My Sweet Wife OB (Cinta Tiada Tara 1)

My Sweet Wife OB (Cinta Tiada Tara 1)
MSW OB 57


__ADS_3

"Sebaiknya Bu indah mendapatkan nutrisi yang cukup , selama kehamilan nya jangan sampai dia banyak pikiran . Kalau tidak , akan bisa terjadi hal hal yang tidak kita inginkan , pada janin di dalam kandungan nya ."jelas dokter .


Mutiara yang mendengarkan penjelasan dokter merasa iba . Dan pergi mendekati Ardy dan menariknya menjauh .


"Pak kita bisa bicara sebentar , kita keluar dulu ." ucap mutiara . Ardy pun mengikuti keinginan mutiara dan bangkit keluar mengikuti mutiara , meninggalkan ruangan indah .


"Ada apa ,"tanya Ardy dengan wajah yang kesal dan tidak suka .


" Apa tidak sebaiknya , bapak menuruti keinginan bu indah . Kasihan dengan dia , dia sedang hamil . Bapak fokus saja , pada bayi dalam perut ibu indah . Kita singkirkan dulu ego kita . Demi sebuah nyawa yang belum punya dosa . Biar Alloh yang membalas mereka pak ." bujuk mutiara . Dengan sangat hati hati takut Ardy akan marah .


"Tidak bisa Tiara . Kamu tahukan bagaimana kelakuan mereka . Mereka menyebabkan kalian bekerja tanpa gaji hampir setengah tahun .kamu kira saya bisa melupakan itu semua , begitu saja ."ucap Ardy , desis Ardy masih merasakan sakit hati atas perbuatan mantan sekretarisnya itu .


" Pak Ardy ."ucap mutiara sambil meletak kan tangan nya pelan pelan di dada Ardy , di bagian dadanya sambil menatap mata Ardy dengan lembut .


Ardy yang mendapat perlakuan seperti itu dari mutiara , sekujur tubuhnya menjadi kaku . Ia juga menahan detak jantungnya yang telah bertalu talu , Agar tak dapat di rasakan oleh mutiara .Ardy menatap manik mata mutiara yang juga menatapnya .


"Saya tahu , saya tau bapak sakit hati pada pak anton . Tapi saya percaya bapak orang yang baik , dan masih punya perasaan yang paling lembut , di dasar hati bapak . Kalau misalnya pak Ardy punya istri dan ada di posisi seperti bu indah saat ini . Apa bapak tidak sedih memikirkan calon bayi bapak ." tanya mutiara sambil menurunkan tangan nya dari dada Ardy , dengan berlahan .


" Saya belum punya istri ." jawab Ardy yang kedengaran sangat konyol di telinga mutiara .


" Iya maksud say..


"Iya , saya tahu maksud kamu ," potong Ardy dengan cepat . Tapi tetap tidak ada raut senang di wajah Ardy .


"Kalau pak Ardy bisa mengikhlaskan semua yang menimpa bapak hari ini . Saya percaya bapak akan mendapatkan balasan nya , lebih dari yang Kuasa . Karena apa bapak membebaskan dan tidak , toh sama saja harta bapak tidak akan kembali . Tapi bapak akan mendapatkan ketentraman karena tiada menyimpan dendam dan benci . Di dalam hati bapak ."ucap mutiara sambil menujuk dada Ardy bagian hati Ardy berada . Membuat Ardy panas dingin oleh perlakuan mutiara .


"Sekarang apa maumu ." tanya Ardy dengan ekpresi yang datar karena ia sedang menata detak jantungnya lagi ,tanpa mutiara sadari tindakan nya telah membuat hati Ardy berantakan . Mendapatkan respon baik dari Ardy mutiara menarik nafasnya dan merubah nada bicaranya menjadi lembut .

__ADS_1


" Ringankan hukuman pak anton sesuai keinginan istrinya ."ucap mutiara .


"Yuk ke kantor polisi ."ucap Ardy dan langsung berjalan keluar dari rumah sakit tanpa menunggu mutiara . Mutiara tersenyum lega dan segera mengikuti Ardy masuk ke dalam mobil menuju ke kantor polisi .


...----------------...


Pagi itu Dimas bermaksud untuk menjemput mutiara . Wanita yang sangat ia cintai .setelah sampai Dimas segera mengetuk pintu rumah mutiara .


