Nona Louisa Dari Lembah Angin

Nona Louisa Dari Lembah Angin
Tuan Dirgo


__ADS_3

Beberapa hari kemudian..


Istana Lembah Angin melakukan pendataan ulang seluruh pekerja sampai prajurit yang berjaga.


Hari pertama dan kedua tidak ada kendala sama sekali. Semua pekerja merupakan penduduk asli Lembah Angin dan hampir tidak ada yang memiliki keluarga dari kerajaan lain. Kecuali beberapa orang yang keluarganya merantau ke kerajaan lain.


Setiap pekerja yang selesai didata, di minta mencelupkan tangannya kedalam sebuah wadah berisi cairan berwarna ungu tua. Itu menandakan jika mereka telah selesai didata. Cairan itu meninggalkan bekas dijari dan baru akan hilang seminggu kemudian.


Tidak ada orang mengetahui, jika cairan yang dipakai telah diberi mantra terlebih dahulu oleh Light.


"Bagaimana Light? " tanya Louisa.


"Sejauh ini masih aman terkendali ketua" jawab Light.


"Ada tanda tanda penghianat?"


"Tidak ada ketua. "


"Berarti semua kementerian yang telah ia diperiksa menjadi bersih. Tinggal kementrian keuangan saja yang tersisa"


Yang membuat Louisa bingung, selama ini ia menduga yang membocorkan informasi berasal dari kementerian pendapatan dan pajak, karena kementerian tersebutlah yang berhubungan langsung dengan pertambangan di desa Tov. Dan pada merekalah kontrak kerja pertambangan berada.


"Mengapa Anda terlihat bingung ketua?" tanya Light yang keheranan melihat Louisa berjalan mondar mandir tanpa sepatah katapun keluar dari mulutnya.


"Mmm... kau tahu Light, saat pertemuan keluarga kemarin, paman Sidney berbicara sampai kepada kontrak kerjasama yang berisi sepuluh persen yang menjadi bagianku"


"Maksud ketua, dari siapa ia mengetahuinya?"


"Kurang lebih seperti itu Light"


"Kan tinggal bertanya pada beliau ketua"


"Paman Sidney memperoleh informasi itu dari pangeran Hurex, pangeran Hurex memperolehnya dari siapa? Tadinya aku curiga, mungkin seorang pekerja dari kementerian pendapatan dan pajak. Tapi kita telah memeriksa kementerian pendapatan dan pajak, tapi tidak menemukan sesuatu yang mencurigakan"


"Mungkin besok kita menemukannya di kementerian keuangan ketua"


"Mungkin"


Keesokan harinya, seperti dua hari sebelumnya pendataan pekerja dilanjutkan kembali. Hari ini merupakan hari terakhir karena tinggal kementerian keuangan yang belum didata.


Sudah dua puluh lima orang yang terdata dari tiga puluh orang pekerja di kementerian keuangan.


Saat melakukan pendataan pada orang yang kedua puluh enam, wajah Light sedikit berkerut.


Didepannya duduk seorang pria paruh baya. Dari data yang diperolehnya pria itu mempunyai seorang putri yang menikah dengan seorang pemuda dari kerajaan Awan Lingkar.

__ADS_1


"Tuan Dirgo, setelah selesai ini tuan Puteri Lorine ingin berbincang dengan anda. Silahkan temui beliau di ruang pertemuan kecil" kata Light.


"Baik Nona. Tapi untuk apa ya nona?" tanya Dirgo bingung karena hanya dia yang diminta untuk bertemu Louisa.


"Ada yang ingin tuan Puteri bicarakan dengan anda. Mengenai apa, nanti tuan Puteri yang menjelaskan" kata Light.


"Baik Nona, saya menemui tuan Puteri sekarang"


"Bawa berkas ini sekalian, nanti serahkan kepada tuan Puteri. Jangan lupa tuan Dirgo, jari anda dicelupkan ke wadah itu"


Tuan Dirgo melakukan apa yang diminta Light. Setelah mencelupkan tangannya pada wadah yang ditunjuk, ia segera menuju ruang pertemuan.


Diruang pertemuan, Louisa dan Shine sedang membahas tentang pembangunan tembok perbatasan.


Tok..tok... terlihat seorang pria paruh baya mengetuk daun pintu yang terbuka.


"Silahkan masuk paman. Tarik kursi paman" kata Louisa ramah.


