Nona Louisa Dari Lembah Angin

Nona Louisa Dari Lembah Angin
Kesepakatan


__ADS_3

Shine memandang tajam pada Joni.


"Apa jabatanmu di serikat pekerja Sorka?"


"Tidak ada tuan. Aku hanya mendapat pekerjaan merekrut orang yang mau bekerja. Dan jika berhasil aku mendapat upah."


"Jangan berbohong lagi, itu akan memperberat hukumanmu"


"Ampun tuan. Aku tidak bohong. Sebelumnya saya juga hanya bekerja sebagai buruh kasar di serikat pekerja Sorka di kerajaan Fatma. Setelah serikat pekerja Sorka berdiri di kerajaan lembah angin, saya ditarik tuan Peachu kemari disuruh mencari orang yang mau bekerja. Tapi saya tidak terikat langsung dengan serikat."


"Jadi kau anak buah langsung dari Peachu?"


"Benar tuan"


"Kalian.... apa kalian ingin bekerja disini?"


Kesembilan orang itu saling berpandangan, dan kemudian mengangguk.


"Jika kalian ingin bekerja disini, kenapa kalian tidak datang langsung kemari. Malahan berbuat onar dahulu untuk mencari perhatian"


Mereka semua menunduk, tidak berani menatap wajah Shine.


"Sehari hari apa pekerjaan kalian? Penggembala sapi?"


"Bukan tuan. Penggembala sapi di desa Akna sangat sedikit. Karena desa Akna tidak memiliki lapangan rumput yang luas seperti desa Alma. Saya mengambik kayu bakar tuan, seminggu sekali ada cukong datang dari kota Riack datang membelinya." kata Muse


"Saya juga tuan, mengambil kayu bakar. Sama seperti Muse, menjualnya pada cukong yang datang kedesa."


"Yang lain?"


"Kami bertiga mengumpulkan madu hutan tuan"


"Bukankah harga madu hutan cukup mahal?"


"Benar tuan, tapi sangat terbatas. Terkadang dalam satu minggu, kami tidak mendapatkan madu sama sekali. "


"Kalian berempat?"


"Kami tidak punya pekerjaan yang jelas tuan. Terkadang kami mengumpulkan tanaman herbal untuk dijual kekota Yama. Atau menggantikan orang menggembalakan sapi"


"Kenapa kalian tidak datang ke kota Hinom? Bukankah kerajaan sedang membuka pekerjaan untuk pengawal kota dan prajurit kerajaan?"


"Maaf tuan. Kami sama sekali tidak tahu kabar itu. Lagi pula, menjadi prajurit kerajaan atau pengawal kota membutuhkan keahlian bela diri atau sihir. Dan kami tidak mempunyai nya"


"Apakah pengumumannya tidak ditempelkan di balai desa?"


"Sebenarnya ada tuan. Tapi kami hampir tidak ada yang bisa membaca. Kepala desa hanya mengatakan ada penerimaan prajurit kerajaan" kata Muse


"Di kota Hinom, ada disediakan tempat pelatihan untuk itu. Sebelum ditentukan menjadi pengawal kota atau prajurit kerajaan, maka kalian akan dilatih terlebih dahulu selama tiga bulan"

__ADS_1


Mereka mengangguk anggukan kepala.


"Jika hanya sebagai pengawal kota, setelah tiga bulan kalian akan ditempatkan langsung kekota yang akan kalian kawal. Jika menjadi prajurit kerajaan, pelatihan diteruskan tiga bulan lagi menjadi enam bulan pelatihan. Dan semua peserta pelatihan wajib mengikuti pelatihan baca tulis."


"Kalian bersembilan, karena melakukan kesalahan dengan merusak lahan pertanian Nona Louisa, kalian wajib dihukum. Hukumannya kalian kami kirim ke kota Hinom, mengikuti pelatihan keprajuritan kerajaan. Apakah nantinya kalian menjadi penjaga kota, atau prajurit kerajaan tergantung hasil pelatihan kalian. Bagaimana?"


"Kami bersedia tuan" jawab mereka serempak.


"Besok pagi kalian pulang dahulu kedesa, berpamitan pada orang tua dan kepala desa. Sebelum siang kalian sudah harus sampai disini. Nanti seorang rekan kami akan mengantar kalian ke Hinom"


"Tapi tuan, bagaimana dengan biaya hidup kamu kami selama disana. Uang kami sangat sedikit"


"Setelah melakukan pendaftaran, dan diterima, semua keperluan kalian sudah diurus. Pakaian seragam, barak tempat tinggal, juga makanan setiap hari. Juga begitu kalian terdaftar, kalian mendapat upah delapan koin perunggu setiap hari."


