
Malam telah tiba saat kereta kuda itu sampai di istana. Selesai membersihkan diri dan makan malam, Louisa mengambil kertas tulis dan kuas. Ia terlihat sibuk mencatat sesuatu. Begitu selesai ia memanggil Reneisme, dan memberikan kertas itu kepada Reneisme.
"Tolong besok beli semua barang yang kutulis. Semua yang kutulis di kertas pertama, tolong langsung di masukkan ke kotak kayu dan kirim kepada paman Liden Valley di Hinom city. Buat catatan, agar jangan membukanya sampai aku datang."
"Baik Permaisuri"
"Semua yang kutulis dikertas yang kedua, pesan kepada pedagang agar dikirim ke istana pada hari ketiga dan kedua sebelum sidang putus cerai"
"Berarti seminggu lagi permaisuri. Tapi untuk apa semua ini Yang Mulia? Ini makanan yang sangat banyak."
"Coba lihat kertas yang ketiga ibu Ren"
"Apa ini Yang Mulia? Anda ingin mengadakan jamuan makan malam untuk semua pelayan dan penjaga istana?"
"Benar ibu. Waktu aku datang ke istana ini, pihak istana mengadakan jamuan makan selama seminggu. Jadi sebelum aku pergi meninggalkan istana, aku ingin juga mengadakan jamuan perpisahan walau hanya dua malam. "
"Apa permaisuri sengaja membagi dua kali perjamuan?"
"Benar, pertama aula permaisuri tidak dapat menampung semua undangan. Kedua, harus tetap ada penjaga yang bertugas mengawal istana dan pelayan yang bertugas melayani junjungan mereka"
"Hamba mengerti permaisuri. Oh ya, permaisuri. Bagaimana dengan pertemuan permaisuri dengan ibu suri tadi pagi?"
"Tadi ibu kan sudah bertanya. Aku sudah bilang baik seperti biasa."
Louisa kemudian menceritakan semua pertemuannya dengan Ibu Suri Anita termasuk sampai ruang leluhur. Hanya saja dia tidak menceritakan tentang lukisan Selir Agung Louisa Balley, adalah lukisan dirinya sendiri. Karena ia sendiripun masih bingung dengan hal itu dan berjanji pada dirinya sendiri akan menyelidiki hal itu pada keluarga Picasso.
*****
Hari hari Louisa penuh dengan kesibukan. Ia benar benar mempergunakan hari hari terakhirnya di istana dengan menjumpai orang orang yang mempunyai informasi yang akan berguna untuk menjalankan rencananya di Lembah Angin. Juga tabib Kurd yang akan menjadi saksinya disidang putus cerai nanti.
*****
Hari minus tiga sebelum sidang putus cerai.
__ADS_1
Aula permaisuri terlihat sangat sibuk, tamu tamu telah datang dan makanan makanan telah di hidangkan.
Suasana terlihat meriah, Permaisuri Lorine terlihat bercanda dengan pelayan dan penjaga yang menjadi tamu undangannya.
Dari tempat yang agak gelap, melalui jendela aula yang terbuka, tanpa ada yang menyadari ada sepasang mata yang memandang Permaisuri Lorine dengan pandangan tidak berkedip.
"Kau memang selalu mampu menutupi perasaanmu dengan senyum dan tawamu Lorine. Sampai sampai orang tidak akan tahu suasana hatimu yang sebenarnya" gumamnya pelan
"Setelah aku mendapatkan seorang putra, aku akan membawamu kembali Lorine"batinnya lagi sambil menghilang dari tempat itu.
Semua hidangan telah selesai di santap. Reneisme berdiri mimbar memimpin acara. Ia memberikan sedikit kata sambutan mengenai acara tersebut. Secara sekilas ia menyatakan acara itu dibuat sebagai acara perpisahan dengan Permaisuri. Dan mempersilahkan untuk tamu yang ingin menyampaikan kata perpisahan.
Seorang pria tua maju kedepan mewakili para penjaga dan seorang wanita setengah baya maju juga mewakili para pelayan.
Mereka masing masing menyampaikan ucapan terimakasih dan ucapan selamat jalan kepada permaisuri Lorine.
Setelah mereka kembali ketempat duduknya, Louisa maju ke depan. Semua tamunya memandangnya dengan pandangan sedih.
