Nona Louisa Dari Lembah Angin

Nona Louisa Dari Lembah Angin
Penyergapan (1)


__ADS_3

Pemilik warung yang sudah tidur dengan pulas terbangun karena terkejut mendengar suara kali kuda yang sangat banyak menuju kediaman nya.


"Ada apa ini?" batinnya.


Dengan sedikit memberanikan diri, ia mengintip dari celah jendela, dan membuat ia semakin terkejut saat melihat puluhan orang menunggang kuda berhenti tepat di depan warungnya.


"Rombongan banditkah?" pikirnya lagi saat melihat pakaian yang dikenakan orang orang itu cenderung berwarna hitam.


Tiba tiba...


Tok...tok...tok...


Terdengar pintu depan diketuk seseorang. Ia ragu untuk sesaat. Ia menjadi sangat ketakutan sekarang. Berpikir untuk melarikan diri melalui pintu belakang. Sampai terdengar suara orang diluar.


"Puteri, saya saja. Mungkin pemilik nya mengira kita bandit" kata seseorang bersuara pria muda.


"Baiklah kapten. Silahkan" kata perempuan yang dipanggil puteri itu.


Tok...tok...tok...


"Tuan, tolong bisa anda buka pintunya? Kami dari istana Fatma. Kebetulan lewat didepan warung anda" kata pria itu lagi.


"Ternyata orang istana" pikirnya. Tapi karena masih sedikit ragu, pemilik warung itu mengintip lagi dari celah dinding dan benar saja jika pria yang mengetok pintu berpakaian prajurit kerajaan Fatma.


Sedikit lambat, akhirnya ia membuka pintu.


"Selamat malam tuan. Ada yang bisa saya bantu?"


"Maaf telah mengganggu istirahat anda. Saya kapten Gluen dan ini Puteri Lorine. Kami hanya mau bertanya, desa apakah yang terdekat dari sini?"


"Desa Wego setengah hari perjalanan jauhnya. Tuan hanya perlu terus mengikuti jalan ini kearah selatan."


"Jika didalam hutan kabut, apakah ada pemukiman penduduk?"


"Saya kurang jelas tuan. Tapi memang ada sekelompok pencari madu hutan dan damar yang sering keluar masuk hutan."


"Jika berada di hutan mereka biasanya tinggal berapa lama?"


"Biasanya seminggu sekali akan ada beberapa orang anggota mereka akan keluar hutan untuk menjual madu dan damar mereka"


"Oh ya... beberapa hari ini, adakah mereka keluar?"


"Mmm...ada tuan. Mereka pergi hampir seminggu, baru kemarin lewat siang mereka kembali"


"Berapa orang jumlah mereka?"


"Saat pergi mereka ada sekitar dua puluh lima orang. Tapi kemarin kembali hanya dua puluh orang ditambah tuan muda yang sering menjemput madu dan damar mereka"


"Apa semua itu sudah jumlah mereka?"


"Kurang tahu juga tuan. Tapi seharusnya masih ada beberapa orang lagi. Memang nya ada apa tuan?"


"Mereka bukan pencari madu dan damar biasa. Mereka merupakan sekelompok penjahat"

__ADS_1


"Tapi selama ini mereka terlihat bersikap baik. Mereka biasa singgah untuk makan dan minum diwarungku. Atau sekedar menitipkan kuda mereka dan juga menyewa kuda kudaku"


"Apakah mereka sudah mengambil kuda mereka kembali?"


"Belum. "


"Berarti mereka masih didalam hutan. Kita harus bergerak sekarang" sela Louisa.


"Maaf tuan, memangnya apa yang sudah mereka lakukan?"


"Menyerang puteri Revaline dan tunangannya pangeran Lark dari Lembah Angin. Jika bukan karena pengawal, mereka berdua sudah terbunuh"


"Apa..! Mengapa mereka melakukan nya?" tanya pemilik warung karena terkejut.


"Karena itu kami harus menangkap mereka. Agar jelas bagi kita mengapa mereka melakukan itu. Terimakasih atas informasinya."


"Oh ya pak. Kuda kuda kami titip kan disini, dan kami tinggalkan lima anggota kami untuk menjaganya. Tolong berikan rumput dan minuman untuk mereka."kata Louisa


"Baik tuan puteri"


"Salah satu dari kalian, kembali ke kota Malwa. Pergi ke istana Fatma. Jumpai Jendral Lucky, berikan surat ini kepada beliau" kata Louisa sambil memberikan gulungan kertas kepada salah satu anggota nya yang tidak ikut kedalam hutan.


