Nona Louisa Dari Lembah Angin

Nona Louisa Dari Lembah Angin
Pertemuan Keluarga Besar (1)


__ADS_3

Satu hari telah berlalu.


Hari ini pagi pagi benar terlihat sejumlah kereta kuda memasuki halaman rumah leluhur.


Di dalam rumah sendiri, terlihat pelayan hilir mudik sibuk mempersiapkan segala sesuatu. Bahkan pelayan dari kediaman Landen juga ikut membantu yang menandakan betapa banyaknya pekerjaan yang harus mereka lakukan.


*****


Sementara dikamar Louisa.


Tok..tok..


"Siapa?" tanya Louisa yang baru selesai berpakaian.


"Saya Jen Nona"


"Masuk Jen"


"Nona sudah siap?"


"Ini tinggal menyisir rambut saja."


"Mari saya bantu nona. Tadi Nyonya Eliz meminta saya menjemput nona untuk sarapan bersama. Sebagian keluarga Valley sudah datang dan sedang membersihkan diri. Jadi kata Nyonya, ini kesempatan untuk sarapan sebelum memulai pertemuan. Nah, sudah selesai"


"Baiklah. Kita pergi"kata Louisa.


Mereka berjalan menuju kesebuah ruang kecil disamping dapur. Disana telah menunggu Eliz dan Franklin.


"Kukira kami akan menunggu lebih lama" canda kakek Franklin.


"Mari duduk. Jen tarik kursimu. Sarapan bersama kami. Reneisme tadi sudah sarapan duluan karena ia harus mengurus banyak hal."


"Baik Nyonya."

__ADS_1


Mereka menikmati sarapan bersama.


"Lorine setelah kakek pikirkan, lebih baik soal mahkota yang kau minta nanti kita minta pertimbangan pada keluarga besar. Agar tidak ada kesalahpahaman nantinya."


Louisa telah menyampaikan soal mahkota yang dibawanya kepada kakek Franklin saat makan malam sebelumnya.


"Nenek juga setuju. Mungkin nanti kita tunjukkan kedua mahkota agar mereka lebih mudah menilainya. Walaupun jika nenek sendiri, nenek lebih suka jika yang dipakai mahkota yang kau bawa."


"Kakek juga sama. Ini bukan soal mahkota itu lebih mewah dan mahal, tapi kedua mahkota itu jelas punya makna berbeda. Jika mahkota leluhur, itu menunjukkan lembah angin sebagai kerajaan berdiri sendiri. Sedang mahkota baru, menunjukkan lembah angin terdiri dari tiga wilayah yang dijadikan satu."


"Jika menurut pemandangan kakek dan nenek seperti itu, aku akan mengikuti." kata Louisa.


Selesai sarapan, mereka menuju ruang pertemuan besar. Disana telah berkumpul sejumlah keluarga Valley dari berbagai daerah. Bahkan ada yang berasal dari kerajaan lain, karena mereka menjalankan balai pengobatan disana.


Begitu Louisa memasuki ruangan, semua mata tertuju kepadanya. Louisa tersenyum ramah.


Tempat duduk di ruang pertemuan dibuat setengah lingkaran. Dengan sebuah meja panjang didepan yang ditujukan untuk tempat duduk pimpinan pertemuan, dan pembicara.


Dan disanalah Louisa, kakek Franklin, paman Landen, serta Lark duduk.


Tok!!!Tok!!!Tok!!!


"Dengan ini, pertemuan tahunan keluarga besar Valley kita buka" kata kakek Franklin.


"Adapun agenda tahun ini agak berbeda dengan tahun tahun sebelumnya. Jika ditahun sebelumnya kita hanya membicarakan laporan keuangan distrik sembilan, pertemuan ini kita membicarakan pembentukan Kerajaan Lembah Angin yang baru. Serta pemimpin wilayah distrik sembilan serta nama yang cocok pengganti nama distrik sembilan."


"Tapi sebelum itu, mari kita dengarkan alasan Lorine memisahkan distriks sembilan dari kerajaan Gordon. Saya tahu, beberapa diantara kita ada yang keberatan dengan hal itu karena takut itu akan menjadi beban tambahan untuk kita. Lorine silahkan"


Louisa berdiri, memberi hormat kepada semua yang hadir.


