
Di kota Hinom.
Di rumah leluhur terlihat kesibukan disana sini. Sola dan Norbert suaminya telah tiba dari kemarin sore.
"Bibi, menurut ku sutera yang berwarna kuning keemasan ini lebih cocok dari pada yang berwarna merah muda." kata Sola kepada Margaret.
Mereka telah berdebat selama dua jam mengenai warna baju seragam yang akan dikenakan dan tidak ada yang mau mengalah.
"Ini pesta pertunangan. Harus terlihat lebih mewah tapi tidak terlalu mencolok" sanggah Margaret.
Louisa diam saja. Dari dulu ia tidak pernah ribet tentang warna dan model baju. Semua telah diurus oleh Reneisme. Jadi sekali ini pun ia tidak hendak turut campur, cukup apa yang nantinya menjadi hasil keputusan ia tinggal memakai nya.
"Belum diputuskan juga?" tanya nenek Eliz yang datang bersama Sofia.
"Belum nek" jawab Louisa.
"Margaret, Sofia..." panggil nenek Eliz
"Iya ibu"
"Saya nek" jawab keduanya bergantian.
"Nanti yang berangkat ke Malwa saya, Lorine, Sofia dan Light. Di Malwa masih ada beberapa kerabat perempuan lainnya. Sebaiknya tidak usah buat baju seragam, takutnya nanti malah membuat mereka cemburu"
"Tapi bu, kalian bisa membawa beberapa baju lebih untuk mereka. " kata Margaret
"Benar nek. Kitakan tinggal bertanya pada paman Teola berapa jumlah kerabat perempuan yang ada di sana" dukung Sola.
Memang sejak awal, ide membuat baju seragam berasal dari mereka berdua. Tapi ujung ujungnya malah berdebat tentang warna yang mau dipakai.
"Kalau kita pakai seragam boleh, cari sutera berwarna biru muda. Agar bukan hanya cocok untuk perempuan, tapi juga cocok untuk yang pria. Itu baru namanya seragam" kata nenek Eliz yang membuat wajah Margaret dan Sola mengerut.
"Begitu mungkin lebih baik, ibu. Cuma untuk pria, cari warnanya sedikit lebih gelap. Selain itu, para prajurit yang mengawal kita juga harus mengenakan seragam yang sama. Agar mereka juga bisa memasuki ruangan pesta dan berbaur dengan tamu. "
"Apa itu perlu Lorine? Toh jika memasuki ruang pesta, semua peralatan senjata harus ditinggalkan di pintu masuk. Kemungkinan bahaya sangat kecil"
"Semoga memang begitu ibu. Tapi kita tidak pernah tahu. Lebih baik bersiap jika terjadi sesuatu"
"Berapa jumlah prajurit yang ikut? "
"Lima puluh orang pasukan khusus. Tidak termasuk Shine, Shadow, Deep dan Marco."
"Berarti nantinya dari pihak kita sekitar tujuh puluh orang. Apa jumlah itu tidak terlalu banyak dari pihak kita?"
__ADS_1
"Ini pesta pertunangan kerajaan ibu. Tentu tujuh puluh orang dari pihak kita jumlah yang sedikit. Kalau yang datang dari pihak kita terlalu sedikit justru mungkin akan dianggap kita meremehkan dan menghina istana Fatma."
"Jika begitu, ibu akan mengaturnya dengan Sola. "
"Kak Lorine tenang saja.. Anggap sudah selesai" kata Sola menimpali.
"Hadiah hadiah dari kita ini bagaimana? Langsung kita masukkan ke kotak kayu begitu saja?" tanya Louisa.
"Tunggu sebentar lagi. Ibu ada memesan kotak khusus hadiah. Nah itu sudah datang" kata Margaret menunjuk beberapa prajurit yang datang membawa kotak kotak yang memiliki ukiran ukiran indah.
"Ini cantik sekali ibu. Kotak yang satu ini mengapa berbeda?"
"Yang itu khusus untuk calon menantu. Bantu ibu mengemas isiny"
"Pakaian untuk Lark bagaimana?"
"Sudah selesai. Dan sudah di masukkan ke kotak pribadi dia."
Dan hari itu mereka habiskan untuk memilah hadiah untuk istana Fatma. Khusus kotak untuk Puteri Revaline, isinya dua set gaun pesta yang indah. Sedangkan kotak yang lain, setiap kotak memiliki isi satu jenis saja.
******
Seminggu sebelum acara pesta pertunangan di laksanakan, tampak beberapa kereta kuda telah berjejer rapi di depan rumah leluhur.