"Terimakasih tuan Puteri" kata tuan Dirgo sambil menarik sebuah kursi yang ada diseberang meja Louisa.


"Ini tuan Puteri, tadi nona yang didepan bilang agar diserahkan kepada anda" katanya dengan wajah sedikit cemas.


"Terimakasih paman. Mari saya lihat sebentar berkas anda" kata Louisa meraih berkas tuan Dirgo dan membacanya.


"Anda sudah bekerja di departemen keuangan selama tiga puluh tahun. Sudah sangat lama. Bila dibandingkan dengan menteri Willi Donzen, siapa diantara kalian yang lebih dahulu bekerja?"


Louisa memanggut manggutkan kepalanya.


"Menurut pendapat paman, bagaimana keadaan kerajaan Lembah Angin saat ini?"


"Sangat baik tuan Puteri. Selama saya ingat, tidak pernah Lembah Angin lebih baik dari saat ini." katanya dengan mata berbinar.


"Anda memiliki empat orang anak. Dua orang laki laki dan dua orang perempuan. Putri tertua anda menikah dengan pemuda dari kerajaan Lingkar Awan. Benar begitu paman?"


"Benar tuan Puteri"


"Sudah berapa lama mereka menikah?"


"Satu tahun Puteri"


"Mereka tinggal dimana?"


"Disini, di kota Hinom. Hanya saja, menantuku sering bolak balik ke Lingkar Awan."


"Puteri anda tidak ikut ke Lingkar Awan?"

__ADS_1


"Tidak tuan putri. Dia hanya dua kali pergi kesana. Pertama untuk memperkenalkan diri pada keluarga besan disana. Yang kedua untuk upacara pernikahan di keluarg besan"


"Keluarga besan anda pernah datang kemari?"..


"Pernah Puteri. Dua kali ... Pertama untuk melamar, kedua saat upacara pernikahan di sini"...


"Kalau boleh tahu, apa pekerjaan. menantu anda?"


"Dia bekerja di kantor perwakilan kerajaan Lingkar Awan tuan Puteri. Hanya saja saya tidak begitu tahu apa posisi atau jabatannya"


"Apakah hubungan kalian cukup dekat?"


"Lumayan dekat tuan Puteri. Kita biasa mengobrol masalah apa saja. Mulai dari pekerjaan, keadaan Lembah Angin, juga hal hal lain"


"Anda yang berinisiatif cerita tentang pekerjaan anda atau dia yang bertanya?"


"Lebih banyak dia memang tuan Puteri." kata tanpa merasa ada yang salah dengan perkataannya.


Louisa melirik Shine. Shine menganggukkan kepalanya.


"Siapa nama menantu anda paman Dirgo?"


"Clem Hubret"


"Begini paman Dirgo. Saat ini departement keuangan untuk distrik satu memerlukan wakil kepala departement. Karena paman Tim yang merupakan kepala departement keuangan sebelumnya memasuki usia pensiun sehingga posisinya digantikan wakil sebelumnya yaitu paman Bana. Dengan masa kerja anda yang cukup panjang, dan posisi anda saat ini di kementerian keuangan, saya kira anda orang yang cocok untuk posisi tersebut."


"Maksud tuan Puteri?"


"Kerajaan menawarkan posisi wakil kepala departement keuangan distrik satu kepada anda. Apakah paman bersedia?"


"Tapi..apakah Yang Mulia Raja Landen dan menteri Willi nantinya setuju Puteri. Mengingat ini begitu tiba tiba.."


"Tidak tiba tiba paman Dirgo. Sebenarnya anda adalah rekomendasi menteri Willi sendiri. Sementara Yang Mulia saya kira tidak ada masalah karena beliaulah yang mendesak agar segera ada orang yang menempati posisi ini"


"Jika demikian, tentu saya bersedia tuan Puteri." kata tuan Dirgo tegas.


"Besok Anda jumpai menteri Willi. mungkin anda akan diberi waktu untuk serah terima dengan pengganti anda"


"Baik tuan Puteri. Saya permisi "


"Silahkan Paman Dirgo"


Setelah tuan Dirgo keluar dari ruangan, Louisa memandang Shine.


"Apa kau sepakat denganku Shine?"

__ADS_1


"Tentu tuan Puteri. Puteri tuan Dirgo hanya perantara yang diperlukan Clem Hubret agar bisa mengetahui informasi diperlukan"


__ADS_2