
"Salam tuan dan nyonya" sapanya dengan sopan. "Perkenalkan saya Deco putera kedua kepala kota Lue"
"Salam jumpa Deco. Saya Louisa, ini Ren, Shine, Light, Shadow, Marco dan Wer."
"Salam kenal semua tuan dan nyonya"
"Duduklah"
Deco menarik salah satu kursi dan duduk.
"Bagaimana pendataan penduduk di wilayah Lake Blue?"
"Sudah selesai nona. Dan sudah kami kirimkan hasilnya ke ibukota. Saat ini kami sibuk untuk pemetaan wilayah. Mungkin sekitar satu bulan lagi selesai"
"Menurut tuan muda Deco, wilayah Lake Blue bagian mana yang bisa kita kembangkan lagi menjadi wilaya baru?"
"Potensinya sebenarnya banyak nona."
Mereka berbincang sampai lama. Membahas tentang pemerintahan dan peningkatan sumber daya manusia. Dari pembicaraan dan jawaban yang diberikan Deco, Louisa dapat mengetahui jika Deco orang yang cukup terpelajar dan berpengetahuan luas.
"Hari sudah malam.. Kami undur diri dahulu. Tuan Lue, besok pagi kami datang kemari lagi"
"Tidak usah nona. Biar saya saja yang datang ke balai pengobatan"
"Baik jika demikian. Senang bertemu dengan anda tuan muda Deco. Lain kali kita berbincang lagi"
"Terimakasih nona"
Mereka kembali ke balai pengobatan untuk beristirahat.
Saat makan malam.
"Nona, mengapa tadi anda berdiskusi tentang pemerintahan dengan tuan muda Deco?"tanya Reneisme
"Aku dan yang mulia Landen ada rencana memekarkan wilayah distrik satu. Kami juga sudah berdiskusi dengan menteri Matt dan Zake. Dan untuk itu, aku sedang mencari calon kepala distrik yang dapat diandalkan. Juga calon untuk menteri pertanian dan peternakan kita."
"Jadi kita akan keliling distrik satu ketua?"tanya Light
"Benar."
"Tapi ketua, tetap ingat kandungan anda. Jangan terlalu dipaksakan perjalanan panjang."kata Light karena ia yang bertanggung jawab untuk kesehatan Louisa.
"Aku tahu Light. Setiap selesai mengunjungi satu wilayah, kita pulang terlebih dahulu ke Hinom."
__ADS_1
"Jika begitu aku setuju ketua. " kata Light.
"Apa hanya distriks satu saja yang dimekarkan nona?"
"Tidak Bu Ren. Distrik tiga
juga. Tapi untuk sementara prioritas kita untuk distriks satu"
Karena hari sudah larut malam, mereka akhirnya beristirahat.
**"***
Pagi pagi benar kepala kota Lue sudah menunggu didepan balai pengobatan. Setelah semua siap mereka pergi ke lahan percontohan di desa Flow.
Setelah dua jam, mereka sampai di desa Flow. Kedatangan mereka disambut gembira oleh Sano putra kepala kota.
Louisa dan rombongan diajak berkeliling lahan itu.
Dengan penuh semangat Sano menjelaskan setiap blok tanaman. Mulai dari cara pengolahan tanah, penanaman, juga penyiraman.
Juga setiap blok disediakan kandang kandang untuk sapi sebagai penghasil pupuk untuk tanaman.
Louisa cukup kagum dengan cara cara yang digunakan Sano . Jika dilahan pertanian Louisa semua sapi dijadikan satu kompleks, dan setiap ada blok yang memerlukan datang ke kompleks peternakan dengan membawa gerobak yang angkut oleh seekor sapi.
Mereka lama berdiskusi tentang pertanian dan peternakan. Louisa benar benar terkesan dengan Sano. Ia benar benar orang yang mencintai dunia pertanian.
"Terus terang nona. Selama ini saya merasa berjuang sendirian untuk pertanian distrik sembilan. Tapi dengan berdirinya kerajaan lembah angin, dan program pertanian dari kerajaan, saya merasa perjuangan saya tidak sia sia" katanya dengan bersemangat .
"Jadi apa lagi yang tuan muda Seno inginkan yang belum tercapai?"
"Saya ingin bertemu dan berbicara langsung dengan putri Lorine" katanya dengan wajah sedikit malu.
