
"Silahkan minuman nya bu pak ."ucap karyawan bu denada , sambil jalan mundur dan pergi meninggalkan ruangan bu denada .
"Terimakasih mbak ."jawab mutiara .
"o ya pak Ardy , ada hal yang pentingkah dengan kunjungan pak Ardy hari ini ."tanya bu denada .
"Ya saya minta maaf sebelum nya Bu denada . Datang berkunjung dengan mendadak . Seperti apa yang saya ucap kan kepada pengacara Bu denada , maaf saya tidak tau kalau beliau pengacara anda . saat beliau ingin membeli rumah saya . Saya sudah mengatakan, kalau saya menjual rumah itu karena terpaksa , untuk menutupi kebangkrutan perusahaan saya . Dan kalau saya dah ada uang , saya boleh membelinya lagi . " ucap Ardy sopan .
"Iya tentu pak Ardy . Maafkan juga pengacara saya , orangnya suja bercanda . Jadi pak Ardy tidak tau kan kalau saya yang akan beli rumah Bapak . Jadi maksud pak Ardy sekarang , ingin menebus kembali rumahnya," tanya bu denada .
"Betul Bu , saya ingin menebus kembali rumah saya . Apa ibu rela melepaskan nya kembali untuk saya ." tanya Ardy .
"Oh tentu , tentu saja boleh , anda telah menceritakan semua alasan anda pada pengaca saya . Bagaimana berartinya rumah itu buat anda . Karena di dalam rumah itu banyak kenangan anda dan almarhum papa anda . Saya bisa memahami , kenangan yang berharga bagi kita , memang sangat susah untuk di lupakan ."ucap bu denada sambil tersenyum .
"Syukurlah kalau ibu mengerti ."ucap Ardy lega
'Apa itu artinya , saya sebentar lagi . Akan segera dapat kartu undangan resepsi anda ." tanya bu denada sambil tersenyum .
" Maksud ibu . Apa ."tanya Ardy tidak mengerti .
"Masa pak Ardy , pura pura tidak mengerti . Sudah serasi lo pak Ardy sama pacarnya . Sebaiknya segera di halalkan , sebelum kedahuluan orang lain ,segera bawa ke penghulu . Kalian berdua cocok lo ."ucap bu denada menunjuk Ardy dan mutiara .membuat wajah Ardy dan mutiara seperti kepiting rebus karena malu .
__ADS_1
"Bukan bu , maaf saya hanya sekretaris pak Ardy . Bukan pacarnya ."jawab Nutiara harus meluruskan salah paham itu , yang terjadi di ruangan bu denada .
" oh sekretaris , maaf saya kira pacar pak Ardy .karena pengacara saya bilang , waktu itu pak Ardy datang sendiri tidak bawa sekretarisnya . Dan saya berpikir mungkin pak Ardy tidak punya sekretaris . " ucap bu denada .
"Ya waktu itu saya benar benar streess bu , tidak bisa komunikasi dengan lain orang dengan baik . Dan masalah ini tidak mungkin saya serahkan pada sekretaris saya . Nasib dia hampir sama denganku .jadi terpaksa saya menemui pengacara anda sendirian ." ucap Ardy.
" hemm pak Ardy masih bisa perhatian sama orang lain , dalam situasi seperti ini .. Ya memang tidak gampang dalam posisi bapak seperti ini . Dan saya dengar pak Ardy juga sudah membebaskan pelakunya . Saya salut dengan pak Ardy . Kalau saya belum tentu saya bisa lakukan itu ."ucap bu denada .
" Ya di balik sikapku , dan kebanbkitan aku ini . ada seorang berhati malaikat yang telah mendukung aku saya bu . Ya mau bagaimana mana lagi . Istri dia sedang hamil , harus hidup terlunta lunta di jalanan . Saya cuma kasihan sama bayi dalam kandungan nya ."ucap Ardy .
"Benar benar sangat mulia pemikiran pak Ardy , salut saya . Kita harus tetap terus kerja sama . Saya bangga punya rekan kerja seperti pak Ardy . Masih muda , pekerja keras , berhati mulia cocok jadi suami idaman ." ucap bu denada sambil mengedipkan mata pada mutiara . Untuk memberi kode pada mutiara agar mendapatkan Ardy . Untuk menjadi miliknya .
Mutiara tersenyum sambil menunduk karena malu , Ardy hanya tersenyum nyengir karena memang itu yang Ardy inginkan . Ucapan bu denada barusan menambah kepercayaan Ardy untuk mendapatkan hati dan cinta mutiara .
"Kalau ibu tidak keberatan , lebih cepat lebih baik bu ."ucap Ardy
" Tidak sama sekali , saya hanya ingin menolong pak Ardy . Mungkin status saya sekarang sama seperti ibu pak Ardy dengan satu orang putra . kalau begitu saya akan beri tahu karyawan saya , untuk membereskan semua barang barangnya, untuk segera mengosongkan rumahnya ."ucap bu denada,.
"Terimakasih banyak bu , nanti uangnya akan saya serahkan ke ibu sendiri ke pertemuan kita selanjutnya ." ucap Ardy .
