
Hwak dan Lion saling melirik. Mereka terkejut dengan perkataan Muesa.
"Berarti, Louisa sebenarnya sangat berharap masalah Diana Cornor ini diselidiki" pikir mereka
"Raja Peter terlalu sibuk dengan urusan kerajaan. Saya yang lebih bebas, jadi bisa mencari kebenaran tentang informasi ini"
"Bagi saya tidak masalah leluhur tinggi. Yang penting saya memberikan informasi ini sesuai dengan orang yang diinginkan nona besar. Ini dokumen terkait yang saya kumpulkan tentang perempuan itu" kata Tuan Muesa .
Ia merogoh kedalam saku bajunya dan mengeluarkan gulungan kertas yang disegel. Ia merapal mantera sejenak dan segel pada gulungan itu terbuka dan kemudian memberikan gulungan kertas kepada leluhur Kendrick
Leluhur Kendrick membuka gulungan dan membacanya dengan seksama. Wajahnya sangat serius.
"Ini lebih lengkap dari pada yang dikatakan Louisa kepadaku. Ini akan sangat berguna." kata leluhur Kendrick sambil memberikan dokumen itu kepada Lion
"Tapi seperti yang saya katakan kepada nona besar. Informasi ini belum lengkap, tapi semua yang ada di dalamnya saya yakin delapan puluh persen adalah benar"
"Jadi namanya bukan Diana Cornor seperti pengakuannya..." kata Lion
"Iya. Nama aslinya Diba Renzo. Dia membuat identitas palsu di kota Topus dengan membayar seorang petugas kota disana."
"Kota Topus bukankah dekat dengan hutan Sento tempat pertemuan Peter dengan perempuan itu?" tanya Hwak..
"Menurut Peter seperti itu. Berarti informasi ini masih sejalan dengan cerita Peter." kata leluhur Kendrick
"Hanya satu yang perlu dipastikan, apakah waktu itu Diba Renzo merencanakan pertemuan dengan rombongan Peter atau tidak" katanya Lion
"Bukankah di dokumen itu sudah dijelaskan Tuan Muesa, adanya indikasi jika Diba Renzo sengaja membuat pengaturan pertemuan itu. Ah...sia sia kuberikan dokumen itu padamu" kata leluhur Kendrick kesal.
"Sini, biar kubaca " kata Hwak
Hwak membacanya dengan serius, raut wajahnya berubah ubah. Ada kemarahan jelas dimatanya.
"Jika semua informasi ini benar adanya, biarkan aku sendiri yang menghabisi perempuan itu..." katanya geram.
"Kita harus mencari kejelasan dari istana Kite. Bagaimanapun Dina Renzo merupakan buronan mereka dan merupakan warga negara Kite." kata leluhur Kendrick
"Dan ada satu lagi informasi yang belum masuk kedalam dokumen itu leluhur tinggi, yang bahkan belum kusampaikan kepada nona besar. " kata Tuan Muesa
"Apa itu?"
"Informasi ini, baru kuperoleh sekitar dua bulan yang lalu. Jika ada permintaan beberapa kali dari istana Gordon ke seorang pemilik toko obat di kota Maple untuk sejenis obat pencegahan kesuburan. Dan setelah kuselidiki pemesan menggunakan nama Autum." kata Tuan Muesa
__ADS_1
"Autum... tidak mungkin gadis kecil itu. Menggunakan nama anak sendiri sebagai penyamaran, kejam sekali" kata Hwak
"Terima kasih untuk informasinya Tuan Muesa. Kami akan melanjutkan perjalanan kami" kata leluhur Kendrick
"Apakah leluhur tertinggi sudah tahu siapa yang hendak dijumpai di kerajaan Kite?" tanya Tuan Muesa
"Tentu saja raja Clould. Bukankah suami Diba Renzo masih cucu Keponakan raja Clould?"
"Apa leluhur perlu bantuan untuk ijin masuk istana?"
"Tidak. Aku berteman baik dengan mendiang raja Mehtu. Walaupun beliau sudah meninggal, hubungan baik itu masih bisa dimanfaatkan."
"Jika begitu tidak akan kuhalangi lagi leluhur tertinggi. Selamat jalan.."
"Berapa biaya untuk informasi ini, Tuan Muesa?" tanya Lion yang hendak membayar melihat leluhur Kendrick sudah berjalan keluar.
"Ha.. ha... Tuan Lion. Anda tenang saja, Sudah dibayar lunas oleh nona besar."
