperti tadi di jalanan ." jawab Dimas yang langsung membawa mutiara menuju ke mobilnya .
"Aku bisa pulang sendiri ." protes mutiara kembali . Yang enggan masuk ke dalam mobil mewah Dimas .
"Mutiara , kamu jangan keras kepala . Boleh kamu menolak aku seribu kali , kalau kamu dalam keadaan sehat . Aku tidak akan memaksa kamu , tapi kamu sekarang dalam keadaan sakit . Aku tidak akan pernah biarkan kamu pulang sendirian ." tegas Dimas dengan sedikit membentak . Mutiara mengeraskan rahangnya , agar tidak menumpahkan tangisnya di depan Dimas . Entah kenapa hatinya terasa sakit ingin meledak .
Dimas menarik nafas kasar melihat mata mutiara berkaca kaca . Bukan maksud dia untuk membentak atau memarahi mutiara , ia murni hanya ingin menolong nya , karena perhatian nya . Dimas sangat panik melihat mutiara pingsan di jalan . Seumur umur Dimas tak pernah lihat mutiara pingsan .
"Aku minta maaf , apapun yang terjadi di antara kita , tidak akan membuat aku untuk tidak pasang badan menolongmu . Karena kamu tetap jadi prioritas aku ." ucap Dimas yang membuat hati mutiara getir .
" Sekarang , cepat masuk ke mobil ."ucap Dimas langsung membukakan pintu mobil untuk mutiara .
Dengan terpaksa mutiara mengikuti permintaan Dimas . Ia sudah tidak ada tenaga untuk berdebat dengan Dimas , badan nya juga sangat lemah ,dengan langkah gontai mutiara melangkah masuk ke dalam mobil Dimas .Dimas segera menutup pintu mobil dengan pelan dan hati hati . Setelah itu Dimas segera menuju ke kursi kemudi sebelah mutiara .
"Maaf ." ucap Dimas ingin meraih sabuk pengaman mutiara .
__ADS_1
" Aku bisa sendiri ." ucap mutiara dengan cepat , membuat tangan Dimas berhenti di udara .