My Sweet Wife OB (Cinta Tiada Tara 1)

My Sweet Wife OB (Cinta Tiada Tara 1)
MSW OB 106


__ADS_3

Ardy berdiri untuk membayar makanan nya dan Tiara . Setelah selesai membayar Ardy kembali mendekati Tiara .


"Kita langsung pulang , atau mau jalan jalan ke mana lagi ."tanya Ardy yang menatap Tiara yang sudah menghabiskan cinloknya .


"Pulang saja ." jawab Tiara sambil tersenyum dan meraih tasnya slempangnya .


" Ok , Eh tunggu sebentar ." ucap Ardy menghentikan gerakan Tiara .


"Kenapa pak ." tanya Tiara tanpa curiga kalau Ardy akan mengerjainya .


"Itu di bibirmu ada sesuatu ." ucap Ardy sambil menahan senyum , menunjuk ke arah bibir Tiara .


"Sesuatu ..., aduh maaf ." ucap Tiara sambil meraih tisue dan mengelap bersih bibirnya , Ardy geleng kepala .


"Di sini , sebentar, jangan bergerak ."ucap Ardy yang mendekatkan tangan nya ke bibir Tiara . Membuat jantung Tiara serasa berhenti berdetak .


Ardy mengusab bibir Tiara dengan lembut . Yang memang dari awal tidak ada apa apa . Ardy tersenyum bahagia kembali bisa memanjakan Tiara bukan mengerjainya .


"Sudah bersih , karena sejak awal memang tidak ada apa apa ." ucap Ardy tersenyum jahil kepada Tiara dan berlari kecil meninggalkan Tiara .


"Maksudnya ."teriak Tiara yang diam merenungi kata kata Ardy .


"Oh maksudnya modus ." ucap Tiara langsung lari di belakang mengejar Ardy .


Ardy berlari pelan menjauhi Tiara dengan terkekeh . Seorang Ardy , CEO perusahaan , bertubuh putih tinggi atletis . Rahang kokoh dengan bulu tipis menghiasi dagunya . Dan senyum manis yang jarang di perlihatkan pada sembarang orang . Tapi malam itu berubah total , berubah jadi ABG yang mengemaskan sedang berlari kejar kejaran dengan mutiara .


Tiara yang telah berhasil meraih lengan Ardy langsung menghadiahinya sebuah cubitan cubitan kecil di lengan nya .


"Modus ya ." ucap Tiara yang masih terus mencubiti lengan Ardy . Ardy meringis kesakitan .


"Aduh kamu KDRT ya nanti saya laporkan ke kak seto ." ucap Ardy pura pura merajuk . akhirnya ia geli sendiri dan terkekeh sambil mengelus tangannya bekas cubitan Tiara .


"Mau lagi ." ucap Tiara sambil menunjukan jari tangan nya yang sudah siap untuk mencubit .


" Jangan jangan , Sudah cukup ."ucap Ardy sambil mengangkat kedua tangan nya ke atas tanda menyerah .

__ADS_1


"Ini bahaya kalau punya cubitan mematikan seperti ini ." ucap Ardy sambil mengenggam kedua tangan Tiara .Dan memperhatikan jemari Tiara yang baru saja di gunakan untuk mencubitnya .


"Kalau kita punya anak , dan kamu cubit dia , saya akan cubit balik kamu ." ucap Ardy yang masih setia memandangi jari jari lentik tangan Tiara .


"Anak ."ucap Tiara kaget .


"Ya anak kita berdua ." jawab Ardy santai .


"Belum tentu juga saya mau terima pak Ardy ." ucap Tiara sambil menarik pelan tangan nya , dari gengaman tangan Ardy . dan berjalan mendahului Ardy .


"Jadi kamu akan menolak saya ." selidik Ardy yang berusaha jalan sejajar dengan Tiara .


"Jangan ada unsur pemaksaan ." jawab Tiara sambil menoleh ke arah Ardy . Tak iya sangka tenyata Ardy berada begitu dekat dengan nya , juga sedang menatapnya . sehingga Tiara dapat mencium wangi maskulin dari tubuh Ardy .


" Tidak , Saya tidak akan memaksa kamu ," jawab Ardy sambil tersenyum


" Tapi saya akan buat kamu jatuh cinta padaku ." lanjutnya lagi membuat wajah Tiara bersemu .


