Nona Louisa Dari Lembah Angin

Nona Louisa Dari Lembah Angin
Seseorang bernama sama?


__ADS_3

Kepala Kota Lue sangat terkejut.


"Untuk apa sebuah waduk nona? Bukankah kebutuhan air sudah terpenuhi. Bahkan jika musim hujan tiba, air melimpah"


"Untuk sekarang memang sudah terpenuhi kepala kota. Tapi apakah Anda bisa menjamin lima atau sepuluh tahun kedepan?"


"Maksud nona?"


Louisa tidak ingin persoalan bencana kemarau panjang di ketahui publik sekarang yang mana bisa memancing kepanikan masyarakat. Jadi dia membuat alasan lain yang juga memang cukup serius .


"Kerajaan Lembah Angin sekarang mulai kita bangun sedikit demi sedikit. Sekarang yang terlihat oleh orang awam adalah masalah pertanian yang mulai kita galakkan. Jika pertanian mulai maju sesuai dengan harapan kita, maka lima tahun mendatang, menurut tuan Lue apakah tidak mungkin akan muncul desa desa serta wilayah kota yang baru?"


"Anda benar nona. Jika wilayah pendudukan semakin luas, pasti memerlukan air juga yang semakin banyak."


"Karena itulah kita membuat waduk untuk mengantisipasi hal itu."


"Hari sudah sore. Sebaiknya kita pulang ketua" kata Shadow.


"Baiklah."


Dan mereka pulang ke kota Lake Blue. Ketika mereka sampai di kota Lake Blue, hari telah malam. Walikota mengundang mereka untuk makan malam di kediamannya dan Louisa menerimanya.


Sebelum pulang, Louisa meminta sebuah kertas tulis dan pena kepada kepala kota Lue. Ia menulis sebuah surat undangan kepada Sano agar datang ke istana. Kemudian menggulungnya dan memberi segel kerajaan.


Sebelum naik keatas kereta kuda Louisa memberikan surat tersebut.


"Tuan Lue dan Nyonya, kalian merupakan orang tua yang bijaksana. Sangat pandai mendidik dua orang putera menjadi pribadi yang luar biasa "


"Anda terlalu memuji Nona"kata isteri Lue.


"Sudah sepatutnya nyonya"jawan Louisa.


Keesokan harinya Louisa dan rombongan kembali ke desa Alma.


Saat memasuki gerbang lahan pertanian, seorang penjaga langsung berlari mendekati mereka.


"Selamat datang nona. Peachu baru datang. Sekarang sedang ada di kantor penjaga"


"Baik. Kami segera kesana"


Kereta kuda kembali berjalan. Saat mendekati kantor penjaga, terdengar suara orang marah dari dalam bangunan. Lima orang dengan wajah sangar berdiri didepan kantor seolah menantang penjaga yang bertugas.


Rombongan berhenti. Louisa turun dari kereta kuda diikuti Reneisme.


Kedatangan mereka disambut senyum dari kedua penjaga yang bertugas didepan kantor penjaga .


"Selamat datang nona dan senior"

__ADS_1


"Bagaimana keadaannya?"


"Sedang ditangani Senior Brandy dan dua rekan lainnya"


"Ok. Kalian siapa?"kata Louisa memandang lima orang berwajah sangar yang sedikitpun tidak menunjukkan rasa hormat kepada mereka.


"Kami pengawal tuan Peachu"


"Oh...Jika anda hanya tamu di tempat orang lain, berlakulah seperti tamu. Jangan mendongakkan kepala anda seolah anda lebih tinggi dari pemilik rumah. Karena anda tidak tahu siapa yang anda hadapi" kata Louisa sambil berjalan masuk kedalam gedung.


Shadow memandang tajam kelima orang itu. Tatapannya membuat kelima orang itu menundukkan kepalanya.


Didalam ruangan kantor tampak suasana penuh ketegangan. Jelas terlihat jika ada pertengkaran. Brandy tersenyum saat melihat kedatangan Louisa dan rombongan.


"Selamat datang Nona dan Senior" katanya sambil membungkukkan badannya.


"Salam jumpa lagi Brandy"


Seorang pria paruh baya berbadan kekar memandang kearah Louisa. Walaupun Louisa memakai cadar, jelas dia tahu jika wanita yang baru datang itu masih sangat muda.


"Salam nona Louisa. Perkenalkan saya Peachu. "


"Salam kenal tuan Peachu. Brandy bagaimana?"


