
Semua terkejut mendengar apa yang disampaikan Sidney.
Kakek Franklin memandang dengan tajam. Raja Landen menghela napas berat. Lark memandang Louisa, Louisa hanya diam.
Semua yang hadir berbisik bisik satu sama lain.
"Maaf saudara Sidney, apa maksud anda dengan perkataan anda?" tanya Raja Landen
"Yang Mulia, bertahun tahun kita menjadi bagian kerajaan Gordon. Mengapa setelah kita bebas dari Gordon dan berdiri sendiri, kita masih memasrahkan tambang yang begitu penting kepada Gordon. Saya tidak setuju dengan hal itu Yang Mulia" katanya dengan berani.
Raja Landen memandang Louisa.
"Paman Sidney, proyek pertambangan desa Tov tidak ada hubungannya sama sekali dengan pemerintahan kerajaan Gordon. Hanya saja, untuk pemegang proyek saya mengundang seseorang yang saya tahu sangat berkompeten dibidang pertambangan. Kebetulan dia berasal dari Gordon"jelas Louisa.
"Tuan Puteri. Saya tahu selama ini anda banyak mengambil keputusan sendiri di kerajaan ini. Sedikitpun tidak menghargai Yang Mulia Raja. Saya curiga anda mungkin bermaksud mengambil tahta raja untuk putera anda"
Mendengar itu, semua menjadi marah. Memandang tajam kepada Sidney. Louisa berdiri dari duduknya.
"Apa maksud anda berkata seperti itu?"
"Jangan sok suci anda tuan Puteri. Aku tahu untuk pertambangan anda mendapat sepuluh persen dari keuntungan untuk diri anda sendiri. Bukankah itu sudah keterlaluan. Jika selama ini putera mahkota banyak melakukan perjalanan kekerajaan lain menggunakan uang kas kerajaan, kami sebagai keluarga besar Valley masih maklum. Tapi anda melakukan perjalanan mengelilingi kerajaan memakai uang kas kerajaan, saya sebagai salah satu keluarga Valley keberatan tentang hal itu"
"Apa!" tanya Louisa terkejut.
Raja Landen sampai membuka mulutnya tidak percaya dengan perkataan Sidney. Lark menahan tawanya.
Ia memandang semua yang hadir dengan angkuh, seakan akan mengetahui segalanya.
"Puteri Lorine, mempunyai banyak pengawal. Dan upah mereka tidak sedikit. Tapi orang kepercayaannya sendiri tidak satupun berasal dari Lembah Angin. Dan uang kas kerajaan yang kita kumpulkan dengan susah payah digunakan untuk membayar upah mereka."
Tapi Sidney seperti tidak melihat respon banyak orang. Atau ia menangkap keterkejutan semua orang dengan cara yang berbeda.
"Jadi maksud utama saudara Sidney apa? Tambang itu diserahkan kepada saudara?" tanya Louisa memanggil Sidney tanpa sebutan paman lagi.
"Saya yakin saya bisa mengelola tambang itu lebih baik. Dan memberikan keuntungan lebih besar kepada kerajaan"
"Berapa persen keuntungan yang bisa anda janjikan kepada kerajaan?"
__ADS_1
"Lima puluh lima persen"
"Bagaimana dengan modal awal pembangunan tambang, apakah anda yang menanggulangi atau pihak kerajaan?"
"Tentu saja pihak kerajaan"
"Jika pihak kerajaan tidak bisa memberikan modal awal, berapa persen keuntungan kerajaan?"
"Empat puluh lima persen"
"Menteri Mark, proyek digunung Helm serahkan saja kepada saudara Sidney. Buat surat perjanjian kerjasama sama persis yang dibuat dengan kakak Climb. Dan saudara sekalian yang menjadi saksi atas apa yang disampaikan saudara Sidney."
"Baik tuan Puteri"
"Kenapa Puteri Lorine yang memutuskan? Bukankah seharusnya Yang Mulia Raja?"
"Yang Mulia, tiba tiba aku kurang enak badan. Maafkan aku, aku permisi terlebih dahulu" kata Louisa dan pergi dari ruang pertemuan itu.
Begitu Louisa keluar dari ruang pertemuan, kakek Franklin tertawa terbahak bahak. Begitu juga dengan Lark.
"Saudara Sidney.." kata raja Landen dengan suara berat. Jelas sekali ada amarah didalamnya.
"Iya Yang Mulia"
"Apa anda sadar dengan apa yang anda bicarakan?"
"..."