Andai dalam hubungan mereka tidak ada Nagita yang selalu menuduh nya sebagai pelakor . Dan Dimas , yang sudah bersusah payah ia membunuh perasaan nya sendiri , agar tidak mencintai Dimas . Tapi tiba tiba Dimas bilang cinta padanya .


"Tapi.....mamanya Dimas , Dimas berteman dengan aku saja tidak ngizinin . Apalagi berharap jadi pasangan Dimas , maaf Dim , kelihatan nya aku tidak bisa biarkan kamu terus bersitegang dengan mamamu ," batin Tiara yang berjalan dian di samping Ardy .


"Kenapa kok diam , kamu mikirin apa ." tanya Ardy menghentikan langkahnya dan menatap Tiara .


"Tidak ada apa apa pak ." jawab Tiara sambil tersenyum .


"Oh itu mobilnya , ayo kita pulang ." ajak Ardy .


"Tidak usah pak , saya pulang sendiri saja naik taxsi , saya tidak enak di antar pulang sama pak Ardy ." ucap Tiara .


"Tidak enak pulang saya antar , lalu apa beda nya pulang saya antar , sama pulang naik taxsi . Kan sama sama mobilnya kan ."tanya Ardy yang membuat Tiara memicingkan sudut matanya .


"Jangan banyak alasan , ayo pulang ." Ajak Ardy sambil menarik tangan Tiara dengan lembut dan membukakan pintu mobil untuk nya .


" Silahkan masuk tuan putri ." ucap Ardy mempersilahkan Tiara layak nya seorang putri dan dirinya seorang pengawal kerajaan .

__ADS_1


Tiara tertawa lihat tingkah Ardy , setidaknya ia bisa terhibur dengan keberadaan Ardy . Untuk mengembalikan harga dirinya , yang telah di injak injak oleh mamanya Dimas .


Tiara segera masuk ke dalam mobil Ardy . Mereka berdua pulang dengan tenang sampai ke rumah Tiara .


"Terimakasih ya pak , telah mengantar saya pulang sampai rumah ." ucap Tiara .


"Iya , sama sama tidur yang nyenyak biar besok bisa ke kantor ." pesan Ardy yang membuat hati Tiara berdesir dingin .


"hehehe iya pak ." jawab Tiara dan segera turun dari mobil .Ardy juga segera melajukan mobilnya meninggalkan rumah Tiara . Tiara dan Ardy tidak tau kalau bu andini sedang mengawasi mereka dari teras .


"Kok kamu pulang dengan Nak Ardy ." tanya bu andini .


"Ibu ." lirih Tiara yang langsung menghamburkan diri ke dalam pelukan ibu nya .


"Kamu kenapa Ayo masuk dulu , tidak enak di lihat orang ." ucap bu andini .Tiara dan ibunya masuk ke dalam rumah . Tiara masih memeluk ibunya . Bu andini tau putrinya baru mendapat tamparan fisik nya .


"Ada apa ." tanya bu andini sambil mengelus kepala Tiara .


"Mamanya Dimas bu , mamanya Dimas tidak suka kalau Dimas berteman dengan Tiara ." ucap Tiara


"Tidak suka kenapa ."tanya Bu andini penasaran .


"Katanya tidak pantas ." jawab Tiara semakin mengeratkan pelukan nya kepada ibunya .


"Ya Alloh ..tega sekali dia mengatakan itu ." ucap bu andini terkejut .


"Tidak apa apa bu , sudah biarkan saja jangan masukan ke hati . Tiara sudah ikhlas ...ikhlaaaas banget kalau lah Dimas tidak bisa berteman lagi dengan Tiara . Tiara akan akan terima walau sebenarnya sakit . Kita berteman sudah 5 tahun ." ucap Tiara membesarkan hati ibunya .


"Kamu yang sabar ya sayang . Ibu yakin kamu akan sukses ,kamu pasti bisa merebut hati mamanya Dimas . Dengan kesuksesan kamu dan dia tidak akan bisa melarang kamu berteman lagi dengan Dimas ." ucap bu andini .


"Iya bu , Tiara yakin karena do'a do'a ibu aku bisa bekerja di kantor pak Ardy . Terimakasih atas do'a ibu selama ini ." ucap Tiara .


"Sama sama sayang . Ya sudah kamu cepat pergi istirahat , besok kamu harus bekerja lagi ." ucap bu andini .


"iya ibu , ibu juga segeralah tidur , biar ibu tetap sehat menemani Tiara ."ucap tiara .

__ADS_1


"iya sayang ...


__ADS_2