"TOK ....TOK ....TOK


"Assalamualaikum ."salam Dimas .bu andini yang mendengar suara salam dari Dimas segera pergi membukakan pintu rumahnya .


"Wa allaikum salam Nak Dimas . Kamu mau cari Tiara ," tanya bu andini basa basi dengan Dimas .


"Iya Bu , apa Tiara sudah selesai bersiap siap ."tanya Dimas .


"Maaf Nak Dim . Tiara sudah berangkat kerja ."ucap bu andini .


"Bu bukan , Dia di jemput sama Bosnya ."jawab bu andini , ia merasa tak enak hati terhadap Ardy .ia melihat raut wajah Dimas yang begitu kecewa di tambah Mutiara pergi dengan Bosnya .


Dimas memutar badannya membelakangi bu andini .ingin menyembunyikan kekecewaan di wajahnya yang sangat mendalam .


"Kenapa Tiara tidak memberi tau aku . Kalau dia pergi bersama pak Ardy . Apa iya mereka sudah jadian ." batin Dimas , yang telah di penuhi oleh rasa cemburu , mendengar mutiara pergi dengan Ardy .


"Apa Tiara tidak mengabari Dimas , kalau dia berangkat bersama Pak Ardy .? Biasanya dia selalu mengabari Dimas , agar Dimas tidak menjemputnya ke rumah . Apa ini semua karena kejadian semalam ."batin bu andini juga binggung .


Dimas membalik kan badan nya ke arah bu andini , untuk pamitan karena Mutiara telah berangkat .

__ADS_1


"Bu , kalau begitu Dimas pamit dulu , mau langsung ke kampus ."ucap Dimas segera pergi tinggalkan bu andini .


"Baik hati hati di jalan Nak ."ucap bu andini sedih , melihat bahu Dimas yang jalan menjauh darinya .Dimas segwra melajukan motornya meninggalkan rumah mutiara . Membelah keramaian jalanan kota di pagi hari.


"Aku tidak akan membiarkan pak Ardy merebutmu dariku ,Tiara .! Aku akan buktikan pada kamu , bila aku bisa lebih sukses dari pak Ardy ."ucap Dimas geram pada diri sendiri , sambil memukul mukul setang motornya .


"Aku harus segera selesaikan kuliahku dengan cepat ."lanjut Dimas dengan semangat membara .


...----------------...


Sementara di kantor polisi , Ardy dan mutiara telah berhadapan dengan anton .


"Jadi pak Ardy datang ke mari karena bujukan istri saya ."tanya Anton dengan mata berkaca kaca .


"Iya , saya akan cabut tuntutan saya , tapi dengan satu syarat ." ucap Ardy .


" Dengan syaratnya apa pak ."tanya Anton penuh harap .


" kembalikan semua uang perusahaan . Yang jumlahnya milyaran itu , Entah bagaimana cara kamu mendapatkannya . Saya tidak mau tau , yang oenting uang perusahaan bisa kembali lagi ke tangan saya ." ucap Ardy dengan tegas .


Mutiara langsung mengucap syukur dalam hati . mendengar ucapan dan keputusan bijaksana dari Ardy . Yang ternyata Ardy bisa melakukan lebih dari yang ia inginkan .


"Terimakasih banyak pak , saya janji . Saya janji akan kembalikan semua uang perusahaan ." ucap Anton sambil mencium tangan Ardy berulang kali .


"Istrinya pak Anton sedang ada di rumah sakit . Bu indah sedang hamil . Setelah pulang dari sini rawat dia baik baik , jangan beri dia tekanan atau banyak pikiran ."ucap mutiara .


"Iya Tiara , Bu Tiara . Saya juga baru tau benerapa hari yang lalu , kalau istri saya sedang hamil saat dia menjenguk saya ke sini . Ayah dan ibu saya belum bisa memaafkan nya . Makanya dia hidup terlunta lunta bersama bayi nya , entah mau kemana dia juga tidak tau ."ucap Anton sambil menunduk .

__ADS_1


"Sudah Tiara , ayo pulang ." ajak Ardy kemudian .


Mutiara pun bangkit mengikuti langkah Ardy meninggalkan kantor polisi . Antonpun segera pulang karena hari itu juga dia bisa bebas . Anton juga menjemput indah di rumah sakit dan membawanya pulang ke rumah orang tuanya .


__ADS_2