Nona Louisa Dari Lembah Angin

Nona Louisa Dari Lembah Angin
Alasan Diba Renzo (2)


__ADS_3

"Iya. Itu bukan hukuman kukira Yang Mulia Leluhur. Hanya kejutan yang tidak menyenangkan. Jika di Kite, hukuman untuk orang yang menjebak Raja adalah hukuman mati" kata pangeran Niko


"Mungkin anda benar Pangeran. Tapi dengan tidak ada pemberitahuan sebelumnya, mungkin Diba akan menyebutkan jika aku telah menghianatinya. " kata raja Peter sambil tertawa kecil.


"Dengan penipuan yang dilakukannya untuk menjebakmu, dia tidak bisa disebut sebagai isteri mu. Tidak ada penghianatan disini. Hanya karena belas kasihan terhadap Autumlah aku tidak mendesak untuk memberikan hukuman mati kepadanya" tegur Leluhur Kendrick


"Aku tahu leluhur. Mungkin hatiku terlalu lemah karena Autum" gumam raja Peter


"Jadi kapan kami bisa bertemu dengannya Yang Mulia?"


"Sekarang. Mari ikut denganku.." kata Raja Peter


Sementara Raja Peter membawa Pangeran Niko dan Count Desmo menjumpai Diba Renzo, leluhur Kendrick memutuskan kembali ke kediamannya untuk beristirahat.


Mereka berjalan menuju istana sunyi. Ketika dipertengahan jalan, Raja Peter tiba tiba berhenti.


"Ada apa Yang Mulia?" tanya count Desmo


"Kapan kalian berencana pulang ke kota Tapis?"


"Mungkin kami akan beberapa hari disini jika Yang Mulia mengijinkan. Apa ada masalah Yang Mulia?"


"Tentu aku mengijinkan. Tadinya aku takut jika kalian sangat terburu buru. Ijinkan beberapa hari ini aku bersama Autum. Aku menimangnya sejak ia lahir, dan terus terang melepaskannya begitu saja agak berat dihatiku."


Pangeran Niko dan Count Desmo tertegun sejenak. Mereka bisa merasakan perasaan Raja Peter.


"Tapi mengingat ia kembali kepangkuan keluarganya, aku lebih tenang. Karena sebenarnya di sini, di istana ini mungkin aku satu satunya orang yang benar benar tulus menginginkan dan mencintainya." lanjut Raja Peter


"Ibunya? Diba Renzo? Pasti mencintainya kan?" tanya Count Desmo


" Walaupun tidak ada yang mencintainya di istana ini kecuali aku, tapi tidak ada yang benar benar membencinya atau berusaha menyakitinya. Aku justru baru tahu beberapa hari ini, jika justeru ibunyalah orang Yang paling membencinya dan paling sering menyakitinya. " kata Raja Peter. Jelas terdengar kekecewaan dalam nada suaranya.


Baik Pangeran Niko atau Count Desmo terkejut.


"Mengapa Yang Mulia tidak pernah menyadarinya?"


"Karena setiap kali aku mengunjunginya, dia memperlakukan Autum dengan sangat baik. Terlihat jika ia sangat menyayanginya. Dan Autumpun tidak berani berbicara karena takut dihukum lebih berat oleh ibunya. Semua terungkap setelah pengakuan para pelayan yang pernah bertugas melayaninya selama ini. Rotasi pelayan yang lakukan selir utama Natasha membuat segalanya lebih mudah diketahui" kata Raja Peter

__ADS_1


"Ya, terkadang dengan melayani satu orang yang sama terus menerus membuat para pelayan lebih menakuti orang yang dilayani mereka dari pada mengungkapkan kebenaran. Karena takut jika ketahuan akan mendapat hukuman dari Tuan mereka. Itu dapat dimengerti. Mungkin sistem rotasi ini juga bisa nanti diterapkan di istana Tapis" kata pangeran Niko


"Memangnya selama ini bukan selir utama Natasha yang mengatur harem Yang Mulia?"


"Selama ini masih ibu suri, karena takut kekacauan yang disebabkan Diba. Dan memang terbukti, bahkan waktu menjalani tahanan rumah, saat ia tahu harem diserahkan kepada selir utama Natasha, ia bahkan mencoba melakukan Penyerangan kepada ibu suri saat berada diluar istana"


"Mengapa ia berubah sedemikian besar? padahal dahulu ia adalah anak yang manis" kata Count Desmo


"Tugas kalianlah yang mengetahui apa penyebabnya Count. Tapi apa yang dikatakan leluhur tertinggi Kendrick, mungkin bisa kalian jadikan dasar pegangan" kat Raja Peter


"Tentang orang tuanya?"


"Iya, itu patut dicoba" kata Raja Peter


Mereka berjalan kembali sampai di istana sunyi.


Prajurit yang berjaga segera memberikan hormat melihat kedatangan Raja Peter.