"Terima kasih jika begitu" kata Lion
Tapi sebelum keluar dari kedai teh, Lion memberikan beberapa keping emas kepada pelayan yang menyambut mereka di pintu masuk.
"Bagi dengan teman temanmu" katanya sambil keluar.
.
.
Dua hari kemudian mereka telah memasuki kota Tapis. Kota Tapis merupakan ibukota kerajaan Kite.
Secara umum, kota Tapis lebih mirip dengan kota Hinom dibanding kota Gordon Empire kecuali luasnya dua kali lipat lebih lebar dan merupakan kota terbesar dikerjakan Kite.
Mereka memasuki kota dengan santai setelah membayar pajak masuk kota. Baik kerajaan Mordan dan Kerajaan Kite, juga beberapa kerajaan yang berbatasan dengan benua Utara memang membuat peraturan pajak untuk memasuki sebuah kota dengan besaran bervariasi seperti yang berlaku di benua utara.
Itu merupakan salah satu sumber pendapatan utama kota, walaupun hal ini juga rawan akan tindakan korupsi.
Sementara, kerajaan Gordon, Lembah Angin, Fatma dan kerajaan Lingkar Awan serta kerajaan yang mendekati batas benua tengah dengan benua timur tidak ada peraturan demikian.
"Kita kemana sekarang, Tuan?" tanya Lion.
"Di tengah kota ada penginapan keluarga Bruswick. Kita akan menginap disana" kata leluhur Kendrick
__ADS_1
"Kapan terakhir kali Tuan kemari?" tanya Hwak
"Belum lama, sekitar delapan belas tahun yang lalu" katanya santai.
"Delapan belas tahun? Tuan yakin, penginapan itu masih disana?" tanya Hwak kurang yakin
"Tempat itu sangat strategis. Bahkan diancam mati sekalipun, keluarga Bruswick tidak akan melepaskan tempat itu" kata Leluhur Kendrick
"Seberapa kuat sebenarnya keluarga Bruswick?" tanya Hwak lagi.
"Jika mereka mau, mereka bisa saja membeli beberapa kerajaan dengan mudah dengan harta mereka. Jalur perdagangan mereka benar-benar mengerikan. Hampir diseluruh benua ada bisnis mereka" kata leluhur Kendrick
"Hampir? Berarti ada benua yang tidak mereka sentuh?"
"Benua Selatan. Kita pernah kesana. Kau tau, itu tempat yang paling berbahaya dan cuaca disana sangat ekstrem. Keluarga Bruswick tidak bodoh untuk memulai bisnis disana" kata leluhur Kendrick lagi.
Setelah beberapa saat, mereka akhirnya tiba disebuah penginapan besar dan mewah. Seorang pelayan yang berdiri diluar pintu, segera berlari mendapatkan mereka.
"Selamat datang di penginapan Green Bruswick Tuan dan nyonya. Sepertinya kalian datang dari tempat yang jauh. Apakah datang sekedar makan dan minum, atau menginap Tuan?" katanya dengan hormat.
"Apa bedanya?" tanya Lion
"Jika hanya makan dan minum, biar saja tunggangan kalian diikat di depan penginapan. Tapi jika Tuan dan nyonya berencana menginap, tunggangan Tuan dan nyonya biar dibawa kebelakang penginapan untuk dirawat." katanya menjelaskan.
"Menginap. Tolong beri rumput untuk kuda kami, dan daging panggang setengah matang untuk Harimau itu"
"Apa harimaunya mau ikut denganku kebelakang Tuan?" tanyanya ragu
"Tiger, ikuti Tuan ini. Nanti Tuan ini akan memberimu daging panggang kesukaanmu" kata Lion
Tiger segera berdiri setelah sebelumnya berbaring malas disamping kuda.
Pelayan itu sedikit terkejut. Tapi kemudian mengambil tali kekang kuda dan menuntunnya. Sementara Tiger mengikuti dibelakang.
"Kami memesan dua kamar mewah.." kata leluhur Kendrick begitu sampai di resepsionis membuat Hwak dan Lion sedikit terkejut karena biasanya leluhur Kendrick hanya memesan kamar biasa.
"Untuk berapa malam Tuan?"
"Perkiraan tiga malam. Jika nanti ada perubahan akan kami beritahukan.." katanya.
"Ini kunci kamar kalian. Ada dilantai tiga." kata pelayan itu memberikan dua buah kunci.
__ADS_1
"Terima kasih. Tapi kami hendak makan dahulu.." kata leluhur Kendrick saat matanya melirik seseorang yang ada restoran yang ada di penginapan itu.