
Sementara itu di kota Malwa kerajaan Fatma.
"Apakah kak Lark segera kembali ke Hinom setelah pekerjaan Kakak selesai?" tanya seorang gadis cantik pada pangeran Lark.
"Apakah adik Reva ingin aku lebih lama disini?" goda Lark.
"Bu...bukan begitu. Cuma..kita jarang bertemu. Aku hanya ingin menghabiskan waktu sedikit lebih lama dengan kak Lark" kata gadis itu dengan kepala tertunduk.
"Aku juga ingin menghabiskan waktu seumur hidup dengan dik Reva..." kata Pangeran Lark tersenyum.
"Kak, jangan bercanda."
"Aku tidak bercanda. Sebenarnya kedatanganku kali ini berkaitan dengan hubungan kita"
"Maksud kakak?"
"Sudah setahun kita menjalin kasih. Aku ingin hubungan kita segera melangkah ke jenjang selanjutnya. Apakah adik Reva bersedia?"
"Bagaimana dengan ibu permaisuri? Apakah beliau setuju?"
"Justru ibu dan Puteri Lorine yang mendesak pernikahan kita. Apa lagi yang adik Reva khawatirkan?"
"Kak, aku...kondisi tubuhku tidak begitu sehat. Apa seorang penyakitan sepertiku pantas menjadi pendamping putera mahkota?"
"Sepertinya kekasihku lupa siapa aku. Aku seorang tabib tingkat tinggi. Justru jika sudah menjadi tunanganku, aku bisa dengan bebas mengobati adik."
"Tapi..."
"Aku tidak akan berani pulang ke Hinom jika tidak membawa kabar gembira. Puteri Lorine sudah mengancam akan menguduli kepalaku jika tidak berhasil membawa kabar tanggal pertunangan kita."
"Apa..?" tanya Puteri Reva sedikit terkejut.
Pangeran Lark berlutut didepan Puteri Reva dan menggenggam tangannya.
"Demi kepalaku agar tidak digunduli, maukah Puteri Reva menjadi calon Permaisuri kerajaan Lembah Angin?"
"Ha...ha... baiklah. Demi rambut kesayangan pangeran Lark, aku mau menjadi calon Permaisuri kerajaan Lembah Angin"
"Terimakasih" kata pangeran Lark dengan wajahnya merekah senyum.
"Jika demikian, aku akan meminta restu dari Yang Mulia Raja."lanjutnya.
"Kak, mungkin ayahanda tidak begitu sulit. Justru kakak harus bersiap dengan sikap dingin dari permaisuri Lila. Selama ini beliau selalu meremehkan hubungan kita"
"Biarlah. Yang penting, Yang Mulia dan Selir kedua memberi restu. Karena beliaulah orang tua kandungmu. Yang lain aku tidak peduli"
"Jika ibu, beliau sudah setuju. Beliau juga berpendapat seperti kakak, selalu menasehati ku agar tidak mendengarkan pendapat orang lain"
"Bila begitu sudah tidak ada masalah. Oh ya, aku hampir lupa" kata Lark mengeluarkan sebuah kotak kecil dari sakunya.
"Ini hanyalah cincin sederhana yang kubawa. Tanda ikatan cinta antara kita" kata Lark memakaikannya ke jari tangan Puteri Reva.
"Ini indah sekali dan sangat mewah kak" kata Puteri Reva memandang cincin berlian yang baru melingkar dijarinya.
__ADS_1
"Terimakasih jika adik suka. Ini kakak sendiri yang merancangnya pada seorang teman di Kota Hilton. Dan ini ada pemberian dari sepupu Lorine" kata pangeran Lark sambil menyerahkan sebuah kotak titipan Louisa sebelumnya.
"Apa ini kak?"
"Bukalah"
"Ini...kak, apa ini tidak salah? Ini terlalu mahal dan mewah untukku"
"Tidak salah. Kata sepupu Lorine, satu set perhiasan ini dipesan khusus dari kota Gems untuk calon permaisuri Kerajaan Lembah Angin. Nanti pakailah saat pertunangan kita"
"Dan yang ini, tolong berikan kepada ibu selir kedua. Kata ibu, ini hadiah untuk seorang ibu yang telah memberikannya seorang menantu yang sangat cantik"
"Semua ini.."
"Terimalah.. Sekarang hatiku sudah tenang.. Simpanlah kotak perhiasan itu agar tidak menimbulkan iri hati yang lain"
"Iya kak. Jika ini ketahuan permaisuri, akan menimbulkan keributan nantinya"
"Makanya selain cincin yang kuberikan, tolong rahasiakan sampai pada hari pertunangan kita."
"Iya kak. Sekarang kakak mau kemana?"
