Nona Louisa Dari Lembah Angin

Nona Louisa Dari Lembah Angin
Penyergapan (3)


__ADS_3

Bagi kebanyakan orang jika dalam kondisi tengah tertidur, dan terbangun saat mereka menyadari adanya bahaya, maka mereka akan panik dan berusaha untuk melarikan diri. Tapi nama Bear Arrow memang benar adanya. Begitu menyadari jika mereka diserang, bukannya panik, tapi mereka langsung mengeluarkan senjata mereka masing-masing dan sekuat tenaga melakukan perlawanan.


"Kita diseranggg....!" teriak salah satu dari mereka dengan suara yang keras.


Trang....trang...


Terdengar suara senjata saling beradu. Walaupun kelompok Bear Arrow terkenal dengan panah panah mereka, tapi sebenarnya mereka juga bisa menggunakan senjata lainnya untuk pertarungan jarak pendek.


Aakkhhhh.... terdengar teriakan disana sini.


Walaupun setiap rumah hanya lima penyerang yang artinya setengah dari jumlah musuh, tapi dengan kemampuan mereka keadaan masih lah cukup berimbang.


Penghuni rumah pertama sampai keempat dapat dilumpuhkan dengan cepat.Tapi rumah kelima, tampak pasukan khusus agak kerepotan.


" Bantu anggota lainnya..!" perintah Marco.


Segera pasukan yang telah selesai pada rumah pertama sampai keempat membantu kelompok lainnya. Melihat adanya bantuan musuh yang datang, membuat anggota bear arrow kocar-kacir.


Ada yang mencoba melarikan diri dengan melompat melalui jendela. Ada yang langsung menyerah, karena merasa tidak punya peluang.


Sementara dirumah ketujuh sampai kesembilan terjadi perlawanan sengit. Mereka adalah para senior didalam kelompok Bear Arrow. Tentu saja memiliki kemampuan yang lebih dibandingkan anggota biasa.


Dengan terpaksa pasukan khusus mundur dengan melompat keluar rumah.


Melihat anggota pasukan khusus lari keluar rumah, Louisa segera tahu jika penghuni tiga rumah terakhir memiliki kekuatan yang lebih tinggi dari penghuni rumah lainnya.


"Ketua, ijinkan aku membantu mereka. Mereka terlihat sedikit kesulitan" kata Deep yang memang sedari tadi bersama Louisa .


Louisa sengaja tidak mengijinkan Shine, dan anggota intinya turun tangan untuk melatih kekuatan tempur pasukan nya.


"Baik, kau bantu mereka. "


"Bagaimana dengan kami ketua?" tanya Shadow.


"Shadow, bisakah kau lacak keberadaan Jhon Muel serta pemimpin Bear Arrow?"


"Akan kucoba ketua"


"Dari pada menerka, aku punya cara yang lebih baik ketua" kata Marco


"Siapa yang mau kau pukuli, Marco?" tanya Light.


"Ha...ha... tunggu sebentar" kata Marco yang melesat pergi.


Ia memasuki tempat pertempuran.


Hiat... ia melompat tinggi. Pasukan khusus yang sempat kewalahan kembali berimbang hanya dengan kedatangan Marco.


Bug...bug... Marco mengarahkan tinjunya kearah Bandit Arrow dan mengenai salah satu diantaranya dan orang itu langsung tumbang.


Ia kembali menyerang yang lainnya.


"Kalian bantu yang lain. Yang disini biar kutangani" katanya kepada prajurit khusus.

__ADS_1


Setengah ragu, tapi akhirnya kelima orang itu pergi juga.


Marco sengaja meminta mereka pergi karena merasa tidak bisa bergerak bebas menyerang kelompok Bear Arrow. Takut salah sasaran, malah menyerang anggota sendiri.


"Sekarang waktunya bermain main." katanya sambil tersenyum aneh.


"Jangan sombong kau! Rasakan pedangku....hiatt" kata seorang pria berbadan kurus. Tampaknya dia merupakan pimpinan dalam rumah tersebut.


Marco melompat, berjumplitan menghindari serangan pedang yang diarahkan kepadanya.


Dia terlihat sedikit lengah. Hal ini dimanfaatkan lawan nya untuk kembali menyerang dengan ganas, tanpa sadar ia telah masuk jebakan Marco.


Hiat... katanya sambil menusuk ke arah dada Marco.


Marco tetap berdiri ditempat, begitu pedang tinggal sejengkal jauhnya dari dadanya ia hanya memiringkan tubuhnya menghindari serangan.


Bug..bug...