Mereka semua tersenyum senang.


"Wer, Gon antar mereka untuk beristirahat. Nanti panggilkan Brandy kemari"


"Baik senior. Ayo ikuti kami" kata Werdan kepada sembilan orang tersebut.


Setelah mereka pergi, tinggallah Shine dan Jony.


"Nah Jony. Sekarang apa maumu?"


"Maksud tuan?"


"Bagaimanapun kau itu bersalah. Jika kau tadinya warga Kerajaan Lembah Angin, mungkin aku masih bisa memberikan keringanan untukmu. Tapi kamu itu, terdaftar sebagai warga Fatma walau pun ibumu berasal dari desa Akna."


"Kau kuberi dua pilihan. Pertama kau dimasukkan penjara selama dua tahun, setelah masa hukumanmu berakhir kau di deportasi ke kerajaan Fatma. Namamu diberi label hitam selama dua puluh tahun artinya selama dua puluh tahun, kau tidak diijinkan memasuki kawasan kerajaan Lembah Angin."


Jony menundukkan kepalanya, wajahnya pucat seakan tidak mempunyai darah.


"Pilihan kedua, kau bersedia menjadi saksi untuk persidangan Peachu nantinya. Karena secara hukum ia sudah bersalah sengaja mengadu domba desa Akna dan desa Alma. Sebagai imbalannya hukumanmu akan diringankan menjadi hukuman percobaan tidak melakukan kejahatan apapun selama satu tahun dan kau dibawah pengawasan kami"


"Saya pilih yang kedua tuan. "


"Baik jika itu pilihanmu. Selama setahun kedepan, kau bekerja di lahan pertanian ini agar kami bisa mengawasimu dengan mudah"


"Tapi tuan, saya tidak pandai bertani"


"Kau bisa mengurus sapi sapi kami. Upahnya sama dengan pekerja lahan, tujuh koin perunggu sehari. "


"Jika nanti hukuman percobaan saya telah selesai, bisakah saya melamar menjadi pengawal kota atau prajurit kerajaan tuan?"


"Kenapa?"


"Dari kecil saya ingin menjadi seorang prajurit kerajaan atau pengawal kota tuan"


"Bisa saja, tapi kau harus mengurus perpindahan status kewarganegaraanmu. Karena kerajaan tidak mengijinkan warga kerajaan lain menjadi prajurit kerajaan Lembah Angin"

__ADS_1


"Terimakasih tuan..Saya akan berbuat sebaik baiknya"


Tok..tok...


"Eh, Brandy. Ayo duduk dahulu."


"Ada apa senior?"


"Besok, kesembilan perusak kecil itu kau antar ke Hinom. Tadi aku sudah pesankan ke mereka agar tiba disini sebelum siang. "


"Aku antar kemana senior? Penjara? Nona tidak akan setuju"


"Hah kau ini. Antar mereka ke tempat pelatihan prajurit kerajaan. Nanti kubuat surat pengantar untuk Deep. Agar nanti dia yang mengurus disana"


"Baik senior. Itu saja?"


"Mungkin tiga atau empat hari lagi Peachu datang. Jika kami belum kembali kemari, bisakah kau menanganinya?"


"Bisa senior. Tapi nanti dia kuserahkan kemana? Ke Hinom atau ke Riack?"


"Ke Riack, karena desa Alma berada di wilayah Riack. Dan satu lagi, antar Joni ke barak pengurus sapi..Katakan kepada


Bucella untuk mengawasinya. "


"Baik Senior"


"Joni, segala pembicaraan kita sebelumnya sudah ku segel dengan mantra. Jadi kau tidak bisa mengelak. Sebelum itu disahkan dengan segel kontrak, apa kau sudah yakin dengan pilihanmu?"


"Sudah tuan"


"Kemarikan tanganmu"


Joni mengulurkan tangannya.


Shine membaca mantera dan perlahan lahan sebuah lingkaran muncul ditelapak tangan Jony.


"Kontrak ini berlaku selama setahun dan mengikat. Jikapun kau mencoba untuk lari, tanganmu akan membawamu kembali kemari"


"Baik tuan"


"Sekarang kalian pergilah. Aku mau beristirahat sebentar sebelum berangkat"


*****


Pagipun tiba.


Louisa tengah bersiap untuk berangkat ke Lake Blue.


Saat tiba di kereta, ia mendengar pembicaraan penjaga yang bertugas tentang kejadian tadi malam.

__ADS_1


Dia melihat sekeliling..


"Cari siapa nona?"


__ADS_2