
Di kediaman leluhur Valley.
Louisa yang telah selesai mandi berjalan menuju ruang obat untuk menemui kakek Franklin. Didalam ruangan terlihat kakek Franklin dan sepupunya Lark sedang sibuk meracik obat sehingga tidak menyadari kedatangan Louisa.
"Kakek...Lark...."panggilnya pelan takut membuat kaget keduanya.
"Cucuku...duduk dulu. Sebentar kakek susun dulu obat obat ini."
"Apa kabar Lorine?"tanya Lark yang seumuran dengan Lorine.
"Seperti yang kau lihat sepupu, aku sehat. Sepertinya kalian sangat sibuk, aku jadi mengganggu" kata Louisa merasa tidak enak hati.
"Ah tidak cucuku. Kami juga sudah mau berhenti. Apa nenek yang menyuruhmu kemari?"
Louisa menganggukkan kepalanya.
"Itu artinya sebentar lagi kita akan makan malam. Ayo Lark, kita bersiap siap. Atau kau mau mendengar ceramah panjang nenekmu?"
Lark menggeleng cepat.
"Lorine, aku masih tidak mengerti akan keputusanmu. Kamu meminta distrik delapan untuk bergabung dengan lembah angin. Bahkan distrik dua puluh yang masih rawan perang antar suku pun ikut bergabung. Bagaimana caramu menangani semua nantinya. Itu semua tidak mudah Lorine..."
"Mengapa harus aku yang memikirkannya? Itukan nantinya jadi tugasmu sepupu" kata Louisa terlihat serius tapi sebenarnya dalam hati ia tertawa mengerjai Lark.
"Mengapa tugasku? Nantinya yang menjadi Ratu Lembah Angin kan kamu Lorine"
"Siapa bilang aku mau jadi ratu. Tapi saudara sepupuku Lark Valley yang akan menjadi raja. Semua ini kupersiapkan untukmu sepupu"
"Apa!!! Jangan bercanda Lorine. Aku tidak memiliki kemampuan untuk menjadi raja. Tidak.. tidak..." kata Lark mengelak
"Kenapa tidak Lark. Bukankah tadinya, setelah ayahmu berhenti menjadi kepala distrik sembilan, kamu dipersiapkan menjadi penerus penggantinya?" kata Franklin mendukung pendapat Louisa.
"Itukan hal yang berbeda kakek. Menjadi kepala distrik, hanya memerintah sebuah wilayah dengan segala aturan yang telah dibuat sebelumnya oleh kerajaan Gordon. Menjadi raja? Itu tiga wilayah yang berbeda kakek"
"Mengapa kamu tidak mengubah sudut pandang mu Lark. Jika kamu bisa berpikir distrik sembilan adalah satu wilayah yang terdiri dari beberapa kota dan kamu bisa memerintahnya, di ubah menjadi Lembah Angin adalah satu kerajaan yang terdiri dari beberapa wilayah dan kamu mampu memerintahnya dengan membuat peraturannya sendiri. Kalimatnya tidak jauh berbeda bukan?"
"Lorine, cara berpikirmu berbeda denganku. Kamu sudah dipersiapkan bertahun tahun sebelum menjadi permaisuri, dan kamu memintaku menjadi raja dalam waktu satu bulan. Kamu gila Lorine.."
__ADS_1
"Ya sudah, jika begitu aku akan meminta Sola saja yang jadi ratu Lembah Angin. Aku yakin ia pasti mau.."
"Apa?? Kamu benar benar kehilangan akal Lorine. Jika Sola kamu suruh memerintah, lebih baik aku masuk lubang semut dan bersembunyi disana. Sudah bisa kubayangkan kekacauan yang akan terjadi"
"Sampai segitu parahnya yang kau bayangkan tentang adikmu sendiri. Jika begitu persiapkan dirimu sepupu, kau tidak punya pilihan lain"
"Bukan aku tidak mau mengambil tanggung jawab itu, tapi berilah aku kesempatan belajar dulu beberapa tahun Lorine." katanya dengan ucapan memelas.
"Kakek, kakek jadi saksi pengakuan Lark. Ia sudah bersedia ha...ha..."Louisa tertawa.
"Ha...ha..." kakek Franklin ikutan tertawa melihat Lorine berhasil memaksa Lark menerima permintaannya.
"Jadi kalian sengaja melakukannya? Kapan kalian merencanakannya?"kata Lark kesal saat tahu ia telah dipermainkan.
"Kami tidak merencanakannya Lark, tapi aku sangat mengenal sepupumu. Ia tidak akan memberikan jabatan itu sembarangan. Apalagi saat orang itu tidak siap sama sekali."
