Nona Louisa Dari Lembah Angin

Nona Louisa Dari Lembah Angin
Puteri Resta (2)


__ADS_3

Sehari setelah pangeran Lark meninggalkan Kota Hinom menuju kerajaan Fatma.


Tampak sebuah kereta kuda mewah dengan lambang kerajaan Lingkar Awan berhenti didepan istana Lembah Angin.


Kereta kuda itu dikawal sepuluh orang prajurit mengendarai kuda.


Begitu kereta berhenti, dan keluarlah seorang gadis dengan pakaian mewah dari dalam kereta.


Kedatangannya disambut hangat oleh Permisuri Sofia.


"Selamat datang di Lembah Angin Puteri Resta. Semoga anda betah tinggal selama mengikuti pelatihan disini"


"Salam jumpa permaisuri." kata Puteri Resta.


"Anda cantik sekali" puji permaisuri Sofia


"Terimakasih"


"Mari masuk.. Anda pasti lelah setelah menempuh perjalanan jauh. "


Mereka memasuki istana Lembah Angin.


"Pelayan, tolong antar Puteri Resta ke kamar nya."


"Baik permaisuri"


"Puteri ikuti mereka. Istirahatlah dahulu. Satu jam lagi, saya akan mengirim pelayan untuk menjemput anda"


"Terimakasih Permaisuri"


Puteri Resta mengikuti pelayan yang membawa barang barangnya menuju kamar tamu.


"Silahkan tuan Puteri. Ini kamar anda."


Puteri Resta memasuki kamar itu dengan perasaan kagum. Kamar itu sangat besar dan mewah. Ia memeriksa setiap sudut ruangan.


Selain tempat tidur ukuran besar, juga ada ada kursi tamu, dan balkon yang menghadap ke taman belakang istana.


Ia tersenyum puas.


"Puteri jika anda ingin mandi, biar hamba siapkan air mandi anda. Itu tadi pesan permaisuri kepada hamba"


"Baiklah. Mandi juga bagus"


Pelayan itu masuk kekamar mandi, menyiapkan air mandi rempah untuk Puteri Resta. Setelah dirasa cukup, ia keluar dari sana.


"Air mandi anda telah siap tuan Puteri"


"Tolong bantu aku membuka bajuku. Nanti bantu aku menggosok punggungku"


"Baik tuan Puteri"


Pelayan itu membawa Puteri Resta masuk kedalam kamar mandi.


Puteri Resta masuk dan kemudian berendam didalamnya.


"Pelayan siapa namamu?"


"Mola tuan Puteri"


"Selama aku disini, maukah kau menjadi pelayanku?"


"Jika tuan Puteri mau saya sebagai pelayan pribadi anda selama anda disini, silahkan anda ajukan kepada Permaisuri Sofia. Sebab saya hanya pelayan yang menjalankan tugas"

__ADS_1


"Nanti saya sampaikan kepada Permaisuri"


Setengah jam kemudian acara mandipun selesai. Pelayan Mola membantu Puteri Resta untuk berpakaian.


"Mengapa setelah mandi, tubuhku terasa sangat segar? Apa yang pelayan Mola masukkan kedalam air mandiku?"


"Itu disebut ramuan pelepas lelah tuan Puteri. Ramuan ini biasa kami siapkan untuk menyambut orang yang baru datang dari jauh. Sangat efektif menghilangkan rasa lelah selama diperjalanan."


"Apa ramuannya ditujukan untuk semua orang?"


"Tentu tuan Puteri. Ramuan ini dijual setiap balai pengobatan Valley"


"Balai pengobatan Valley? Berarti termasuk yang ada di kota Kapur Putih? Pelayan Mola, apakah kau dapat mengajariku cara membuat ramuan ini?"


"Maaf saya tuan Puteri. Saya tidak mengerti sama sekali tentang ramuan."


"Jadi kepada siapa saya dapat belajar ramuan?"


"Setahu saya, kedatangan anda juga untuk mengikuti pelatihan. Kukira salah satunya ada belajar tentang ramuan herbal. Tapi saya tidak tahu, sejauh mana pelatihan yang dipersiapkan untuk anda"


"Oh.. begitukah" katanya bersemangat.


"Anda silahkan berisirahat sejenak. Saya akan menghadap permaisuri"


"Silahkan"


Pelayan Mola keluar dari kamar tersebut dan menuju ruang permaisuri untuk melaporkan pekerjaannya.


"Tok..tok..


"Siapa?"


"Saya permaisuri, Mola"


"Salam hormat permaisuri"


"Salammu kuterima. Bagaimana Puteri Resta?"


"Sudah selesai mandi dan tengah beristirahat. Ia meminta saya menjadi pelayan pribadinya selama disini. Beliau juga berkata ingin belajar ramuan pelepas lelah"


"Hmm.. ada lagi yang lain?"