"Aku ingin menjumpai Yang Mulia Raja"
"Jika begitu sampai jumpa saat makan malam"
"Sampai nanti calon permaisuri ku"
Mereka berjalan terpisah. Puteri Reva kembali keruangannya untuk menyimpan perhiasan miliknya dan segera menjumpai ibunya yang merupakan selir kedua Raja Tejza.
"Siapa?"
"Ibu, ini aku Reva"
"Masuk putriku"
Dengan wajah berseri Puteri Reva masuk ke dalam kediaman selir kedua.
"Wajahmu ceria sekali putriku..Ada berita gembira apa?"
"Ini" kata Puteri Reva menunjukkan jarinya yang telah dilingkari sebuah cincin berlian.
"Ibu, aku baru dilamar pangeran Lark. Dan sekarang dia sedang menghadap ayahanda"
"Cincin ini indah sekali sayang. Ibu senang sekali Akhirnya hubunganmu dengan nak Lark menjadi lebih maju lagi"
"Oh ya ibu.. Ini dari permaisuri Sofia untuk ibu katanya. Bukalah.."
"Perhiasan ini...bahkan ayandamu tidak pernah memberikan ibu perhiasan seindah ini" katanya dengan mata berkaca kaca.
"Katanya sebagai ucapan terimakasih karena sudah membesarkan ku"
"Dasar anak bodoh. Itu kewajiban setiap orang tua. Ibu akan menyimpannya dahulu. Nanti akan ibu pakai sewaktu pesta pertunanganmu"
__ADS_1
"Aku juga berpendapat demikian ibu. Takutnya nanti terjadi keributan karena hal ini"
*****
Sementara Puteri Reva berbincang dengan selir kedua, Pangeran Lark tengah berbincang dengan Raja Tejza.
"Kau yakin dengan pilihanmu pangeran?"
"Tentu Yang Mulia. Tekadku sudah bulat ingin mempersunting putri Reva"
"Puteri Reva merupakan puteri pertamaku. Untuk ukuran seorang Puteri, ia telah terlambat menikah. Wajahnya juga bila dibandingkan dengan saudara saudaranya tidak begitu menonjol. Ia lebih mirip denganku dibandingkan dengan ibunya. Kecantikan ibunya tidak menurun kepadanya."
"Jika dari segi umur, menurutku tidak masalah Yang Mulia. Justru aku merasa usianya yang sekarang sudah sangat tepat. Jika soal wajah, cinta pada dasarnya tidak selalu mengenai wajah. Bagiku, kebaikan hatinya sudah lebih dari cukup membuatku yakin akan pilihanku"
"Aku lega mendengarnya. Jika begitu kita tentukan sebulan dari sekarang iita adakan pesta pertunangan kalian. Bagaimana menurutmu?"
"Aku setuju Yang Mulia."
"Jika begitu tinggallah makan malam dengan keluarga kerajaan. Agar nanti aku perkenalkan sebagai calon menantuku"
"Tentu Yang Mulia"
"Mulai sekarang, panggil aku ayahanda. Sama seperti puteriku Revaline. "
"Baik Ayahanda"
*****
Hari telah malam.
Di ruang jamuan keluarga kerajaan Fatma.
"Sebelum kita makan bersama, saya ingin memperkenalkan seseorang. Calon menantu keluarga kerajaan. Putera Mahkota Lark Valley dari kerajaan Lembah Angin sebagai calon suami dari Puteri Revaline Tejza"
Semuanya melihat kearah pangeran Lark yang berjalan memasuki ruang jamuan.
"Salam hormat kepada Ayahanda Raja, Ibunda Permaisuri juga kepada Ibu Suri dan Selir kedua juga Selir ketiga. Dan selamat malam kepada semua yang hadir. Perkenalkan saya Putera Mahkota Lark Valley dari kerajaan Lembah Angin. Mohon bantuannya" kata pangeran Lark sambil membungkukkan badannya.
"Silahkan duduk Lark" kata Raja Tejza.
"Terimakasih ayahanda."
"Karena semua sudah berkumpul. Maka kita bisa memulai makan malamnya."
"Selamat makan" ucap semuanya serempak dan mulai menyantap hidangan masing masing.
"Jadi kapan acara pertunangannya digelar?" tanya permaisuri.
"Sebulan dari sekarang. Dan permaisuri serta kedua selir menjadi penanggung jawab utama. Dan kau puteriku, mulai sekarang harus lebih bisa menjaga sikap. Jika keluar istana, jangan hanya membawa seorang pelayan seperti biasa, tapi juga bawalah tiga atau empat orang prajurit untuk mengawalmu"
"Saya mengerti ayahanda"
.
__ADS_1
..
... jangan lupa like dan comment ya