"Kamu akan diangkat menjadi raja paling cepat tiga tahun lagi dan paling lambat delapan tahun lagi. Selama itu paman yang akan memangku jabatan raja lembah angin dan kamu akan dipersiapkan untuk menggantikannya. Aku sudah membicarakannya dengan beliau, dan beliau sudah setuju."
"Trus, siapa yang akan mempersiapkan ku? Dan kamu sendiri, apa yang kamu kerjakan?"
"Aku akan berdiri dibelakang kalian sebagai penasehat kerajaan. Kedudukanku dimuka umum hanya sebagai Putri kerajaan. Ada begitu banyak hal yang harus aku lakukan Lark, dan aku diburu waktu. Aku butuh orang orang yang mendukung rencanaku"
"Nanti selesai makan malam akan kita bahas bersama kakek. Karena aku ingin mendengar pendapat kalian semua"
"Baiklah, sekarang kakek mandi dulu. Jika terlambat menghadiri makan malam, bisa bisa kakek tidak bisa tidur harus mendengar ceramah nenekmu sampai pagi."
"Aku juga Lorine"
Louisa menganggukkan kepalanya. Kakek dan Lark pergi membersihkan dirinya, Louisa menuju dapur menjumpai nenek Eliz.
"Wow ramai sekali disini.."pikir Louisa.
"Nenek ada yang bisa kubantu?" tanya Louisa satu melihat nenek Eliz sibuk mengatur di para pelayan.
"Kau sudah datang dari tempat kakek?"
"Sudah nek. Tadi aku juga bertemu Lark"
__ADS_1
"Ayo kita bercerita di sana" katanya sambil menunjuk sebuah ruangan. "Tidak ada lagi yang bisa kita bantu disini, biar para pelayan yang melakukannya" lanjutnya.
"Duduk disini saja. Kita menunggu paman dan bibimu serta beberapa orang yang nenek undang untuk makan bersama dengan kita"
"Nek, aku bisa minta ajari cara meracik herbal untuk mandi seperti yang nenek buat?"
"Ha..ha... "
"Kenapa nenek tertawa?"
"Dulu waktu kamu masih kecil, nenek dan kakek berusaha membujukmu untuk belajar ilmu pengobatan, tapi sepuluh persen pun tidak ada yang nyangkut di otakmu. Dan sekarang kamu sendiri yang meminta diajari, tentu nenek tertawa"
"Aku tidak meminta diajarkan seluruh ilmu pengobatan nenek, nenek sendiri tahu aku tidak berbakat dalam hal itu. Aku hanya meminta diajari meracik herbal untuk mandi, kan tidak mungkin setiap mau mandi aku minta dibuatkan pada nenek"
"Iya nanti nenek tuliskan resepnya padamu. Sekarang nenek mau bertanya. Apa alasan Peter menceraikanmu.. Dulu jika bukan karena leluhur Henry yang memohon secara khusus untuk menjadikanmu menantu di keluarga Henry, aku tidak akan pernah melepasmu masuk kedalam keluarga itu"
"Sudahlah nenek, itu tidak berguna lagi untuk dibahas. Lagi pula itu tidak akan mengubah apapun juga."
"Nenek hanya takut kamu tidak bisa mengatasinya, karena kamu dari kecil sudah dibentuk menjadi permaisuri Gordon. Jadi bagaimana dengan rencanamu kedepannya?"
"Nenek aku bisa mengatasinya, dengan membuat tujuan hidup yang baru. Aku akan berada di Lembah angin untuk memastikan segala sesuatu berjalan sesuai dengan rencanaku "
"Kau benar cucuku, walaupun kecewa bukan berarti kita harus terus terpuruk didalamnya. Nenek sangat bangga padamu"
"Aku juga sangat bangga pada cucuku, karena berhasil menjebak Lark dengan kata katanya sendiri" terdengar suara kakek Franklin dibelakang mereka.
"Kakek jangan dibahas lagi. Aku jadi malu kakek buat"
"Memangnya ada apa ayah?"kata Landen yang ternyata juga telah datang.
"Misi berhasil paman"jawab Louisa sambil mengedipkan matanya sebelah kepada Landen yang diikuti tawa Sofia yang mengerti maksud pembicaraan mereka.
"Memangnya apa misinya kakak ipar?
"Membuat Lark menerima kedudukan sebagai raja Lembah Angin, karena ayah mertuamu takut Lark akan menolaknya.."
"Apa?? Jadi bukan kakak ipar yang jadi Ratu??"
__ADS_1
>Seorang yang rakus akan melakukan apapun untuk berkuasa, tanpa memikirkan tanggung jawab yang harus di embannya.
>Tapi seseorang yang sadar akan tanggung jawab dari sebuah kekuasaan, akan senantiasa berhati hati agar tidak menyalahgunakan kekuasaannya.