"Aku masuk terlebih dahulu. Kalian bisa duduk di gajebo yang ada ditaman sana. Nanti aku panggil kalian masuk" kata Raja Peter


"Yang Mulia Raja Peter tiba...!!" teriak prajurit penjaga


.


.


Sudah beberapa hari ini, Diba Renzo atau Diana Cornor dihukum di istana sunyi. Tidak ada pelayan yang menemaninya. Pelayan hanya datang mengantarkan makanan dan minuman tiga kali sehari, serta membersihkan istana sunyi dua hari sekali.


Dia sangat marah saat tahu usahanya untuk menyerang Ibu suri gagal dan berakhir dihukum. Raja Peter sama sekali tidak mau menemuinya, hanya mengeluarkan dekrit perintah penahanannya ke istana sunyi. Bahkan sewaktu menjalani hukuman di istananya, Raja Peter juga tidak mau menjumpainya.


Sekarang bahkan Autum puterinya yang selama ini dijadikan alat untuk merayu dan meluluhkan hati Raja Peter juga dijauhkan darinya, bahkan ia dilarang mendekati Autum, dan semua itu membuatnya frustasi.


Disaat ia berpikir apa yang harus dia lakukan untuk keluar dari istana sunyi dan bebas dari hukumannya, ia mendengar suara prajurit penjaga.


"YYang Mulia Raja Peter tibaa...!!"


Diba Renzo yang mendengar hal itu tersentak kaget. Ia tersenyum dan segera merapikan penampilannya bersiap menyambut kedatangan Raja Peter.

__ADS_1


"Mungkin Yang Mulia akhirnya luluh hatinya dan memaafkanku" pikirnya berharap.


"Salam hormat Yang Mulia.." katanya membungkukkan badannya.


"Bagaimana kabarmu selama beberapa waktu belakangan ini, selir Diana?" tanya Raja Peter berbasa-basi.


"Ampun Yang Mulia, saya mengaku bersalah dan akan memperbaiki diri. Selama beberapa waktu ini, saya sudah banyak merenungkan kesalahan yang saya perbuat sehingga pantas dihukum"


"Katakan apa kesalahanmu sehingga pantas dihukum?" pancing Raja Peter


"Aku tidak jujur pada Yang Mulia jika pernah menikah. Dan soal Autum, aku saat itu tidak tahu jika sedang mengandung.. Jika aku tahu sedang mengandung saat itu, walaupun Yang Mulia sudah meniduriku saat sedang mabuk saat itu, aku tidak akan menerima pertanggungjawaban yang ditawarkan Yang Mulia.." kata Diba Renzo hati hati.


"Hanya itu?" tanya Raja Peter sambil mengangkat alisnya


"Aku mencoba menyuruh orang untuk menyerang Ibu suri. Aku melakukannya karena cemburu, ibu suri tidak pernah menyukaiku.."


"Ada lagi?"


"Hanya itu yang aku ingat Yang Mulia..."


"Berarti masih banyak yang tidak diingat?"


"Bu..bukan Yang Mulia..." kata Diba Renzo cepat.


"Mengenai pertemuan pertama kita. Sudah bertahun tahun, dan kita tidak pernah membahasnya bersama. Mungkin kita perlu bernostalgia sejenak bukan begitu selir ketiga?"


"Mungkin Yang Mulia.."


"Mengapa mungkin? Harus.. Karena setelah ini, kita tidak akan pernah membahas hal itu lagi. Saat itu, saat kita bertemu di hutan Sento, dan kamu meminta tumpang ke kota Rakza, katakan padaku dengan jujur. Apakah waktu itu kamu sengaja menunggu rombongan kami lewat atau secara acak memilih orang yang lewat untuk menumpang?" tanya Raja Peter


"Itu..itu.. aku memilih acak Yang Mulia. Aku waktu itu lelah setelah berjalan jauh dari kota Tosca dan memilih berhenti untuk menunggu orang lewat."


"Mengapa kamu tidak membayar sewa kereta kuda? Bukankah di kota Tosca banyak jasa penyewaan seperti itu. Jangan katakan kamu tidak punya uang yang cukup. Bahkan sudah bertahun tahun diluar uang pemberianku, uang yang kamu bawapun masih cukup membayar jasa pengawasan lengkap dengan kereta kudanya!"


"Aku tidak tahu ada yang seperti itu di kota Tosca Yang Mulia.."


"Waktu itu kau bilang berasal dari desa pinggiran kota Tosca dan kedua orang tuamu sudah meninggal dan ingin mengunjungi pamanmu di pinggiran kota Rakza, bagaimana mungkin kau tidak tau hal itu Diana?? Apa mungkin kau berbohong padaku..? Bahwa kau bahkan mungkin bukan berasal dari Kerajaan Mordan, sehingga tidak tahu hal hal umum seperti itu?"

__ADS_1


__ADS_2