Semua yang ada dirombongan itu terkejut dan tersenyum, termasuk Louisa sendiri.
"Untuk apa? Ada hal khusus yang ingin disampaikan? Biar nanti saya sampaikan ke beliau jika anda ingin bertemu"kata Louisa
"Saya kuwatir beliau tidak mau bertemu saya. Karena saya tahu beliau pasti sangat sibuk membantu Yang Mulia Raja Landen mengurus kerajaan ini."
"Saya kira puteri orang yang cukup ramah pada semua orang"sahut Reneisme sambil tersenyum.
"Tapi entah Puteri mau mendengar harapan saya atau tidak."keluhnya
"Memangnya apa harapan tuan muda?" tanya Shine
__ADS_1
"Saya tahu saat ini kerajaan membuat tempat pelatihan untuk calon prajurit kerajaan dan pengawal kota. Untuk peternakan juga sudah ada di Yuritz. Tapi belum ada tempat pelatihan khusus untuk pertanian. Saya hanya ingin meminta kepada beliau agar juga mendirikan tempat pelatihan pertanian"
"Mengapa harus kepada Puteri Lorine? Bukankah lebih baik diajukan kepada Yang Mulia Raja Landen?" tanya Louisa sedikit heran.
"Nona, aku hanya punya perkiraan jika kerajaan belum mendirikan pelatihan pertanian karena kesulitan untuk tenaga pelatih. Jika memang benar itu persoalannya aku bisa membantu"
"Caranya?"
"Sebagai putera kepala kota saya juga seperti tuan muda lainnya mengikuti pendidikan wajib di Gordon Empire. Di sana saya punya beberapa teman."
" Saat mengikuti pelatihan pertanian be berapa tahun lalu di Agriba, saya bertemu kembali dengan lima orang teman yang ternyata menjadi pelatih disana. Saat itu saya bercerita tentang keinginan saya memajukan pertanian di distrik sembilan. Dan mereka berjanji, jika saya bisa membuka unit pelatihan di sini maka mereka bersedia membantu".
"Jadi maksud tuan muda Sano, karena Puteri sebelumnya adalah permaisuri di Gordon maka setidaknya masih bisa meminta kepada kerajaan Gordon untuk memberikan ijin kepada pelatihnya untuk membantu disini? Begitukah?"
"Benar Nona. Setidaknya Puteri Lorine masih mendapat gelar Arduchess di Gordon. Jadi jika beliau meminta kepada balai pelatihan di Agriba memberi ijin kepada beberapa teman saya itu untuk membantu, mereka pasti masih menghargainya"
Louisa dan lainnya tersenyum.
"Sungguh pemikiran yang cerdik"pikir Louisa.
"Baik. Nanti akan saya sampaikan kepada beliau. Tunggu saja kabar dari beliau. Saya yakin beliau akan sangat setuju dengan pemikiran anda" kata Louisa .
Setelah berbincang panjang lebar dan makan siang bersama di kediaman Sano, akhirnya rombongan itu melanjutkan perjalanan ke danau biru.
Louisa meminta kepada Shadow untuk mempelajari daerah sekitar danau. Shadow mengajak Light ikut dengannya.
Sementara Louisa berbincang dengan kepala kota Lue, Reneisme dan Marco berdebat tentang tuan muda Sano yang tidak mengenal Puteri Lorine.
Shine hanya menggelengkan kepala melihat keduanya.
Sekitar satu jam kemudian Shadow dan Light kembali. Wajah mereka terlihat cerah.
"Shadow laporannya.." kata Louisa.
"Sangat cocok dengan rencana ketua. Kita hanya perlu membuat tanggul di sebelah hilir. Kanan dan kirinya sudah diapit bukit bukit"
"Seberapa luasnya yang bisa kita buat?"
"Cukup untuk pengairan selama lima tahun"
"Kepala kota, selama ini untuk kebutuhan air di kota Lake Blue, bagaimana kalian mengaturnya?"
"Dialirkan melalui pipa pipa besi kepusat penampungan air kota. Setelah disana, semua itu diatur oleh sub departement wilayah dan kependudukan nona. Memangnya apa yang anda rencanakan dengan danau ini?"
__ADS_1
"Aku berencana membuat sebuah tempat penampungan air raksasa atau waduk. Tempat ini sangat sempurna karena jauh dari pemukiman penduduk"