"Tuan Peachu tidak terima penolakan kita nona"


"Nona, kami serikat pekerja Sorka sangat profesional. Atas dasar apa anda menolaknya? Jika anda tidak senang dengan seorang pekerja kami, anda tinggal melapor dan kami akan menggantinya"


"Tuan, bukan itu persoalannya. Persoalan sebenarnya kami tidak membutuhkan jasa perusahaan anda. Tanpa bantuan andapun kami masih bisa mendapatkan pekerja yang kami butuhkan"


"Jika anda tidak membutuhkan pekerja untuk lahan pertanian, kami bisa menyediakan untuk tenaga pengawal. Bagaimana?"


"Untuk tenaga pengawalpun kami tidak perlu. Kami sudah memiliki penjaga penjaga yang bisa diandalkan"kata Louisa tegas.


Wajah Peachu memerah menahan amarah.


"Bisa diandalkan? Hmmm...saatnya anda akan tahu seberapa bisa diandalkan penjaga anda.. Saya Peachu tidak akan tinggal diam?"katanya dengan senyum mengejek


"Anda mengancam saya seperti Anda mengancam kepala desa? Jangan harap saya takut. Marco tangkap tuan Peachu dan rombongan!"perintah Louisa.


"Baik ketua"


"Apa!!" Peachu terkejut. Ia melompat hendak menyerang Louisa, tapi dihadang Shine.


"Jangan berharap dapat menyentuh ketua kami." katanya dengan tatapan tajam.


Bug!!

__ADS_1


Sebuah pukulan mengenai wajah Peachu membuatnya sedikit terhuyung.


"Hentikan tindakan anda tuan Peachu. Jika tidak ingin mendapat hukuman yang lebih berat lagi, jangan diteruskan. Karena anda tidak tahu siapa yang anda hadapi."kata Shine


"Hanya keluarga kerajaan sudah banyak tingkah. Kalian tidak bisa menangkapku. Hanya prajurit kerajaan yang berhak."


"Ha..ha... Dihadapan anda ini lebih dari sekedar prajurit kerajaan tuan Peachu. Tapi pelindung inti keluarga kerajaan. Dan persoalan anda yang berusaha mengadu domba warga desa Akna dan desa Alma sudah sampai ke telinga yang mulia Raja . Karena lahan ini adalah lahan percontohan kerajaan"kata Louisa.


"Kalian tidak punya bukti."


"Kami punya sejumlah saksi. Termasuk penyerangan anda kepada saya barusan"kata Louisa.


Sementara di depan ruangan kelima orang pengawal Peachu tengah berusaha memasuki ruangan tapi dihalangi kedua penjaga yang bertugas sehingga perkelahianpun tidak terelakkan.


Shadow dan Light yang sebelumnya pergi mengantarkan kuda kuda ke peternakan terkejut dan yakin pasti keadaan didalam ruangan lebih parah.


Shadow merapal mantera dan tiba tiba kelima pengawal itu berhenti bergerak. Kesempatan itu tidak disia siakan penjaga memukul kelimanya sampai pingsan.


Shadow meniup peluit jaga dan tidak berapa lama sepuluh orang penjaga lain datang membantu.


"Ikat mereka dan tahan di gudang."perintahnya pada mereka sambil membuka pintu ruangan.


Didalam ruangan Peachu yang berusaha melawan ketika ditangkap, wajahnya telah babak belur dihajar Marco. Bibirnya bengkak dan berdarah. Setelah tangannya diikat oleh Marco, ia dipaksa duduk di kursi yang ada seberang Louisa.


Sedangkan Louisa duduk dengan tenang.


"Tuan Peachu. Aku ada beberapa pertanyaan pada anda. Aku harap anda bersedia menjawabnya"


"Baik nona"katanya.


"Siapa pendiri Serikat pekerja Sorka?"


"Pendirinya tuan Justom Muel, nona."


"Kapan serikat pekerja Sorka mulai bergerak dibidang tenaga kerja, sebab setahu saya serikat pekerja Sorka hanya untuk tenaga pengawalan"


"Sejak dua tahun lalu nona, tepatnya setelah organisasi dipimpin cucunya tuan Justom. Tuan Jhon Muel"


"Apa!!" teriak Louisa tanpa sadar. "Jhon Muel?"


"Anda mengenalnya nona?"tanya Shine heran.


Louisa terdiam sejenak.


"Ada apa ini? Mengapa namanya sama? Apa maksud takdir mempermainkanku" batinnya


"Aku tidak begitu yakin Shine. Aku mengenal seseorang bernama Jhon Muel. Tapi tidak yakin, apakah ini orang yang sama.."

__ADS_1


>>> Hallo readers . Tanggal 1 Juli nanti aku rilis karya keduaku. Jika berkenan tolong diintip ya. Judulnya The Diamonds. Terima kasih .


__ADS_2