"Ibu kami berangkat. Aku titip Lucio ya." kata Louisa kepada Margaret.
Louisa mendekati permaisuri Sofia dan Raja Landen.
"Paman, Bibi kami berangkat"
"Lorine, tolong jaga sepupumu dan calon istrinya. Ntah mengapa aku mendapat firasat buruk dari tadi malam. Kau tahu, aku hanya percaya pada mu. Seandainya aku bisa ikut" kata Sofia sesaat sebelum mereka berangkat. Tampak jelas kekuatiran dimatanya.
"Tenang saja bibi. Serahkan kepada ku. Aku berjanji akan membawa pulang sepupu dan calon permaisuri kita. Bibi tunggu saja disini"
"Ingat, selalu hati hati Lorine. Kak, aku titip semuanya padamu" kata Raja Landen kepada Louisa dan Jendral Lucky.
"Baik. Kami berangkat" kata Louisa sambil naik ketas kuda tunggangan nya
Tidak berapa lama tampaklah iring iringan kereta kuda kerajaan melintasi kota Hinom. Warga yang melihat iring iringan kereta kuda itu menghentikan aktivitas nya sejenak menoleh ke arah kereta kuda.
Berita tentang pertunangan Putra Mahkota Lark telah menyebar di masyarat, khusus nya kota Hinom. Sehingga saat iring iringan kereta kuda itu melintas masyarakat berhenti sejenak sekedar untuk mendoakan keberhasilan pertunangan itu.
Setelah tiga hari diperjalanan, akhirnya rombongan itu memasuki kota Malwa.
__ADS_1
Tentu saja sekali lagi iring iringan kereta kuda itu menjadi perhatian warga Malwa. Karena pada sisi kanan dan kiri kereta kuda, terlihat jelas lambang kerajaan Lembah Angin.
Seminggu sebelumnya pihak istana Fatma telah mengumumkan pesta pertunangan Puteri Revaline dengan Putra Mahkota Lark dari kerajaan Lembah Angin. Dan sekali lagi warga kota Malwa mendoakan keberhasilan pesta pertunangan itu. Bagaimanapun Puteri Revaline merupakan Puteri pertama kerajaan Fatma.
Kereta kuda tidak langsung pergi ke istana Fatma, tetapi terlebih dahulu pergi ke balai pengobatan Valley.
Kedatangan rombongan di sambut hangat oleh Tanra, kepala balai pengobatan di kota Malwa. Ia juga merupakan seorang tetua keluarga Valley, ayah dari Teola.
"Selamat datang saudaraku" katanya menyambut kakek Franklin.
"Salam jumpa. Sudah lama kita tidak berjumpa"
"Ha...ha... Apa kabar kakak ipar?" tanyanya pada nenek Eliz.
"Sangat baik. Dimana adik Reha?"
"Dia sangat sibuk menyiapkan jamuan untuk kalian. Sampai lupa kalian sudah tiba.
.
"Ini putera tertua mu kan kakak sepupu?"
"Iya benar"
"Salam paman Tanra. Saya Lucky, dan ini puteriku Lorine. Dan ini kedua keponakanku. Lark yang akan bertunangan dan ini Sola. Disebelah nya Norbert suami Sola"
"Kalau Lark, Sola dan Norbert bahkan kami sudah pernah beberapa kali bertemu di Hinom. Hanya kau dan putrimu yang sudah sangat lama tidak berjumpa, sampai aku lupa wajah kalian berdua. Bahkan aku lebih sering bertemu isteri mu. Margaret pasti singgah di balai pengobatan jika ia berkunjung kemari"
"Mengapa ibu kemari ayah? Bukankah disini tidak ada rumah makan ibu?"
"Dulunya ada, tapi beberapa tahun lalu diserahkan kepada salah satu keluarga Bruswick karena ibumu merasa jarak antara Gordon dan Malwa terlalu jauh"
Tiba tiba seorang wanita tua keluar dari dalam balai pengobatan dan mendatangi mereka.
"Suamiku, kenapa mengobrol diluar. Bukannya mengajak mereka masuk kedalam."
"Ha...ha...maaf isterku. Aku terlalu bersemangat sampai lupa...
.
..
..
__ADS_1
.... Halo readers sekalian. Mungkin beberapa chapter lagi, Nona Louisa dari Lembah Angin Musim pertama akan selesai. Setelah itu, author akan off dulu selama kurang lebih seminggu sampai sepuluh hari mempersiapkan musim kedua. Menurut readers, musim kedua lanjut di sini atau buka novel baru.
.... Author tunggu komentar kalian.