"Salam hormat kepada semua kakek, nenek, paman dan bibi serta saudara keluarga besar Valley"katanya


"Mungkin ada yang menyangka, jika permintaan pemisahan distrik sembilan dari kerajaan Gordon adalah karena saya sakit hati dengan perceraian saya dengan Raja Peter dari Gordon. Disini saya tegas kan, bukan itu yang mendasarinya. "

__ADS_1


"Bertahun lalu, sebelum saya menjadi permaisuri di Gordon, saya ingin membangun Lembah Angin menjadi wilayah yang lebih maju. Saya selalu sedih melihat perbedaan kesejahteraan distrik sembilan dengan wilayah Gordon. Bahkan sebagai calon permaisuri waktu itu, saya sudah hidup dengan segala kemewahan, sementara saudara saudara saya berjuang hanya untuk membuat lembah angin tetap berdiri."


"Bahkan saat saya menjadi permaisuri sekalipun, saya tidak bisa berbuat apa apa untuk lembah angin karena terlalu sibuk mengurus semua tugas tugas permaisuri yang harus saya emban"


"Saat saya sudah menerima pemberitahuan tentang perceraian, saya meluangkan waktu mencari tahu tentang wilayah lembah angin lebih banyak. Dan sebuah catatan pada perkamen tua di istana Gordon membuat saya semakin yakin dengan keputusan saya memisahkan distrik sembilan dari kerajaan Gordon"


"Menurut catatan itu, setiap dua ratus tahun sekali benua tengah akan mengalami kemarau panjang antara dua sampai tiga tahun. Dan berdssarkan perkiraan saya, itu akan terjadi sekitar dua belas sampai lima belas tahun lagi. Tapi bisa juga lebih cepat dari itu. Jika itu terjadi apa yang akan distrik sembilan lakukan?" kata Louisa memandang semua yang hadir.


Semua terkejut, termasuk kakek Franklin. Hanya Landen dan Sofia yang biasa saja, karena telah diberitahukan Lucky sebelumnya sewaktu di Gordon.


Mulai terdengar bisik bisik diantara peserta.


"Kita semua tentu tahu, tidak mungkin Gordon menyelamatkan distrik sembilan sementara wilayah Gordon begitu luas dengan kelebihannya


masing masing. Sedang distrik sembilan sampai saat ini, masih seperti beban tersendiri bagi Gordon. Karenanya menurut pendapat saya, kitalah yang harus mempersiapkan daerah kita sendiri."


"Jadi untuk itu, saya mempunyai beberapa rencana . Pertama yang sedang kami lakukan menambah jumlah pengawal serta meningkatkan kemampuan mereka, karena sebuah kerajaan wajib memiliki prajurit yang baik untuk mengamankan wilayahnya."


"Kedua, setelah upacara pengesahan kerajaan dan pengangkatan raja kita harus melakukan sensus penduduk atau pencatatan jumlah penduduk diseluruh wilayah"


"Ketiga, membuat pos pos pangan. Maksudnya kita harus mempunyai wilayah pertanian kita sendiri. Aku tahu sering kita mendengar betapa kurusnya lembah angin, tapi menurutku itu tidak sepenuhnya benar."


"Ke empat, pengolahan hasil sumber daya untuk meningkatkan nilai ekonomisnya. Contohnya kelapa yang merupakan komuditi utama dari distrik delapan, bisa kita olah menjadi minyak yang harga jualnya jauh lebih tinggi. Atau susu yang selama ini hanya mampu kita jual terbatas karena cepat basi, kita olah menjadi keju yang mampu bertahan bertahun tahun."


"Kelima, jika semua sudah berjalan lancar kita membuat gudang gudang penyimpanan untuk persiapan kita menyambut bencana kemarau tiba. Nantinya gudang gudang itu kita buat ditempat tersembunyi untuk mencegah kecurigaan kerajaan lain."


"Keenam. Karena jika bencana itu terjadi pasti terjadi kekacauan diseluruh benua tengah. Karenanya jumlah personil prajurit harus kita tambah seiring waktu juga membuat benteng benteng pertahanan diwilayah perbatasan."


"Demikian penjelasan saya. Jika nanti ada yang ingin bertanya nanti bisa ditanyakan kembali. Sekarang saya serahkan kembali kepada kakek Franklin"


Louisa duduk kembali.


"Baiklah. Kita sudah mendengar penjelasan dari Lorine. Apakah ada yang ingin bertanya?"

__ADS_1


"Tetua, saya Kremlin. Keluarga kami menjalankan balai pengobatan di kota Gem. Saya setuju dengan semua rencana Nona Besar Lorine, tapi semua itu tentu memakan biaya yang tidak sedikit. Sedangkan bantuan keuangan yang mampu diberikan rata rata keluarga cabang hanya lima sampai lima belas ribu koin emas per tahun. Bagaimana mengatasi biayanya, haruskah kami menambah jumlah bantuan keuangan? Karena itu terus terang akan memberatkan beban seluruh keluarga cabang"


__ADS_2