Nona Louisa Dari Lembah Angin

Nona Louisa Dari Lembah Angin
Keputusan Louisa


__ADS_3

"Jika begitu, satu masalah sudah selesai. Jadi bagaimana keputusanmu?" tanya Jendral Lucky


"Sebelum bicara tentang keputusanku, ada hal lain yang aku ingin ayah tahu. Ini terkait siapa aku.." kata Louisa hati hati.


Walaupun Margaret sudah mengetahui tentang jiwa Lorine dan Louisa tapi dengan Jendral Lucky, Louisa belum pernah membicarakannya.


"Jika Yang ingin kamu bahas tentang jiwa Lorine dan jiwa Louisa, kakekmu Ayah Bruswick sudah banyak bicara dengan ayah. Baik tentang Lorine, ataupun tentang Louisa. Bagi Ayah keduanya adalah sama, tidak ada bedanya. Walaupun alangkah bahagianya jika seandainya Ayah bisa memiliki keduanya" katanya setengah bercanda.


"Ayah dan ibu sudah membicarakannya, sayangku. Mama juga sedikit banyak sudah menjelaskan pada ayahmu apa yang mama tahu. Jadi kamu tidak perlu kwatir tentang sikap ayahmu sendiri. Sekarang bagaimana keputusanmu tentang Peter?" desak Margaret


"Ayah, mama.. sebenarnya aku WRcsudah berbicara tentang hal itu dengan leluhur Kendrick. Dan aku juga sudah berjanji akan memberikan kesempatan kepada Peter. Tapi keputusan akhirku, akan kulihat dari niat baik Peter sendiri. Aku tidak tahu kapan, mungkin minggu depan, bulan depan, tahun depan atau mungkin butuh beberapa tahun yang akan datang sebelum Lucio berusia lima belas tahun ia akan datang menjumpaiku karena ingin memperbaiki hubungan kami. Aku tidak mau mengundangnya datang atau kedatangannya atas dorongan orang lain. Yang kuinginkan keinginan murni dari lubuk hatinya.


Hanya saja, saat ia datang. Aku akan melihat maksud kedatangannya. Apakah ia sungguh sungguh menginginkanku dan menyesali kesalahan kesalahan yang diperbuatnya, ataukah ia menginginkanku karena menginginkan seorang pewaris yang hanya bisa diperolehnya dariku. Jika yang pertama, mungkin kami bisa membicarakan langkah selanjutnya untuk pernikahan lagi dan membicarakan syarat syarat yang aku tetapkan. Bagaimanapun sekali ini, aku tidak akan memberikan kemudahan untuknya.


Tapi jika itu yang kedua, seperti yang kukatakan sebelumnya. Aku sendiri yang akan mengantarkan Lucio ke istana Gordon. Dan mendampingi Lucio, sampai ia mampu duduk ditahtanya. Tapi hubunganku dengan Peter, mungkin tidak lebih sebagai rekan untuk mendukung Lucio." jelas Louisa


"Sayang, jika benar hanya yang kedua Mama akan mendukungmu, tidak pantas ia mendapatkanmu lagi. Tapi setelah Lucio menduduki tahta Raja, selanjutnya apa? Persoalanmu sama sekali belum terpecahkan. Dan bagaimana jika keduanya, ia menginginkanmu dan juga pewaris tahtanya? Apakah kamu akan tersinggung dan menolaknya?." tanya Margaret cemas


"Jika Peter menginginkan dua duanya, itu tidak terlalu masalah buatku. Aku hanya perlu melihat apa yang menjadi prioritasnya, dan menambah syarat syarat yang aku yakin akan cukup memberatkannya. Bila terbukti hanya yang kedua, setelah Lucio menduduki tahta aku bisa mencari orang lain untuk menikahiku."


"Tapi saat itu, waktu sudah akan banyak terbuang Louisa. Dengarkan mama, jika ternyata yang kedua mama akan mengambil keputusan sendiri. Mama akan meminta kakek Bruswick mencarikan pria yang pantas untukmu. Yang kedudukannya setara dengan Peter" kata Margaret

__ADS_1


"Isteriku, kamu tidak bisa begitu. Puterimu bukan lagi anak kecil. Biarkan ia mengambil keputusannya sendiri. Tugas kita hanya mengarahkan. Sayang, jika itu terjadi mungkin ada seseorang yang ingin kau nikahi?"