Aaachggg... teriak orang itu. Padahal sekilas tadi ia sudah merasa diatas angin, yakin menang. Nyatanya justru tinju Marco yang bersarang diperut dan dadanya.


Ia terjengkang sejauh lima meter, pedangnya terlempar dan dari sudut bibirnya keluar darah. Menandakan serangan Marco tadi mengenai organ dalam.


"Ampun tuan...kami menyerah.Kami menyerah. Kelak tidak akan berani melawan lagi" katanya sambil memegang dadanya menahan perih.


"Masih ada yang mau melawan?" tanya Marco


Melihat ketua mereka sudah menyerah, delapan orang tersisa melempar kan pedangnya dan berlutut.


Marco bersiul, tidak sampai dua tarikan napas Light telah sampai didalam rumah itu.


Dia merapal mantra, dan terasa ada tiupan angin tipis mengitari orang orang yang berlutut itu dan tanpa mereka sadari tangan mereka sudah terikat oleh benang tipis tapi saat mereka mencoba melepaskan nya, benang itu justru semakin kuat mengikat tangan mereka.


Sementara itu, Deep juga tengah membantu anggota lainnya.


Jika Marco petarung tangan kosong, Deep petarung menggunakan senjata berupa pedang pendek mirip Durendal. Terlihat sederhana tapi memiliki ketajaman yang mengagumkan.


Slab..slab...


Aaachhhj.... terdengar teriakan orang-orang yang terkena pedangnya.


Slab... slab...


Jika Marco menyerang sambil berteriak, dan suka memprokasi lawannya, Deep sendiri justru kebalikannya, selalu bergerak dalam diam. Tidak ada sedikitpun suara keluar dari mulut nya saat melakukan serangan. Tapi justru sikapnya itu menimbulkan kesan dingin yang menakutkan.


Prajurit khusus kerajaan Lembah Angin pun menyingkir karena ngeri. Walaupun Deep salah satu pelatih tetap mereka, tapi baru sekali ini mereka melihatnya bertarung.


Hanya dalam waktu singkat, kesepuluh anggota Bear Arrow mendapat luka pedang yang cukup dalam. Setiap orang setidaknya memiliki tiga luka.


Setelah merasa cukup Deep menghentikan serangannya.


"Aku bisa saja memotong tubuh kalian sampai putus. Tapi ketua kami, ingin kalian tetap hidup. Tentukan pilihan kalian sekarang!" kata nya tegas.


"Kami menyerah..." kata orang orang itu serempak.

__ADS_1


"Sekarang kata kan dimana pimpinan kalian?"


"Rumah paling ujung dan paling besar" kata salah seorang diantara mereka.


"Jangan bohong..."


"Kami tidak berbohong tuan... memang itu adalah kediaman pimpinan. Termasuk ketua besar?"


"Ketua besar? Jhon Muel?"


"Benar tuan"


"Rumah itu telah kosong saat kami tiba. Tidak ada penghuninya"


"Tidak mungkin, tuan. Tadi malam aku baru dari sana. Ataukah...." kata kata nya terputus dan jelas raut kecewa diwajahnya.


"Dia melarikan diri?" tebak Deep.


Orang-orang itu tertunduk. Jelas mereka kecewa dengan sikap pimpinan mereka.


"Kemana mereka pergi?" tanya Deep lagi.


"Menurut pembicaraan kami tadi malam seharusnya ke Lingkar Awan. Seharusnya pagi ini kami berangkat bersama."


"Kenapa ke Lingkar Awan?"


"Kata tuan Jhon Muel, ada penjamin kami disana. Tapi aku tidak tahu siapa orangnya"


"Ada yang tahu jalan yang mereka tempuh?"


"Aku tahu tuan, tapi tubuhku penuh luka. Tidak akan sanggup melalui jalan itu"


"Kau akan menjadi petunjuk jalan. Soal lukamu ikut aku"


Orang itu berjalan tertatih tatih sambil menahan sakit sekujur tubuhnya. Darah menetes dari luka lukanya.


"Terlalu lambat" kata Deep meraih tangan orang itu dan membawa berlari.


"Light, obati lukanya" kata Deep.


"Siapa dia?" tanya Light.


"Nanti aku ceritakan. Pulihkan dulu lukanya"


Light merapal mantera. Seberkas cahaya keluar dari telapak tangan nya. Ia menggerakkan nya pada tubuh orang itu. Dan seketika luka luka ditubuhnya menutup sempurna.


"Siapa namamu?"


"Corla nona. Terimakasih menyembuhkan luka saya"


"Hmmm.." hanya itu jawaban Light.


"Siapa dia?" tanya Louisa yang datang bersama Shine

__ADS_1


__ADS_2