"Saya percaya sama pak Ardy , andai putra saya seperti pak Ardy yang begitu gigih dan berbakti pada ibunya , saya pasti sangat bahagia ."ucap bu denada . Yang langsung terbayang dengan wajah Dimas . Dan tersulut emosinya saat membawanya menginggat keakaraban Dimas dengan teman perempuan yang sangat kampungan itu .
__ADS_1
"eeui ...tunggu dulu . Aku baru ingat , wajah perempuan yang sedang ada di hadapan aku sekarang ini mirip . Mirip dengan perempuan yang kampungan itu . Nama dia siapa ya ."batin bu denada menginggat ingat nama teman perempuan Dimas .
"Tiara ah iya Tiara , Dimas selalu menyebut nama perempuan kampungan itu di depan aku ." lanjut bu denada dalam hati sambil menatap m"Tapi tidak mungkin ah , perempuan di depan aku sekarang ini Tiara , teman perempuan Dimas . Dia perempuan yang dekil , cupu dan kampungan . Sedangkan perempuan yang di depan aku sekarang , cantik , seksi dan pekerja kantoran . Tidak mungkin banget dia teman Dimas ." lanjut gumam an di hati bu denada . Sambil menatap mutiara lekat lekat ."Memangnya putra ibu kenapa ." tanya Ardy membuyarkan lamunan bu denada ."hemm begitulah pak Ardy . Permintaan saya selalu bertentangan dengan keinginan dia ."ucap bu denada dengan ekspresi kecewa ."Mungkin putra ibu , sedang mencari jati dirinya sendiri bu . Maklum anak muda zaman sekarang ."ucap mutiara sambil tersenyum ."Ya mungkin ,kamu benar ."jawab bu denada .Bu denada melanjutkan perbincangan mereka .Dimas yang telah menukar mobilnya dengan mobil mewahnya sendiri dengan mobil teman nya . Bersiap siap untuk pergi ke kantor mama nya , untuk melihat lihat suasana di kantor . Karena sebentar lagi ia akan memegang perusahaan mamanya , sesuai janjinya kepada mamanya . Setelah selesai wisuda ia akan kerja di kantor .Jadi Dimas mulai hari itu akan datang ke kantor mama nya untuk menyesuikan diri dengan suasana kantor mamanya .Dimas telah sampai di tempat parkiran . Ia turun dari mobil mewahnya dan melangkah memasuki kantor .Semua karyawan perempuan terpana dengan ketampanan Dimas ."Itu siapa , dia ganteng banget ." ucapan dari salah satu karyawan di kantor bu denada ."Itu putra tunggal bos kita ."jawab salah satu karyawan yang sudah mengenal Dimas . Dimas dapat mendengar bisik bisik kecil mereka . Tapi Dimas malah acuh , cuek dan mencibir reaksi semua karyawan karyawan di perusahaan mamanya , yang terpesona dengan ketampanan nya .Karena Dimas sudah sering di manfaatkan oleh teman reman perempuan nya karena ketampanan nya .
"Tapi tidak mungkin ah , perempuan di depan aku sekarang ini Tiara , teman perempuan Dimas . Dia perempuan yang dekil , cupu dan kampungan . Sedangkan perempuan yang di depan aku sekarang , cantik , seksi dan pekerja kantoran . Tidak mungkin banget dia teman Dimas ." lanjut gumam an di hati bu denada . Sambil menatap mutiara lekat lekat .
"Memangnya putra ibu kenapa ." tanya Ardy membuyarkan lamunan bu denada .
"hemm begitulah pak Ardy . Permintaan saya selalu bertentangan dengan keinginan dia ."ucap bu denada dengan ekspresi kecewa .
"Mungkin putra ibu , sedang mencari jati dirinya sendiri bu . Maklum anak muda zaman sekarang ."ucap mutiara sambil tersenyum .
"Ya mungkin ,kamu benar ."jawab bu denada .Bu denada melanjutkan perbincangan mereka .
Dimas yang telah menukar mobilnya dengan mobil mewahnya sendiri dengan mobil teman nya . Bersiap siap untuk pergi ke kantor mama nya , untuk melihat lihat suasana di kantor . Karena sebentar lagi ia akan memegang perusahaan mamanya , sesuai janjinya kepada mamanya . Setelah selesai wisuda ia akan kerja di kantor .
Jadi Dimas mulai hari itu akan datang ke kantor mama nya untuk menyesuikan diri dengan suasana kantor mamanya .Dimas telah sampai di tempat parkiran . Ia turun dari mobil mewahnya dan melangkah memasuki kantor .
Semua karyawan perempuan terpana dengan ketampanan Dimas .
"Itu siapa , dia ganteng banget ." ucapan dari salah satu karyawan di kantor bu denada .
__ADS_1
"Itu putra tunggal bos kita ."jawab salah satu karyawan yang sudah mengenal Dimas . Dimas dapat mendengar bisik bisik kecil mereka . Tapi Dimas malah acuh , cuek dan mencibir reaksi semua karyawan karyawan di perusahaan mamanya , yang terpesona dengan ketampanan nya .
Karena Dimas sudah sering di manfaatkan oleh teman reman perempuan nya karena ketampanan nya .