"Shine mungkin.. bukankah ia sudah melindungiku sejak awal?" kata Louisa sambil tersenyum.


"Tidak mungkin!" seru Jendral Lucky dan Margaret bersamaan.


"Ia tidak akan mau, bahkan jika kau paksa Lorine" kata Jendral Lucky


"Usianya bahkan hampir sama dengan ayahmu. Apa yang kau pikirkan? Jika kau menikah lagi, apa kamu tidak ingin memiliki satu atau dua anak lagi? Sekarang kau mungkin berkata tidak, tapi jika waktu terus berjalan, kau mungkin akan menginginkannya. Dan Shine akan terlalu tua menjadi seorang ayah lagi. Mama tidak setuju" kata Margaret


"Ha...ha... aku hanya bercanda ayah, ibu. Aku sudah tahu jika Shine pasti menolak. Ia sudah mengatakan kepada kakek Bruswick tidak ingin menikah lagi. Bahkan Hendrikus akan segera menikah, tentu ia malu jika menikah lagi" kata Louisa tersenyum melihat reaksi Margaret


"Jadi apa rencanamu?" tanya Margaret kesal


"Tapi jika kau menikah lagi dengan Peter bukannya kamu akan tinggal di Gordon? Bukankah itu sama saja sayang?"


"Tentu saja berbeda, ma. Gordon adalah rumah keduaku. Kecintaanku pada Lembah Angin hanya sedikit lebih banyak dari pada rasa cintaku pada Gordon. Jika harus membela kerajaan selain Lembah Angin, tentu aku akan membela kerajaan Gordon"


"Itu sama saja kau tidak ingin menikah lagi. Pembicaraan ini tidak ada artinya untuk dilanjutkan. Sudah sana keluar. " kata Margaret kesal


"Tapi, ma.."

__ADS_1


"Sudah cukup untuk hari ini sayang. Hari sudah malam, pergilah istirahat. Sekalian lihat keadaan Lucio, aku dengar tadi ia berlatih dengan prajurit khusus istana dan menghajar beberapa dari mereka" kata Jendral Lucky


"Apa prajurit itu baik baik saja ayah?" tanya Louisa


"Hanya luka ringan, tidak ada yang perlu di kawatirkan"


"Jika begitu, aku pamit ayah, mama. Kalian juga lekaslah beristirahat" kata Louisa dan keluar dari kamar itu.


Sepeninggal Louisa, Margaret masih bersungut sungut tidak jelas.


"Setidaknya kita sudah ada kesimpulan sementara, isteriku. Aku berharap pada ketulusan hati Raja Peter" kata Jendral Lucky menenangkan Margaret.


"Hah, seandainya saja Shine sedikit lebih muda... " sesal Margaret


"Itu hanya seandainya. Dan tidak ada yang berubah. Jika bicara yang lebih muda, kenapa tidak kau coba Deep. Bukankah usianya tidak begitu jauh dengan Louisa?"


"Deep? Tidak bisa. Ia sudah memutuskan menjadi pelindung dan orang kepercayaan Lucio. Dan ia sama sekali tidak cocok dengan Louisa. Jiwanya benar-benar tipe penjaga, walaupun penjaga yang tangguh"


"Bukankah itu cocok dengan Lorine. Aku tidak mengerti dimana masalahnya?" tanya Jendral Lucky


"Louisa perlu seseorang yang bisa mengimbanginya. Jika ia bersanding dengan Deep, yang ada Deep akan semakin dikerdilkan oleh Louisa. Alih alih menganggapnya sebagai seorang isteri, Deep akan merasa Louisa sebagai seorang majikan. Ia tidak akan berani menasihati apalagi menentang keinginan Louisa. Apa suamiku mau punya menantu seperti itu?" tanya Margaret

__ADS_1


"Sudahlah, kita istirahat dahulu. Pembahasan ini tidak akan ada habisnya walaupun kita bahas sampai pagi. Berdoa saja, semoga langit sedikit berbeda kasih kepada putri kita."


"Aku juga berharap seperti itu. Ia sudah terlalu lama menderita, aku berharap ia akan segera menemukan kebahagiaannya kembali"


__ADS_2