
Di kota Tapis.
"Saya Raja Clould Hanjo, selaku penguasa sekaligus pimpinan tertinggi pengadilan kerajaan Kite dengan ini memutuskan pertama, Diba Renzo dinyatakan bersalah atas kematian Eton Enland dan jatuhi hukuman penjara seumur hidup.
Kedua, hak asuh anak bernama Autum Enland sebagai hasil pernikahan Eton Enland dengan Diba Renzo diberikan kepada Count Desmo selaku pihak keluarga terdekat.
Demikian keputusan ini dikeluarkan pertanggal hari ini, dan akan diubah kelak jika ada yang bukti baru yang ditemukan kembali"
Wajah countess Rery menjadi cerah mendengar keputusan Raja Clould, setelah ada beberapa orang bangsawan ingin Autum ikut dihukum bersama ibunya.
"Suamiku, ayo kita pulang. Aku harus menidurkan cucu kita" katanya penuh semangat.
"Iya sayang. Sini, biar aku yang menggendong Autum. Nanti kamu kelelahan" kata Count Desmo sambil mengambil Autum dari pangkuan Countess Rery yang sudah tertidur selama sidang berlangsung.
.
.
Satu tahun telah berlalu dengan semua hiruk pikuknya. Baik di kota Gordon maupun di kota Hinom, aktifitas masyarakat berlanjut seperti biasanya. Hanya pergerakan perekonomian mengalami sedikit perubahan.
Jika sebelumnya kebutuhan pangan dengan mudah ditemukan di setiap toko bahan pangan, sekarang hanya toko toko yang ditunjuk kerajaan yang menyediakannya. Pembelian bahan pangan dibatasi, dan Pembelian dalam jumlah banyak harus menyertakan surat ijin dari kepala desa atau menunjukkan tanda kependudukan.
Agak merepotkan, tapi ini dilakukan untuk mencegah bahan pangan dikirim keluar kerajaan tanpa ijin kerajaan. Hal ini ditetapkan diseluruh kerajaan. Dan prajurit perbatasan melakukan pemeriksaan ketat setiap orang yang masuk dan keluar.
Awalnya kebijakan ini menuai protes banyak orang, tapi dengan alasan hasil produksi pangan menurun akhirnya bisa diterima penduduk.
Sementara itu, tanda tanda kemarau mulai terlihat. Cuaca tidak menentu, terkadang hujan berhari hari tanpa berhenti, mengakibatkan banjir di beberapa kerajaan dan banyak panen gagal. Dan ketika hujan berhenti, matahari akan bersinar sangat terik disertai angin yang cukup kencang seolah berusaha menghilangkan tanda tanda hujan sebelumnya. Dan tanah menjadi lebih cepat kering dari biasanya.
"Tanda tanda kemarau panjang mulai terasa.." kata Louisa kepada Raja Landen.
"Perubahan cuaca ini?" tanya Raja Landen
"Iya paman. Seingatku menurut catatan diperkamen istana Gordon, curah hujan dan panas berlebih ini akan berlangsung sekitar enam bulan sampai satu tahun. Setelah itu baru memasuki musim kemarau yang sebenarnya"
__ADS_1
"Tapi dengan cuaca yang seperti ini saja sudah termasuk bencana Lorine. Lihatlah banyaknya panen kita yang gagal. Laporan dari departemen pertanian kita baru masuk. Coba kau lihat.." kata Raja Landen
"Ini memang sudah sewajarnya, paman. Walaupun produksi gandum gagal. Tapi jagung sebenarnya masih bisa kita panen. Tapi tidak seperti rencana awal. Kita panen jagung muda. Setidaknya masih ada hasil pertanian lain yang bisa kita panen dengan baik seperti ubi dan kentang. Dan untuk gandum, agar tidak terlalu merugi nanti minta kebijakan menteri pertanian kita, agar tanaman gandum dipanen juga" kata Louisa sambil membaca lembaran laporan
"Tapi bulir bulir gandum baru terisi Lorine. Masih jauh untuk dipanen, jika dipanen juga untuk apa?"
"Untuk bahan pangan tapi bukan untuk kita paman, melainkan untuk makanan ternak ternak kita. Kebijakan yang kumaksud, untuk penggantian ganti rugi penduduk. Hasil panen, sudah bisa dimasukkan ke lumbung lumbung penampungan makanan hewan. Jadi minta koordinasi antara departemen pertanian kita dengan departemen peternakan. Bukankah mereka berada dalam kementerian yang sama?"