"Seharusnya ini adalah pertemuan keluarga besar Valley. Yang kita bahas, berhubungan dengan masalah keluarga Valley. Soal pemerintahan, itu tidak ada hubungannya langsung dengan keluarga Valley. Tapi jika anda ingin membahas beberapa hal, maka akan kita bahas satu persatu"
"Pertama mengenai tambang desa Tov. Gagasan proyek itu berasal dari Puteri Lorine. Puterilah yang menemukan tambang itu, dan mengusulkannya kepadaku."
"Saya pribadi tidak tahu mengenai pertambangan, maka saya serahkan kepada Lorine yang telah lebih dahulu terjun dibidang pertambangan"
"Tentang pembagian hasil keuntungan sudah kami diskusikan bersama. Dan saya sudah setuju tentang hal itu, dan kamu tuangkan dalam perjanjian kerja sama."
"Mengenai sepuluh persen yang menjadi bagian Lorine, itu karena dialah yang memberikan modal awal proyek sebesar dua ratus ribu koin emas. Jumlah yang tidak bisa kerajaan berikan."
__ADS_1
"Tapi Yang Mulia, bisa jadi itu jumlah itu sudah ditambah tambahi atau dimark up" sela Sidney.
"Mereka meminta hanya seratus ribu koin emas saudara Sidney. Tapi itupun tidak bisa kita berikan. Jadi jangan itu dengan sesuatu yang tidak kita miliki."
"Yang kedua, tuduhan anda tentang Puteri Lorine ingin merebut tahta kerajaan untuk puteranya. Sepertinya anda lupa siapa yang bersusah payah mendirikan kerajaan Lembah Angin kembali. Bahkan saat inipun jika Puteri Lorine menginginkan tahta, akan saya serahkan. Beliaulah yang membujuk saya untuk menjadi raja"
"Mengenai perjalanan Lorine keliling wilayah kerajaan, tidak pernah satu sen pun dia pernah memakai uang kas kerajaan. Jika anda tidak percaya, anda bisa meminta catatan pengeluaran dari menteri Will Donzen"
"Tentang tambang yang anda inginkan, silahkan ajukan kementeri Mark proposal anda. Akan kita lihat, seberapa hebat kemampuan yang anda vanggajan itu"
"Terakhir, tentang para pengawal Lorine. Itu bukan urusan anda. Upah pengawalnya, itu tanggung jawab Lorine sendiri. Walaupun para pengawalnya banyak membantu dikerajaan, tapi mereka tidak pernah menerima upah dari kerajaan. Tentang ini, kukira hanya kakak ipar Margaret yang bisa menjelaskan"kata Raja Landen.
Margaret berdiri. Ia sebenarnya dari tadi berusaha menahan amarahnya. Sungguh ia tidak terima ketika Puteri ya dituduh melakukan sesuatu yang buruk.
"Adik Sidney, mengapa anda berpikir begitu buruk tentang puteriku? Saat ia mencurahkan segenap kekuatannya untuk kemajuan kerajaan Lembah Angin. Tidakkah anda berpikir, dengan kekayaannya dia cukup duduk santai dan mengasuh puteranya saja?"
"Maaf kakak ipar, tapi aku tidak bermaksud buruk tentang itu"
"Aku langsung keintinya saja. Upah seorang anak buah Lorine lapisan kelima pertahunnya adalah seribu dua ratus koin emas. Tentunya untuk lapisan empat sampai pertama lebih besar lagi dari itu. Menurut saudara Sidney mampukah kerajaan Lembah
Angin membayarnya? Dan untuk pengawal pribadinya, upah mereka tidak kurang dari lima ribu koin emas pertahunnya"
"Apa!!" terdengar suara terkejut dari semua yang hadir. Bahkan Raja Landen saja tidak menyangka jika upah kelima anak buah Lorine bisa sebesar itu.
"Dan itu hanya setengahnya saja" kata Margaret menambahkan membuat yang mendengarnya nyaris tidak percaya.
"Setengah lagi dari mana bibi?" tanya Lark.
"Dari keluarga Bruswick. Itulah alasan kenapa pengawal pribadi Lorine tidak berasal dari kerajaan Lembah Angin. Karena mereka semua berasal dari keluarga pengawal Bruswick turun temurun."
"Dan soal pertambangan yang anda ragukan tentang kemampuan putriku, perlu anda ketahui, di kerajaan Gordon sendiri puteriku memiliki dua tambang pribadi yang tidak punya hubungan apapun dengan kerajaan Gordon. Artinya pihak istana Gordon hanya mendapatkan uang pembayaran pajak tahunan tanpa mendapat pembagian keuntungan" jelas Margaret dengan tegas.
Sidney sungguh terkejut. Pernyataan Margaret sungguh membuat matanya terbuka lebar. Dia mengira, jika selama ini kehidupan Lorine masih dibiayai pihak istana Gordon.
.
.
__ADS_1