"Katakan ini pesan dariku"


"Baik ketua. Aku segera berangkat" kata orang itu, sambil menunggangi kudanya dan segera berlalu dari sana.


Louisa memerintahkan lima anggota the power of night untuk mengurus kuda kuda. Sedangkan sisanya mulai memasuki hutan kabut.


Berlari menerobos semak dan pohon pohon kecil yang menghalangi pandangan mereka tanpa kesulitan sama sekali.


Apa yang mereka lakukan membuat ketiga prajurit kerajaan Fatma terkejut.


..."Pelatihan seperti apa yang mereka jalani? Belum lagi, kecepatan lari mereka... jika begini kami bukan nya membantu, tapi justru jadi beban bagi mereka" pikir Kapten Gluen....


"Kapten, jangan dipikirkan. Terus saja berlari, tidak semua secepat mereka." kata salah satu anggota the power of night yang melihat kapten Gluen sepertinya sedikit terkejut.


"Aku hanya tidak habis pikir, hari masih gelap. Ditambah semak dan pepohonan. Bagaimana cara mereka menentukan arah?"


"Anda tadi sudah bertemu senior Shadow dan Light bukan?"


"Shadow pria yang berambut putih itu bukan?"


"Benar dan Light, wanita yang selalu ada disisinya. Mereka navigasi kita, termasuk ketua juga"


"Ketua?"


"Oh.. Puteri Lorine"


"Apa Puteri Lorine benar benar ketua kalian.?"


"Iya. Beliaulah pemimpin utama organisasi. Sedangkan senior Hendrikus, kedudukannya sebenarnya wakil ketua. "


"Apakah lima puluh orang yang pakaiannya ada list juga anggota kalian?"

__ADS_1


" Bukan. Mereka prajurit kerajaan Lembah Angin"


"Huh, ternyata kami sudah ketinggalan jauh. Pantas saja jendral bersikeras kami mengikuti mereka. Agar kami bisa mengetahui kekuatan mereka" batin kapten Gluen.


Setelah berlari selama satu jam lebih, mereka berhenti.


"Ketua, kabutnya sangat tebal. Walaupun sudah mulai ada sedikit sinar matahari, tapi tetap saja hanya kabut yang terlihat" kata Deep.


"Kapten Gluen, bagaimana keadaan anda?"


"Pil yang anda berikan sungguh mujarab. Kabut ini tidak terlalu terasa bagi kami"


"Bagus jika begitu. Shadow, Light bisakah kalian tentukan arah sekarang?"


"Sebentar ketua" jawab Shadow.


Ia mulai merapal mantera, perlahan terasa hembusan angin disekitar mereka. Kabut yang ada disekitar mereka seperti terhisab dan berkumpul disekitar Shadow dan perlahan mengangkat tubuh Shadow keudara.


Semakin lama semakin tinggi, akhirnya melewati tingginya pepohonan. Tidak lama kemudian dia turun kembali secara perlahan. Tepat kakinya menyentuh tanah...


Wusss... angin menyebar dan kabut itu hilang tanpa sisa.


"Bagaimana, ada petunjuk?"


"Kira kira satu jam perjalanan lagi. Biar saya menjadi petunjuk arah"


"Baik. Kita bergerak"


Setelah beristirahat sebentar, mereka kemudian melanjutkan perjalanan.


Setengah jam berlari, tiba tiba...


"Awas...jebakan...!!" teriak Shadow.


Ratusan anak panah meluncur mengincar mereka. Mereka berusaha menghindar, tapi karena sikap kurang waspada sebelumnya ada satu anggota the power of night yang terkena anak panah pada bahunya.


"Sial ... seharusnya aku tahu tidak semudah itu" gerutu Shine.


"Kita berhenti dahulu!" teriak Louisa


Seorang anggota yang bertugas sebagai tabib, langsung bergerak menolong anggota yang terluka. Mencabut anak panah nya, dan membebat luka orang itu.


"Kita sudah mendekati kawasan mereka. Pasti semakin banyak jebakan. Harus lebih berhati hati. Julukan Bear Arrow bukan hanya mainan, tapi mereka memang punya kemampuan" kata Shine


"Deep, Marco, Floe kalian bergerak mengintai musuh. Ingat hanya mengintai. Kami akan mengikuti dari belakang." perintah Louisa.


"Sebentar ketua..." kata Shadow


"Ada apa?"


"Deep kemari. Biar kutunjukkan arah nya padamu" kata Shadow merapal mantera, menyentuh tangannya pada kening Deep


"Sudah. Terimakasih Shadow" kata Deep dan segera berlari meninggalkan tempat itu diikuti Marco dan Floe.

__ADS_1


__ADS_2