"Tidak permaisuri."


"Mengenai menjadi pelayan pribadi, aku percaya pelayan Mola dapat mengatasinya. "


"Baik permaisuri."


"Batasi informasi yang tidak perlu untuknya. Cari tahu, apa saja yang diinginkannya. Kamu tahu, walaupun dia seorang Puteri, dia tetaplah seorang tamu di istana ini"


"Baik Permaisuri"


"Jangan biarkan dia memasuki kawasan terlarang. Kita tidak pernah tahu, apa rencana Lingkar Awan mengirimnya kemari"


"Saya mengerti permaisuri"


"Bawa dia ke ruang makan kecil. Saya ingin mengajaknya minum teh bersama"


"Saya permisi permaisuri"


Pelayan Mola bergegas kembali ke kamar Puteri Resta.


Tok..tok...

__ADS_1


"Tuan Puteri, saya pelayan Mola. Bolehkan saya masuk?"


Tidak terdengar jawaban dari dalam. Pelayan Mola membuka pintu kamar. Memeriksa tempat tidur, tapi tidak menemukannya.


Rupanya Puteri Resta sedang duduk di balkon sambil melihat taman belakang.


"Tuan Puteri.." panggil pelayan Mola


"Kau sudah datang.."


"Permaisuri mengundang anda untuk minum teh bersama"


"Oh ya.. Jika begitu mari kita pergi"


Mereka bergegas keluar dari kamar itu menuju ruang makan kecil.


Begitu memasuki ruang makan kecil, tampak permaisuri tengah duduk disalah satu kursi.


"Silahkan duduk Puteri"


"Terimakasih Permaisuri"


Setelah Puteri Resta duduk, dua orang pelayan dibantu pelyan Mola membawa teko teh dan berbagai cemilan untuk mereka.


"Bagaimana kamarnya? Apakah anda menyukainya?"


"Tentu permaisuri. Dari balkon, saya dapat melihat taman yang sangat indah"


"Syukurlah jika anda menyukainya. Semoga anda betah selama menjalani pelatihan disini. Setelah ini, saya akan membawa anda keliling kawasan istana"


"Baik permaisuri"


Seperti yang dikatakan permaisuri Sofia, ia membawa Puteri Resta keliling kawasan istana. Memperkenalkan beberapa hal kepada Puteri Resta.


"Besok Anda akan mengikuti pelatihan disini. Akan ada empat orang lainnya yang mengikuti pelatihan di tempat ini."


"Siapa mereka permaisuri? "


" Keempatnya merupakan putri dari dua kepala distrik kerajaan Lembah Angin. Sebenarnya masih ada peserta pelatihan lainnya. Tapi mereka dari kalangan masyarakat biasa, jadi kami tidak menggabungkannya dengan anda agar anda lebih nyaman"


Puteri Resta sungguh merasa tersanjung mendapat perlakuan khusus. Dia tentu juga sudah mengetahui, jika kerajaan Lembah Angin juga membuka berbagai pelatihan untuk kalangn masyarakat umum.


Sempat ada kekawatiran dihatinya jika dia juga digabungkan dengan mereka dalam satu ruangan. Dia merasa tidak sederajat dengan kalangan masyarakat biasa.


Kepala distrik setidaknya setara dengan bangsawan di kerajaannya. Tentu anak anak perempuan mereka telah diajari tentang tata krama bertemu dengan seorang putri.


Matanya menangkap di kejauhan sebuah bangunan yang sangat megah. Walau terlihat sudah tua, tapi jelas terlihat jika bangunan itu cukup megah.


"Permaisuri, yang disana itu bangunan apa?"


"Itu merupakan kawasan leluhur keluarga Vallley. Bangunan itu dulunya adalah istana kerajaan Lembah Angin sebelum bergabung dengan kerajaan Gordon."


"Iya.. saya memang pernah mendengar jika sebelum bergabung dengan kerajaan Gordon, Lembah Angin telah menjadi sebuah kerajaan"


"Benar. Sebuah kerajaan kecil. Kawasannya hanya melingkupi daerah yang sekarang menjadi distrik satu dan distrik empat"


"Bolehkan aku masuk kesana permaisuri?"


"Maaf Puteri Resta. Itu adalah kawasan terlarang kerajaan. Hanya anggota keluarga Valley yang bisa masuk kesana"


"Mengapa demikian permaisuri? Apakah istana itu masih ada penghuninya?"


"Tentu ada penghuninya Puteri. Istana itu telah menjadi rumah leluhur keluarga Valley. Sudah sejak lama, kawasan itu memang ditutup untuk umum, karena yang tinggal disana adalah tetua keluarga Valley"

__ADS_1


__ADS_2