"Aku permaisuri Lorine Valley, mengucapkan terimakasih kepada seluruh penjaga istana dan para pelayan yang telah banyak membantuku selama aku berada di istana ini. Terimakasih untuk pengabdian dan kerjasama kalian. Selamanya kalian adalah keluargaku" kata Louisa.
Kemudian dia melakukan sesuatu yang membuat semua orang terkejut. Ia bersujud sebanyak tiga kali sebagai tanda penghormatan kepada semua tamunya. Tiba tiba semua terdiam, bahkan tidak sedikit yang menangis melihat apa yang dilakukan Permaisuri mereka.
Dan itu menjadi acara penutup pada jamuan makan tersebut.
Besok paginya apa yang dilakukan oleh Louisa menjadi buah bibir dikalangan penghuni istana.
******
Hari minus dua sebelum sidang putus cerai
Malam kedua perjamuan makan malam, sama meriahnya dengan malam pertama.
Acara yang dilakukan pun sama saja. Dipenghujung acara ada kata sambutan dari perwakilan penjaga dan pelayan istana. Kemudian Louisa juga melakukan hal yang sama yaitu melakukan sujud tiga kali kepada semua tamunya.
__ADS_1
Pada saat semua tamunya bubar, seorang pelayan yang sudah uzur mendatangi Louisa dan menggenggam tangannya erat.
"Permaisuri, sebaiknya Yang Mulia berhati hati. Ada kegelapan mengincar Yang Mulia. Kunci pintu dan jendela sebelum tidur. Tidak ada obat untuk orang lengah" katanya dengan tatapan mata yang tajam.
Kemudian tanpa mendengar tanggapan dari Louisa, ia pergi meninggalkan aula.
Louisa terkejut mendengar kata kata pelayan itu, tapi tidak ingin membahasnya.
*****
Di kamar
Tubuh Louisa terasa sangat lelah. Selesai membersihkan diri dan mengganti bajunya, Louisa segera tertidur lelap tidak mengingat perkataan sang pelayan uzur sebelumnya.
Reneismepun sama lelahnya. Setelah memastikan junjungannya tidur, ia kembali ke ruangannya untuk beristirahat. Ia hanya berpesan kepada penjaga untuk menjaga Permaisuri Lorine dengan baik.
Tengah malam seperti biasa, terjadi pergantian penjaga. Sayangnya penjaga yang bertugas merupakan penjaga baru yang belum mengetahui semua peraturan yang berlaku di istana Gordon.
Lima belas menit setelah pergantian penjaga, Raja Peter datang ke kediaman permaisuri dengan kondisi setengah mabuk. Penjaga baru itu membiarkan saja Raja Peter memasuki ruangan Permaisuri Lorine. Tidak mungkin baginya seorang penjaga istana golongan rendah, menghalangi raja menemui permaisurinya.
Setelah mencoba membuka pintu ruangan yang ternyata tidak dikunci, Raja Peter memasuki ruangan dan menguncinya dari dalam. Kemudian mendekati Permaisuri Lorine yang tengah tertidur pulas.
Pertama ia hanya mengelus rambut permaisuri Lorine dengan lembut, kemudian naik ketempat tidur dan membaringkan badannya disampingnya. Lama ia memandang wajah Lorine dan pelan mengelusnya.
"Kau sangat cantik"gumamnya
"Aku tidak rela kau pergi" katanya lagi.
Ia kemudian mencium bibir Lorine. Louisa yang tertidur, sedikit terjaga ketika mencium aroma alkohol. Tapi rasa mengantuk sungguh sungguh menguasainya sehingga ia tertidur kembali tanpa tahu bahaya yang mengintainya.
Menjelang pagi, ia terbangun karena ada sesuatu yang terasa berat menindihnya. Saat menyadari siapa yang ada diatas tubuhnya, ia terkejut dan menjerit. Tapi Raja Peter menutup mulutnya dengan tangannya.
Louisa menangis, tapi tidak dipedulikan sang raja yang asik meneruskan kegiatannya. Louisa mencoba melawan, tapi tenaganya kalah dibawah kungkungan Raja Peter. Setelah mendapatkan yang diinginkannya, Raja Peter merebahkan diri ditempat tidur.
__ADS_1
Louisa menangis, turun dari tempat tidur memperbaiki bajunya yang berantakan.
"Keluar!! Kau pria tak punya hati!!" teriaknya marah.