"Paman mengerti. Paman akan membicarakan hal ini terlebih dahulu dengan Pangeran Lark agar dia membuat pengaturannya."
"Bagaimana dengan persiapan beberapa kerajaan tetangga kita?"
"Surat yang dikirim Raja Tezja mengatakan kalau kerajaan Fatma sudah hampir siap dengan bahan pangan pokok. Hanya saja mereka bingung dengan kebutuhan sayuran dan daging, dan minta pendapat kita" kata Raja Landen
"Jadi apa tanggapan Paman?"
"Paman tidak banyak membantu, hanya menyarankan seperti yang Lorine instruksikan kepada departemen peternakan sebelumnya. Diasinkan, diasap atau di jadikan manisan. Tidak mungkin Paman mengatakan tentang mantera ruang yang diajarkan Tuan Bruswick"
"Sebaiknya memang tentang kemampuan mantera ruang itu tidak diketahui kerajaan lain. Karena itu akan sangat merepotkan. Kerajaan lain?"
"Itu sudah bagus. Lagi pula, kerjasama kita dengan Long Beach selama ini sudah sangat baik"
Tok...tok...
Raja Landen dan Louisa serentak melihat kearah pintu masuk yang terbuka.
"Kakek, mama apa aku mengganggu?" tanya Lucio yang baru datang
"Tidak sayang. Mari masuk.." kata Louisa sambil tersenyum
"Bagaimana pelajaranmu hari ini Cio?" tanya Raja Landen
"Kakek Raja, nenek Ren sangat ketat. Hanya karena aku lupa satu kata, beliau menghukumku untuk menulis ulang tiga ribu enam ratus aturan istana Gordon. Sangat melelahkan Kakek Raja..." katanya lesu.
__ADS_1
Raja Landen melihat kearah Louisa.
"Memang ibu Ren Paman. Paman beruntung hanya menjalani pelatihan sebentar dengan Ibu Ren. Bahkan Raja Peter kewalahan menghadapi ibu Ren." kata Louisa
"Mengapa Raja Peter juga dilatih Nyonya Reneisme, bukankah istana Gordon memiliki pelatih sendiri?"
"Pada dasarnya Peter sudah mendapatkan pelatihan dari pihak istana. Tapi saat dulu aku belajar aturan istana Gordon, ibu suri Anita dan leluhur Kendrick meminta Peter dilatih lagi. Maksud awalnya agar membantuku cepat mengerti, tapi ternyata Peter sendiri hanya memahami sekitar tiga puluh persen aturan istana waktu itu. Itu membuat ibu Ren marah dan malah membuat pelatihan Peter yang lebih ketat dariku. Dan yah..seperti Tuan muda kita ini, jika melakukan kesalahan akan mendapat hukuman dan ceramah manis" kata Louisa sambil tersenyum
"Ha...ha..." tawa Raja Landen bergema.
"Paman, jika sekiranya aku pergi dari Kerajaan ini, sudah bisakah paman dan sepupu Lark menjalankan kerajaan kita?" tanya Louisa dengan serius.
"Pergi..?" tanya Raja Landen dengan dahi berkerut sejenak. Tapi kkemudian ia mengerti..
"Lorine ingin kembali ke Gordon?" tanyanya dengan pelan
"Sedang kupertimbangkan Paman" kata Louisa murung.
"Mama ingin ikut Lucio?" tanya Lucio antusias
"Hmm.." kata Louisa
Raja Landen memandang Louisa dengan lekat. Ia merasa Louisa menanggung sebuah beban tapi sulit untuk meletakkannya.
Ia meraih tangan Louisa erat dengan penuh kasih seorang ayah.
"Jika tidak berkenan jangan lakukan. Paman telah mendengar sebelumnya dari kakek Franklin tentang hal ini. Ingat, sebagai orang tua kami juga bisa salah Lorine. Pernikahan tidak selamanya membawa kebahagiaan, hidup melajang juga belum tentu membawa kesedihan dan kesepian. Lagi pula Lorine tidak benar benar sendiri, selain kami para orang tua, masih ada sepupumu Lark yang bisa menjagamu. Belum lagi puteramu ini." katanya sambil mengelus kepala Lucio sebelah tangannya.
Louisa tertegun..
.
.
__ADS_1
.
Kan author ikutan bingung.. Louisa baiknya kembali dengan Raja Peter, tetap sendiri atau kita cari abang ganteng lainnya yach.. Bantuin Louisa dong readers..